Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

EFEKTIFITAS INSEKTISIDA NABATI PADA PADI (Oryza sativa, L) YANG DISIMPAN TERHADAP HAMA BUBUK PADI (Sitophilus oryzae, L) Cut Mulyani; dwi widyawati
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 3 No 1 (2016): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas insektisida nabati pada padi (oryza sativa, l) yang disimpan terhadap hama bubuk padi (Sitophilus oryzae, L)”. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola non faktorial, dengan perlakuan insektisida nabati (P) yang terdiri dari 10 (sepuluh taraf) sebagai berikut: P0 (Tanpa insektisida/control), P1(Daun sirsak), P2 (Daun serai), P3 (Umbi bawang merah), P4 (Umbi bawang putih), P5 (Daun srikaya), P6 (Biji pinang), P7 (Rumput paitan), dan P8 (Lengkuas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian insektisida nabati memberikan efektivitas yang nyata terhadap mortalitas serangan, efektifitas pengendalian, dan persentase kehilangan berat yang disebabkan hama penggerek padi Sitophilus oryzae, L. Dimana perlakuan terbaik ditemukan pada insektisida nabati jenis umbi bawang putih (P4) (dengan dosis 5 gram/20 gram padi) yang mampu memberikan keefektifan sebesar 100 % terhadap seluruh parameter di akhir pengamatan.
PENGARUH JENIS PUPUK HAYATI DAN JARAK TANAM TERHADAP KACANG HIJAU(Vigna radiata, L) Cut Mulyani; m daud
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 3 No 2 (2016): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk pengaruh jenis pupuk hayati dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau, serta interaksi yang dimunculkan oleh kedua perlakuan tersebut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial, yang terdiri dari 2 faktor yaitu : Faktor jenis pupuk hayati dengan notasi (H) terdiri dari 4 taraf yaitu H0 (Kontrol atau tanpa pupuk), H1 (Pupuk hayati Biobost), H2 (Pupuk hayati Bio Super Aktif), dan H3 (Pupuk hayati Petrobio). Faktor jarak tanam dengan notasi (J) terdiri dari 3 taraf : yaitu J1 (20 x 10 cm), J2 (20 x 20 cm), dan J3 (20 x 30 cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa jenis pupuk hayati berpengaruh sangat nyata terhadap berat biji kering per plot dan berat 100 butir biji kering, berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 45 HST. Perlakuan terbaik ditemukan pada perlakuan pupuk hayati Petrobio (H3). Jarak tanam berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman pada umur 45 HST, berat biji kering per plot, serta berat 100 butir biji kering. Perlakuan terbaik ditemukan pada jarak tanam 20 x 20 cm (J2). Interaksi antara jenis pupuk hayati dan jarak tanam berpengaruh tidak nyata terhadap seluruh parameter pengamatan.
Respon Bibit Kelapa Sawit (Elaeis gueneensis, Jacq) di Main Nursery pada Media Tanam Sub Soil terhadap Bahan Pembenah Tanah dan Pupuk Organik Syamsul Bahri; Cut Mulyani; Salman Alfarizi
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 5 No 1 (2018): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bibit kelapa sawit membutuhkan media tanam yang mempunyai sifat fisik dan kimia yang baik. Media pembibitan kelapa sawit pada umumnya terdiri atas tanah lapisan atas (top soil) yang dicampur dengan pasir maupun bahan organik sehingga diperoleh media dengan kesuburan yang baik. Penggunaan subsoil akan menghasilkan pertumbuhan bibit sawit yang baik bila dalam aplikasinya dengan bahan pembenah tanah seperti abu janjang kelapa sawit, abu sekam padi, abu serbuk gergaji, dan abu arang kayu. Penelitian ini dilaksanakan di desa Paya Udang Kecamatan Seruwai Kabupaten Aceh Tamiang, dengan ketinggian tempat 6 M dpl dan pH 5,5, - 6,5 (BPP Kecamatan Seruwai, 2017). Penelitian dari bulan Desember 2017 sampai dengan Maret 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial, yang terdiri dari dua faktor yang meliputi : faktor bahan pembenah tanah (P) yang terdiri dari 4 taraf : P1 (abu jenjang sawit), P2 (abu sekam padi), P3 (abu serbuk gergaji) dan P4 (abu arang). Faktor konsentrasi pupuk organik cair GDM dengan notasi (K) yang terdiri dari 4 (empat) taraf perlakuan yaitu : K0 (0 ml/liter air atau kontrol), K1 (50 ml/liter air), K2 (100 ml/liter air) dan K3 (150 ml/liter air). Parameter yang diamati dalam penelitian ini yaitu tinggi bibit, diameter batang bibit, jumlah daun, panjang daun dan lebar daun. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan bahan bahan pembenah tanah berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi bibit umur 60, 90 HST, diameter bibit 30, 60, 90 HST, jumlah daun 60, 90 HST, panjang daun 30 HST, dan lebar daun 30 HST. Berpengaruh nyata terhadap jumlah daun umur 30 HST, lebar daun 60 dan 90 HST. Perlakuan terbaik ditemukan pada perlakuan bahan pembenah tanah abu sekam. Perlakuan konsentrasi pupuk organik berpengaruh sangat nyata terhadap panjang daun bibit kelapa sawit umur 30 HST namun berpengaruh tidak nyata terhadap parameter lainnya. Perlakuan terbaik ditemukan pada perlakuan konsentrasi 50 ml/liter air. Interaksi antara bahan pembenah tanah dan pupuk organk cair berpengaruh tidak nyata pada semua parameter pengamatan.