Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

EFEKTIFITAS INSEKTISIDA NABATI PADA PADI (Oryza sativa, L) YANG DISIMPAN TERHADAP HAMA BUBUK PADI (Sitophilus oryzae, L) Cut Mulyani; dwi widyawati
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 3 No 1 (2016): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas insektisida nabati pada padi (oryza sativa, l) yang disimpan terhadap hama bubuk padi (Sitophilus oryzae, L)”. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola non faktorial, dengan perlakuan insektisida nabati (P) yang terdiri dari 10 (sepuluh taraf) sebagai berikut: P0 (Tanpa insektisida/control), P1(Daun sirsak), P2 (Daun serai), P3 (Umbi bawang merah), P4 (Umbi bawang putih), P5 (Daun srikaya), P6 (Biji pinang), P7 (Rumput paitan), dan P8 (Lengkuas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian insektisida nabati memberikan efektivitas yang nyata terhadap mortalitas serangan, efektifitas pengendalian, dan persentase kehilangan berat yang disebabkan hama penggerek padi Sitophilus oryzae, L. Dimana perlakuan terbaik ditemukan pada insektisida nabati jenis umbi bawang putih (P4) (dengan dosis 5 gram/20 gram padi) yang mampu memberikan keefektifan sebesar 100 % terhadap seluruh parameter di akhir pengamatan.
PENGARUH JENIS PUPUK HAYATI DAN JARAK TANAM TERHADAP KACANG HIJAU(Vigna radiata, L) Cut Mulyani; m daud
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 3 No 2 (2016): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk pengaruh jenis pupuk hayati dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau, serta interaksi yang dimunculkan oleh kedua perlakuan tersebut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial, yang terdiri dari 2 faktor yaitu : Faktor jenis pupuk hayati dengan notasi (H) terdiri dari 4 taraf yaitu H0 (Kontrol atau tanpa pupuk), H1 (Pupuk hayati Biobost), H2 (Pupuk hayati Bio Super Aktif), dan H3 (Pupuk hayati Petrobio). Faktor jarak tanam dengan notasi (J) terdiri dari 3 taraf : yaitu J1 (20 x 10 cm), J2 (20 x 20 cm), dan J3 (20 x 30 cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa jenis pupuk hayati berpengaruh sangat nyata terhadap berat biji kering per plot dan berat 100 butir biji kering, berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 45 HST. Perlakuan terbaik ditemukan pada perlakuan pupuk hayati Petrobio (H3). Jarak tanam berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman pada umur 45 HST, berat biji kering per plot, serta berat 100 butir biji kering. Perlakuan terbaik ditemukan pada jarak tanam 20 x 20 cm (J2). Interaksi antara jenis pupuk hayati dan jarak tanam berpengaruh tidak nyata terhadap seluruh parameter pengamatan.
Respon Bibit Kelapa Sawit (Elaeis gueneensis, Jacq) di Main Nursery pada Media Tanam Sub Soil terhadap Bahan Pembenah Tanah dan Pupuk Organik Syamsul Bahri; Cut Mulyani; Salman Alfarizi
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 5 No 1 (2018): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bibit kelapa sawit membutuhkan media tanam yang mempunyai sifat fisik dan kimia yang baik. Media pembibitan kelapa sawit pada umumnya terdiri atas tanah lapisan atas (top soil) yang dicampur dengan pasir maupun bahan organik sehingga diperoleh media dengan kesuburan yang baik. Penggunaan subsoil akan menghasilkan pertumbuhan bibit sawit yang baik bila dalam aplikasinya dengan bahan pembenah tanah seperti abu janjang kelapa sawit, abu sekam padi, abu serbuk gergaji, dan abu arang kayu. Penelitian ini dilaksanakan di desa Paya Udang Kecamatan Seruwai Kabupaten Aceh Tamiang, dengan ketinggian tempat 6 M dpl dan pH 5,5, - 6,5 (BPP Kecamatan Seruwai, 2017). Penelitian dari bulan Desember 2017 sampai dengan Maret 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial, yang terdiri dari dua faktor yang meliputi : faktor bahan pembenah tanah (P) yang terdiri dari 4 taraf : P1 (abu jenjang sawit), P2 (abu sekam padi), P3 (abu serbuk gergaji) dan P4 (abu arang). Faktor konsentrasi pupuk organik cair GDM dengan notasi (K) yang terdiri dari 4 (empat) taraf perlakuan yaitu : K0 (0 ml/liter air atau kontrol), K1 (50 ml/liter air), K2 (100 ml/liter air) dan K3 (150 ml/liter air). Parameter yang diamati dalam penelitian ini yaitu tinggi bibit, diameter batang bibit, jumlah daun, panjang daun dan lebar daun. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan bahan bahan pembenah tanah berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi bibit umur 60, 90 HST, diameter bibit 30, 60, 90 HST, jumlah daun 60, 90 HST, panjang daun 30 HST, dan lebar daun 30 HST. Berpengaruh nyata terhadap jumlah daun umur 30 HST, lebar daun 60 dan 90 HST. Perlakuan terbaik ditemukan pada perlakuan bahan pembenah tanah abu sekam. Perlakuan konsentrasi pupuk organik berpengaruh sangat nyata terhadap panjang daun bibit kelapa sawit umur 30 HST namun berpengaruh tidak nyata terhadap parameter lainnya. Perlakuan terbaik ditemukan pada perlakuan konsentrasi 50 ml/liter air. Interaksi antara bahan pembenah tanah dan pupuk organk cair berpengaruh tidak nyata pada semua parameter pengamatan.
Penerapan alternatif pengelolaan hama terpadu pada padi dengan serangan hama putih palsu di Desa Seunebok Punti, Kabupaten Aceh Tamiang Cut Mulyani; Arisna Fauzia; Firdasari Firdasari; Iswahyudi Iswahyudi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.26791

Abstract

Abstrak Produksi padi di Aceh menjadi salah satu komoditas utama pada sektor pertanian dan telah dikenal memiliki kualitas yang baik. Hal ini dikarenakan karakteristik beras Aceh memliki ciri khas yaitu lebih wangi dan pulen. Namun, produksi padi di beberapa wilayah Aceh, termasuk Desa Seunebok Punti, Kabupaten Aceh Tamiang menghadapi tantangan besar akibat serangan hama, terutama hama putih palsu (Cnaphalocrocis medinalis). Tujuan dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan petani dalam penerapan Pengelolaan Hama Terpadu (PHT) melalui pembuatan dan penggunaan pestisida nabati dari bahan alami. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi tiga tahapan utama, yaitu sosialisasi, pelatihan, dan evaluasi. Dalam proses pelatihan, para petani diajarkan cara meracik pestisida nabati menggunakan bahan-bahan seperti daun sirsak, daun pepaya, cabai dan rempah lainnya yang dicincang dan dihaluskan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan petani mengenai pengendalian hama yang ramah lingkungan, serta pengurangan penggunaan pestisida berbahan kimia sintetis. Sebanyak 90% peserta kegiatan berhasil memahami materi dan menunjukkan kemampuan dalam menerapkan teknik PHT. Program ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan pertanian di Aceh, khususnya dalam meningkatkan produksi padi secara lebih organik dan ramah lingkungan. Kegiatan ini juga berpotensi untuk diterapkan secara berkelanjutan oleh petani melalui dukungan program desa dan pemerintah daerah. Kata kunci: hama; serangga; pestisida nabati; daun sirsak; daun papaya. AbstractRice production is one of the main commodities in the agricultural sector in Aceh and has been known good quality. The rice have distinctive characteristics, more fragrant and fluffier. However, rice production in several areas of Aceh, including Seunebok Punti Village, faces major challenges due to pest attacks especially white pests (Cnaphalocrocis medinalis). The aimed of this service is to improve farmers' understanding in implementing Integrated Pest Management (IPM) through the manufacture and using botanical pesticides. The methods used include three main stages: socialization, training, and evaluation. In the training process, farmers was taught how to mix botanical pesticides using some ingredients such as soursop and papaya leaves, and other spices. The evaluation results shows a significant increase in farmers' knowledge regarding environmental pest control, as well as reducing the use of synthetic chemical pesticides. As many as 90% of participants in the activity managed to understand and demonstrated the ability to apply IPM techniques. With a focus on growing rice production in a more organic and ecologically friendly manner, this program is anticipated to enhance Aceh's agriculture's sustainability. It also has the potential to be implemented sustainably through the support of local governments. Keywords: pests; insects; botanical pesticides; soursop leaves; papaya leaves.
PEMBERDAYAAN PETERNAK ITIK MELALUI KETERAMPILAN PAKAN FERMENTASI KEONG SAWAH SEBAGAI ALTERNATIF PAKAN ITIK DI DESA BATEE PUTEH Hanisah Hanisah; Cut Mulyani; fairus fairus; Kiagus Muhammad Zain Basriwijaya
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i1.152-161

Abstract

Berdasarkan survey awal yang di lakukan tim pengabdian, permasalahan yang di hadapi mitra yaitu kelompok tani ternak “Makmue Beusare” antara lain: 1) Minimnya pengetahuan mitra tentang budidaya ternak itik yang dapat meningkatkan produktivitas itik petelur dan mengoptimalkan peningkatan bobot badan itik pedaging, dan 2) Pakan ternak itik terbilang mahal, biaya yang dikeluarkan untuk pakan sering kali tidak sebanding dengan produksi yang dihasilkan, sehingga peternak menjadi merugi. Adapun tujuan dari tim pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan ketrampilan mitra tentang pengelolaan pakan, serta pemanfaatan keog sawah sebagaipakan ternak. Tahapan persiapan dilakukan untuk mengidentifikasi masalah, menganalisis kebutuhan dan penyusunan program. Tahapan pelaksanaan yaitu sosialisasi tentang pakan fermentasi keong sawah, dilanjutkan dengan praktek pengolahan pakan ternak dari keong sawah. Total ada 16 orang peserta, 15 orang dari mitra dan 1 orang dari perangkat desa. Tahapan terakhir adalah pendampingan dan evaluasi untuk melihat keberhasilan program Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Produk. 
Optimalisasi Sereh Wangi dan Daun Sirsak sebagai Pestisida Nabati pada Pencegahan Spodoptera litura di Kabupaten Gayo Lues Arisna Fauzia; Cut Mulyani; Amalia Nazila
Jurnal Surya Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.8.1.2025.213-219

Abstract

Cymbopogon nardus and Annona muricata leaf extracts contain active compounds that can be used as botanical pesticides. The use of these botanical pesticides is one step in effective integrated pest management to support sustainable food security. In fact, these plant pests can disrupt the productivity of farmers' and communities' crops. The most common pest that disrupts plant reproduction is the armyworm (Spodoptera litura). This caterpillar, a major enemy, eats many crops, including secondary crops. These crops include vegetables, corn, and so on. There are quite environmentally friendly strategies for controlling armyworms using botanical pesticides. Gayo Lues Regency, which has many types of cultivated plants, often faces problems with this pest. The urgency is because in some areas the use of chemical pesticides on crops in Gayo Lues Regency still uncontrolled. The aims of community service with (KKN) are to create organic farming by utilizing integrated pest management in the form of botanical pesticides as a form of sustainable agriculture. This pesticide was formulated using Cymbopogon nardus mixed Annona muricata leaf leaves. This community service activity was successfully implemented involved the community and village officials. Residents' enthusiasm was also quite high, as evidenced by active participant engagement and discussion sessions. Post-test results also showed an increase the average score for each component, which was 30,10%. Demonstrated of botanical pesticides can accelerate community understanding in the field.
Optimalisasi Sereh Wangi dan Daun Sirsak sebagai Pestisida Nabati pada Pencegahan Spodoptera litura di Kabupaten Gayo Lues Arisna Fauzia; Cut Mulyani; Amalia Nazila
Jurnal Surya Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.8.1.2025.213-219

Abstract

Cymbopogon nardus and Annona muricata leaf extracts contain active compounds that can be used as botanical pesticides. The use of these botanical pesticides is one step in effective integrated pest management to support sustainable food security. In fact, these plant pests can disrupt the productivity of farmers' and communities' crops. The most common pest that disrupts plant reproduction is the armyworm (Spodoptera litura). This caterpillar, a major enemy, eats many crops, including secondary crops. These crops include vegetables, corn, and so on. There are quite environmentally friendly strategies for controlling armyworms using botanical pesticides. Gayo Lues Regency, which has many types of cultivated plants, often faces problems with this pest. The urgency is because in some areas the use of chemical pesticides on crops in Gayo Lues Regency still uncontrolled. The aims of community service with (KKN) are to create organic farming by utilizing integrated pest management in the form of botanical pesticides as a form of sustainable agriculture. This pesticide was formulated using Cymbopogon nardus mixed Annona muricata leaf leaves. This community service activity was successfully implemented involved the community and village officials. Residents' enthusiasm was also quite high, as evidenced by active participant engagement and discussion sessions. Post-test results also showed an increase the average score for each component, which was 30,10%. Demonstrated of botanical pesticides can accelerate community understanding in the field.
Pemberdayaan Pembuatan Pestisida Nabati Menggunakan Daun Pepaya dan Sirsak pada Kelompok Tani Barona, Aceh Tamiang Cut Mulyani; Arisna Fauzia; Iswahyudi Iswahyudi
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 12 No. 2 (2026): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.12.2.260-267

Abstract

The Barona Farmers Group in Seunebok Village, Pidie, is one of the farmers' groups that regularly produces rice in Aceh Tamiang Regency. The main problem frequently encountered by the farmer group is a moderate pest attack that affects almost 50% of the group's land area before entering the vegetative phase. This type of pest is the false whitefly (Cnaphalocrosis medinalis), which is characterized by the presence of caterpillars on the leaves. Therefore, farmers use chemical control methods, which impact the quality of rice yields. Farmers are also still unable to implement pest management using botanical pesticides due to a lack of knowledge in their manufacturing practices. The goal of PKM is to provide sustainable empowerment to farmers by providing training in the manufacture of botanical pesticides by utilizing local potential. These local potentials are papaya and soursop leaves. The method used is participatory, involving the community in direct practice in making botanical pesticides. This activity was held at the Seunebok Village Hall in Pidie with 20 participants. The results of the activity showed an increase in the community's ability to combine the use of natural ingredients, namely papaya and soursop leaves, for botanical pesticides. The results showed an increase in farmers' knowledge regarding rice pests from 65 to 80%, material selection from 33 to 87%, processing methods from 25 to 95%, and application techniques from 10% to 82%. These improvements demonstrate the effectiveness of practice-based training in improving farmers' skills.
Evaluasi Kesesuaian Lahan Tanaman Nilam di Desa Pantai Tinjau Kecamatan Sekerak Kabupaten Aceh Tamiang Salsabila; Cut Mulyani; Iswahyudi
Jurnal Galung Tropika Vol 14 No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/jgt.v14i1.1266

Abstract

Patchouli (Pogostemon cablin Benth) is one type of industrial plant that has the potential to be developed as one of the superior regional commodities in Aceh Tamiang district, which has so far only focused on oil palm and rubber plants. The study aimed to determine the suitability of patchouli land in Pantai Tinjau Village, Sekerak District, Aceh Tamiang Regency. The study used a survey method with descriptive analysis based on field observations and laboratory analysis with sample determination by "purposive sampling." The data used were primary and secondary data and results of field observations. The parameters observed were the physical and morphological properties of the land where, among others, soil type, adequate depth, field texture, soil structure, surface drainage, flooding/puddles, rocks on the surface, rock outcrops, slope degree, management level, altitude. The observed soil chemical properties parameters were pH, C-Organic, N-Total, P-Total, K-Total, P-Available, Exchangeable cations-anions, CEC, base saturation, and salinity. Soil sampling in the land unit area based on soil maps by drilling. The selected points represent each Pahan Map Unit (SPL) consisting of 3 SPLs, and 3 soil samples were taken at each SPL. The evaluation results showed that the growth of patchouli plants in Pantai Tinjau Village was hampered by several main limiting factors, namely rooting media, nutrient retention and availability, and the level of erosion hazard. Although some land can be improved in suitability class through improvement, several obstacles such as soil texture and slope remain difficult to overcome.
PEMBERDAYAAN PETANI MELALUI PELATIHAN INSEKTISIDA NABATI DI KELOMPOK TANI BAN TIMOH, KECAMATAN SUNGAI RAYA SEBAGAI WUJUD PERTANIAN BERKELANJUTAN Iswahyudi Iswahyudi; Iwan Saputra; Arisna Fauzia; Marini Bravikawati; Cut Mulyani
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 9 No 2 (2025): AGUSTUS - DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v9i2.7033

Abstract

Desa Buket Drien, Kecamatan Sungai Raya merupakan salah satu desa di Kabupaten Aceh Timur yang memiliki produk unggulan berupa padi dan tanaman holtikultura. Desa ini juga menjadi salah satu penyumbang gabah hasil panen di Kabupaten Aceh Timur. Namun, dalam memanen hasil pertaniannya sering sekali tanaman diserang oleh hama. Contohnya di Kelompok Tani Ban Timoh yang menjadi kelompok tani bergerak di bidang pertanian dengan menghasilkan padi mencapai 1-2 ton/ha setiap musim tanam. Kelompok tersebut juga memiliki kendala dalam pengendalian hama. Hama yang sering menyerang adalah Hama penggerek batang dan pernah menyebabkan gagal panen. Untuk pengendalian dikarenakan jumlahnya banyak, mereka sering menggunakan insektisida sintetis yang memberikan residu pada hasil pertanian mereka. Selain itu, rendahnya tingkat pengetahuan kelompok tani dalam pengelolaan hama terpadu melalui identifikasi lahan sawah sekitarnya dan cara pembuatan insektisida nabati sebagai pengelolaan hama bersifat hayati. Metode yang digunakan yaitu metode edukasi mengenai pengelolaan hama terpadu (PHT) serta jenis-jenis serangan hama dan mengajak aktif untuk ikut demonstrasi pembuatan insektisida nabati. Hasil yang didapatkan dari kegiatan pengabdian ini yaitu penerapan kegiatan pelatihan pembuatan insektisida nabati dapat mengatasi permasalahan petani dalam mengurangi penggunaaan bahan kimiawi. Peningkatan pengetahuan masyarakat juga mengindikasikan keberhasilan kegiatan dikarenakan adanya selisih hasil pre-test dan post-test yang signifikan pada setiap item topik pertanyaan dengan rata-rata mencapai angka 30%.