Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

EFEKTIFITAS INSEKTISIDA NABATI PADA PADI (Oryza sativa, L) YANG DISIMPAN TERHADAP HAMA BUBUK PADI (Sitophilus oryzae, L) Cut Mulyani; dwi widyawati
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 3 No 1 (2016): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas insektisida nabati pada padi (oryza sativa, l) yang disimpan terhadap hama bubuk padi (Sitophilus oryzae, L)”. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola non faktorial, dengan perlakuan insektisida nabati (P) yang terdiri dari 10 (sepuluh taraf) sebagai berikut: P0 (Tanpa insektisida/control), P1(Daun sirsak), P2 (Daun serai), P3 (Umbi bawang merah), P4 (Umbi bawang putih), P5 (Daun srikaya), P6 (Biji pinang), P7 (Rumput paitan), dan P8 (Lengkuas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian insektisida nabati memberikan efektivitas yang nyata terhadap mortalitas serangan, efektifitas pengendalian, dan persentase kehilangan berat yang disebabkan hama penggerek padi Sitophilus oryzae, L. Dimana perlakuan terbaik ditemukan pada insektisida nabati jenis umbi bawang putih (P4) (dengan dosis 5 gram/20 gram padi) yang mampu memberikan keefektifan sebesar 100 % terhadap seluruh parameter di akhir pengamatan.
PENGARUH JENIS PUPUK HAYATI DAN JARAK TANAM TERHADAP KACANG HIJAU(Vigna radiata, L) Cut Mulyani; m daud
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 3 No 2 (2016): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk pengaruh jenis pupuk hayati dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau, serta interaksi yang dimunculkan oleh kedua perlakuan tersebut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial, yang terdiri dari 2 faktor yaitu : Faktor jenis pupuk hayati dengan notasi (H) terdiri dari 4 taraf yaitu H0 (Kontrol atau tanpa pupuk), H1 (Pupuk hayati Biobost), H2 (Pupuk hayati Bio Super Aktif), dan H3 (Pupuk hayati Petrobio). Faktor jarak tanam dengan notasi (J) terdiri dari 3 taraf : yaitu J1 (20 x 10 cm), J2 (20 x 20 cm), dan J3 (20 x 30 cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa jenis pupuk hayati berpengaruh sangat nyata terhadap berat biji kering per plot dan berat 100 butir biji kering, berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 45 HST. Perlakuan terbaik ditemukan pada perlakuan pupuk hayati Petrobio (H3). Jarak tanam berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman pada umur 45 HST, berat biji kering per plot, serta berat 100 butir biji kering. Perlakuan terbaik ditemukan pada jarak tanam 20 x 20 cm (J2). Interaksi antara jenis pupuk hayati dan jarak tanam berpengaruh tidak nyata terhadap seluruh parameter pengamatan.
Respon Bibit Kelapa Sawit (Elaeis gueneensis, Jacq) di Main Nursery pada Media Tanam Sub Soil terhadap Bahan Pembenah Tanah dan Pupuk Organik Syamsul Bahri; Cut Mulyani; Salman Alfarizi
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 5 No 1 (2018): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bibit kelapa sawit membutuhkan media tanam yang mempunyai sifat fisik dan kimia yang baik. Media pembibitan kelapa sawit pada umumnya terdiri atas tanah lapisan atas (top soil) yang dicampur dengan pasir maupun bahan organik sehingga diperoleh media dengan kesuburan yang baik. Penggunaan subsoil akan menghasilkan pertumbuhan bibit sawit yang baik bila dalam aplikasinya dengan bahan pembenah tanah seperti abu janjang kelapa sawit, abu sekam padi, abu serbuk gergaji, dan abu arang kayu. Penelitian ini dilaksanakan di desa Paya Udang Kecamatan Seruwai Kabupaten Aceh Tamiang, dengan ketinggian tempat 6 M dpl dan pH 5,5, - 6,5 (BPP Kecamatan Seruwai, 2017). Penelitian dari bulan Desember 2017 sampai dengan Maret 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial, yang terdiri dari dua faktor yang meliputi : faktor bahan pembenah tanah (P) yang terdiri dari 4 taraf : P1 (abu jenjang sawit), P2 (abu sekam padi), P3 (abu serbuk gergaji) dan P4 (abu arang). Faktor konsentrasi pupuk organik cair GDM dengan notasi (K) yang terdiri dari 4 (empat) taraf perlakuan yaitu : K0 (0 ml/liter air atau kontrol), K1 (50 ml/liter air), K2 (100 ml/liter air) dan K3 (150 ml/liter air). Parameter yang diamati dalam penelitian ini yaitu tinggi bibit, diameter batang bibit, jumlah daun, panjang daun dan lebar daun. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan bahan bahan pembenah tanah berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi bibit umur 60, 90 HST, diameter bibit 30, 60, 90 HST, jumlah daun 60, 90 HST, panjang daun 30 HST, dan lebar daun 30 HST. Berpengaruh nyata terhadap jumlah daun umur 30 HST, lebar daun 60 dan 90 HST. Perlakuan terbaik ditemukan pada perlakuan bahan pembenah tanah abu sekam. Perlakuan konsentrasi pupuk organik berpengaruh sangat nyata terhadap panjang daun bibit kelapa sawit umur 30 HST namun berpengaruh tidak nyata terhadap parameter lainnya. Perlakuan terbaik ditemukan pada perlakuan konsentrasi 50 ml/liter air. Interaksi antara bahan pembenah tanah dan pupuk organk cair berpengaruh tidak nyata pada semua parameter pengamatan.
Penerapan alternatif pengelolaan hama terpadu pada padi dengan serangan hama putih palsu di Desa Seunebok Punti, Kabupaten Aceh Tamiang Cut Mulyani; Arisna Fauzia; Firdasari Firdasari; Iswahyudi Iswahyudi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.26791

Abstract

Abstrak Produksi padi di Aceh menjadi salah satu komoditas utama pada sektor pertanian dan telah dikenal memiliki kualitas yang baik. Hal ini dikarenakan karakteristik beras Aceh memliki ciri khas yaitu lebih wangi dan pulen. Namun, produksi padi di beberapa wilayah Aceh, termasuk Desa Seunebok Punti, Kabupaten Aceh Tamiang menghadapi tantangan besar akibat serangan hama, terutama hama putih palsu (Cnaphalocrocis medinalis). Tujuan dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan petani dalam penerapan Pengelolaan Hama Terpadu (PHT) melalui pembuatan dan penggunaan pestisida nabati dari bahan alami. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi tiga tahapan utama, yaitu sosialisasi, pelatihan, dan evaluasi. Dalam proses pelatihan, para petani diajarkan cara meracik pestisida nabati menggunakan bahan-bahan seperti daun sirsak, daun pepaya, cabai dan rempah lainnya yang dicincang dan dihaluskan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan petani mengenai pengendalian hama yang ramah lingkungan, serta pengurangan penggunaan pestisida berbahan kimia sintetis. Sebanyak 90% peserta kegiatan berhasil memahami materi dan menunjukkan kemampuan dalam menerapkan teknik PHT. Program ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan pertanian di Aceh, khususnya dalam meningkatkan produksi padi secara lebih organik dan ramah lingkungan. Kegiatan ini juga berpotensi untuk diterapkan secara berkelanjutan oleh petani melalui dukungan program desa dan pemerintah daerah. Kata kunci: hama; serangga; pestisida nabati; daun sirsak; daun papaya. AbstractRice production is one of the main commodities in the agricultural sector in Aceh and has been known good quality. The rice have distinctive characteristics, more fragrant and fluffier. However, rice production in several areas of Aceh, including Seunebok Punti Village, faces major challenges due to pest attacks especially white pests (Cnaphalocrocis medinalis). The aimed of this service is to improve farmers' understanding in implementing Integrated Pest Management (IPM) through the manufacture and using botanical pesticides. The methods used include three main stages: socialization, training, and evaluation. In the training process, farmers was taught how to mix botanical pesticides using some ingredients such as soursop and papaya leaves, and other spices. The evaluation results shows a significant increase in farmers' knowledge regarding environmental pest control, as well as reducing the use of synthetic chemical pesticides. As many as 90% of participants in the activity managed to understand and demonstrated the ability to apply IPM techniques. With a focus on growing rice production in a more organic and ecologically friendly manner, this program is anticipated to enhance Aceh's agriculture's sustainability. It also has the potential to be implemented sustainably through the support of local governments. Keywords: pests; insects; botanical pesticides; soursop leaves; papaya leaves.