Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

EVALUASI SISTEM DRAINASE DALAM PENANGANAN GENANGAN DENGAN MODEL EPA SWMM VERSI 5.1 Wahyuni, Annisa; Franchitika, Rizky; Nurmaidah, Nurmaidah; Syafiatun, Syafiatun
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol. 9 No. 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ebjptbs.v9i1 JUN.61379

Abstract

Genangan air hujan di badan jalan mengganggu kenyamanan pengendara dan mempengaruhi lalu lintas serta merusak badan jalan. Jalan Gatot Subroto merupakan jalan utama yang menghubungkan Kota Medan dengan Kota Binjai yang kerap kali terdapat genangan di beberapa titik ruas jalannya. Mengetahui kondisi tersebut, maka perlu diadakan penelitian sistem drainase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui debit banjir rencana dan waktu konsentrasi pada daerah tangkapan air dan memberi solusi pada permasalahan genangan. Sehingga genangan dan banjir yang diakibatkan oleh hujan tidak lagi menggenangi permukaan jalan dan pemukiman sekitarnya. EPA SWMM (Environment Protection Agency Storm Water Management Model) mampu memodelkan permasalahan kuantitas limpasan daerah perkotaan dan kondisi yang terjadi di lapangan dengan memasukan parameter yang tercatat dalam kondisi sesungguhnya. Dalam penelitian ini, juga mengevaluasi suatu sistem drainase jalan yang telah ada dan faktor-faktor yang mempengaruhi genangan dan banjir. Metode yang digunakan antara lain distribusi Normal, distribusi Log Normal, distribusi Gumbel dan distribusi Log Pearson Tipe III serta Uji kecocokan data menggunakan Uji Smirnov-Kolmogorof dan uji Chi Kuadrat. Hasil perhitungan debit puncak banjir rencana pada periode 5 tahun adalah 2.813 m³/det dan pada periode 10 tahun sebesar 3.121 m³/detik sedangkan dan waktu konsentrasi pada daerah tangkapan air adalah 9,345 menit atau 0,156 jam. Perbandingan kapasitas eksisting saluran dan debit banjir rencana maka didapat bahwa saluran eksisting yang ada tidak dapat menampung debit banjir rencana, sehingga perlu dilakukan perencanaan kembali pada saluran drainase.Berdasarkan hasil perhitungan debit rencana periode kala ulang 10 tahun diperoleh, perencanaan ulang dimensi saluran yaitu segmen2 dengan kedalaman 0,746 m dan lebar 1,492 m; segmen3 dengan kedalaman 0,868 m dan lebar 1,737 m; segmen4 dengan kedalaman 0,567 m dan lebar 1,134 m; segmen5 dengan kedalaman 0,604 m dan lebar 1,208 m; segmen7 dengan kedalaman 0,583 m dan lebar 1,165 m.
Menumbuhkan Minat Menabung Dan Mengatur Keuangan Untuk Masa Depan Sari, Winanjar Eka; Suryaningrum, Pratiwi; Nurmaidah, Nurmaidah
Prosiding Dedikasi: Pengabdian Mahasiswa Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): PROSIDING DEDIKASI MARET
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya minat menabung pada masyarakat sangat dirasakan pada masa pandemi saat ini, sehingga memberikan tekanan ekonomi yang berat bagi masyarakat yang terdapak, bagi masyarakat yang tidak mempunyai dana darurat akan merasa kesulitan beradaptasi dengan perubahan ekonomi saat ini, masyarakat harus mengurangi pengeluaran untuk mempersiapkan hal-hal yang lebih buruk akan terjadi akibat pelemahan ekonomi, hal ini juga dibutuhkan perencanaan yang baik untuk mengatur keuangan. Hilangnya minat menabung pada masyarakat juga disebabkan oleh hilangnya kebiasaan menabung sejak usia kanak-kanak. Tujuan dari adanya pengabdian kepada masyarakat ini untuk memperbaiki dan mencari solusi dari persoalan dalam menumbuhkan minat menabung dan mengatur keuangan. Kegiatan ini dilakukan dengan cara penyampaian materi melalui slide show powerpoint, dengan memberi motivasi untuk anak-anak agar berlatih berhemat dengan cara menabung sehingga dengan menabung mereka dapat  melakukan suatu tindakan tertentu guna mencapai tujuan di masa depan. Dapat disimpulkan dari hasil pemaparan materi kepada anak-anak telah meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya menabung sejak dini, sehingga anak-anak diharapkan mampu menumbuhkan kembali kebiasaan menabung pada generasi muda Indonesia selanjutnya yang pada akhirnya mampu memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.Kata Kunci: Minat Menabung, Mengatur Keuangan, Gerakan Menabung, Sosialisasi Menabung, Penyuluhan Menabung.
ANALISIS KUALITAS AGREGAT HALUS SUNGAI IDANOGAWO KECAMATAN IDANOGAWO KABUPATEN NIAS DENGAN MUTU BETON K-250 Lase, Osaraododo; Nurmaidah, Nurmaidah
Jurnal Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2024): Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jtsip.v3i1.9548

Abstract

Beton adalah serangkaian campuran dari bahan seperti semen, agregat, air dan beberapa bahan pendukung lainnya. Beton merupakan salah satu bahan konstruksi yang umum digunakan untuk bangunan seperti gedung, jembatan, jalan, dan berbagai konstruksi lainnya. Penelitian yang akan dilakukan yaitu menganalisis salah satu bahan penyusun beton yaitu agregat halus. Dikarenakan agregat halus sungai Idanogawo banyak digunakan maka perlu dilakukannya penelitian kualitas dari agregat halus sungai idanogawo untuk mengetahui apakah agregat tersebut memenuhi standar yang detentukan dalam memilih agregat halus yang berkualitas. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen di laboratorium Universitas Harapan Medan. Parameter-parameter yang menjadi fokus utama dalam penelitian ini adalah dengan menganalisis bagaimana distribusi partikel agregat halus, kadar organik, kadar lumpur, kadar air dan kuat tekan beton yang menjadi variabel untuk mengetahui bahan yang di analisis mendukung beton yang di syaratkan. Pada penelitian ini juga mutu beton yang menjadi acuan yaitu beton dengan mutu betonK-250. Hasil dari penelitian denganmenganalisis serangkaian persyaratan yg ditentukan, dengan kesimpulan agregat halus sungai idanogawo memenuhi standar dalam penggunaan agregat halus sebagai bahan campuran beton berdasarkan ASTM C 125-06. Dengan hasil kuat tekan rata-rata 27.7692 Mpa,dimana dengan hasil kuat tekan tersebut sesuai dengan yang direncakan.
ANALISA KERUSAKAN RUAS JALAN KOTA MEDAN DENGAN MENERAPKAN METODE BINA MARGA (JL. JAMIN GINTING – MEREK) Triwanda, M. Rizky; Nurmaidah, Nurmaidah
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2023): Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jtsip.v2i2.8811

Abstract

Jalan lintas kota medan adalah ruas jalan yang padat akan transportasi darat, jalan lintas kota medan memiliki konstribusi yang sangat penting untuk barang dan jasa. Kerusakan jalan sering terjadi antara lain lubang, retak, gelombang bahkan tambalan hasil dari perbaikan jalan mampu rusak lebih awal karena di sebabkan oleh banyak faktor seperti faktor alam atau faktor kegunaanya. Untuk mengetahui jenis kerusakan dan nilai kondisi jalan kota medan khususnya ruas jalan jamin ginting - merek peneliti menggunakan penilaian langsung dilapangan untuk mendata kerusakan yang terjadi serta penulis menggunakan metode bina marga untuk mengetahui berapa nilai kondisi kerusakan jalan kota medan.Penelitian ini menganalisis kerusakan yang bertujuan untuk menentukan urutan prioritas dari kerusakan yang terjadi pada jalan kota medan dengan menerapkan metode bina marga agar mendapat tindakan preservasi yang sesuai.
ANALISIS KUAT TEKAN BETON TERHADAP PENGGUNAAN AGREGAT HALUS (PASIR) SUNGAI SUANI KECAMATAN BAWOLATOMUTU BETON K-250 Laia, Ignasius Seven Rimen; Nurmaidah, Nurmaidah
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2023): Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jtsip.v2i2.8821

Abstract

Beton merupakan bahan campuran (composite) yang disusun oleh elemen pembentuk struktur yang terdiri dari semen, air, agregat halus, agregat kasar, tanpa bahan tambahan lainnya. Sedangkan beton yang menggunakan tulangan baja biasa disebut juga dengan beton bertulang yang sering digunakan dalam bidang konstruksi tidak berdiri sendiri.Tujuan penelitian untuk mengetahui penggunaan pasir sungai suani pada kuat tekan beton K-250 pada umur 14 hari dan 28 hari.Dalam mencapai tujuan diatas penulis melakukan kuat tekan beton antara yang menggunakan campuran agregat pasir sungai sesudah direndam didalam air tawar dan pengujian kuat tekan beton berumur 14 dan 28 hari.Dari hasil penelitian ini, Kuat tekan beton yang menggunakan pasir sungai, umur 14 hari mendapatkan nilai rata-rata 22,12 MPa dan 28 hari mendapatkan nilai rata-rata 21,55 MPa (rencana 22,5 MPa) sudah memenuhi standar dalam pengujian dan layak dipakai.
PERBANDINGAN KINERJA STRUKTUR MENGGUNAKAN METODE STATIK EKUIVALEN GEMPA DI 3 WILAYAH PADA PULAU SUMATERA BERDASARKAN SNI 1726-2019 Zikri, Afdhalul; Nurmaidah, Nurmaidah
Jurnal Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2024): Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jtsip.v3i1.9559

Abstract

Pulau Sumatera merupakan wilayah dengan tatanan tektonik yang unik karena Pulau Sumatera mempunyai dua kondisi geologi yang mempengaruhi aktivitas seismik dan kondisi tektonik di Pulau Sumatera, yaitu zona subduksi dan zona sesar subduksi.Oleh karena itu sangat penting membandingkan besaran gaya gempa yang terjadi di 3 wilayah kota besar yang berdekatan seperti Kota Medan, Kota Pekanbaru, Kota Padang. Tujuan penelitian ini diharapkan dapat mengetahui besaran gaya lateral dan gaya-gaya lainnya seperti gaya momen, gaya geser, dan gaya aksial yang terjadi terhadap gedung pada 3 wilayah Kota Medan, Kota Pekanbaru dan Kota Padang dengan mengacu peraturan SNI 03-1726-2019. Dalam penelitian ini digunakan software pemodelan gedung dalam mempermudah analisis yang akan di lakukan dengan metode statik ekuivalen dengan bantuan program ETABS. Dari hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa perhitungan gaya lateral gempa dengan SNI 03-1726-2019 didapatkan perbedaaan gaya lateral arah X, dengan Kota Padang 76 % lebih besar dari Kota Medan, sedangkan Kota Medan 39 % lebih besar dari Kota Pekanbaru. Untuk gaya lateral arah Y, dimana Kota Padang 64 % lebih besar dari Kota Medan, sedangkan Kota Medan 39 % lebih besar dari Kota Pekanbaru. Lalu terdapat perbedaan nilai gaya-gaya yang terjadi, dimana untuk nilai momen ultimit geser ultimit untuk Kota Padang memiliki nilai paling besar dan Kota Pekanbaru memiliki nilai paling kecil. Begitu juga untuk nilai gaya aksial nilai paling besar berada pada Kota Pekanbaru dan untuk nilai paling kecil berada pada Kota Padang.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELAYU MELALUI PENGELOLAAN IKAN DI DUSUN BAGAN BENIO DESA TASIK SERAI KABUPATEN BENGKALIS PROVINSI RIAU Haryanto, Rudi; Fitri, Mariatul; Nurmaidah, Nurmaidah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 6 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i6.2250-2259

Abstract

Dusun Bagan Benio terletak di Kawasan SM Giam Siak Kecil dan merupakan bagian dari Desa Tasik Serai, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis. Pengabdian masyarakat menjadi fokus penelitian ini, dengan menerapkan Metode ABCD (Asset-Based Community Development). Para penduduk telah  menjalankan kegiatan penangkapan ikan ini selama bertahun-tahun dengan menggunakan berbagai alat seperti "lukah," "jaring," "jala," dan lain-lain. Potensi sumber daya perikanan dalam suatu perairan selalu terkait dengan produksi dan hasil tangkapan. Berdasarkan sumber daya alam yang dimiliki oleh masyarakat dusun Bagan Benio yaitu ikan  yang bersumber dari sungai. Maka Pengabdian kepada Masyarakat meliputi pengelolahan ikan menjadi ikan asin dan ikan salai.
IMPROVING TODDLER NUTRITION WITH CHILD MASSAGE AND MORINGA LEAVES CALLED TANJIDOR Arlym, Lisa Trina; Rocady, Nila Waty; Rahmida, Rosi; Yuliani, Diah; Mardiana, Eka; Nurhasanah, Nurhasanah; Nurmaidah, Nurmaidah; Ferdiyanti, Rika; Salida, Siti Nurul
International Journal of Engagement and Empowerment (IJE2) Vol. 5 No. 3 (2025): International Journal of Engagement and Empowerment
Publisher : Yayasan Education and Social Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53067/ije2.v5i3.219

Abstract

Stunting is a condition of growth failure in children under five due to chronic malnutrition, especially in the first 1,000 days of life, which is from the fetus in the womb until the child is two years old. Children who are stunted have a height below the age standard and are at risk of experiencing obstacles to cognitive, motor, and academic achievement in the future. Based on data from various health surveys, the prevalence of stunting in Indonesia is still at an alarming level, although it has shown a decline in recent years. The causes of stunting are complex and multidimensional, including lack of nutritional intake, unbalanced diets, poor sanitation, recurrent infections, and low levels of education and knowledge of mothers about child health and nutrition. The problem of stunting must be addressed seriously through a cross-sectoral approach involving the government, community, health workers, and families. Efforts to prevent and manage stunting should focus on specific and sensitive nutrition interventions, enhancing the quality of maternal and child health services, improving environmental sanitation, and promoting sustainable nutrition education. This community service activity aims to implement community midwifery care, which involves identifying problems, determining problem priorities, developing follow-up plans, implementing planned interventions, and evaluating the activities that have been This community service begins with FGDs to collect information on maternal and child problems. Priority problems are then selected based on the scale, and efforts are made to address stunting issues through education, demonstrations of preparing nutritious food using moringa leaves, and training parents and posyandu cadres in massaging children to stimulate weight growth. Intervention activities, including infant massage and supplementary feeding (PMT), were conducted over 4 weeks for 30 infants aged 6-12 months with growth disorders (BB/U < U <-2 SD). The monitoring results showed positive changes in both physical development and psychological responses of the infants. Following the implementation of the intervention, a notable change in body weight was observed, with an average weight gain of 400 grams over 4 weeks. Appetite Improvement: Based on the infant's mother's report, 76.7% of infants showed an increase in appetite after receiving a combination of infant massage and PMT.  Motor and Psychological Development; Observations showed that infants who were regularly massaged showed improvement in fine and gross motor activities, such as rolling over, sitting up, and crawling. Parents also reported that infants seemed more relaxed, slept better, and cried less. Maternal Satisfaction and Acceptance Level: 90% of mothers were satisfied with the infant massage activities and stated that they would continue this practice at home. Additionally, 85% of mothers reported that the PMT provided was readily accepted by toddlers and practical to prepare at home. Community service, in the form of baby massage training for parents with toddlers and demonstrations of the production of moringa leaf-based personal care products (PMP), has a positive impact. Cadres and mothers are capable of comprehending the material and posing inquiries with enthusiasm. Understanding how to do child massage, mothers of toddlers also said they were happy because, later, they could easily practice cooking a Moringa Leaf Egg Omelet, which tasted good and had high nutritional value for children