Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Kualitas Pelayanan Rawat Inap Terhadap Kepuasan Pasien Di Ruang Rawat Inap Cendrawasih Rumah Sakit Anutapura Kota Palu: Analysis Of Inpatient Service Quality Against Patient Satisfaction At Cenderawasih Inpatient Room Of Hospital Anutapura Of Palu Aisyah Aisyah; Dede Sopiandy
Media Publikasi Penelitian Kebidanan Vol. 4 No. 1: MARET 2021
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan dan Bisnis Graha Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1073.915 KB) | DOI: 10.55771/mppk.v4i1.45

Abstract

Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat. Pelitian ini di lakukan dengan tujuan untuk mengetahui analisis kualitas pelayanan Rawat Inap Rumah Sakit Umum Anutapura Palu. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriftif kuantitatif, dan pengukuran variabel independen dan variabel dependen dilakukan secara bersamaan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang di Rawat Inap di Ruangan Cendrawasi Rumah Sakit Anutapura Palu. Waktu penelitian dan sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang berjumlah 40 sampel, dengan menggunakan yaitu teknik Accidental sampling. Analisis yang di gunakan dalam penelitian ini adalah dengan ditribusi frekuensi. Hasil penelitian Dari hasil penelitian yang telah di lakukan bahwa ada 20 (50%) orang respomden yang sangat puas dengan kualitas pelayanan yang ada di ruang rawat inap cendrawasih rumah sakit umum anurapura palu dan ada 20 (50%) orang responsden yang kurang puas dengan kualitas pelayanan Ruang Raawat Inap Cendrawasih Rumah Sakit Umum Anutapura Palu. Di harapkan kepada pihak terkait di Rumah Sakit Umum Anutapura Palu agar lebih memperhatikan kualitas pelayan Rumah Sakit
Potret Penanganan Pelayanan Kesehatan Ibu Dan Anak Dalam Masa Pandemi Covid-19 Di Indonesia: Portrait Of The Handling Of Maternal And Child Healthservices During The Covid-19 Pandemic In Indonesian Dede Sopiandy; Silva Silva
Media Publikasi Penelitian Kebidanan Vol. 4 No. 2: SEPTEMBER 2021
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan dan Bisnis Graha Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.654 KB) | DOI: 10.55771/mppk.v4i2.46

Abstract

Kesehatan ibu dan anak adalah kesehatan yang mencakup segala aspek untuk mempertahankan derajat kesehatan yang optimal secara komprehensif di setiap daur kehidupannya mulai dari pra konsepsi, konsepsi, hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir, balita, pra sekolah, sekolah, remaja, dewasa hingga menopouse. Bidan adalah seorang perempuan yang telah menyelesaikan pendidikan kebidanan baik di dalam maupun di luar Negeri yang diakui secara legal. Peran bidan dalam masyarakat adalah memberikan pelayanan prima dan komprehensif utamanya bagi kesehatan ibu dan anak. Bidan disebut juga sebagai penggerak pelayanan kesehatan dimasyarakat, hal ini sejalan dengan hasil survey kesehatan di Indonesia yang menunjukkan bahwa hampir (88%) pelayanan kesehatan dilaksanakan oleh bidan. Tahun 2019 terjadi penyebarann penyakit baru yaitu virus yang menginfeksi saluran pernafasan yang disebut sebagai virus COVID -19. Dampak virus inilah yang menyebabkan banyak pelayanan kesehatan khususnya kebidanan menjadi terkendala. Berdasarkan data dan latar belakang inilah perlunya pengenalan tentang pelayanan kesehatan ibu dan anak dalam masa pandemi covid 19.
GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG DAMPAK PERNIKAHAN DINI TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI Herlan Adiwijaya; Dede Sopiandy; Farid Wajdi; Amisbah Ramly
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.19814

Abstract

Pernikahan dini adalah pernikahan pada remaja dibawah usia 20 tahun yang seharusnya belum siap untuk melaksanakan pernikahan atau sedang mengikuti pendidikan di sekolah menengah atas. Kesehatan reproduksi adalah suatu keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial secara utuh, tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan dalam semua hal yang berkaitan dengan sistem reproduksi, serta fungsi dan prosesnya. Adapun tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja putri tentang dampak pernikahan dini terhadap kesehatan reproduksi di SMAN 2 Kolaka. Variabel dependent yaitu pengetahuan tentang dampak pernikahan, variabel independent yaitu tingkat pendidikan orang tua (ibu) dan sumber informasi. Dengan jumlah populasi 60 siswi, sehinggal sampel yang digunakan sebanyak 38 siswi. Jenis penelitian yang digunakan survey deskriptif dengan menggunakan teknik pengambilan sampel aksidental sampling. Hasil penelitian diperoleh pengetahuan remaja putri SMAN 2 Kolaka tentang dampak pernikahan dini sebanyak 8 responden (21%) berpengetahuan baik, 18 responden (47%) berpengetahuan cukup, serta 12 responden (32%) berpengetahuan kurang. Pendidikan terakhir ibu terbanyak yaitu SMA 19 (50%) dan yang paling sedikit pendidikan terakhir S1 2 (5,3%). Serta sumber informasi yang paling banyak digunakan responden yaitu media online sebanyak 18 (47%) sedangkan sumber informasi yang tidak didapatkan responden yaitu penyuluhan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pengetahuan remaja putri masih tergolong kurang. Oleh sebab itu, diharapkan responden mencari informasi lebih banyak lagi tentang pernikahan dini serta mengikuti kegiatan ekstrakulikuler kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) yang diadakan sekolah untuk menambah wawasan dan pengalaman.
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Numbered Head Together (NHT) di SMA Negeri 1 Watubangga Jasrudin; Dede Sopiandy; Suriaman; Nurrahman
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i2.5532

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keadaan atau kondisi terhadap hasil belajar siswa kelas X IPS SMA Negeri 1 Watubangga yang masih kurang optimal, karena kualitas proses dan hasil pembelajaran PPKn yang dilaksanakan masih kurang dari kriteria ketuntasan minimum. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) di SMA Negeri 1 Watubangga. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri atas prasiklus, siklus I dan siklus II dengan menggunakan metode statistik deskriptif terhadap 35 siswa kelas X IPS SMA Negeri 1 Watubangga. Instrumen penelitian ini berupa tes. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada prasiklus di kelas X IPS SMA Negeri 1 Watubangga berada pada nilai rata-rata 66. Pada siklus I terjadi peningkatan hasil belajar dengan perolehan nilai rata-rata 72,34 dan ketuntasan secara klasikal sebesar 17%. Hasil tindakan siklus I, selanjutnya dilakukan perbaikan pada siklus II, sehingga nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 76,09 dan ketuntasan secara klasikal sebesar 81% dengan intensitas peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PPKn di kelas X IPS SMA Negeri 1 Watubangga dari siklus I ke siklus II sebesar 3,85% dan peningkatan hasil belajar siswa dianggap telah berhasil dengan diterapkannya model pembelajaran Numbered Head Together (NHT). Kata Kunci: Numbered Head Together, hasil belajar, PPKn Abstract This research was motivated by the circumstances or conditions for the learning outcomes of class X IPS students at SMA Negeri 1 Watubangga which are still not optimal, because the quality of the process and learning outcomes of the PPKn carried out are still less than the minimum completeness criteria. The purpose of this study was to describe the increase in student learning outcomes through the Numbered Head Together (NHT) learning model at SMA Negeri 1 Watubangga. This type of research is classroom action research consisting of pre-cycle, cycle I and cycle II using descriptive statistical methods on 35 students of class X IPS SMA Negeri 1 Watubangga. The research instrument is in the form of a test. Data collection techniques are carried out by observation, tests, and documentation. The results showed that the pre-cycle in class X IPS SMA Negeri 1 Watubangga was at an average score of 66. In the first cycle there was an increase in learning outcomes with an average score of 72.34 and classical completeness of 17%. The results of the actions of cycle I, then carried out improvements in cycle II, so that the average value of students increased to 76.09 and classical completeness was 83% with the intensity of increasing student learning outcomes in PPKn subjects in class X IPS SMA Negeri 1 Watubangga from cycle I to cycle II of 3.85% and an increase in student learning outcomes is considered successful with the implementation of the Numbered Head Together (NHT) learning model. Keywords: Numbered Head Together, learning outcomes, PPKn
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL BELAJAR PPKn SISWA KELAS VI SD NEGERI 2 SABILAMBO natasha Rahmadani; Slamet Hariyadi; Dede Sopiandy; Besse Mifta, Suci Nurfitriani Umar; Zahirah, Syamsidar Fathanah Hardin
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.6163

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal yang memengaruhi hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di kelas VI SD Negeri 2 Sabilambo. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal seperti minat, bakat, motivasi, dan cara belajar memiliki pengaruh signifikan terhadap keberhasilan siswa dalam memahami materi PPKn. Sementara itu, faktor eksternal meliputi lingkungan sekolah yang mendukung serta keterlibatan keluarga dalam proses belajar turut memperkuat semangat dan pemahaman siswa. Kesimpulannya, sinergi antara faktor internal dan eksternal sangat penting dalam meningkatkan hasil belajar siswa secara menyeluruh. Temuan ini memberikan implikasi bagi guru dan sekolah untuk memperhatikan aspek-aspek personal dan lingkungan dalam merancang strategi pembelajaran yang efektif dan kontekstual.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL BELAJAR PPKn SISWA KELAS VI SD NEGERI 2 SABILAMBO Slamet Hariyadi; Dede Sopiandy; Natasha Rahmadani; Besse Mifta; Suci Nurfitriani Umar; Zahirah; Syamsidar Fathanah Hardin
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.6209

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal yang memengaruhi hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di kelas VI SD Negeri 2 Sabilambo. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal seperti minat, bakat, motivasi, dan cara belajar memiliki pengaruh signifikan terhadap keberhasilan siswa dalam memahami materi PPKn. Sementara itu, faktor eksternal meliputi lingkungan sekolah yang mendukung serta keterlibatan keluarga dalam proses belajar turut memperkuat semangat dan pemahaman siswa. Kesimpulannya, sinergi antara faktor internal dan eksternal sangat penting dalam meningkatkan hasil belajar siswa secara menyeluruh. Temuan ini memberikan implikasi bagi guru dan sekolah untuk memperhatikan aspek-aspek personal dan lingkungan dalam merancang strategi pembelajaran yang efektif dan kontekstual.
Pelatihan Manajemen dan Penanganan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Zulfikar Putra; Eko Bambang Murdiansyah; Darmawan Wiridin; Farid Wajdi; Dede Sopiandy; Sri Hariati
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 9 No. 02 (2025): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v9i02.3318

Abstract

Abstrak   Kekerasan adalah setiap perbuatan yang berakibat kesengsaraan dan penderitaan baik fisik, psikis, seksual, psikologis dan termasuk penelantaran, ancaman serta tindakan tertentu yang merupakan pemaksaan atau perampasan kemerdekaan secara sewenang-wenang baik yang dilakukan di depan umum atau dalam kehidupan pribadi. Pada berbagai kasus kekerasan yang terjadi, pada umumnya korbannya lebih banyak menimpa kalangan perempuan dan anak karena di pandang lemah (tidak berdaya/mampu melawan). Adapun metode pemecahan yaitu dengan melakukan pelatihan ke instansi pemerintahan dan sekolah-sekolah yang berada di Buton Tengah (Buteng). Hasil dari pengabdian ini adalah memberikan penyampaian mengenai keberadaan lembaga Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2PA) yang bertujuan memberikan pelayanan bagi perempuan dan anak korban kekerasan serta berupaya memberikan kontribusi terhadap pemberdayaan perempuan dan anak dalam rangka terwujudnya  kesetaraan dan keadilan gender. Bentuk dari manajemen dan penanganan yaitu dengan proses pengelolaan tindakan penanganan kasus yang meliputi asesment, perencanaan, pelaksanaan pelayanan, pemantauan/monitoring dan evaluasi untuk menangani secara sistematis dengan berkoordinasi dan melibatkan sumber-sumber yang dibutuhkan. Kata Kunci:   Manajemen dan penanganan, kasus kekerasan, perempuan, anak.
Gerakan Mahasiswa Peduli Pantai: Upaya Edukasi dan Aksi Nyata Pelestarian Lingkungan Pesisir: Pengabdian Eko Bambang M; Alibin Rahmat; Mudassir; Dede Sopiandy; Asmawati; Putri Pratiwi6; Nursuhaela; Slamet Hariyadi; Jasrudin
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6136

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu bentuk implementasi tridharma perguruan tinggi yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan tanggung jawab sosial mahasiswa. Kegiatan Mahasiswa Peduli Pantai Lestari dilaksanakan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sembilanbelas November Kolaka di Pantai Indah Kapu, Desa Sani-sani, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan kesadaran ekologis dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila melalui aksi nyata menjaga kebersihan lingkungan pantai. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan model aksi sosial lingkungan yang melibatkan 60 mahasiswa. Tahapan kegiatan meliputi perencanaan, pelaksanaan aksi bersih pantai, refleksi nilai-nilai Pancasila, serta dokumentasi dan evaluasi hasil kegiatan. Data diperoleh melalui observasi langsung, dokumentasi foto, dan refleksi naratif mahasiswa, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa aksi bersih pantai berhasil mengurangi volume sampah non-organik di kawasan pesisir serta meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap pentingnya menjaga lingkungan sebagai wujud tanggung jawab warga negara. Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang efektif untuk menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila seperti gotong royong, tanggung jawab, dan cinta lingkungan. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini tidak hanya berdampak ekologis, tetapi juga berkontribusi pada penguatan pendidikan karakter kewarganegaraan di perguruan tinggi.
Implementasi Nilai-Nilai Pancasila: Masyarakat Adat Keraton Dalam Konteks Masyarakat Modern Dede Sopiandy; Eko Bambang Murdiansyah; Mudassir Mudassir; Tanti Irnanda
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.269

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat Keraton Buton serta mengkaji bagaimana nilai-nilai tersebut berinteraksi dengan tantangan modernisasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung dan wawancara mendalam, yang didukung dengan kajian literatur dari sumber-sumber ilmiah mutakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila tertanam kuat dalam tradisi dan sistem pemerintahan Keraton Buton. Nilai Ketuhanan tercermin dalam ritual keagamaan, nilai Kemanusiaan dalam penghormatan terhadap seluruh lapisan sosial, nilai Persatuan dalam ikatan komunal yang kokoh, nilai Kerakyatan dalam proses pengambilan keputusan kolektif melalui dewan adat sembilan orang, serta nilai Keadilan Sosial dalam pembagian peran secara proporsional dalam masyarakat. Modernisasi memengaruhi praktik tersebut dengan menghadirkan tantangan seperti individualisme dan pergeseran budaya, tetapi juga peluang seperti pelestarian digital dan penyebaran kearifan lokal. Penelitian ini memberikan kontribusi akademik dengan menunjukkan bahwa Pancasila tetap relevan baik sebagai ideologi nasional maupun kekuatan budaya dalam menjaga kohesi sosial dan identitas lokal di era modern.
Upaya Meningkatkan Partisipasi Aktif Murid melalui Metode Diskusi dan Presentasi pada Mata Pelajaran PPKn di MAS Nurul Yaqin Dawi-Dawi Kabupaten Kolaka Dede Sopiandy; Sri Hariati; Slamet Hariyadi; Rahmi Ramadhani Abdul Asis; Suci Nurfitriani Umar
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 12 No 2 (2026): Juni
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v12i2.34381

Abstract

The low level of students’ active participation in Civic Education (PPKn) learning, which is still dominated by lecture-based methods, is the main problem addressed in this study. Previous studies generally examined discussion or presentation methods separately and focused more on cognitive learning outcomes, thus failing to comprehensively optimize students’ active participation. Therefore, the novelty of this study lies in the integration of case-based discussion methods and structured presentations within a single learning cycle in the context of Madrasah Aliyah, making the learning process more contextual and participatory. This study aims to improve students’ active participation through the implementation of discussion and presentation methods in accordance with the characteristics of Classroom Action Research (CAR), which focuses on improving the learning process rather than testing effectiveness. The study employed the Kemmis and McTaggart model conducted in three cycles, consisting of planning, action, observation, and reflection stages. The subjects of this study were 23 tenth-grade science students at MAS Nurul Yaqin Dawi-Dawi. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed descriptively. The results showed that students’ active participation increased significantly in each cycle. In Cycle I, participation was still low and learning was teacher-centered. In Cycle II, case-based discussions using student worksheets began to increase student engagement. In Cycle III, the integration of discussion and presentation methods was implemented effectively, with 85% of students categorized as highly active and 15% as moderately active, with no passive students. In addition, improvements were observed in students’ argumentation skills, confidence in expressing opinions, and the quality of academic interaction. These findings indicate that discussion methods contribute to the development of critical thinking, while presentation methods enhance communication skills and speaking confidence. The integration of both methods creates a more participatory, collaborative, and meaningful learning environment.