Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Hubungan Dukungan Suami dan Pengetahuan Ibu Hamil dengan Kunjungan Antenatal (K1 Standar) di Unit Pelaksana Teknis Dinas Puskesmas Sidemen Ni Ketut Sudiari; I gusti Agung Ayu Novya Dewi; Ni Komang Yuni Rahyani
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i7.18550

Abstract

ABSTRACT The first trimester antenatal visit is the first contact with health personnel or having received first pregnancy services in health services according to 10T standards. Factors that influence mothers to make K1 visits include parity, age, knowledge, attitudes, economics, socio-culture, geography, information and support. The results of a preliminary study conducted on 10 pregnant women showed that seven pregnant women (70%) did not know about the importance of antenatal visits in the first trimester and five pregnant women (50%) did not receive full support from their husbands to carry out antenatal visits. The aim of this research was to analyze the relationship between husband's support and knowledge of pregnant women with antenatal visits (K1 standard) at the Sidemen Health Center UPTD. This research is correlative analytical research using a cross-sectional study approach. The implementation of this research will start from February-April 2024 using a non-probability sampling technique, namely purposive sampling. The sample consisted of 51 respondents and data collection was carried out by distributing questionnaires. Data analysis used univariate in the form of a frequency distribution and bivariate using the Contingency Coefficient test with a significance level of p0.05. The results of the research show that there is a significant relationship between husband's support and antenatal visits (K1 standard) with a value of p = 0.001 and there is a significant relationship between knowledge of pregnant women and antenatal visits (K1 standard) where the value of p = 0.000.  Keywords: Husband's Support, Knowledge of Pregnant Women, Antenatal Visit (K1 Standard)  ABSTRAK Kunjungan antenatal trimester pertama merupakan kontak pertama dengan tenaga kesehatan atau telah mendapatkan pelayanan kehamilan pertama di pelayanan kesehatan sesuai standar 10T. Faktor yang mempengaruhi ibu melakukan kunjungan K1 diantaranya paritas, usia, pengetahuan, sikap, ekonomi, sosial budaya, geografis, informasi dan dukungan. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk menganalisa hubungan dukungan suami dan pengetahuan ibu hamil dengan kunjungan antenatal (K1 standar) di UPTD Puskesmas Sidemen. Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional study. Pelaksanaan penelitian ini mulai bulan Pebruari-April 2024 di UPTD Puskesmas Sidemen dengan teknik non probability samplingyaitu purposive sampling. Sampel berjumlah 51 responden dengan instrument menggunakan kuesioner. Analisis data univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji koefisien kontingensi dengan tingkat kemaknaan p0,05. Hasil penelitian menunjukkan dukungan suami terbanyak yaitu kategori baik, pengetahuan ibu hamil terbanyak yaitu kategori baik, kunjungan antenatal terbanyak yaitu sudah sesuai standar, terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan suami dengan kunjungan antenatal (K1 Standar) dengan nilai p = 0,001 serta terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu hamil dengan kunjungan antenatal (K1 standar) dimana nilai p = 0,000.  Kata Kunci: Dukungan Suami, Pengetahuan Ibu Hamil, Kunjungan Antenatal (K1 Standar)
Efektifitas Video Edukasi Dalam Meningkatkan Pengetahuan Remaja Tentang TRIAD KRR Ni Komang Septi Andani; I Gusti Agung Ayu Novya Dewi; I Nyoman Wirata
Bali Medika Jurnal Vol 11 No 2 (2024): Bali Medika Jurnal Vol 11 No 2 Desember 2024
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v11i2.452

Abstract

Masalah kesehatan remaja di Indonesia seringkali disebabkan oleh perilaku berisiko seperti perkelahian, konsumsi alkohol, penggunaan narkoba, seksualitas pranikah, dan peningkatan kasus kehamilan tidak diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pendidikan kesehatan melalui media video terhadap peningkatan pengetahuan remaja mengenai Tiga Risiko Ancaman Dasar Kesehatan Reproduksi Remaja (TRIAD KRR). Studi ini menggunakan desain quasi-eksperimental pretest-posttest dengan kelompok kontrol, melibatkan 36 siswa kelas IX SMP Negeri 4 Negara yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui kuesioner online dan dianalisis menggunakan uji Paired T-Test dan Independent T-Test untuk data berdistribusi normal serta uji Wilcoxon dan Mann-Whitney untuk data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam skor pengetahuan setelah intervensi pada kedua kelompok, dengan peningkatan yang lebih besar pada kelompok eksperimen yang menerima pendidikan berbasis video (nilai p < 0,05). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan melalui media video efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai TRIAD KRR, serta merekomendasikan penggunaan media audiovisual sebagai metode edukasi yang lebih menarik dan efektif di lingkungan sekolah.   Health problems of adolescents in Indonesia are often caused by risky behaviors such as fighting, alcohol consumption, drug use, premarital sexuality, and increasing cases of unwanted pregnancies. This study aims to evaluate the effect of health education through video media on increasing adolescent knowledge about the Three Basic Reproductive Health Risks This study used a quasi-experimental pretest-posttest design with a control group, involving 36 grade IX students of SMP Negeri 4 Negara who were selected randomly. Data were collected through an online questionnaire and analyzed using the Paired T-Test and Independent T-Test for normally distributed data and the Wilcoxon and Mann-Whitney tests for non-normally distributed data. The results showed a significant increase in knowledge scores after the intervention in both groups, with a greater increase in the experimental group that received video-based education (p value <0.05). The conclusion of this study shows that health education through video media is effective in increasing adolescent knowledge about Three Basic Reproductive Health Risks, and recommends the use of audiovisual media as a more interesting and effective educational method in the school environment.