Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Pengetahuan dan Peran Orang Tua terhadap Perilaku Seksual Remaja Muhammad Bagus Andrianto; Yufita Dewi; Padila Padila; Juli Andri; Iis Suryani
Jurnal Kesmas Asclepius Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Kesmas Asclepius
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/jka.v6i1.8702

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan peran orang tua terhadap perilaku seksual remaja. Penelitian ini merupakan penelitian. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini merupakan mahasiswa semester II Program Studi Kesehatan Fakultas Kesehan Universitas Muhammadiyah Bengkulu dengan sampel berjumlah sebanyak 96 responden yang diambil secara total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner yang telah diuji validitas dan reabilitas, untuk kemudian data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja memiliki pengetahuan yang kurang terkait perilaku seksual (62,5%) dengan peran orang tua dalam perkembangan remaja yang masih kurang (67,7%) serta terdapat sebanyak 82,3% remaja telah melakukan perilaku seksual. Analisis lebih lanjut menunjukkan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan (p-value 0,629) terhadap perilaku seksual remaja, namun terdapat hubungan antara peran orang tua (p-value 0,022) terhadap perilaku seksual. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa orang tua memiliki peran penting dalam mencegah perilaku seksual yang tidak sehat atau berisiko pada remaja. Dukungan positif dan pendidikan seks yang benar dari orang tua dapat membantu remaja memperoleh pengetahuan yang akurat tentang kesehatan seksual, mengembangkan sikap yang positif dan mencegah perilaku seksual yang tidak sesuai. Kata Kunci: Pengetahuan, Peran Orang Tua, Perilaku Seksual Remaja
INTERVENSI BRAIN GYM MAMPU MENSTIMULASI PENINGKATAN SHORT MEMORY ANAK RETARDASI MENTAL Padila Padila; Juli Andri; Fatsiwi Nunik Andari; Panzilion Panzilion; Dhea Septeah Ningrum
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak berkebutuhan khusus (ABK) dengan retardasi mental (RM) mengalami kesulitan dalam hal mengingat terkhusus memori jangka pendek (Short Memory). Hal tersebut perlu mendapat perhatian khusus bagi guru dan tim kesehatan dalam memberikan pengetahuan dan intervensi masalah tersebut. Upaya yang dapat dilakukan dengan pelaksanaan intervensi Brain Gym atau senam otak yang dikhususkan untuk anak RM. Gerakan senam otak bertujuan untuk merangsang otak kanan dan otak kiri, dapat memberikan rasa ringan atau relaksasi pada bagian depan otak dan belakang otak. Dari hasil wawancara yang dilakukan tim PKMS didapatkan data : Saat ini sekolah belum pernah mendapatkan informasi terkait senam otak khusus anak RM, beberapa anak RM baru diajarkan belajar mandiri secara bertahap, akan tetapi setelah diulang dan ditanyakan hanya dalam beberapa hari saja sudah tidak mampu mengingat apa saja yang telah mereka kerjakan. Kegiatan  ini bertujuan  untuk menstimulasi peningkatan Short Memory anak RM dengan intervensi Brain Gym di SDLB NO.05 Kota Bengkulu. Adapun tahap kegiatan yang dilaksanakan 1) Anak RM, guru pendamping dan orangtua dijelaskan apa itu intervensi Brain Gym, 2) Demonstrasi gerakan Brain Gym yang diikuti Anak RM, guru pendamping dan orangtua. Hasil dari kegiatan PKMS ini adalah didapatkan 1) anak RM dapat mengikuti gerakan Brain gym, 2) terstimulasi short memory anak secara bertahap, 3) Sekolah melaksanakan kegiatan brain gym secara terjadwal dihari kamis. 4) Adanya peningkatan pengetahuan setelah dilakukan pelatihan. Dengan telah terjadwalnya pelaksanaan Brain gym ini disekolah, maka diharapkan anak RM memiliki peningkatan informasi dalam menerima, mengingat dan belajar. Simpulan terdapat peningkatan pengetahuan setelah dilakukan pelatihan. Keyword: Brain Gym, Retardasi Mental, Short Memory
UPAYA EDUKASI UNTUK BERADAPTASI PADA KEBIJAKAN NEW NORMAL SELAMA PANDEMI COVID-19 MELALUI KEGIATAN 3M DI SLBN 1 KOTA BENGKULU Juli Andri; Padila Padila; Ramadhan Trybahari Sugiharno; Silvia Meri Antika
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 6 No. 2 (2023): Agustus : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak berkebutuhan khusus perlu mendapat pendampingan saat mengenal beragam protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19. Bagaimana cara mencuci tangan, mengukur suhu tubuh, memakai masker, dan beragam alat lainnya. Dari hasil wawancara yang dilakukan tim PEMAS didapatkan data : Saat ini sekolah mengatur kegiatan anak SLBN dengan 2 hari (Rabu dan Sabtu) dalam satu minggu untuk bersekolah, sekolah belum pernah mendapatkan informasi dari fasilitas kesehatan setempat   pada tiga bulan terakhir, Begitu juga Puskesmas terdekat. Lalu ada beberapa anak - anak yang berkebutuhan khusus baru diajarkan belajar mandiri secara bertahap, seperti makan sendiri, mencuci  sendiri,  menyapu  sendiri,  dan  lainnya.  Kegiatan ini bertujuan untuk mengajarkan 3M dalam upaya beradaptasi pada kebijakan new normal selama pandemi COVID-19. Adapun tahap kegiatan yang dilaksanakan 1) Murid, guru pendamping dan orangtua dijelaskan apa itu langkah 3M, 2) Demonstrasi langkah-langkah 3M yang diikuti Anak ABK, guru pendamping dan orangtua. Hasil dari kegiatan PKMS ini adalah siswa dapat memahami tentang 3M, cuci tangan yang baik dan benar dan cara mendapatkan sumber informasi  yang  benar  tentang  kesehatan. Karena pentingnya dalam menjaga kesehatan di masa pandemi ini diharapkan adanya   peran   aktif   sekolah   untuk   memaksimalkan   anak agar mengadaptasi kebiasaan baru dengan melaksanakan kegiatan 3 M serta menekankan pada siswa untuk tetap patuhi protocol kesehatan ketika berada di sekolah. Kata Kunci: Covid- 19, pemeriksaan kesehatan, anak panti asuhan
BAHAYA MENGONSUMSI MAKANAN INSTAN DAN PENTINGNYA GIZI SEIMBANG PADA REMAJA DI SMA MUHAMMADIYAH 1 BOARDING SCHOOL KOTA BENGKULU Juli Andri; Muhammad Bagus Andrianto; Padila; Andry Sartika; afifah; Meza Tri Marini Nasution
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 8 No. 3 (2025): DESEMBER: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/bumir.v8i3.9626

Abstract

Gizi merupakan salah satu indikator penting yang berperan dalam tubuh manusia. Gizi memengaruhi fungsi dari organ-organ tubuh manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia melalui berbagai proses dalam sistem pencernaan seperti proses digestif atau mencerna makanan yang masuk ke dalam tubuh, absorpsi yaitu penyerapan kembali zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh, dan metabolisme atau pengeluaran zat-zat sisa dari makanan yanng sudah dicerna oleh sistem pencernaan. Menimbang akan pentingnya gizi dalam tubuh, keseimbangan dalam pemenuhan gizi menjadi salah satu hal penting yang harus diperhatikan. Namun, seiring berkembangnya zaman dan teknologi yang semakin pesat,  banyak inovasi baru di bidang pangan yang tidak lagi memperhatikan kesesuaian kandungan gizi yang ada di dalamnya. Salah satu contohnya yaitu makanan instan atau makanan cepat saji. Makanan instan yang menyajikan makanan lezat dengan waktu singkat dan praktis menjadi ketertarikan sendiri bagi masyarakat, terutama generasi muda atau remaja yang gemar akan sesuatu yang bersifat efisien. Kurangnya pengetahuan mengenai pentingnya kandungan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh menjadi salah satu faktor pendukung yang mengakibatkan penjualan makanan instan semakin melesat. Dampak buruk pada kesehatan dalam jangka panjang banyak diabaikan karena kurangnya pengetahuan dalam masyarakat.
EDUKASI IMUNISASI SEHAT, ANAK HEBAT: CEGAH CAMPAK & HPV Raldi Tri Putra; David William Carlos; Muhammad Bagus Andrianto; Juli Andri; Andry Sartika
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 8 No. 3 (2025): DESEMBER: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/bumir.v8i3.9631

Abstract

Imunisasi merupakan upaya preventif yang efektif dalam melindungi anak dari penyakit menular seperti campak serta penyakit degeneratif seperti kanker serviks akibat infeksi Human Papilloma Virus (HPV). Namun, cakupan imunisasi di beberapa wilayah masih belum mencapai target nasional, salah satunya disebabkan oleh rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat sejak usia sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi siswa sekolah dasar terhadap imunisasi campak dan HPV melalui edukasi kesehatan dan pendampingan imunisasi. Kegiatan dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Swasta Al-Islam Sumber Jaya, Kota Bengkulu, dengan sasaran 40 siswa kelas 1 hingga kelas 6. Metode pelaksanaan meliputi tahap sosialisasi, penyuluhan kesehatan, dan pendampingan imunisasi yang dilaksanakan secara langsung oleh tim pelaksana bekerja sama dengan Puskesmas Padang Serai. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa mengenai pentingnya imunisasi, yang tercermin dari antusiasme dalam diskusi serta kesiapan menerima vaksin. Seluruh siswa sasaran (100%) berhasil mendapatkan imunisasi sesuai program tanpa dilaporkan kejadian ikutan pasca imunisasi yang serius. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi kesehatan berbasis sekolah yang dikombinasikan dengan pendampingan imunisasi efektif dalam meningkatkan kesadaran kesehatan serta mendukung peningkatan cakupan imunisasi. Dengan demikian, kolaborasi antara tim pelaksana, sekolah, dan tenaga kesehatan dapat menjadi strategi yang berkelanjutan dalam mendukung program imunisasi nasional serta pencegahan penyakit sejak usia dini.
The Effect of Moringa Leaf Brewing on Blood Pressure in Hypertension Sufferers Juli Andri; Bella Juwita; Andry Sartika; Padila Padila; Muhammad Bagus Andrianto
JOSING: Journal of Nursing and Health Vol. 6 No. 2 (2026): JOSING: Journal of Nursing and Health
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/env47m76

Abstract

This study aimed to determine the effect of Moringa leaf decoction on lowering blood pressure in hypertensive patients in the Kandang Community Health Center (Puskesmas) area, Bengkulu City. This study was quantitative, using a quasi-experimental approach with a single-group pre-test and post-test design. The statistical analysis of Moringa leaf decoction showed a p-value of 0.000 ≤ 0.005. In conclusion, there was an effect after administering Moringa leaf decoction to hypertensive patients in the Kandang Community Health Center area, Bengkulu City. Keywords: Moringa Leaves, Hypertension, Blood Pressure