Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Analisis Biaya Kualitas Produk Kerajinan Terhadap Minimalisasi Produk Rusak Yuniastuti, Rina Milyati; Nasyaroeka, Jhon; Harahap, Aderina
Jurnal Riset Akuntansi dan Manajemen Malahayati (JRAMM) Vol 14, No 1 (2025): Akuntansi Keuangan dan Bisnis
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jur.jeram.v14i1.19854

Abstract

Biaya pencegahan dan biaya penilaian pada penelitian ini memberikan hasil adanya pengaruh pada produk rusak. Produk rusak mempunyai peran yang sangat besar dan ada dampak pada perusahaan. Produk rusak dapat meminimalkan dengan meminimkan produk sesuai dengan standar pada perusahaan. Objek penelitian produk ini pada home industri kerajinan sampah plastik. Metode penelitian merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Hasil uji F untuk biaya pencegahan serta biaya penilaian secara bersama ada pengaruh terhadap produk rusak. Sedangakn dari hasil uji t maka biaya pencegahan pengaruh ada pada produk rusak begitu  dengan biaya penilaian ada pengaruh juga terhadap produk rusak. Penelitian ada implikasi pada home industri kerajinan sampah plastik agar produk rusak dapat diminimalisir. Dan penelitian ini mempunyai peran akan pentingnya biaya kualitas pada produk.Kata kunci :Peran,Biaya kualitas, Produk kerajinan,Produk rusak
PENGOLAHAN SAMPAH PLASTIK MENJADI BUNGA HIAS SEBAGAI SOLUSI EKOLOGIS DAN EKONOMIS BAGI KOMUNITAS LOKAL Pratisti, Cahyani; Yuniastuti, Rina Milyati; Wahyuningsih, Yusminar; Wijayanti, Yoan Budi
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 9 No 2 (2025): AGUSTUS - DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v9i2.6295

Abstract

Ibu-ibu rumah tangga di sekitar objek wisata Batu Putuk memiliki sampah plastik dari rumah tangga dan para wisatawan yang belum dikelola dengan baik. Hal tersebut menimbulkan polusi bau dan visual, serta menjadi sumber penyakit. Penumpukan sampah dikarenakan ibu-ibu rumah tangga di sekitar Objek Wisata Batu Putuk belum mengetahui bahaya sampah plastik dan cara mengolah sampah plastik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan peningkatan kesadaran mengenai bahaya sampah plastik, jenis, dan pengolahan berbagai jenis sampah plastik, serta melatih ibu-ibu rumah tangga untuk membuat kreasi dari sampah plastk jenis PET menjadi bunga hias atau bunga artificial. Metode yang digunakan adalah penyadaran dan peningkatan pemahaman serta pelatihan kepada 20 orang ibu rumah tangga di sekitar objek wisata Kelurahan Batu Putuk, serta penyuluhan mengenai peluang usaha dari recycling sampah plastik. Terdapat peningkatan hasil post-test dibandingkan pre-test, yaitu dari 1 orang menjadi 20 orang yang mengetahui jenis-jenis sampah plastik. Dari 4 orang yang mengetahui cara pengolahan sampah plastik menjadi 20 orang. Dari tidak ada yang memiliki keterampilan membuat bunga plastik menjadi 2 orang dan dari 3 orang yang berwirausaha menjadi 7 orang yang berminat berwirausaha kreasi bunga hias atau bunga artificial. Faktor pendorong keberhasilan program adalah motivasi peserta untuk belajar dan memiliki penghasilan tambahan, sedangkan faktor penghambat adalah keterampilan peserta dalam mengkreasikan sampah plastik. Peserta juga tertarik untuk membuat organisasi bank sampah yang akan pembuat kreasi berbagai olahan sampah plastik dan menjualnya.
Mengurai Paradoks Green Brand Image–Green Perceived Quality: Peran Mediasi Green Trust pada Konsumen Natur-E di Indonesia Vitratin, Vitratin; Yuniastuti, Rina Milyati; Ismulyani, Heditia Umi; Inonu, Saddam Hussein; Zahra, Fahmiati
GEMA : Jurnal Gentiaras Manajemen dan Akuntansi Vol 17 No 2 (2025): GEMA: Jurnal Gentiaras Manajemen dan Akuntansi
Publisher : Lembaga Penelitian, dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIE GENTIARAS Bandar Lampung dan berkolaborasi dengan Ikatan Akuntan Indonesia Kompartemen Akuntan Pendidik (IAI KAPd)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47768/gema.v17i2.202504X

Abstract

Rising environmental awareness encourages green cosmetic companies to build a green brand image. However, perceived good quality is not always followed by a good green image, which causes a paradox in green marketing strategies, especially in emerging markets. The purpose of this study was to examine green brand image against perceived good green quality and green trust as a mediating variable among Natur-E supplement customers in Bandar Lampung. This study conducted a quantitative survey of 198 Natur-E customers aged at least 18 years who were purposively selected. Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) was used to analyze the data. The results showed that green brand image had a negative and significant effect on perceived green quality, but a positive and significant effect on green trust. Green trust also had a positive and significant effect on perceived green quality, and partially mediated the relationship between green brand and green quality with a mediating effect of 61.9%. The results indicate that green image does not automatically improve perceived quality without supporting customer trust. Natur-E should align green claims with product quality and increase trust through consistent sustainability practices. Theoretically, this study adds to the green marketing literature by revealing the paradox between green brand image and perceived quality, and emphasizing that green beliefs play a mediating role in the context of green cosmetics in emerging markets..