Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KATARAK PADA LANSIA: SCOPING REVIEW Amin Aji Budiman; Suhari; R. Endro Sulistyono; Primasari Mahardhika Rahmawati; Dwi Ochta Pebriyanti
Community of Publishing in Nursing Vol. 14 No. 3 (2026): Juni 2026
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2026.v14.i03.p07

Abstract

Katarak merupakan penyebab utama kebutaan di Indonesia, sering terjadi pada lansia akibat proses degeneratif pada lensa mata. Berbagai faktor seperti merokok dan hipertensi berkontribusi meningkatkan risiko katarak. Studi ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko katarak pada lansia di Indonesia. Studi ini menggunakan metode scoping review dengan pedoman PRISMA yang terdiri dari empat tahap: identifikasi literatur, penyaringan, penilaian kelayakan, dan inklusi artikel. Hasil tinjauan terhadap 14 jurnal dari basis data Google Scholar, PubMed, dan Sciencedirect yang memenuhi kriteria inklusi menunjukkan bahwa faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi meliputi usia lanjut, jenis kelamin perempuan, dan riwayat keluarga. Sementara itu, faktor yang dapat dimodifikasi meliputi hipertensi, diabetes melitus, obesitas, kebiasaan merokok, diet, kekurangan vitamin A, gaya hidup buruk, penggunaan glukokortikoid, iridosiklitis, kelainan refraksi, HDL rendah, dan etnis asli. Deteksi dini dapat dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan rutin dan identifikasi faktor risiko pada kelompok lansia. Upaya pencegahan melalui pendidikan kesehatan dan promosi gaya hidup sangat penting untuk mengurangi kejadian katarak pada kelompok lansia.
Gerakan Mental Health Berbasis Intervensi dan Resiliensi Adaptif Pasca Bencana di Desa Kutorenon Lumajang Primasari Mahardhika Rahmawati; Suhari; Amin Aji Budiman; R. Endro Sulistyono; Dwi Ochta Pebriyanti
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v5i2.964

Abstract

Bencana alam tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan mental dan kemampuan adaptasi penyintas. Program GEMBIRA (Gerakan Mental Health Berbasis Intervensi dan Resiliensi Adaptif) bertujuan mendukung pengelolaan stres dan resiliensi penyintas melalui integrasi edukasi kesehatan mental, stress management, dan art therapy berbasis aktivitas kreatif-produktif. Kegiatan dilaksanakan pada 17 Juli 2026 di Desa Kutorenon, Lumajang, dengan melibatkan 20 penyintas bencana. Metode pelaksanaan meliputi edukasi, demonstrasi, praktik langsung, diskusi, refleksi, dan pendampingan. Art therapy dilaksanakan melalui pembuatan kerajinan kawat bulu sebagai media ekspresi kreatif dan relaksasi sekaligus pengembangan keterampilan produktif. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran pengetahuan, observasi keterampilan, dan penilaian Growth Focused Resilience. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas peserta memiliki resiliensi pada kategori tinggi, yaitu 85% pada resiliensi total, 80% pada dimensi development growth, dan 85% pada dimensi positive emotion. Tidak terdapat peserta yang termasuk dalam kategori resiliensi rendah. Peserta juga mampu mengikuti tahapan kegiatan dan menghasilkan produk kreatif dengan pendampingan. Aktivitas art therapy berpotensi mendukung resiliensi melalui ekspresi dan regulasi emosi, refleksi diri, pemaknaan pengalaman, serta penguatan emosi positif. Integrasi intervensi psikososial dengan aktivitas kreatif-produktif dalam Program GEMBIRA berpotensi menjadi pendekatan berbasis masyarakat untuk mendukung pengelolaan stres, penguatan resiliensi, keterampilan, dan kemandirian penyintas pascabencana.