Articles
Perbandingan Orientasi Karir Siswa Keturunan Jawa dengan Siswa Keturunan Tionghoa
Amin, Zakki Nurul;
Wibowo, Mungin Eddy;
Nusantoro, Eko
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 3 No 3 (2014): September 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ijgc.v3i3.3778
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran orientasi karir siswa keturunan Jawa dan siswa keturunan Tionghoa, perbandingan orientasi karir antara keduanya, serta implikasi pada penerapan layanan konseling karir. Skala psikologis diberikan kepada 260 orang siswa SMA di Kota Salatiga, serta 6 orang responden untuk dilakukan wawancara. Analisis data menggunakan analisis kuantitatif yang mencakup deskriptif prosentase dan uji beda T-Test Polled Varians, serta analisis kualitatif hasil wawancara. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan, dimana rata-rata orientasi karir siswa keturunan Tionghoa lebih tinggi daripada siswa keturunan Jawa. Namun, apabila dibandingkan tiap aspek orientasi karir, siswa keturunan Tionghoa unggul pada aspek perencanaan karir dan aspek informasi dunia kerja. Sedangkan siswa keturunan Jawa unggul pada aspek eksplorasi karir dan aspek pengambilan keputusan karir. Implikasi pada penerapan layanan konseling karir, adalah diketahuinya isu-isu kultural yang muncul ketika memberikan layanan konseling karir dalam konteks keragaman etnis dan ras, termasuk bagi siswa keturuan Jawa dan siswa keturunan Tionghoa. The purpose of this study is to comparatively describing career orientation of Javanese student and Chinese student, and implications on the application of career counseling. Psychological scales were distributed to 260 high school students in Salatiga, and 6 respondents to be interviewed. Data analysis using descriptive quantitative analysis that includes percentages and different test polled Variance T-Test, and qualitative analysis of the interview results. The results found that there is significant difference of the average of career orientation between Chinese student and Javanese students. Result also revealed that Chinese student has a higher average than Javanese student on career orientation. However, when compared to every aspect in career orientation, ethnic Chinese student superior only on career planning and world-of-work information. Meanwhile Javanese student superior on career exploration and career decision-making. Implications on the application of career counseling is cultural issues should be reflected in providing career counseling in the context of ethnic and racial diversity, including in Javanese and Chinese student.
Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok Terhadap Kebiasaan Merokok pada Penerima Manfaat di Balai Rehabilitasi Mandiri Semarang
Setiaji, Gilang Ditya;
Supriyo, Supriyo;
Nusantoro, Eko
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 3 No 3 (2014): September 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ijgc.v3i3.3782
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bimbingan kelompok terhadap kebiasaan merokok. penelitian ini bersifat kuantitaif, responden penelitian adalah penerima manfaat Balai Rehabilitai Mandiri Semarang, teknik pengumpulan data berupa angket dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan Berdasarkan hasil penelitian, kondisi kebiasaan merokok yang dimiliki oleh penerima manfaat sebelum memperoleh layanan bimbingan kelompok dan setelah memperoleh layanan bimbingan kelompok memiliki perbedaan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh pemberian layanan bimbingan kelompok terhadap kebiasaan merokok pada penerima manfaat. The purpose of this study was to determine the effect of group counseling on smoking habits. This research is quantitative, survey respondents are beneficiaries Rehabilitai Hall Independent Semarang, data collection techniques such as questionnaires and documentation. Analysis using Wilcoxon test. The results showed Based on this research, the habit of smoking conditions held by beneficiaries prior to obtaining services group counseling and guidance services after obtaining group differences. The conclusion of this study is that there is the effect of group counseling services to the habit of smoking to the beneficiaries.
Meningkatkan Tanggung Jawab Belajar Melalui Layanan Penguasaan Konten
Aisyah, A'an;
Nusantoro, Eko;
Kurniawan, Kusnarto
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 3 No 3 (2014): September 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ijgc.v3i3.3783
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatkan tanggung jawab belajar siswa melalui layanan penguasaan konten. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP N 2 Limpung berjumlah 226 siswa dan sampel yang berjumlah 30 siswa yang diambil menggunakan purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala psikologi dan observasi. Validitas instrumen menggunakan rumus product moment dan perhitungan reliabilitasnya menggunakan rumus Alpha. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif persentase dan Uji T-test. Hasil analisis menunjukkan bahwa Ho penelitian ditolak dan Ha penelitian diterima. Simpulan dari penelitian ini adalah tanggung jawab belajar siswa dapat ditingkatkan melalui layanan penguasaan konten. The purpose of this study is to find out the improvement of learning responsibility by giving content mastery service. The population in this study is all of VII grade students of SMP N 2 Limpung which consist of 226 students and the samples were 30 students which taken using purposive sampling. Data collection methods were using psychological scale and observation. The instrument validity had been tested using product moment formula by Pearson and instrument reliability used the Alpha formula. Descriptive percentage analysis and T-Test were used in data analysis. The result shows that Ho in this study is rejected and Ha is accepted. Conclusion of this study is student’s learning responsibility can be developed by content mastery services.
Hubungan antara Kematangan Emosi dengan Motivasi Mengikuti Layanan Konseling Individual
Dyaningpratiwi, Niken Bintari;
Wibowo, Mungin Eddy;
Nusantoro, Eko
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 3 No 3 (2014): September 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ijgc.v3i3.3786
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kematangan emosi dengan motivasi siswa mengikuti layanan konseling individual. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA N 1 Subah berjumlah 272 siswa dan sampel yang berjumlah 156 siswa yang diambil menggunakan proportionate stratified random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala psikologi. Validitas instrumen menggunakan rumus product moment dan perhitungan reliabilitasnya menggunakan rumus Alpha. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif persentase dan uji analisis korelasi Product Moment. Hasil analisis menunjukkan bahwa Ho penelitian ditolak dan Ha penelitian diterima. Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara kematangan emosi dengan motivasi siswa mengikuti layanan konseling individual. The purpose of this study is to find out the correlation between emotional maturity and student’s motivation to follow individual counseling services. Population of this study is all of XI grade students of SMA N 1 Subah which consist of 272 students and the samples were 156 students. Subject were selected using proportionate stratified random sampling. A data collection method was using psychological scale. Test of validity of the instrument was using the formula of product moment and reliability was tested using the Alpha formula. Data analysis were using descriptive percentage analysis and Product Moment correlation. The result shows that Ho in this study is rejected and Ha is accepted. Conclusion of this study is there is a significant correlation between emotional maturity and student’s motivation to follow individual counseling services.
Meningkatkan Empati Melalui Layanan Penguasaan Konten dengan Teknik Permainan Boneka
Anggadini, Galuh Kartika;
Nusantoro, Eko
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 4 No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ijgc.v4i1.7481
Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh data empiris tentang meningkatkan empati melalui layanan penguasaan konten dengan teknik permainan boneka pada siswa kelas II di SDN 05 Kendaldoyong Kabupaten Pemalang. Populasinya adalah siswa kelas II yang berjumlah 44 siswa dan sampel yang berjumlah 10 siswa menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Instrumen tersebut telah diuji validitas dengan menggunakan Judgement experts, sedangkan reliabilitas instrumen digunakan rumus reliabilitas hasil rater.Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis deskriptif persentase dan wawancara. Yaitu dengan hasil terjadi peningkatan empati pada siswa kelas II dengan rata – rata peningkatan sebesar 43,3%. Simpulan penelitian ini yaitu empati dapat ditingkatkan melalui layanan penguasaan konten dengan teknik permainan boneka.Oleh karena itu diharapkan guru kelas dapat lebih memberikan perhatian khusus pada siswa yang memiliki empati kurang agar dapat menghilangkan perilakunya. The aim of this research is to obtain empirical data on increasing empathy through mastery of content with engineering services doll game in the second grade students at SDN 05 Kendaldoyong Pemalang. The population was grade II, amounting to 44 students and a sample of 10 students using purposive sampling. Data collection technique used observation and interviews. The instrument has been tested for validity by using Judgment experts, while the reliability of the instrument used result rater. Technique reliability of the results of data analysis includes a percentage descriptive analysis and interviews. That is the result of an increase in empathy with the students of class II with average - average increase of 43.3%. The conclusions of this study that empathy can be improved through mastery of content with engineering services doll game. So, it is expected to be more classroom teachers give special attention to students who have less empathy in order to eliminate the behavior.
Pemahaman Guru BK Terhadap Evaluasi Program Bimbingan dan Konseling
Kurniawati, Ika;
Nusantoro, Eko
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 4 No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ijgc.v4i1.7484
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman guru BK terhadap evaluasi program bimbingan dan konseling di SMA Negeri se-Kota Tegal. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru BK di SMA Negeri se-Kota Tegal. Penelitian ini menggunakan studi populasi atau sensus karena jumlah populasi hanya 18 orang pada 5 sekolah. Metode pengumpulan data menggunakan tes pemahaman evaluasi program bimbingan dan konseling dan wawancara sebagai data pendukung. Validitas instrumen menggunakan rumus product moment dan perhitungan reliabilitasnya menggunakan rumus Alpha. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman guru BK tentang evaluasi program bimbingan dan konseling berada pada kriteria sedang dengan persentase sebesar 78,50%. Simpulan dari penelitian ini adalah guru BK SMA Negeri Kota Tegal kurang memahami evaluasi program bimbingan dan konseling karena berada pada kriteria sedang. This study aims to determine guidance counseling teachers understanding of the evaluation guidance and counseling program at SMAN in Tegal. Population in this study were all guidance counseling teachers from all at SMAN in Tegal. As well as the use of the study population or census because the population is only 18 people from 5 schools. Data collection methods were using a test comprehension guidance and counseling evaluation program and interviews as the supporting data. The validity test of instrument was using the formula of product moment and calculation of reliability was using the Alpha formula. Data analysis technique were used in descriptive precentage. The result shows that the comprehension guidance counseling teachers about evaluation of the guidance and counseling program in the middle criteria with the percentage as big as 78,50 %. The conclusion of this study is guidance counseling teachers from all at SMAN in Tegal less understand evaluation of the guidance and counseling program because they are in the middle criteria.
Evaluasi Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling di SMK Negeri 1 Blora (Model Cipp)
Putra, Edwindhana Mareza;
Nusantoro, Eko
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 4 No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ijgc.v4i1.7497
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program bimbingan dan konseling di SMK Negeri 1 Blora ditinjau dari evaluasi konteks, evaluasi masukan, evaluasi proses dan evaluasi produk dengan model CIPP. Penelitian ini merupakan penelitian evaluatif dengan metode penelitian kombinasi (mixed method). Sumber data dalam penelitian ini yaitu 1 pengawas sekolah, 1 kepala sekolah, 5 guru BK, 10 orang tua dan 302 siswa. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis data kualitatif dan analisis data deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil evaluasi pada komponen context, input dan process berada pada kategori cukup baik sedangkan komponen product berada pada kategori baik. Simpulan dari penelitian ini bahwa evaluasi pelaksanaan program bimbingan dan konseling di SMK Negeri 1 Blora dengan dengan model evaluasi CIPP berada pada kategori cukup baik. This study aims to investigate the implementation of the guidance and counseling program at SMK Negeri 1 Blora in terms of context evaluation, input evaluation, process evaluation and product evaluation with CIPP model. This research is evaluative research with a combination of research methods (mixed method). Source of data in this study are 1 school superintendent, 1 principal, 5 GC teachers, 10 parents and 302 students. The method of collecting data using interviews, questionnaires and documentation. Data analysis in this research using qualitative data analysis techniques and descriptive data analysis persentase. Result in tihis research shows that the component context, input and process in the category quite well, whereas product components are in good category. Summary in this study that the evaluation of the implementation of the guidance and counseling program at SMK Negeri 1 Blora with the CIPP evaluation model was in the category quite well.
Pemahaman Guru BK Tentang Pelaksanaan Layanan Peminatan pada Kurikulum 2013
Marsetyana, Finda;
Nusantoro, Eko
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 4 No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ijgc.v4i1.7501
Penelitian ini dilakukan berdasar fenomena yaitu belum adanya kesiapan tentang program peminatan di SMK Negeri se-Kota Semarang. Tujuan penelitian secara umum untuk mengetahui pemahaman guru BK tentang pelaksanaan layanan peminatan pada kurikulum 2013 di SMK Negeri se-Kota Semarang. Medote pengumpulan data yaitu angket tertutup yang diberikan kepada 44 orang guru BK SMK Negeri se Kota Semarang. Analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase. Hasil penelitian dari Pemahaman Guru BK Tentang Pelaksanaan Layanan Peminatan Pada Kurikulum 2013 Di SMK Negeri Se-Kota Semarang termasuk dalam kategori tinggi (71.59%) dengan perincian indikator variabel yaitu pemahaman guru BK tentang kurikulum 2013 persentase sebesar 75.04% (tinggi), konsep dan strategi pelayanan bimbingan dan konseling pada kurikulum 2013 sebesar 69.31% (sedang), lingkup layanan peminatan sebesar 70.57% (tinggi), dan pelaksanaan layanan peminatan 72.22% (tinggi). Simpulan penelitian ini yakni guru BK SMK Negeri se-Kota Semarang telah mempunyai pemahaman tentang pelaksanaan layanan peminatan pada kurikulum 2013 dengan kriteria tinggi. This research was conducted based on the phenomenon that is there was no readiness about the students’ interest program vocational high schools in around Semarang.The general objective of this research was to know the counseling’s teachers deals with the implementation of students’ interest service towards the 2013 curriculum vocational high schools in around Semarang. Method of data collection is used closed questionnaire and it was given to 44 students vocational high schools in around Semarang in which the data obtained was analysed trough descriptive percentages. The research finding from counseling’s teachers about the implementation of students’ interest in the 2013 curriculum vocational high schools in around Semarang are in a high category (71.59%), with the details of the indicator variable are as follows; the understanding of counseling’s teachers abaout the 2013 curriculum which had percentage was 75.04% (high), concept and service strategy and counseling in the 2013 curriculum wa 69.31% (average), interest’s service scope was 70.57% (high), and implementation students’s interest service was 72.22% (high). By considering the study findings above, it can be concluded that the vocational high schools counseling’s teachers in around Semarang already have sufficient understanding of the implementation students’ interest service in the 2013 curriculum.
Faktor Penghambat Operasionalisasi Kunjungan Rumah di SMA Negeri se-Kota Semarang
Nasruddin, Juwita;
Nusantoro, Eko
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 4 No 3 (2015): September 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ijgc.v4i3.7558
Penelitian dilaksanakan berdasarkan fenomena di lapangan pada saat penulis melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di SMP Negeri 8 Semarang dan observasi awal di SMA Negeri 8 Semarang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apa faktor penghambat operasionalisasi Home Visit di SMA Negeri se-kota Semarang tahun ajaran 2014/2015. Jenis penelitian yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini yaitu jenis penelitian survei. Untuk populasi pada penelitian ini adalah semua guru BK di SMA se-kota Semarang yaitu sejumlah 59 guru BK. Sampel yang digunakan adalah sejumlah populasi yang ada. Sedangkan instrumen yang digunakan dalam penelitian ini merupakan angket. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif persentase. Hasil yang ditemukan bahwa faktor penghambat operasionalisasi Home Visit di SMA Negeri se-kota Semarang mengalami hambatan cukup tinggi dengan presentase sebesar 65,03%. Simpulan yang didapatkan adalah Faktor Penghambat Operasionalisasi Kunjungan Rumah (Home visit) di SMA Negeri se-kota Semarang adalah kurangnya pemahaman dari guru BK berkaitan dengan Home Visit. Adapun saran yang diberikan kepada guru BK SMA Negeri se-kota Semarang adalah untuk mempelajari hakikat Home Visit dan melaksanakan prosedur operasionalisasi Home Visit dengan baik dan benar dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, analisis evaluasi, tindak lanjut hingga laporan. The research was conducted based on the phenomenon on the ground when implementing writer Practice Field Experience (PPL) in SMPN 8 Semarang and preliminary observations in SMAN 8 Semarang. The purpose of this study to determine what factors inhibiting the operation of the Home Visit at all SMA Negeri in Semarang throughout the academic year 2014/2015. The type research used by the writer in this study is a survey research. The population in this study were all counselors at SMA in Semarang city. There were 59 counselors. The sample used were as many as the population. While the data collection instruments used in this study is a questionnaire. Analysis of the data used in this research is descriptive percentages. Results found that factors inhibiting the operation of the Home Visit at all SMA Negeri in Semarang encountered resistance is quite high with a percentage of 65.03%. The conclusions obtained are Obstacles Operationalization Home Visits at all SMA Negeri in Semarang is a lack of understanding of the counselors related to Home Visit. The advice given to counselors at all SMA Negeri in Semarang is to study the nature of the Home Visit and implement operational procedures Home Visit.
Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok Terhadap Kedisiplinan Belajar pada Siswa Kelas VIII D
Suwignyo, Hari;
Nusantoro, Eko
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 4 No 3 (2015): September 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ijgc.v4i3.7563
Tujuan penelitian ini untuk membuktikan ada pengaruh layanan bimbingan kelompok terhadap kedisiplinan belajar siswa kelas VIII.D SMP Negeri 41 Gunungpati Semarang. Latar belakang penelitian didapat dari hasil wawancara dengan guru BK bahwa tingkat kedisiplinan belajar siswakelas VIII.D kurang, terbuktiadanya siswa tersebut terlambat masuk kelas dengan jumlah 13 siswa,membolos dengan jumlah 8 siswa, tidak menyelesaikan tugas tepatwaktu dengan jumlah 10 siswa, dantidak mengerjakan PR sejumlah 5 siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desainone group pre-test and post-test.Populasi penelitian ini adalahkelas VIII.D SMP Negeri 41 Gunungpati Semarang sejumlah 30 siswa. Teknik sampeladalah purposive samplingsehingga didapatkansebanyak 10 siswa. Analisis data menggunakandeskriptif presentase dan uji sign test wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kedisiplinan belajar siswa sebelum memperoleh perlakuanbimbingan kelompok, diperoleh kriteria sedang (65,6%). (2) kedisiplinan belajar siswa setelah bimbingan kelompok, kriteria meningkat menjadi tinggi (76,1%). (3) Ha diterima dan Ho ditolak, kesimpulannya adalah“Ada pengaruh yang signifikan dari layanan bimbingan kelompok terhadap kedisiplinan belajar pada siswa kelas VIII.D SMP Negeri 41 Gunungpati Semarang Tahun Ajaran 2014/2015â€. The objective of the research is to prove whether the effect of group counseling services to students discipline at grade VIII.D Junior High School 41 Gunungpati Semarang. The background of the research come from interviews to the counseling services teacher that VIII.D grade students level lack of discipline, it is proved that there aresome studentswho come late to the class amount 13 students, 8 students absent, 10 students do not complete the task on time, and 5 students do not did homework. This research is an experimental research design with one group pre-test and post-test. The population of the research are30 students at VIII.D grade Gunungpati SMP Negeri 41 Semarang. Sampling technique is purposive sampling to get 10 students. The data analysis using descriptive percentage sign test and Wilcoxon test. The results showed that (1) students learning discipline before got group counseling, it get medium criteria (65.6%). (2) students learning discipline after group counseling, the criteria increased (76.1%). (3) Ha accepted and Ho rejected, the conclusion is "There is a significant effect of group counseling services to the learning discipline at grade VIII.D Junior High School 41 Gunungpati Semarang Academic Year 2014/2015â€.