Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Peningkatan Pemberian Asuhan Keperawatan Melalui Optimalisasi Interaksi Terapeutik Perawat dengan Pasien Sesuai Standar Waktu Minimal Pelayanan Keperawatan di Ruangan MPKP Mandau I Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau Tahun 2026: Pengabdian Erma Kasumayanti; Ridha Hidayat; Siti Hotna Siagian; Triswan Simatupang
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7467

Abstract

Optimalisasi pemberian asuhan keperawatan pada pasien rawat inap, khususnya di pelayanan kesehatan jiwa yang membutuhkan pelaksanaan interaksi terapeutik yang terencana sesuai kebutuhan dan tingkat ketergantungan pasien. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemberian asuhan keperawatan melalui optimalisasi interaksi terapeutik perawat dengan pasien sesuai standar waktu minimal pelayanan keperawatan di Ruangan MPKP Mandau I Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau Tahun 2026. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap persiapan meliputi koordinasi dengan kepala ruangan dan ketua tim, identifikasi permasalahan, serta penyusunan instrumen kegiatan. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui sosialisasi saat handover, edukasi mengenai pengaturan waktu pelayanan berdasarkan tingkat ketergantungan pasien menggunakan rumus Gillies, pendampingan penggunaan checklist, serta penyesuaian pembagian pasien sesuai jumlah perawat yang bertugas. Evaluasi dilakukan melalui observasi pelaksanaan interaksi terapeutik dan wawancara dengan perawat serta pasien. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dari 18 pasien yang dilakukan identifikasi awal, terdapat 9 pasien yang belum memperoleh asuhan keperawatan secara optimal. Setelah dilakukan implementasi, sebanyak 6 pasien (66,7%) mengalami peningkatan dalam pemenuhan asuhan keperawatan melalui interaksi terapeutik yang lebih terstruktur, sedangkan 3 pasien (33,3%) masih memerlukan tindak lanjut. Kegiatan PKM ini menunjukkan bahwa optimalisasi interaksi terapeutik melalui edukasi, pendampingan, penggunaan checklist, dan pengaturan beban kerja perawat dapat mendukung peningkatan kualitas pemberian asuhan keperawatan. Disarankan agar kegiatan monitoring, supervisi, dan evaluasi dilakukan secara berkala untuk mempertahankan keberlanjutan penerapan interaksi terapeutik sesuai standar pelayanan keperawatan.
Hubungan Ketersediaan Sarana Identifikasi Risiko Jatuh Dengan Pelaksanaan Identifikasi Pasien Risiko Jatuh di Rumah Sakit Jiwa Erma Kasumayanti; Siti Hotna; Ridha Hidayat; Awari Susanti
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 4 Nomor 1, Mei - Agustus 2026
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v4i1.510

Abstract

Risiko jatuh merupakan salah satu sasaran keselamatan pasien yang menjadi perhatian dalam pelayanan kesehatan karena dapat menimbulkan cedera, memperpanjang masa perawatan, dan meningkatkan biaya pelayanan. Pasien yang dirawat di rumah sakit jiwa memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap kejadian jatuh akibat gangguan persepsi, penurunan fungsi kognitif, efek samping penggunaan obat psikotropika, serta perubahan perilaku yang dapat memengaruhi kemampuan menjaga keselamatan diri. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mencegah kejadian jatuh adalah pemberian identifikasi kepada pasien yang memiliki risiko jatuh. Namun, pelaksanaan identifikasi pasien risiko jatuh tidak selalu berjalan optimal, salah satunya dipengaruhi oleh ketersediaan sarana identifikasi yang digunakan sebagai penanda pasien berisiko. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan ketersediaan sarana identifikasi risiko jatuh dengan pelaksanaan identifikasi pasien risiko jatuh di Rumah Sakit Jiwa. Metode yang digunakan adalah desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh perawat pelaksana yang bekerja di ruang rawat inap Rumah Sakit Jiwa. Sampel penelitian berjumlah 109 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan lembar observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai ketersediaan sarana identifikasi risiko jatuh berada pada kategori kurang baik, yaitu sebanyak 76 responden (58,5%). Pelaksanaan identifikasi pasien risiko jatuh juga sebagian besar berada pada kategori kurang baik, yaitu sebanyak 71 responden (54,6%). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara ketersediaan sarana identifikasi risiko jatuh dengan pelaksanaan identifikasi pasien risiko jatuh di Rumah Sakit Jiwa (p = 0,003). Ketersediaan sarana identifikasi risiko jatuh yang memadai berperan dalam mendukung pelaksanaan identifikasi pasien secara optimal. Diharapkan penyediaan sarana identifikasi yang sesuai perlu menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan keselamatan pasien dan mencegah kejadian jatuh di rumah sakit jiwa.
Peningkatan Keselamatan Pasien Melalui Sosialisasi Praktik Identifikasi Pasien Kepada Perawat dalam Upaya Menurunkan Kesalahan Medikasi di Ruangan MPKP Kuantan Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau: Penelitian Erma Kasumayanti; Endang Mayasari; Dewi Sulastri Juwita; Eva Mayasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4808

Abstract

Patient safety is a crucial aspect of nursing care quality, particularly in psychiatric hospitals, which face complexities due to communication limitations and fluctuating patient conditions. One common risk is medication errors related to inaccurate patient identification. Observations in the Kuantan MPKP Room, Tampan Mental Hospital, Riau Province, indicate that patient identification prior to medication administration has not been consistently implemented, driven by limited resources in the form of identification labels on medication boxes, as well as suboptimal socialization, supervision, and evaluation of procedure implementation. This Community Service activity aims to improve patient safety by strengthening patient identification practices prior to medication administration. Implementation methods include initial discussions, socialization and simulation of patient identification procedures, provision of photo-based patient identification labels, and monitoring and evaluation through compliance audits. The activity was conducted from December 2 to 11, 2025, involving 14 nurses. The evaluation results showed an increase in nurse compliance, with the majority in the good performance category, as well as optimal utilization of identification facilities. Efforts to reduce the risk of medical errors are carried out through strengthening supervision, providing facilities, and outreach to ensure consistent patient safety practices.
Peningkatan Edukasi Ibu Hamil tentang Faktor Kekurangan Energi Kronis di PMB Bd. Nislawaty: Pengabdian Endang Mayasari; Erma Kasumayanti; Nislawaty Nislawaty; Awari Susanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5447

Abstract

Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan yang berdampak terhadap risiko komplikasi kehamilan dan gangguan kesehatan ibu serta janin. Salah satu penyebab KEK adalah rendahnya pengetahuan ibu hamil mengenai kebutuhan energi dan protein selama kehamilan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang faktor Kekurangan Energi Protein sebagai upaya pencegahan KEK. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 5 sampai dengan 12 di Praktik Mandiri Bidan Bd. Nislawaty, SST, M.Kes dengan metode ceramah, diskusi, dan media leaflet. Materi edukasi meliputi pengertian KEK, faktor penyebab, dampak KEK, serta kebutuhan energi dan protein selama kehamilan. Evaluasi dilakukan melalui tanya jawab untuk menilai pemahaman peserta setelah edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu hamil mengenai pentingnya pemenuhan energi dan protein. Luaran kegiatan berupa artikel ilmiah pada jurnal pengabdian kepada masyarakat.