Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Rancang Bangun

PENGARUH KADAR AKTIVATOR 0,54 DAN RASIO SS/SH (2,0-3,0) PADA BETON GEOPOLIMER DENGAN BAHAN DASAR FLY ASH TERHADAP KUAT TEKAN Agus Setiya Budi; Priya Pamungkas, Rafli; Wibowo
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 10 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/rb.v10i2.3570

Abstract

Beton geopolimer merupakan beton yang menggantikan 100% semen dengan bahan ramah lingkungan. Beton geopo-limer mempunyai reaksi pengikatan yang berbeda dengan beton konvensional yakni reaksi polimerisasi. Bahan ramah lingkungan yang digunakan pada beton geopolimer yaitu hasil samping pembakaran batu bara yang bernama fly ash. Fly ash membutuhkan bahan kimia aktivator untuk mengaktifkan reaksi polimerisasi yang dapat membentuk beton geopolimer. Reaksi antara fly ash dan bahan kimia aktivator dapat membentuk ma-terial yang memiliki sifat seperti semen. Bahan-bahan kimia yang dapat digunakan sebagai aktivator pada reaksi polimerisasi dalam fly ash adalah menggunakan kombinasi alkali silikat dengan alkali hidroksida atau biasa disebut Sodium Silikat (SS) dan Sodium Hidroksida (SH). Penelitian beton geopolimer ini dilakukan di laboratorium dengan metode eksperimen. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder dengan tinggi dan diameter sebesar 30 cm dan 15 cm. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan besarnya kuat tekan beton geopolimer dengan variasi kadar aktivator 0,54 dan rasio sodium silikat dan sodium hidroksida sebesar 2,0; 2,5; dan 3,0 pada beton berumur 28 hari dan curing suhu ruang. Hasil pengujian kuat tekan diperoleh bahwa variasi rasio SS/SH 2,0; 2,5; 3,0 masing-masing sebesar 36,13 MPa, 45,63 MPa, dan 42,17 MPa. Berdasarkan hasil kuat tekan didapatkan hasil maksimum pada rasio SS/SH 2,5 sebesar 45,63 MPa.
Pengaruh Kadar Aktivator 0,53 dan Rasio SS/SH (0,5-1,5) pada Beton Geopolimer dengan Bahan Dasar Fly Ash Terhadap Kuat Tekan dan Toughness Agus Setiya Budi; Dwi Hermawan, Ivan; Wibowo
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 10 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/rb.v10i2.3593

Abstract

Beton geopolimer merupakan varian beton yang reaksi pengikatannya tidak seperti beton konvensional yang menggunakan reaksi hidrasi melainkan reaksi polimerisasi. Beton ini mengaplikasikan fly ash (abu terbang) sebagai bahan pengikatnya dan menggunakan aktivator untuk meningkatkan reaksi polimerisasi yang terjadi serta membantu dalam pencampuran fly ash, pasir, dan kerikil. Aktivator yang dipakai pada penilitian ini adalah menggunakan cairan NaOH atau sodium hidroksida (SH) dan cairan Na2SiO3 atau sodium silikat (SS). Bahan-bahan kimia ini bertujuan untuk memingkatkan kekuatan dari beton, meningkatkan ketahanan lingkungan, dan pengurangan emisi karbon. Kajian ini menerapkan metode eksperimen kuantitatif yang dilakukan di laboratorium, dengan sampel uji berbentuk silinder dengan dimensi 15 cm x 15 cm x 30 cm. Rasio alkali aktivator yang digunakan adalah 0,53 dengan variasi SS/SH sebesar 0,5; 1,0; dan 1,5. Sampel-sampel ini akan diuji setelah benda uji berusia 28 hari. Pengujian dilakukan untuk menentukan nilai kuat tekan pada sampel beton dengan variasi rasio SS/SH dari 0,5 hingga 1,5. Hasil pengujian setelah 28 hari menunjukkan kuat tekan dengan variasi SS/SH 0,5; 1,0; dan 1,5 berturut-turut sebesar 30,48 MPa, 32,06 MPa, dan 35,90 MPa. Berdasarkan pengujian kuat tekan ditemukan bahwa rasio SS/SH yang memberikan hasil terbaik adalah 1,5, dengan kuat tekan 35,90 MPa.
PENGARUH KADAR AKTIVATOR 0,33 DAN RASIO SS/SH (2,0-3,0) PADA BETON GEOPOLIMER DENGAN BAHAN DASAR FLY ASH TERHADAP KUAT TEKAN Dahlilliyanto, Rafilla Hafnan; Agus Setiya Budi; Endah Safitri
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 11 No. 01 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/rb.v11i01.3615

Abstract

Beton geopolimer merupakan beton yang mempunyai reaksi pengikatan yang berbeda dengan beton konvensional. Reaksi yang terdapat pada beton geopolimer adalah reaksi polimerisasi. Beton geopolimer menggunakan limbah hasil pembakaran batu bara yang bernama fly ash (abu terbang). Bahan-bahan kimia yang dapat digunakan untuk mengaktifkan reaksi polimerisasi dalam fly ash adalah menggunakan kombinasi alkali hidroksida dengan alkali silika. Sodium hidroksida (SH) serta sodium silikat (SS) adalah jenis alkali yang digunakan pada beton geopolimer. Sampel beton yang diterapkan pada penelitian ini adalah silinder dengan dimensi 15 cm x 15 cm x 30 cm dengan kadar aktivator 0,33 serta variasi sodium silikat dan sodium hidroksida sebesar 2,0; 2,5; dan 3,0 yang nantinya akan diuji setelah beton berumur 28 hari. Pengujian yang diterapkan adalah untuk mengetahui nilai kuat tekan pada beton geopolimer dengan rasio variasi SS/SH sebesar 2,0-3,0. Dari hasil pengujian kuat tekan didapatkan bahwa rasio variasi SS/SH 2,0; 2,5; 3,0 masing-masing sebesar 41,06 MPa, 41,33 MPa, dan 45,56 MPa. Berdasarkan hasil kuat tekan didapatkan hasil maksimal dengan menggunakan rasio SS/SH sebesar 3,0 dengan kuat tekan sebesar 45,56 MPa.
PENGARUH KADAR AKTIVATOR 0,33 DAN RASIO SODIUM SILIKAT DENGAN SODIUM HIDROKSIDA (0,5-1,5) PADA BETON GEOPOLIMER DENGAN BAHAN DASAR FLY ASH TERHADAP KUAT TEKAN Tampubolon, Jerricho; Agus Setiya Budi; Endah Safitri
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 11 No. 01 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/rb.v11i01.3622

Abstract

Beton geopolimer merupakan beton yang memiliki reaksi berbeda dengan beton konvensional yaitu reaksi polimerisasi. Beton ini menggunakan limbah dari hasil pembakaran batu bara yang bernama fly ash  yang membutuhkan aktivator untuk mengikat campuran dari fly ash  dengan pasir dan kerikil untuk menjadi sebuah beton inovasi pengganti beton konvensional. Bahan kimia yang dapat digunakan untuk mengaktifkan reaksi polimerisasi pada fly ash  adalah dengan menggunakan alkali hidroksida dengan alkali silika atau disebut dengan sodium silikat dan sodium hidroksida (SS/SH). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimen kuantitatif dan dilakukan pada laboratorium struktur dan bahan dengan benda uji silinder dengan tinggi 30 cm dan diameter 15 cm dengan rasio 0,33 untuk perbandingan alkali dengan fly ash  dan variasi SS/SH sebesar 0,5 ; 1,0 ; dan 1,5.. Pengujian yang dilakukan adalah untuk mendapatkan nilai kuat tekan pada beton geopolimer dengan rasio variasi SS/SH sebesar 0,5-1,5. Berdasarkan hasil pengujian slump dan kuat tekan yang sudah dilakukan didapatkan bahwa rasio variasi SS/SH yang memberikan hasil maksimal adalah dengan menggunakan rasio SS/SH sebesar 1,5 dengan kuat tekan sebesar 41,16 MPa dan nilai workability terkecil.
Effect of Activator Level 0.43 and SS/SH Ratio (0.5-1.5) on Compressive Strength of Fly Ash-Based Geopolymer Concrete Muhammad Hayyu 'Alam; Agus Setiya Budi; Setiono
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 11 No. 01 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/rb.v10i2.3712

Abstract

Beton merupakan bahan utama yang umum dipakai dalam proyek-proyek infrastruktur. Peningkatan pembangunan infrastruktur berbanding lurus dengan meningkatnya kebutuhan akan semen sebagai bahan pengikat. Sayangnya, produksi semen menjadi salah satu kontributor utama emisi CO2.  Beton geopolimer mengadopsi abu terbang (fly ash), hasil samping dari pembakaran batu bara, sebagai alternatif bahan pengikat semen dalam matriks betonnya. Fly ash berperan sebagai prekursor pada reaksi kimia dalam beton geopolimer. Oleh karena itu, dibutuhkan aktivator untuk mereaksikan silika dan alumina pada fly ash agar mampu membentuk material dengan kemampuan merekatkan yang kuat. Aktivator yang digunakan adalah sodium silikat (SS) dan sodium hidroksida (SH). Pada penelitian ini diselidiki kuat tekan beton geopolimer pada sejumlah benda uji berbentuk silinder 15 cm x 30 cm dengan variasi perbandingan Na2SiO3 (sodium silikat) terhadap NaOH (sodium hidroksida) 0,5; 1,0; dan 1,5 pada suhu ruang dengan umur 28 hari. Hasil studi menunjukkan kuat tekan optimum diperoleh beton geopolimer dengan rasio sodium silikat terhadap sodium hidroksida 1,5 sebesar 41,13 MPa. Sedangkan pada rasio sodium silikat terhadap sodium hidroksida 0,5 dan 1,0 didapatkan hasil kuat tekan berturut-turut 33,61 MPa dan 34,33 MPa. Dengan demikian, peningkatan rasio sodium silikat terhadap sodium hidroksida berpengaruh terhadap nilai kuat tekan beton geopolimer.