Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI MINAPADI (Studi Kasus Di Desa Arjasari Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya) Andi Sopandi; Pebriani Megandara; Ahmad Ganjar Nugraha; Farid Samsul Bahri; Asep Luzni Adi Nugraha; M. Yayan Royan; Dedi Djuliansah; Zulfikar Noormansyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 12, No 3 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v12i3.20446

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan usahatani minapadi sebagai salah satu bentuk integrasi sistem pertanian dan perikanan yang diterapkan oleh petani di Desa Arjasari, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya. Minapadi merupakan sistem budidaya padi yang dikombinasikan dengan pemeliharaan ikan dalam satu lahan sawah, yang dinilai mampu meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan pendapatan petani. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi literatur dan analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh kategori petani (pemilik-penggarap dan penggarap dengan sistem bagi hasil) memperoleh pendapatan bersih dengan nilai R/C Ratio > 1, yang berarti usahatani minapadi layak secara finansial. Pendapatan tertinggi diperoleh oleh petani pemilik-penggarap sebesar Rp 32.008.970/ha/musim dengan nilai R/C Ratio sebesar 3,95, sedangkan kategori penggarap lainnya tetap memperoleh keuntungan meskipun dengan margin yang bervariasi tergantung sistem bagi hasil dan struktur biaya. Sistem minapadi terbukti memberikan manfaat ganda berupa hasil padi dan ikan sekaligus, serta mampu meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, menekan hama dan penyakit, serta memperbaiki struktur tanah. Studi ini memperkuat temuan-temuan sebelumnya bahwa minapadi merupakan solusi budidaya berkelanjutan yang berpotensi memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di tingkat lokal
PRODUKSI KONSENTRAT MANDIRI SEBAGAI SOLUSI PENGHEMATAN BIAYA PAKAN TERNAK SAPI PERAH (Studi Kasus di KEP Mitra Amanah, Desa Guranteng, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya) Dewi Rahayu; Resti Larasati; Hana Rianti Nurfaridah; Farid Nursoba; Asep Matin; Kirana Nur Ilmiati; R Budiono; Dedi Djuliansah; Zulfikar Noormansyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 12, No 3 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v12i3.20448

Abstract

Sapi perah merupakan komoditas ternak yang berperan strategis dalam penyediaan protein hewani berupa susu untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Produktivitas susu sapi perah, baik kualitas maupun kuantitasnya sangat dipengaruhi oleh pakan. Kenaikan harga pakan komersial berdampak langsung terhadap penurunan kualitas susu dan pendapatan peternak, mengingat pakan merupakan komponen biaya tertinggi dalam usaha peternakan. KEP Mitra Amanah di Desa Guranteng, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya merupakan salah satu kelompok peternak yang memproduksi konsentrat mandiri, sehingga perlu diteliti apakah hal tersebut dapat menjadi solusi penghematan biaya pakan. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi konsentrat mandiri yang dilakukan setiap 7-8 hari sekali di KEP Mitra Amanah mampu menghasilkan sebanyak tiga ton konsentrat. Berdasarkan efisiensi biaya, produksi konsentrat mandiri mampu menurunkan biaya pakan sebesar 15,6% dengan biaya produksi per kilogram sebesar Rp4.220,53. Manfaat lain yang diperoleh, diantaranya pemanfaatan bahan baku lokal, peningkatan kualitas pakan, dan sebagai sumber penghasilan tambahan bagi kelompok. Namun fluktuasi harga dan ketersediaan bahan baku, kurangnya pelatihan teknis untuk peternak, serta keterbatasan sarana produksi masih menjadi hambatan. Studi ini menunjukkan bahwa produksi konsentrat mandiri merupakan strategi adaptif dan berkelanjutan dalam mendukung usaha peternakan sapi perah.
KETERKAITAN DETERMINAN ADOPSI TEKNOLOGI DENGAN KETERTARIKAN PELAKU USAHA PENGOLAHAN IKAN MENGGUNAKAN DIGITAL MARKETING Rifki Muhamad Imadudin; Elmira Syahdanabila Rozak; Ferdiansyah; Zulfikar Noormansyah; Rudi Priyadi; Rina Nuryati
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 9 No 1 (2026): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v9i1.44050

Abstract

The advancement of digital technology opens opportunities for market expansion for business actors; however, the utilization of digital marketing in fish processing enterprises remains suboptimal. This study aims to examine the relationship between seven determinants of technology adoption—Knowledge (X1), Perceived Ease of Use (X2), Trust (X3), Perceived Usefulness (X4), Relative Advantage (X5), Perceived Risk (X6), and Technology Access (X7)—and the intention of fish processing entrepreneurs to implement digital marketing technology. Data collection was conducted using a total sampling method involving all 35 members of the Fishery Product Processing and Marketing Group (Poklahsar) in Tasikmalaya City. Spearman's Rank Correlation was employed as the analytical method appropriate for ordinal-scale data. The results indicate a strong positive correlation with a coefficient of ρ = 0.776, and a t-statistic of 7.064, which exceeds the t-table value of 2.034 at α = 0.05, thereby rejecting the null hypothesis (H₀) with p < 0.001. These findings demonstrate that more favorable determinant factors correspond to a higher intention among business actors to adopt digital marketing. The research implications emphasize the importance of integrated intervention programs that encompass enhancing digital literacy, strengthening trust in digital platforms, and expanding technology accessibility for fishery business actors.