Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI MINAPADI (Studi Kasus Di Desa Arjasari Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya) Andi Sopandi; Pebriani Megandara; Ahmad Ganjar Nugraha; Farid Samsul Bahri; Asep Luzni Adi Nugraha; M. Yayan Royan; Dedi Djuliansah; Zulfikar Noormansyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 12, No 3 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v12i3.20446

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan usahatani minapadi sebagai salah satu bentuk integrasi sistem pertanian dan perikanan yang diterapkan oleh petani di Desa Arjasari, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya. Minapadi merupakan sistem budidaya padi yang dikombinasikan dengan pemeliharaan ikan dalam satu lahan sawah, yang dinilai mampu meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan pendapatan petani. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi literatur dan analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh kategori petani (pemilik-penggarap dan penggarap dengan sistem bagi hasil) memperoleh pendapatan bersih dengan nilai R/C Ratio > 1, yang berarti usahatani minapadi layak secara finansial. Pendapatan tertinggi diperoleh oleh petani pemilik-penggarap sebesar Rp 32.008.970/ha/musim dengan nilai R/C Ratio sebesar 3,95, sedangkan kategori penggarap lainnya tetap memperoleh keuntungan meskipun dengan margin yang bervariasi tergantung sistem bagi hasil dan struktur biaya. Sistem minapadi terbukti memberikan manfaat ganda berupa hasil padi dan ikan sekaligus, serta mampu meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, menekan hama dan penyakit, serta memperbaiki struktur tanah. Studi ini memperkuat temuan-temuan sebelumnya bahwa minapadi merupakan solusi budidaya berkelanjutan yang berpotensi memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di tingkat lokal
PRODUKSI KONSENTRAT MANDIRI SEBAGAI SOLUSI PENGHEMATAN BIAYA PAKAN TERNAK SAPI PERAH (Studi Kasus di KEP Mitra Amanah, Desa Guranteng, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya) Dewi Rahayu; Resti Larasati; Hana Rianti Nurfaridah; Farid Nursoba; Asep Matin; Kirana Nur Ilmiati; R Budiono; Dedi Djuliansah; Zulfikar Noormansyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 12, No 3 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v12i3.20448

Abstract

Sapi perah merupakan komoditas ternak yang berperan strategis dalam penyediaan protein hewani berupa susu untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Produktivitas susu sapi perah, baik kualitas maupun kuantitasnya sangat dipengaruhi oleh pakan. Kenaikan harga pakan komersial berdampak langsung terhadap penurunan kualitas susu dan pendapatan peternak, mengingat pakan merupakan komponen biaya tertinggi dalam usaha peternakan. KEP Mitra Amanah di Desa Guranteng, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya merupakan salah satu kelompok peternak yang memproduksi konsentrat mandiri, sehingga perlu diteliti apakah hal tersebut dapat menjadi solusi penghematan biaya pakan. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi konsentrat mandiri yang dilakukan setiap 7-8 hari sekali di KEP Mitra Amanah mampu menghasilkan sebanyak tiga ton konsentrat. Berdasarkan efisiensi biaya, produksi konsentrat mandiri mampu menurunkan biaya pakan sebesar 15,6% dengan biaya produksi per kilogram sebesar Rp4.220,53. Manfaat lain yang diperoleh, diantaranya pemanfaatan bahan baku lokal, peningkatan kualitas pakan, dan sebagai sumber penghasilan tambahan bagi kelompok. Namun fluktuasi harga dan ketersediaan bahan baku, kurangnya pelatihan teknis untuk peternak, serta keterbatasan sarana produksi masih menjadi hambatan. Studi ini menunjukkan bahwa produksi konsentrat mandiri merupakan strategi adaptif dan berkelanjutan dalam mendukung usaha peternakan sapi perah.
KETERKAITAN DETERMINAN ADOPSI TEKNOLOGI DENGAN KETERTARIKAN PELAKU USAHA PENGOLAHAN IKAN MENGGUNAKAN DIGITAL MARKETING Rifki Muhamad Imadudin; Elmira Syahdanabila Rozak; Ferdiansyah; Zulfikar Noormansyah; Rudi Priyadi; Rina Nuryati
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 9 No 1 (2026): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v9i1.44050

Abstract

The advancement of digital technology opens opportunities for market expansion for business actors; however, the utilization of digital marketing in fish processing enterprises remains suboptimal. This study aims to examine the relationship between seven determinants of technology adoption—Knowledge (X1), Perceived Ease of Use (X2), Trust (X3), Perceived Usefulness (X4), Relative Advantage (X5), Perceived Risk (X6), and Technology Access (X7)—and the intention of fish processing entrepreneurs to implement digital marketing technology. Data collection was conducted using a total sampling method involving all 35 members of the Fishery Product Processing and Marketing Group (Poklahsar) in Tasikmalaya City. Spearman's Rank Correlation was employed as the analytical method appropriate for ordinal-scale data. The results indicate a strong positive correlation with a coefficient of ρ = 0.776, and a t-statistic of 7.064, which exceeds the t-table value of 2.034 at α = 0.05, thereby rejecting the null hypothesis (H₀) with p < 0.001. These findings demonstrate that more favorable determinant factors correspond to a higher intention among business actors to adopt digital marketing. The research implications emphasize the importance of integrated intervention programs that encompass enhancing digital literacy, strengthening trust in digital platforms, and expanding technology accessibility for fishery business actors.
The Regencies and Municipalities Population Food Availability and Affordability in Eastern Priangan Zulfikar Noormansyah; Ivan Chofyan; Dedi Djuliansah; Faqihuddin
MIMBAR : Jurnal Sosial dan Pembangunan Volume 39, No. 1, (June 2023) [Accredited Sinta 2, No 10/E/KPT/2019]
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah (Universitas Islam Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mimbar.v39i1.2152

Abstract

The realization of national food security is expected to be built on regional food security. Local governments are obliged to build their own regional food security, and contribute to national security. This is in line with the mandate of Law No. 23/2014 on Regional Government, which states that food is a mandatory matter for the central and regional governments. In relation to this background, this study aims to determine the availability and affordability of food in the East Priangan region, as one of the food production centers of West Java Province. The research method used is mixed method research with the dominance of quantitative design. Based on the results of the analysis, the research can be concluded that the food security conditions of regencies and municipalities in the East Priangan region are categorized as strong. However, based on the results of the comparative analysis among the regencies and cities, it shows a quite unique condition. The condition of the level of food availability (independent) is inversely proportional to the condition of the level of affordability. Regencies and municipalities that have a high marketable surplus of food tend to have a relatively low level of affordability. Conversely, regencies and municipalities with high food affordability have low marketable surplus.
Analisis Pendapatan dan Kelayakan Usahatani Cabai Besar Pola Kemitraan Fadila Dhiya Ulhaq; Zulfikar Noormansyah; Rina Nuryati
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.23614

Abstract

The production of large chili peppers in Tasikmalaya City is still lower than that of other regencies/cities in West Java. Therefore, efforts are needed to increase large chili production in Tasikmalaya City. One policy recommendation that can be implemented is the development of partnerships between farmers and industry. This study aims to describe the partnership pattern implemented by the Lembah Pasir Mas Association and its partners, analyze the income of Lembah Pasir Mas and its partners, and analyze the feasibility of large chili farming. The research was conducted at the Lembah Pasir Mas Association, Urug Village, Kawalu District, Tasikmalaya City. The research method used was a case study with analytical tools including descriptive analysis, income analysis, and R/C ratio analysis. The results show that the partnership pattern implemented between the Lembah Pasir Mas Association and its partners is a inti–plasma partnership model, in which the Lembah Pasir Mas Association acts as the inti and the partners act as the plasma. Income analysis indicates that large chili farming generates a profit of IDR 124,926,025. The income distribution is based on a 60:40 profit-sharing system, resulting in plasma income of IDR 74,955,615, while the income of the inti is IDR 49,970,410. The R/C ratio analysis shows that large chili farming under the partnership scheme is financially feasible with an R/C value of 2.50. Plasma have the highest R/C value of 3.14, while the inti has the lowest R/C value of 2.03.
PENGARUH MOTIVASI DAN PERSEPSI SISWA SMK PERTANIAN KABUPATEN TASIKMALAYA TERHADAP MINAT BEKERJA DI SEKTOR PERTANIAN Ramadhan Ihlasul Amal; Elis Sopia; Wulan Sri Damayanti; Muhammad Salman Alfarisi; Bara Wibawa Sumira; Zulfikar Noormansyah; Rina Nuryati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 13, No 3 (2026): September 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v13i3.24500

Abstract

Sekolah kejuruan pertanian diharapkan menghasilkan lulusan yang siap secara teknis dan siap secara psikologis untuk bekerja di sektor pertanian. Namun demikian, minat kaum muda di bidang pertanian sering dipengaruhi oleh faktor motivasi, dukungan sosial, pengalaman belajar, dan persepsi tentang peluang karir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi dan persepsi terhadap minat siswa sekolah menengah kejuruan pertanian untuk bekerja di sektor pertanian. Penelitian ini menggunakan pendekatan survei kuantitatif yang melibatkan 66 siswa dari dua sekolah kejuruan pertanian. Variabel yang digunakan adalah motivasi (X1), persepsi (X2), dan minat bekerja di bidang pertanian (Y). Motivasi diukur melalui indikator eksistensi, keterkaitan, pertumbuhan, dan efikasi diri, sedangkan persepsi diukur melalui indikator lingkungan sosial, pengalaman, dan pengembangan informasi. Minat siswa diukur melalui indikator perhatian, daya tarik, kepuasan finansial, dan keterlibatan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, dan regresi linier berganda. Uji reliabilitas menunjukkan nilai Alpha Cronbach sebesar 0,834 untuk motivasi, 0,819 untuk persepsi, dan 0,828 untuk minat, yang menunjukkan instrumen yang reliabel. Model regresi yang diperoleh adalah Y = 10,041 + 0,402X1 + 0,839X2. Uji F menunjukkan bahwa motivasi dan persepsi secara simultan memiliki pengaruh signifikan terhadap minat siswa (F = 64,518; p < 0,001). Uji t menunjukkan bahwa motivasi (t = 3,139; p = 0,003) dan persepsi (t = 5,884; p < 0,001) memiliki pengaruh positif yang signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan motivasi siswa dan peningkatan persepsi positif terhadap pertanian merupakan strategi penting untuk mendorong minat karir pertanian di kalangan siswa vokasi.
Risiko Ekonomi Dan Sumber Keragaman Pendapatan Usahatani Jagung Di Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis Elmira Syahdanabila Rozak; Rina Nuryati; Dedi Djuliansah; Zulfikar Noormansyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 13, No 3 (2026): September 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v13i3.26833

Abstract

Penelitian risiko usahatani umumnya menyoroti sisi produksi dan harga, sedangkan sisi biaya belum diperiksa secara setara padahal ikut menentukan keragaman pendapatan. Penelitian ini mengukur risiko ekonomi usahatani jagung pada empat indikator, yaitu produksi, harga, penerimaan, dan pendapatan, serta menelusuri sumber keragaman pendapatan pada komponen biaya. Data primer dikumpulkan dari 109 petani jagung di Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, yang terdiri atas Desa Buanamekar (n = 60) dan Desa Sindangbarang (n = 49). Risiko diukur dengan simpangan baku, koefisien variasi, dan batas bawah pendapatan, yang seluruhnya dihitung per hektar agar tidak bias oleh perbedaan luas garapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko produksi tergolong rendah (KV = 0,2097; L = 3.106,44 kg/ha), demikian pula risiko harga (KV = 0,0812; L = Rp5.113,00/kg) dan risiko penerimaan (KV = 0,2224; L = Rp18.165.780). Sebaliknya, keragaman pendapatan tergolong tinggi dengan KV sebesar 1,0020 dan batas bawah negatif sebesar Rp−15.206.772 per hektar. Sumber keragaman tersebut terletak pada sisi biaya, yaitu koefisien variasi total biaya sebesar 0,7864 atau 3,54 kali koefisien variasi penerimaan, dengan komponen input produksi sebagai komponen paling beragam (KV = 1,3938). Perbandingan tersebut menjadi temuan utama karena membandingkan dua besaran yang sejenis. Penerimaan dan biaya per hektar tidak berkorelasi (r = 0,069; p = 0,479), sehingga usahatani berbiaya tinggi tidak memperoleh penerimaan yang sepadan, dan sebanyak 10,1 persen responden mengalami pendapatan negatif. Pengendalian biaya karena itu menjadi jalur utama penurunan risiko usahatani jagung di lokasi penelitian, bukan peningkatan produksi maupun stabilisasi harga.