Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Hubungan Karakteristik Kewirausahaan dengan Kinerja Usaha Pembudidaya Ikan Nila di Kecamatan Padakembang Kabupaten Tasikmalaya Camalia Tanjung Sari; Riantin Hikmah Widi; Suprianto Suprianto
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 15, No 2 (2021): TEKNOTAN, Desember 2021
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol15n2.8

Abstract

Subsektor perikanan memiliki peran dalam menunjang perkembangan ekonomi nasional, seperti penciptaan lapangan pekerjaan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta diharapkan mampu meningkatkan asupan gizi masyarakat. Seperti sektor-sektor lainnya di bidang pertanian, sektor perikanan juga memiliki tingkat resiko dan ketidakpastian yang tinggi, karena selain skill dan pengetahuan, alam juga merupakan salah satu penentu keberhasilan suatu usaha.  Untuk itu, seorang petani harus memiliki jiwa kewirausahaan agar mampu menjalankan usahanya dengan baik. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis karakteristik kewirausahaan, kinerja usaha, dan hubungan antara karakteristik kewirausahaan dengan kinerja usaha pembudidaya ikan nila yang ada di Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian dilakukan bulan Februari hingga Agustus 2021. Menggunakan metode survei dengan instrumen kuesioner, sampel responden sebanyak 31 pembudidaya ikan nila. Alat analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis korelasi Rank Spearman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana karakteristik kewirausahaan pembudidaya ikan nila, bagaimana kinerja usaha pembudidaya ikan nila dan apakah ada hubungan antara karakteristik kewirausahaan dengan kinerja usaha pembudidaya ikan nila di Kecamatan Padakembang Kabupaten Tasikmalaya. Hasil menunjukkan bahwa karakteristik kewirausahaan pembudidaya ada pada kategori tinggi, hal tersebut berarti secara keseluruhan pembudidaya telah memiliki karakteristik kewirausahaan yang baik. Kinerja usaha pembudidaya ada pada kategori tinggi, hal tersebut berarti secara keseluruhan pembudidaya ikan telah memiliki kinerja usaha yang baik. Hubungan antara karakteristik kewirausahaan dengan kinerja usaha memiliki hubungan yang positif dan signifikan dengan koefisien korelasi sebesar 0,564. Hal ini berarti ketika karakteristik kewirausahaan meningkat maka kinerja usaha cenderung akan meningkat.
PENENTUAN KOMODITAS UNGGULAN TANAMAN PANGAN DAN TERNAK RUMINANSIA DI KABUPATEN TASIKMALAYA Riantin Hikmahwidi
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 4, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.08 KB) | DOI: 10.25157/ma.v4i1.868

Abstract

Penelitian dilaksanakan dengan tujuan untuk menentukan: (1) Komoditas unggulan tanaman pangan di Kabupaten Tasikmalaya, dan (2) Komoditas unggulan ternak ruminansia di Kabupaten Tasikmalaya. Data yang digunakan berupa data sekunder yang dianalisis dengan menggunakan Static Location Quotient (SLQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Komoditas tanaman pangan (padi sawah, jagung, ubi kayu, ubi jalar) merupakan komoditas unggulan pada beberapa kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya, dan (2) Komoditas ternak ruminansia (sapi potong, kambing, domba) merupakan komoditas unggulan pada beberapa kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya. Kata kunci: Komoditas unggulan, tanaman pangan, ternak ruminansia
PERSEPSI PETANI PADI SAWAH TERHADAP POLA KEMITRAAN DENGAN BADAN USAHA MILIK RAKYAT (BUMR) PANGAN Riantin Hikmah Widi; Tuti Karyani; Hepi Hapsari; Lucyana Trimo; Tedi Hartoyo
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 6, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.531 KB) | DOI: 10.25157/ma.v6i2.3291

Abstract

Society-owned enterprises (BUMR) Food offer partnership patterns with farmers to overcome the classic problems faced by farmers so far, namely the low capital, access to sources of capital, access to technology, and market penetration. The partnership pattern offered by BUMR Food is in the form of non-collateral loan assistance accompanied by assistance and providing agricultural insurance to farmers. Farmers are required to plant rice using varieties determined by the BUMR Food and sell their grain to BUMR Food at a price determined based on the quality of grain produced by farmers. Farmers' decision to establish a partnership with BUMR Food is greatly influenced by their perception of the partnership pattern. The purpose of this study is to: (1) identify the pattern of partnership of paddy rice farmers with BUMR Food, and (2) analyze the perception of paddy rice farmers to the pattern of partnership with BUMR Food. The research method used was a survey, with a population of all paddy rice farmers who followed the pattern of collaboration with the BUMR Food in Sukabumi Regency. The sampling technique used is Simple Random Sampling. The first research objective was analyzed descriptively, while the second research objective was analyzed using the Spearman Rank correlation test. The results show: (1) The partnership pattern in the form of Agribusiness Operational Cooperation, where the partner company (BUMR Food) provides non-collateral loans, provides technical assistance in cultivation, and acts as an offtaker (receives the results of production), and (2) the perception of farmers lowland rice to the partnership pattern with BUMR Food is generally positive both in terms of relative profitability, suitability and complexity.
Pengaruh Luas Kolam dan Harga Jual Terhadap Pendapatan Usaha Pembesaran Ikan Nila Black Prima Indri Rahmatunisa; Dedi Darusman; Riantin Hikmah Widi
Jurnal Agristan Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Agristan
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.691 KB) | DOI: 10.37058/ja.v3i1.2950

Abstract

Luas kolam merupakan permasalahan yang sangat unik terkait dengan penggunaan sumber daya yang dimiliki petani dalam proses produksi ikan nila. Harga jual ikan nila merupakan variabel yang diduga berpengaruh dalam proses keberlanjutan usaha ikan nila. Ikan nila merupakan jenis ikan konsumsi dan hidup di air tawar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh luas kolam dan harga jual terhadap pendapatan usaha pembesaran ikan nila black prima baik secara simultan maupun parsial. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode survei. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu menggunakan simple random sampling. Populasi pembudidaya ikan nila black prima di Kecamatan Sukaraja sebanyak 51 orang. Besarnya ukuran sampel yang diambil ditentukan dengan menggunakan rumus slovin, sehingga ukuran sampel dalam penelitian ini sebanyak 34 orang pembudidaya. Luas kolam dan harga jual secara simultan berpengaruh terhadap pendapatan usaha pembesaran ikan nila black prima. Sedangkan secara parsial luas kolam dan harga jual berpengaruh terhadap pendapatan usaha pembesaran ikan nila black prima.
Daya Saing Pala, Lawang, dan Kapulaga Indonesia di Pasar Internasional Nyimas Aliya Suhartini; Riantin Hikmah Widi; Dedi Darusman
Jurnal Agristan Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Agristan
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/agristan.v3i2.3685

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya saing pala, lawang, dan kapulaga Indonesia di pasar internasional dilihat dari posisi atau kecenderungan Indonesia sebagai importir atau eksportir, keunggulan komparatif Indonesia, dan spesialisasi ekspor Indonesia untuk komoditas pala, lawang, dan kapulaga (rempah HS 0908). Metode yang digunakan adalah studi kasus. Data yang digunakan adalah data sekunder runtun waktu (time series) periode tahun 2004-2018. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Januari 2021 sampai dengan Agustus 2021. Analisis menggunakan Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP) untuk menganalisis  posisi atau kecenderungan negara Indonesia sebagai eksportir atau importir pada komoditas pala, lawang, dan kapulaga, Revealed Comparative Advantage (RCA) untuk menganalisis keunggulan komparatif pala, lawang, dan kapulaga Indonesia, dan Comparative Export Performence (CEP) untuk menganalisis spesialisasi ekspor rempah HS 0908 Indonesia ke pasar internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rempah HS 0908 Indonesia memiliki daya saing di pasar internasional. Hal tersebut dilihat dari kecenderungan Indonesia sebagai eksportir rempah HS 0908 dengan rata-rata nilai ISP 0,983. Indonesia memiliki keunggulan komparatif dengan rata-rata nilai RCA 21,597. Ekspor pala, lawang, dan kapulaga Indonesia pun sudah terspesialisasi dengan rata-rata nilai CEP 3,028. Indonesia menjadi negara dengan daya saing tertinggi kedua setelah Guatemala yang memiliki rata-rata nilai ISP 0,997, rata-rata nilai RCA 885,830, dan rata-rata nilai CEP 6,731. Posisi ketiga diduduki oleh India yang memiliki rata-rata nilai ISP 0,229, rata-rata nilai RCA 8,404, dan rata-rata nilai CEP 2,099. Sedangkan posisi keempat diduduki oleh Netherland yang memiliki rata-rata nilai ISP -0,026, rata-rata nilai RCA 1,872, dan rata-rata nilai CEP 0,583.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN KEDELAI DI KOTA BANDUNG Rizal Aji Santoso; Riantin Hikmah Widi; Candra Nuraini
Jurnal Agristan Vol 5, No 2 (2023): Jurnal Agristan
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/agristan.v5i2.8862

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi tingkat permintaan kedelai di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis data sekunder. Data sekunder terdiri dari permintaan kedelai, harga kedelai, harga daging ayam, harga beras medium, jumlah penduduk, dan pendapatan perkapita dalam semester dari tahun 2011 sampai 2022. Penelitian ini menggunakan alat analisis yaitu analisis regresi linier berganda dengan menggunakan aplikasi SPSS (versi 26) sebagai alat bantu dalam proses analisis. Hasil analisis menyatakan bahwa nilai dari koefisien determinasi (R2) adalah sebesar 0,877. Secara bersama-sama variabel independen yang digunakan berpengaruh secara nyata terhadap permintaan kedelai di Kota Bandung dengan tingkat kepercayaan sebesar 99 persen. Sementara secara parsial variabel yang berpengaruh nyata adalah harga kedelai, harga beras medium, dan pendapatan perkapita dengan tingkat kepercayaan masing-masing sebesar 95 persen. Sedangkan variabel harga daging ayam dan variabel jumlah penduduk tidak berpengaruh nyata terhadap permintaan kedelai di Kota Bandung.
HUBUNGAN ANTARA PERAN PENYULUH DENGAN EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PENYULUHAN PADA PROGRAM PENGEMBANGAN KOMODITAS UNGGULAN BELIMBING MADU DI KECAMATAN LANGENSARI KOTA BANJAR Ella Nurmawati; Riantin Hikmah Widi; Zulfikar Noormansyah; Tintin Febrianti
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 6, No 2 (2023): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v6i2.3425

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran penyuluh, efektivitas pelaksanaan penyuluhan serta menganalisis hubungan peran penyuluh dengan efektivitas pelaksanaan penyuluhan pada program pengembangan komoditas unggulan belimbing madu. Metode penelitian menggunakan metode survey. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive di Kecamatan Langensari Kota Banjar. Penentuan sampel dari masing-masing desa digunakan metode proportional random sampling untuk mengumpulkan 64 petani belimbing madu.. Data dianalisis dengan menggunakan uji Koefisien Konkordans Kendal-W dan uji Korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh dengan efektivitas pelaksanaan penyuluhan pada program pengembangan komoditas unggulan belimbing madu sebesar 84,75 persen termasuk kategori sangat tinggi. Efektivitas pelaksanaan penyuluhan program pengembangan komoditas unggulan belimbing madu sebesar 83,33 persen termasuk kategori tinggi, dan terdapat hubungan yang positif atau signifikan antara peran penyuluh dengan efektivitas pelaksanaan penyuluhan pada program pengembangan komoditas unggulan belimbing madu di Kecamatan Langensari Kota Banjar
ANALISIS KELAYAKAN USAHA PADA AGROINDUSTRI KOPI ROBUSTA BUBUK DI KECAMATAN RAJADESA KABUPATEN CIAMIS Rozak, Elmira Syahdanabila; Noormansyah, Zulfikar; Widi, Riantin Hikmah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 11, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v11i2.12763

Abstract

Kecamatan Rajadesa merupakan sentra produksi kopi robusta di Kabupaten Ciamis. Potensi tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan usaha salah satunya yaitu agroindustri kopi bubuk.  Penelitian ini bertujuan (1) menghitung besarnya biaya, penerimaan, dan pendapatan yang diperoleh agroindustri kopi di Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis; (2) mengetahui kelayakan usaha agroindustri kopi yang ada di Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis. Rancangan pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik sensus atau sampling total. Analisis data yang digunakan adalah Analisis Biaya dan Pendapatan, Kelayakan usaha yakni Revenue Cost Ratio (R/C Ratio) dan Break Event Point (BEP). Hasil penelitian menunjukkan: (1) Biaya rata-rata yang dikeluarkan dalam produksi kopi bubuk sebesar Rp10.236.594,00 dalam satu bulan, dengan penerimaan rata-rata sebesar Rp13.500.000,00, sehingga pendapatan rata-rata yang diperoleh agroindustri ini sebesar           Rp3.263.406,00; (2) Agroindustri kopi bubuk ini layak atau menguntungkan untuk diusahakan, secara ekonomi diukur dengan R/C ratio sebesar 1,32 (R/C ratio > 1) dan rata-rata BEP produksi sebesar 114 kilogram untuk dua kali proses produksi dalam satu bulan, serta rata-rata BEP harga sebesar Rp68.244,00.
ANALISIS KELAYAKAN USAHA PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA KERIPIK PISANG DI DESA SELAMANIK KECAMATAN CIPAKU KABUPATEN CIAMIS Nurianti, Suci; Noormansyah, Zulfikar; Widi, Riantin Hikmah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 11, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v11i2.13103

Abstract

Kabupaten Ciamis merupakan salah satu daerah yang banyak menghasilkan komoditas pisang di Jawa Barat. Buah pisang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk dijadikan produk olahan makanan salah satunya melalui industri rumah tangga keripik pisang yang banyak diusahakan di Desa Selamanik, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis. Penelitian ini bertujuan (1) menghitung besarnya biaya, penerimaan, dan pendapatan yang diperoleh melalui industri rumah tangga keripik pisang yang banyak diusahakan di Desa Selamanik, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis; (2) mengetahui kelayakan usaha dari melalui industri rumah tangga keripik pisang yang banyak diusahakan di Desa Selamanik, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis. Sampel diambil secara sengaja (Purposive Sampling) terhadap tiga pelaku usaha yang aktif memproduksi dan memasarkan keripik pisang. Analisis data yang digunakan adalah Analisis Biaya dan Pendapatan, Kelayakan usaha yakni Revenue Cost Ratio (R/C Ratio). Hasil penelitian menunjukkan: (1) Biaya rata-rata yang dikeluarkan industri rumah tangga keripik pisang selama satu bulan atau 26 kali produksi adalah sebesar Rp77.496.471, dan mendapatkan penerimaan sebesar Rp86.222.222 serta memperoleh pendapatan bersih sebesar Rp8.725.751; (2) Industri rumah tangga keripik pisang ini layak untuk diusahakan dengan nilai R/C ratio sebesar 1,11 (R/C ratio > 1).
MODEL PENGEMBANGAN PROGRAM WIRAUSAHA BARU BERKELANJUTAN SEKTOR PERTANIAN DI KOTA TASIKMALAYA Muflihah, Ulfah; Heryadi, D Yadi; Widi, Riantin Hikmah
Adbispreneur Vol 8, No 3 (2023): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/adbispreneur.v8i3.47912

Abstract

The New Entrepreneurship Program (WUB) will be implemented over a period of five years (2018-2022) at the Tasikmalaya City regional apparatus covering various fields including the agricultural sector. The success of the WUB program can determine the sustainability of the program. The purpose of this research is: (1) to determine the success of the new agricultural sector entrepreneur program in Tasikmalaya City, (2) to analyze the factors that influence the success and sustainability of the agricultural sector new entrepreneur program in Tasikmalaya City, and (3) formulate a development model for sustainable new entrepreneur program agriculture sector in Tasikmalaya City. This research method uses a survey method. The method used to analyze the success rate of the WUB program in the agricultural sector is the average score on the dimensions of program success, factor analysis of measurement models, and structural models using the SEM Warp-PLS model. This shows the success rate of the agricultural sector WUB program in Tasikmalaya City as a whole the dimensions are 82.48% including the successful category. The characteristics of the actors and supporting institutions influenced the success and sustainability of the WUB program. The success of the WUB program is a mediating variable for the influence of supporting institutions on the sustainability of the WUB program. The model for developing a sustainable new entrepreneurial program for the agricultural sector in Tasikmalaya City can be realized in a synergistic penta helix model. Program Wirausaha Baru (WUB) dilaksanakan dalam kurun lima tahun (2018-2022) pada perangkat daerah Kota Tasikmalaya meliputi berbagai bidang termasuk sektor pertanian. Keberhasilan program WUB dapat menentukan keberlanjutan program tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui keberhasilan program wirausaha baru sektor pertanian di Kota Tasikmalaya, (2) menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan dan keberlanjutan program wirausaha baru sektor pertanian di Kota Tasikmalaya, dan (3) merumuskan model pengembangan program wirausaha baru berkelanjutan sektor pertanian di Kota Tasikmalaya. Metode penelitian ini menggunakan metode survei. Metode yang digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan program WUB sektor pertanian dengan metode rata-rata skor pada dimensi keberhasilan program, analisis faktor model pengukuran dan model struktural menggunakan permodelan SEM Warp-PLS. Hasil penelitian menunjukkan tingkat keberhasilan program WUB sektor pertanian di Kota Tasikmalaya secara keseluruhan dimensi sebesar 82,48% termasuk kategori berhasil. Karakteristik pelaku dan kelembagaan pendukung berpengaruh terhadap keberhasilan dan keberlanjutan program WUB. Keberhasilan program WUB merupakan variabel mediasi pengaruh kelembagaan pendukung terhadap keberlanjutan program WUB. Model pengembangan program wirausaha baru berkelanjutan sektor pertanian di Kota Tasikmalaya dapat diwujudkan dalam model penta helix secara sinergis.