Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Respon Masyarakat terhadap Pemeriksaan SWAB Antigen dan Vaksinasi Covid-19 Fitria Hasanuddin; St. Suarniati; Nasriani
Jurnal Mitrasehat Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v12i1.322

Abstract

Virus corona atau sering dikenal dengan Covid-19 merupakan salah satu jenis virus yang menyebabkan penyakit pada manusia. Penularan corona virus 19 yang disebabkan oleh SARS–CoV masih melanda dunia khususnya Indonesia. Pada pelaksanaan pemberian vaksin banyak faktor yang mempengaruhi dan penerimaan pemeriksaan antigen sebagai langkah awal untuk menscreening kejadian covid 19 dan vaksinasi sebagai upaya meningkatkan imunitas. Persepsi dan gambaran masyarakat terhadap vaksin menjadi ujung tombak dalam menyukseskan pemberian vaksin di tengah masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon masyarakat terhadap swab antigen dan vaksinasi covid–19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang berbentuk deskriptif analitik, dengan studi korelasi dan desain studi cross-sectional. Instrument yang digunakan berbasis online. Hasil : terdapat 61 (51,7%) responden yang pernah melakukan pemeriksaan Swab antigen yang terdiri pernah melakukan pemeriksaan antigen 1 kali : 24 responden, 2 kali 16 responden, >2 kali 21 responden dan 57 ( 48,3%) responden yang belum pernah melakukan pemeriksaan swab antigen. Gambaran penerimaan masyarakat terhadap vaksinasi covid -19 pada masa penelitian ini adalah yakni 13 (11%) sudah melakukan vaksinasi , dan belum vaksinasi 105 ( 89%). Dan ketika diberlakukan dan ditawarkan vaksinasi dimasyarakat terdapat responden yang bersedia sebanyak 72 (61%), menolak 15 (12,7%) dan 31 (26,3%) masih ragu-ragu. Kesimpulan : penerimaan masyarakat terhadap pemeriksaan swab antigen yang pernah melakukan pemeriksaan paling banyak dikarenakan ada kontak erat dengan pasien yang terkonfirmasi positif covid 19 sebanyak 26 (22%), menolak karena tidak ada gejala yang berarti untuk urgensi pemeriksaan sebanyak 37 (31,4%). Data penerimaan masyarakat terhadap vaksin, dimana terbanyak yang bersedia karena untuk meningkatkan system kekebalan tubuh 29 (24%), menolak terbanyak dikarenakan adanya berita di tengah masyarakat bahwa sudah ada orang yang pernah di vaksin tapi masih tetap terinfeksi virus covid-19 sebanyak 6 (0,5%) dan ragu-ragu terbanyak dikarenakan vaksin tersebut belum selesai uji coba dan terlalu banyak jenisnya terbanyak 6 (0,5%).
Penerapan Terapi Murottal Al-Qur’an Terhadap Kecemasan Pada Klien Pre-Operatif Di Rs It Tk Ii 14.05.01 Pelamonia Makassar Sri Fifi Safitri; Nurlina; Harmawati; St. Suarniati
Jurnal Mitrasehat Vol. 12 No. 2 (2022): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v12i2.330

Abstract

Pendahuluan: Kecemasan adalah perasaan tidak tenang yang samar-samar karena tidak nyamanan atau ketakutan yang disertai dengan tidak pastian, tidak berdayaan, isolasi dan tidak amanan. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi kecemasan adalah dengan terapi Murottal Al-Qur’an. Tujuan: Mengetahui penerapan terapi Murottal Al-Qur’an terhadap kecemasan klien pre-operatif. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan studi kasus deskriptif disajikan dalam bentuk narasi dengan menggunakan metode pengumpulan data observasi dan wawancara. Hasil: Setelah penerapan terapi Murottal Al-Qur’an selama 3 hari terdapat penurunan kecemasan pada klien. Kesimpulan:Terjadi penurunan kecemasan pada klien setelah penerapan terapi murottal Al-Qur’an. Saran: Dapat menerapkan terapi murottal Al-Qur’an terhadap kecemasan klien pre operatif
Effectivity of Restrain Management Training on Nurses at RSKD Dadi, South Sulawesi Province Anna. AS, A. Nur; Suarniati, St; Halim, Abdul; Nur, Wahyunita; Khairunnisah, Khairunnisah
Jurnal Kesehatan Manarang Vol 9 No 3 (2023): December 2023
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/jkm.v9i3.912

Abstract

Background: Schizophrenia is a mental disorder with a very high prevalence in Indonesia, which is around 7 million per 1000 population (Riskedas, 2018). Schizophrenia can cause sufferers to behave aggressively, which can cause injury to the patient himself or other people, including nurses. If the client's aggressive behavior increases, the actions that can be applied are crisis management and restraint strategies. Objective: to determine the effect of restraint management on the knowledge, skills, and attitudes of nurses at RSKD DADI, South Sulawesi Province. Method: The type of research used is a quasi-experiment. The sample was divided into two groups: intervention and control groups. This research was conducted in November 2022. The population for this study were nurses at RSKD DADI South Sulawesi Province; the sample was determined by consecutive sampling, namely 20 people in the intervention group and 20 people in the control group, so the total sample was 40 people. Results: There is a significant difference in the mean knowledge of nurses regarding restraint management between the control group (M=7.75, SD=1.585) and the intervention group (M=10.05, SD=3.170) with a t-test value of 3.359, and a p-value of <0.003. There is a significant difference in the mean skills of nurses between the control group (M=29.85, SD=3.92) and the intervention group (M=34.25, SD=1.743) with a t-test value of 5.646 and a p-value of <0.000. There is a significant difference in the attitudes of nurses between the control group (M=21.35, SD=4.107) and the intervention group (M=24.70, SD=5.611) with a t-test value of 2.258, and a p-value of <0.036. Conclusion: The research findings showed a significant increase in the mean scores of knowledge, attitude, and skills after participating in the restraint training.
Edukasi dan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar pada Sentra Komunikasi Mitra Polri Provinsi Sulawesi Selatan Nur, Muhammad Purqan; Suarniati, St.; Hasanuddin, Fitria; Ismunandar, Ismunandar
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Oktober - Desember
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/pjpm.v4i4.2443

Abstract

Indonesia is prone to natural disasters, such as geological and hydrometeorological disasters. This is because the geography, geology, hydrology, climate, and population conditions in Indonesia are prone to disasters caused by non-natural factors such as natural disasters and man-made disasters. Both can cause loss of life, environmental damage, property damage, and psychological impact. This service aims to increase the general community's knowledge of Senkom Mitra Polri, particularly regarding basic life support. The implementation method, namely education using practical modules and training using mannequins, was carried out on February 28, 2023, at the Baitul Ilmi student boarding school building, attended by 30 participants from Gowa Regency and Makassar City. The stages of training implementation consisted of registration of participants, pre-test, provision of material, simulation of basic life support practices by participants one by one with team assistance, post-test, and skills test. This activity involved a doctor with an emergency background providing general material related to basic life support. The results showed that 80% of the trainees understood the material provided. It is hoped that this activity can form a first responder community and increase the role of the community, especially the police partner Senkom in rescuing cardiac arrest patients.