Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Penerapan Terapi Murottal Al-Qur’an Terhadap Kecemasan Pada Klien Pre-Operatif Di Rs It Tk Ii 14.05.01 Pelamonia Makassar Sri Fifi Safitri; Nurlina; Harmawati; St. Suarniati
Jurnal Mitrasehat Vol. 12 No. 2 (2022): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v12i2.330

Abstract

Pendahuluan: Kecemasan adalah perasaan tidak tenang yang samar-samar karena tidak nyamanan atau ketakutan yang disertai dengan tidak pastian, tidak berdayaan, isolasi dan tidak amanan. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi kecemasan adalah dengan terapi Murottal Al-Qur’an. Tujuan: Mengetahui penerapan terapi Murottal Al-Qur’an terhadap kecemasan klien pre-operatif. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan studi kasus deskriptif disajikan dalam bentuk narasi dengan menggunakan metode pengumpulan data observasi dan wawancara. Hasil: Setelah penerapan terapi Murottal Al-Qur’an selama 3 hari terdapat penurunan kecemasan pada klien. Kesimpulan:Terjadi penurunan kecemasan pada klien setelah penerapan terapi murottal Al-Qur’an. Saran: Dapat menerapkan terapi murottal Al-Qur’an terhadap kecemasan klien pre operatif
Penerapan Asuhan Keperawatan Pada Ibu Post Operasi Sectio Caesarea Dalam Pemenuhan Kebutuhan Aktivitas Dan Istirahat Vinny Octaviani Pakamundi; Zulfia Samiun; St. Suarniati; Nasriani
Jurnal Mitrasehat Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v11i2.303

Abstract

Latar Belakang : Sectio Caesarea adalah persalinan yang dilakukan dengan membuat sayatan pada dinding uterus melalui dinding depan perut. Persalinan melalui Sectio Caesarea menyebabkan adanya luka bekas operasi yang cukup besar, luka operasi ini menimbulkan nyeri dan membuat ibu khawatir untuk bergerak, sehingga ibu lebih memilih berbaring dan tidak mau melakukan mobilisasi setelah operasi. Mobilisasi sangat penting untuk ibu post SC yaitu untuk membantu proses penyembuhan luka, pengeluaran lochea juga pemulihan kekuatan ibu akan terpengaruh. Tujuan Penelitian : Memperoleh gambaran asuhan keperawatan pada ibu post operasi section caesarea dalam pemenuhan kebutuhan aktivitas dan istirahat. Metode Penelitian : Teknik pengumpulan data menggunakan instrument format pengkajian kebutuhan aktivitas dengan pemenuhan pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan observasi. Hasil : Setelah implementasi selama 3 hari penulis mendapatkan data subjektif yaitu klien mengatakan mampu beraktivitas secara mandiri dan nyeri pada perut dapat dikontrol. Data Objektif : klien nampak lebih rileks dan mampu melakukan aktivitas sendiri, pada mobilisasi tahap 6-10 jam pertama klien mampu menggerakan ekstremitas, dan miring kiri miring kanan hari kedua klien sudah mampu duduk, dan hari ketiga klien mampu berjalan. Kesimpulan : Setelah dilakukan tindakan pada klien selama 3 hari dengan masalah gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan nyeri didapatkan klien mampu beraktivitas sendiri secara perlahan lahan dan defisit perawatan diri berhubungan dengan penurunan motivasi didapatkan klien mampu merawat dirinya secara mandiri. Saran : pada penerapan asuhan keperawatan ini diharapkan keluarga dapat terlibat dan membantu klien dapat beraktiviats dan merawat diri, dan pentingnya untuk mengetahui perawatan yang tepat untuk klien
Respon Masyarakat terhadap Pemeriksaan SWAB Antigen dan Vaksinasi Covid-19 Fitria Hasanuddin; St. Suarniati; Nasriani
Jurnal Mitrasehat Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v12i1.322

Abstract

Virus corona atau sering dikenal dengan Covid-19 merupakan salah satu jenis virus yang menyebabkan penyakit pada manusia. Penularan corona virus 19 yang disebabkan oleh SARS–CoV masih melanda dunia khususnya Indonesia. Pada pelaksanaan pemberian vaksin banyak faktor yang mempengaruhi dan penerimaan pemeriksaan antigen sebagai langkah awal untuk menscreening kejadian covid 19 dan vaksinasi sebagai upaya meningkatkan imunitas. Persepsi dan gambaran masyarakat terhadap vaksin menjadi ujung tombak dalam menyukseskan pemberian vaksin di tengah masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon masyarakat terhadap swab antigen dan vaksinasi covid–19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang berbentuk deskriptif analitik, dengan studi korelasi dan desain studi cross-sectional. Instrument yang digunakan berbasis online. Hasil : terdapat 61 (51,7%) responden yang pernah melakukan pemeriksaan Swab antigen yang terdiri pernah melakukan pemeriksaan antigen 1 kali : 24 responden, 2 kali 16 responden, >2 kali 21 responden dan 57 ( 48,3%) responden yang belum pernah melakukan pemeriksaan swab antigen. Gambaran penerimaan masyarakat terhadap vaksinasi covid -19 pada masa penelitian ini adalah yakni 13 (11%) sudah melakukan vaksinasi , dan belum vaksinasi 105 ( 89%). Dan ketika diberlakukan dan ditawarkan vaksinasi dimasyarakat terdapat responden yang bersedia sebanyak 72 (61%), menolak 15 (12,7%) dan 31 (26,3%) masih ragu-ragu. Kesimpulan : penerimaan masyarakat terhadap pemeriksaan swab antigen yang pernah melakukan pemeriksaan paling banyak dikarenakan ada kontak erat dengan pasien yang terkonfirmasi positif covid 19 sebanyak 26 (22%), menolak karena tidak ada gejala yang berarti untuk urgensi pemeriksaan sebanyak 37 (31,4%). Data penerimaan masyarakat terhadap vaksin, dimana terbanyak yang bersedia karena untuk meningkatkan system kekebalan tubuh 29 (24%), menolak terbanyak dikarenakan adanya berita di tengah masyarakat bahwa sudah ada orang yang pernah di vaksin tapi masih tetap terinfeksi virus covid-19 sebanyak 6 (0,5%) dan ragu-ragu terbanyak dikarenakan vaksin tersebut belum selesai uji coba dan terlalu banyak jenisnya terbanyak 6 (0,5%).
EDUKASI DAN PELATIHAN PSYCHOLOGICAL FIRST AID PADA RELAWAN PENANGGULANGAN BENCANA MUHAMMADIYAH SULAWESI SELATAN St. Suarniati; A. Nur Anna AS; A. Tenri Padad; Fitria Hasanuddin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.27217

Abstract

Abstrak: Jumlah penyintas bencana yang beresiko mengalami gangguan kesehatan mental jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah tenaga profesional kesehatan mental. Relawan bencana Muhammadiyah, memiliki potensial menjadi pemberi PFA di lokasi bencana jika memiliki pengetahuan dan keterampilan memberikan PFA. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman relawan RLB Muhammadiyah Kabupaten Gowa mengenai dukungan psikologis awal atau PFA. Metode kegiatan berupa ceramah dan presentasi menggunakan media powerpoint dan simulasi keterampilan melakukan PFA. Kegiatan ini diikuti oleh 20 relawan. Evaluasi pengetahuan relawan dilakukan dengan cara pemberian kuisioner pre test dan post test. Hasil posttest menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 70% berpengetahuan baik dan 30% memiliki pengetahuan yang cukup. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan edukasi mengenai PFA. Abstract: The number of disaster survivors who are at risk of experiencing mental health disorders is far greater than the number of mental health professionals. Muhammadiyah disaster volunteers have the potential to become PFA providers at disaster locations if they have the knowledge and skills to provide PFA. This community service activity aims to increase the knowledge and understanding of Gowa Regency Muhammadiyah RLB volunteers regarding initial psychological support or PFA. The activity method is in the form of lectures and presentations using PowerPoint media and simulations of PFA skills. This activity was attended by 20 volunteers. Evaluation of volunteers' knowledge is carried out by administering pre-test and post-test questionnaires. The post test results showed an increase in participants' knowledge by 70% with good knowledge and 30% with sufficient knowledge. The results of the activity showed that there was an increase in participants' knowledge after being given education about PFA.