Fitria Hasanuddin
Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

EDUKASI SADARI SEBAGAI UPAYA DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA PADA GURU DAN SISWI Zulfia Samiun; Aslinda Aslinda; Fitria Hasanuddin; Sitti Maryam Bachtiar; Ratna Wulandari; Sitti Zakiyyah Putri; Musliha Mustary
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23415

Abstract

Abstrak: Kanker payudara menjadi perhatian global karena tingginya insiden di seluruh dunia. Peningkatan kesadaran akan kanker payudara sangat penting untuk membantu perempuan berisiko mencari perawatan medis untuk penyakit tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan terutama guru dan siswi mengenai cara deteksi dini kanker payudara. Sebelum kegiatan dilakukan, sosialisasi dilakukan di sekolah untuk mengetahui gambaran pengetahuan guru dan siswi di lokasi kegiatan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan selama 2 hari, pada hari pertama dilakukan silaturrahmi antara tim pengabdian dengan mitra serta sosialisasi kegiatan, sedangkan hari kedua dilakukan edukasi bahaya kanker payudara dan simulasi/praktik SADARI pada guru dan siswi di MAS Muallimin Muhammadiyah Makassar sebanyak 25 orang yang terdiri dari 10 guru dan 15 siswi. Sebelum dan setelah edukasi dilakukan pengisian kuesioner untuk melihat distribusi frekuensi pengetahuan peserta. Hasil akhir kegiatan memperlihatkan adanya perubahan skor pengetahuan peserta dimana sebelum edukasi didapatkan skor pretest pengetahuan dengan nilai rata-rata 55, setelah edukasi didapatkan skor pengetahuan peserta dengan nilai rata-rata 73. Ini memperlihatkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan mengenai kanker payudara dan pemeriksaan payudara secara mandiri setelah dilakukan edukasi.Abstract: Breast cancer is a global concern due to its high incidence worldwide. Increased awareness of breast cancer is essential to help at-risk women seek medical treatment for the disease. This community service activity was carried out to increase knowledge, especially teachers and female students, about how to detect breast cancer early. Before the activity was carried out, socialization was carried out at the school to find out the description of the knowledge of teachers and students at the location of the activity. This service activity was carried out for 2 days, on the first day a friendship was held between the service team and partners and socialisation of activities, while the second day was carried out education on the dangers of breast cancer and simulation / practice of SADARI for teachers and students at MAS Muallimin Muhammadiyah Makassar as many as 25 people consisting of 10 teachers and 15 students. Before and after education, a questionnaire was filled in to see the frequency distribution of participants' knowledge. The final results of the activity showed a change in the participants' knowledge score where before education the pretest knowledge score was obtained with an average value of 55, after education the participants' knowledge score was obtained with an average value of 73. This shows that there is an increase in knowledge about breast cancer and breast self-examination after education.
EDUKASI DAN PELATIHAN PSYCHOLOGICAL FIRST AID PADA RELAWAN PENANGGULANGAN BENCANA MUHAMMADIYAH SULAWESI SELATAN St. Suarniati; A. Nur Anna AS; A. Tenri Padad; Fitria Hasanuddin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.27217

Abstract

Abstrak: Jumlah penyintas bencana yang beresiko mengalami gangguan kesehatan mental jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah tenaga profesional kesehatan mental. Relawan bencana Muhammadiyah, memiliki potensial menjadi pemberi PFA di lokasi bencana jika memiliki pengetahuan dan keterampilan memberikan PFA. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman relawan RLB Muhammadiyah Kabupaten Gowa mengenai dukungan psikologis awal atau PFA. Metode kegiatan berupa ceramah dan presentasi menggunakan media powerpoint dan simulasi keterampilan melakukan PFA. Kegiatan ini diikuti oleh 20 relawan. Evaluasi pengetahuan relawan dilakukan dengan cara pemberian kuisioner pre test dan post test. Hasil posttest menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 70% berpengetahuan baik dan 30% memiliki pengetahuan yang cukup. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan edukasi mengenai PFA. Abstract: The number of disaster survivors who are at risk of experiencing mental health disorders is far greater than the number of mental health professionals. Muhammadiyah disaster volunteers have the potential to become PFA providers at disaster locations if they have the knowledge and skills to provide PFA. This community service activity aims to increase the knowledge and understanding of Gowa Regency Muhammadiyah RLB volunteers regarding initial psychological support or PFA. The activity method is in the form of lectures and presentations using PowerPoint media and simulations of PFA skills. This activity was attended by 20 volunteers. Evaluation of volunteers' knowledge is carried out by administering pre-test and post-test questionnaires. The post test results showed an increase in participants' knowledge by 70% with good knowledge and 30% with sufficient knowledge. The results of the activity showed that there was an increase in participants' knowledge after being given education about PFA. 
SKRINING KESEHATAN DAN EDUKASI PENYAKIT TIDAK MENULAR PADA LANSIA Muhammad Sahlan Zamaa; Andi Aridhasari Sudirman; Sitti Zakiyyah Putri; Rahmawati; Sitti Maryam Bachtiar; Fitria Hasanuddin; Abdul Halim
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v6i2.762

Abstract

Latar belakang: Lansia merupakan individu dengan umur minimal 60 tahun. Saat ini, negara Indonesia mengalami perubahan demografi dimana jumlah lansia melebihi jumlah penduduk usia anak-anak (balita). Seiring bertambahnya usia, lansia mengalami berbagai penurunan fungsi fisiologis tubuh yang menyebabkan lansia rentan terkena berbagai penyakit. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan skrining kesehatan dan meningkatkan pengetahuan lansia melalu edukasi penyakit tidak menular. Metode: Kegiatan ini dilakukan di Pustu Puskesmas Mamajang, dimulai dengan pemeriksaan tekanan darah, kolesterol, asam urat, serta tinggi dan berat badan. Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian edukasi penyakit tidak menular. Hasil: Kegiatan ini diikuti oleh 18 peserta, dimana sebagian peserta terdeteksi menderita penyakit hipertensi, mengalami masalah gizi (kurus, overweight dan obesitas), peningkatan kolesterol dan asam urat. Kesimpulan: Kegiatan skrining kesehatan harus dilakukan secara rutin dalam mendeteksi secara dini berbagai masalah kesehatan potensial yang dapat terjadi pada lansia. Pemberian edukasi diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi lansia dalam rangka mencapai derajat kesehatan maksimal.
Application of Puzle Play Therapy in Pediatric Patients with Anxiety Disorders Sri Ulfa Handayani; Ratna Mahmud; Aslinda Aslindah; Fitria Hasanuddin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol. 12 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : LPPM Politeknik Sandi Karsa, South Sulawesi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiksh.v12i1.510

Abstract

Introduction: Anxiety is an individual's emotional state and subjective experience of an obscure and specific object due to the anticipation of danger that allows the individual to take action to deal with the threat. The action taken is providing play therapy to reduce anxiety in usis pediatric patients (3-6 years) by providing alphabetical puzzle play therapy. Objective: Describe the application of play therapy in children with anxiety disorders. Method: This study used a descriptive case study design presented as a narrative using the method of collecting observational and interview data. Result: After the application of play therapy three times, there was a decrease in anxiety in the child. Conclusion: There is a decrease in anxiety in children after applying alphabetical puzzle play therapy. Mapplies play therapy as one of the nursing interventions and as a non-pharmacological treatment for pediatric patients who experience anxiety.