Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Smart Village Sebagai Upaya Penguatan Edukasi Politik Pemerintah Nagari Pasilihan Kecamatan X Koto Dahlan, Dewi; Mahmuda, Mahmuda; Budiman, Novi; Sukri, Mhd. Alfahjri; Fitri, Ulya
Menara Pengabdian Vol 5, No 1 (2025): Vol. 5 No. 1 Juni 2025
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jmp.v5i1.6813

Abstract

engenalan konsep model smart village, diyakini dapat menjadi referensi penting bagi pemerintah Nagari Pasilihan untuk terus berbenah mencapai level indeks desa membangun mandiri. Smart village salah satuya adalah konsep smart government, pemerintahan yang unggul dan baik. Hal yang akan dilakukan disini adalah memberikan pelatihan pelayanan administrasi publik kepada perangkat Nagari Pasilihan Kabupaten Solok, hal ini diharapkan dapat menjadikan nagari pasilihan sebagai nagari yang mempunyai kualitas pelayanan yang baik. Metode yang digunakan adalah PAR PAR (Participation Action Research), PAR adalah sebuah penelitian tindakan yang mengusung sebuah pemikiran keterkaitan perubahan yang ada pada masyarakat dengan penelitian. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Nagari Pasilihan Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok Provinsi  Sumatera Barat pada hari Sabtu Tanggal 26 Agustus sampai dengan tanggal 23 September 2023. Peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 26 orang yang terdiri dari 5 orang Dosen yang yang berasal dari dosen Konsorsium Keilmuan Pemikiran Politik Islam UIN Mahmud Batusangkar, 4 orang mahasiswa , 4 orang perangkat desa dan pemuka masyarakat dan 8 orang masyarakat Nagari Pasilihan Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok.
SOSIALIS DEMOKRAT DALAM PRAKTEK DI INDONESIA Mhd. Alfahjri Sukri; sukri, mhd alfahjri
JURNAL TAPIS Vol 17 No 1 (2021): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/tps.v17i1.8359

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengalisis praktek sosialis demokrat di Indonesia dengan mengambil kasus Partai Sosialis Indonesia (PSI) dan juga melihat kecocokan sosialis demokrat dengan praktek demokrasi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mendeskripsikan hasil analisis. Hasil dari penelitian menunjukkan, dalam prakteknya di Indonesia, PSI dengan paham sosialis demokratnya menunjukkan sosialis demokrat berbeda dengan komunisme, hal ini terlihat dalam bentuk perjuangan yang dilakukan oleh PSI yang berjuang dengan cara persuasif, evolusi, tidak menggunakan kekerasan (revolusi), serta berjuangdengan cara konstitusional dengan ikut dalam pemilihan umum. Program-program yang ditawarkan PSI merupakan ciri khas dari sosialis demokrat yaitu program jaminan sosial, hak asasi manusia, menuntut adanya peranan negara untuk menjaga kemakmuran masyarakatnya. Adapun kegagalan PSI dalam Pemilu 1955 disebabkan oleh faktor internal PSI sendiri seperti tidak memiliki basis budaya maupun agama, program-program serta bahasa yang digunakan tidak dimengerti masyarakat bawah. Dari praktek sosialis demokrat di Eropa maupun Indonesia, maka dapat dikatakan bahwa sosialis demokrat sesuai atau kompatibel dengan demokrasi,bahkan sosialis demokrat memberikan kontribusi untuk perkembangan demokrasi untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Contestation of Power at the Local Level: Conflict between Kerapatan Adat Nagari and the Nagari Government in Sialang Sukri, Mhd Alfahjri; Fadri, Zainal
Journal of Governance Volume 10 Issue 3: (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jog.v10i3.31875

Abstract

This study aims to analyze the dynamics of conflict between the Nagari government and the Kerapatan Adat Nagari (KAN) in Nagari Sialang, identify its causes, assess its impact on Nagari Sialang, and propose a conflict resolution model between the two institutions. This research employs a qualitative approach with a case study design. Primary data were obtained through in-depth interviews, observations, and documentation. This study utilizes Max Weber’s theory of legitimacy to analyze the root causes of the conflict and applies the Hybrid Political Orders (HPO) framework as a conflict resolution strategy. The findings reveal that the conflict stems from differing perceptions of legitimacy. The Nagari government derives its authority from legal-formal sources, while KAN is rooted in traditional authority. Power contestation becomes more pronounced in the governance of the nagari, particularly in disputes over financial reporting of Nagari’s Own Revenue (Pendapatan Asli Nagari/PAN), KAN’s request to manage budgets outside regulatory frameworks, and authority over marriage registration documents. These tensions illustrate the struggle between modern governance and customary institutions, negatively impacting the Nagari government. This study proposes the implementation of the Hybrid Political Orders (HPO) model to integrate modern governance with customary systems in Nagari Sialang, fostering inclusive governance. The findings offer valuable insights for policymakers in resolving and preventing conflicts in nagari, or village, settings that retain traditional governance structures.
SOSIALIS DEMOKRAT DALAM PRAKTEK DI INDONESIA Mhd. Alfahjri Sukri; sukri, mhd alfahjri
JURNAL TAPIS Vol 17 No 1 (2021): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/tps.v17i1.8359

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengalisis praktek sosialis demokrat di Indonesia dengan mengambil kasus Partai Sosialis Indonesia (PSI) dan juga melihat kecocokan sosialis demokrat dengan praktek demokrasi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mendeskripsikan hasil analisis. Hasil dari penelitian menunjukkan, dalam prakteknya di Indonesia, PSI dengan paham sosialis demokratnya menunjukkan sosialis demokrat berbeda dengan komunisme, hal ini terlihat dalam bentuk perjuangan yang dilakukan oleh PSI yang berjuang dengan cara persuasif, evolusi, tidak menggunakan kekerasan (revolusi), serta berjuangdengan cara konstitusional dengan ikut dalam pemilihan umum. Program-program yang ditawarkan PSI merupakan ciri khas dari sosialis demokrat yaitu program jaminan sosial, hak asasi manusia, menuntut adanya peranan negara untuk menjaga kemakmuran masyarakatnya. Adapun kegagalan PSI dalam Pemilu 1955 disebabkan oleh faktor internal PSI sendiri seperti tidak memiliki basis budaya maupun agama, program-program serta bahasa yang digunakan tidak dimengerti masyarakat bawah. Dari praktek sosialis demokrat di Eropa maupun Indonesia, maka dapat dikatakan bahwa sosialis demokrat sesuai atau kompatibel dengan demokrasi,bahkan sosialis demokrat memberikan kontribusi untuk perkembangan demokrasi untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Tafaqquh Fid Din: Interpretasi Perti Sumbar terhadap Ayat dan Hadis Jihad dalam Upaya Pembangunan Umat Hafizzullah; Sukri, Mhd Alfahjri; Syafriwaldi
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol 21 No 02 (2024): Jurnal Al-Mutharahah : Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This research aims to describe how the interpretation of the Religious Institution of the Islamic Tarbiyah Union (PERTI) in West Sumatra about jihad, as well as to explain the institution's stance on terrorist actions carried out under the guise of jihad. A qualitative method is employed in this study, with data gathered through interviews, documentation, and literature reviews, including books, scholarly articles, religious texts, and news reports. The research is guided by Peter L. Berger's social construction theory to elucidate the construction of the religious institution PERTI in West Sumatra regarding the meaning of jihad. The findings indicate that PERTI in West Sumatra interprets jihad in verses and hadiths as a form of striving in the field of educating the community (tafaqquh fid din). This understanding of jihad is then internalized into various educational programs, ranging from elementary levels such as kindergarten and primary school to secondary school, high school, and even higher education institutions. Moreover, PERTI explicitly rejects the interpretation of jihad as warfare within the Indonesian context. The jihad undertaken by PERTI is characterized as moderate. This research contributes to enhancing the understanding of stakeholders and the general public about the diverse and moderate interpretations of jihad. It also demonstrates that religious institutions in Indonesia have their own interpretations of jihad, such as PERTI Sumatera Barat. Keywords: Meaning of Jihad, PERTI West Sumatra, Tafaqquh fid din Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana interpretasi lembaga Keagamaan Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) Sumatera Barat tentang jihad, serta menjelaskan sikap lembaga keagamaan tersebut terhadap aksi teror yang mengatasnamakan jihad. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan data diperoleh melalui wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka baik itu dari buku, artikel ilmiah, kitab, dan pemberitaan. Dengan mempedomani teori konstruksi sosial Peter L Berger untuk menjelaskan kontruksi lembaga keagamaan PERTI Sumbar tentang makna jihad. Hasil penelitian menunjukkan, PERTI Sumatera Barat memaknai jihad dalam ayat dan hadis dalam bentuk perjuangan dalam bidang Pendidikan umat (tafaqquh fid din). Pemahaman tentang jihad tersebut kemudian di internalisasikan ke berbagai bentuk program pendidikan yang mulai dari tingkat dasar baik TK, SD, menengah, atas bahkan perguruan tinggi. Kemudian PERTI dengan nyata menolak makna jihad dalam artian perang untuk konteks Indonesia. Jihad yang dilakukan PERTI bersifat moderat. Penelitian ini berkontribusi dalam menambah pemahaman pemangku kepentingan dan masyarakat umum dalam memahami jihad yang begitu beragam dan juga bersifat moderat. Ini juga menunjukkan bahwa lembaga keagamaan di Indonesia memiliki pemaknaan jihad sendiri seperti PERTI Sumatera Barat. Kata kunci: Makna Jihad, PERTI Sumbar, Tafaqquh fid din
Analisis Perbandingan Kepentingan PDIP dan Partai Demokrat dalam Menyikapi Presidential Threshold Sukri, Mhd Alfahjri
Jurnal Review Politik Vol. 13 No. 1 (2023): June
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jrp.2023.13.1.152-178

Abstract

This study aims to analyze by comparing the political interests of the PDI-P and the Democratic Party in addressing the presidential threshold (PT). The research uses a qualitative method with data sourced from the results of DPR meetings, books, journals and news. The research finding is that the PDI-P and the Democratic Party have a political interest in addressing the presidential threshold. When in power, the Democrat Party initially shared the same view as the PDI-P in supporting PT at least 20-25 percent. However, this attitude changed when the Democratic Party was no longer in power and was unable to nominate a presidential candidate from his party. The Democratic Party after the 2014 election until now has refused PT 20-25 percent and asked for PT 0 percent. Meanwhile, the PDI-P is consistent in supporting the PT 20-25 percent and has always been able to nominate presidential candidates from their own party. PDI-P can nominate president from the party in 2024 because it has passed the minimum PT. The two political parties share an interest, where currently the PDI-P wants to maintain power with a high PT, while the Democrat Party wants to seize power with a low PT so that it can nominate president from its own party.
Partisipasi Masyarakat pada Pemilihan Gubernur Jakarta 2017 Sukri, Mhd. Alfahjri
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 9 No. 1, 2022
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.v9i1.24497

Abstract

Abstract: This study aims to see and analyze how the public's participation in the 2017 DKI Jakarta Governor Election (Pilgub), especially in Bangka Village, Mampang Prampatan District, South Jakarta TPS 30 in the first round of the DKI Jakarta Pilkada, and how the DKI Jakarta Pilkada is held at TPS 30 2017. The research method used in this research is a qualitative method by conducting field studies, observations, collecting data through using books and documents. The results of this study indicate that the participation of the community in Bangka TPS 30 RW 5 (RT 4 and 5) is high, especially the participation of the elite (high economy) who lives in RT 5. The number of people in RT 5 is present and the low number of golput (which does not use the right to vote) indicates that the participation of the elite is high. Huntington and Nelson's statement which states that a high or good economic level will result in high participation is evident at this TPS 30. However, there are some old problems in the implementation of the first round of the DKI Jakarta Pilkada in the Bangka TPS 30 Village, namely the DPT problem, such as residents whose names are not on the DPT and the DPTb which slightly resulted in residents not being able to vote. Poor implementation of Pilkada can result in decreased community participation. But overall the Pilkada at TPS 30 went smoothly and there were no problems with religious sentiment.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan menganalisa bagaimana partisipasi masyarakat pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta tahun 2017 khususnya di Kelurahan Bangka, Kecamatan Mampang Prampatan, Jakarta Selatan TPS 30 pada Pilkada DKI Jakarta putaran pertama, dan bagaimana penyelenggaraan Pilkada DKI  Jakarta di TPS 30 tahun 2017 tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan melakukan studi lapangan, observasi, mengumpulkan data-data melalui buku dan dokumen. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat Kelurahan Bangka TPS 30 RW 5 (RT 4 dan 5) termasuk tinggi, terutama partisipasi dari kalangan elite (ekonomi tinggi) yang tinggal di RT 5. Banyaknya masyarakat RT 5 yang hadir dan sedikitnya angka golput (yang tidak menggunakan hak pilih) menunjukkan bahwa partisipasi kaum elite tersebut tinggi. Pernyataan Huntington dan Nelson yang menyatakan bahwa tingkat ekonomi yang tinggi atau baik akan menghasilkan partisipasi yang tinggi, terbukti di TPS 30 ini. Namun, terdapat beberapa permasalahan lama pada penyelenggaraan Pilkada DKI Jakarta putaran pertama Kelurahan Bangka TPS 30 yaitu masalah DPT, seperti warga yang namanya tidak ada di DPT serta DPTb yang sedikit mengakibatkan warga tidak bisa memilih. Buruknya pelenggaraan Pilkada dapat berakibat pada menurunnya partisipasi masyarakat. Namun secara keseluruhan penyelenggaraan Pilkada di TPS 30 berjalan aman serta tidak ada masalah sentiment agama.