Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA TEKS DESKRIPTIF DALAM BAHASA INGGRIS DENGAN MENGGUNAKAN SISTEMATIS CLOZE PROSEDUR UNTUK SISWA KELAS X SMA ISLAM AL-FALAH KABUPATEN ACEH BESAR Sri Wahyuni
Jurnal Visipena Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.925 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v5i2.255

Abstract

Cloze prosedur adalah suatu teknik penghilangan kata-kata yang terdapat dalam sebuah teks bacaan. Penelitian ini memakai purposive cloze yang menghilangkan 3 jenis kata saja, kata yang dihilangkan yaitu: kata benda, kata sifat dan kata kerja. Adapun tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui perbedaan hasil antara eksperimental group yang menggunakan teknik cloze exercise dengan kontrol group yang menggunakan teknik konvensional, 2) untuk mengetahui kemampuan eksperimental group dalam melengkapi kata-kata yang dihilangkan, 3) untuk mengetahui ditingkat manakah kemampuan siswa dalam melengkapi kata-kata yang hilang berdasarkan cloze inventory level. Data tersebut dimbil dari 43 siswa yang terbagi dalam 2 kelas yaitu kelas eksperimen (22 siswa) dan kelas pengontrol (21 siswa) yang diambil dari kelas 2 SMA Al-Falah Abu Lam-U. Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah tes untuk mengetahui kemampuan siswa dalam melengkapi kata apa yang mudah bagi mereka, sedangkan pre-test dan post-test untuk melihat hasil dari kedua kelompok. Penganalisaan hasil ini menggunakan rumus statistik untuk melihat ada tidaknya perbedaan antara hasil dari kelompok eksperimen dan pengontrol dalam melengkapi kata-kata yang telah dihilangkan dalam bacaan teks deskriptif dan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan kemampuan siswa yang lebih mudah dalam melengkapi kata benda, kata sifat ataukah kata kerja dalam suatu bacaan, serta pada tingkatan manakah kemampuan yang dicapai siswa dalam melengkapi penghilangan kata-kata tersebut. Dari analisa tersebut, penulis akan menemukan bahwa adanya perbedaan yang signifikan antara kedua teknik tersebut dan juga akan dibuktikan secara statistik bahwa pengajaran dengan teknik cloze exercise lebik baik dalam meningkatkan kemampuan anak pada pembelajaran reading. Ini menunjukkan bahwa peneliti menerima hipotesis alternatifnya yaitu bahwa ada perbedaan antara setiap metode, dan teknik cloze exercise lebih baik dari cara konvensional. Untuk mendukung data tersebut, peneliti juga mengelompokkan kemampuan siswa dalam suatu bacaan dengan penghilangan kata-kata yang dilengkapi oleh siswa menurut “cloze inventory level”.
KEMAMPUAN SISWA DALAM MENULIS DESKRIPTIF TEKS UNTUK MAHASISWA SEMESTER II STKIP BINA BANGSA GETSEMPENA Sri Wahyuni
Jurnal Visipena Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.537 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v7i1.300

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi jenis kesalahan yang dibuat oleh mahasiswa semester dua bahasa Inggris STKIP Bina Bangsa Getsempena, dengan menulis dan menganalisis faktor apa yang menyebabkan mereka membuat kesalahan dalam tulisannya. Penelitian eksperimen ini dilakukan dengan memberikan metode seri gambar (picture series) serta menganalisis teks dan wawancara. Analisis dokumen dilakukan dengan mengumpulkan kertas menulis siswa; itu diambil dari dosen yang mengajar mata kuliah writing . Seluruh data primer diklasifikasikan berdasarkan jenis kesalahan, dan kemudian mereka menjelaskan. Penulis juga menggunakan wawancara untuk cross check data yang didapat dari analisis dokumen. Ini adalah teknik penting untuk mengumpulkan informasi tentang faktor yang menyebabkan mahsiswa membuat kesalahan dalam menulis mereka. Dari hasil mewawancarai dosen, peneliti dapat menyimpulkan bahwa keterampilan menulis mahasiswa semester II masih kurang. Meskipun tata bahasa Inggris diajarkan secara terpisah, tampaknya bahwa mahasiswa tidak dapat menempatkan dengan baik tata bahasa dalam praktek ketika mereka menggunakannya dalam latihan menulis. Selain mewawancarai dosen, peneliti juga melakukan wawancara dengan mahasiswa untuk mengetahui bagaimana perasaan mereka dalam proses belajar mengajar menulis (writing). Namun demikian, jawaban rata-rata yang dilontarkan oleh mahasiswa adalah bahwa mereka suka bahasa Inggris tapi tidak suka menulis sangat banyak.
ANALISIS KESALAHAN MAHASISWA SEMESTER II DALAM MENULIS DESKRIPTIF TEKS Sri Wahyuni
Jurnal Visipena Vol 7 No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.741 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v7i2.319

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk menggambarkan kegiatan menulis mahamahasiswa semester dua di STKIP Bina Bangsa Getsempena. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu, untuk mendapatkan alasan mengapa mahamahasiswa kesulitan dalam menulis teks deskriptif dan untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menimbulkan kesalahan dalam menulis teks deskriptif. Penelitian studi kasus ini dilakukan dengan memberikan seri gambar (picture series) serta menganalisis teks dan wawancara. Analisis dokumen dilakukan dengan mengumpulkan kertas menulis mahasiswa; itu diambil dari dosen yang mengajar mata kuliah writing. Seluruh data primer diklasifikasikan berdasarkan jenis kesalahan, dan kemudian mereka menjelaskan. Penulis juga menggunakan protokol wawancara untuk cross check data yang didapat dari analisis dokumen. Dari hasil analisis tulisan mahamahasiswa, maka kesalahan penulisan disebabkan oleh beberpa faktor, yaitu article mistakes, preposition mistakes, pronoun agreement, comma splices, and minor spelling mistakes.
PENGARUH BAHASA PERTAMA TERHADAP BAHASA KEDUA DALAM KEMAMPUAN BERBICARA UNTUK SISWA KELAS IX PESANTREN MODERN AL-FALAH ABU LAM-U KABUPATEN ACEH BESAR Sri Wahyuni
Jurnal Visipena Vol 6 No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.96 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v6i2.365

Abstract

Berbicara merupakan salah satu aspek dari empat aspek utama bahasa disamping membaca, menulis, dan mendengar. Tujuan pengajaran keterampilan berbicara kepada siswa sekolah menengah adalah untuk menerapkan secara langsung di sekolah bahasa yang dipelajarinya. Karena pelajaran berbicara tidak dapat dipisahkan dari percakapan, pengajaran berbicara bisa berarti mengajar siswa untuk bercakap dalam bahasa yang dimaksudkan. Hal ini penting untuk diketahui secara mendalam tentang proses belajar mengajar berbicara, karena banyak kasus siswa mengalami kesulitan untuk menguasai keterampilan berbicara setelah mengikuti perajaran. Tulisan ini mendeskripsikan tentang penelitian kasus yang terjadi di pesantren modern Al-Falah Abu Lam-U yang mewajibkan siswanya untuk berbicara dua bahasa asing (Arab dan Inggris) sesuai dengan jadwal mingguan yang sudah ditetapkan dalam percakapan sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan 1) mengapa bahasa pertama dapat mempengaruhi bahasa kedua siswa dalam berbicara, 2) faktor-faktor kesalahan apa saja yang sering terjadi dalam berbicara, dan 3) adakah suatu cara agar siswa dapat meminimalisirkan pengaruh bahasa pertama ke bahasa kedua dalam berbicara. Teknik yang digunakan yaitu: obsevasi siswa, kuesionnaire, dan interview. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa pesantren Al-falah Abu Lam-U, adapun sampelnya adalah siswa kelas X yang terdiri dari dua kelas yaitu kelas X1 yang mulai mendapatkan pengajaran bahasa dari kelas VII dan X2 yang baru mendapatkan pengajaran ketika kelas X (kelas intensif). Dari analisa tersebut penulis menemukan bahwa pengaruh pengadopsian bahasa pertama ke bahasa kedua disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya: kurangnya penguasaan stuktur bahasa, kurangnya informasi tentang bahasa Inggris dan minimnya penguasan kosa kata. Sebagai tambahannya, bahasa Arab juga mengambil bagian dalam mempengaruhi bahasa Inggris siswa, karena kebanyakan siswa lebih dominan berbicara dalam bahasa Arab. Dari referensi tersebut menggambarkan bahwa, kemampuan siswa dalam berbicara bahasa kedua dapat dipengaruhi oleh bahasa pertama siswa.
TEACHING SPELLING THROUGH GAMES Hijjatul Qamariah; Sri Wahyuni
Jurnal Visipena Vol 9 No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.59 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v9i1.447

Abstract

Games have been believed to be good media in assisting teaching for years. Games are believed can promote learning become more interesting. Many studies have been conducted on utilizing games in learning. Some have proved that games can catch students’ attention better than traditional media such as textbook. In this study, games were used in teaching students about spelling. Since spelling is the basic form of language, there are still contradicts in how to teach it better. The researchers believed that games can assist in enacting more interactive spelling course well. Thus, this research employed some spelling games to be used in teaching third grade students of English as a Foreign Language (EFL) Elementary school, Bungcala, Aceh Besar. The researchers wanted to know the students’ responses after teaching by using spelling games. Thus at the end of teaching and learning process after four meetings by applying games in teaching spelling, the researcher distributed questioners to students asking their opinion about spelling games in learning spelling. The students’ responses showed that they love to study spelling through games, games make them interested in studying spelling. Games let them work more in groups.
Improving Students Vocabulary Through Word Search Puzzle: A Classroom Action Research maulizan Za; Sri Wahyuni; Juli Maulidar
Almufi Journal of Measurement, Assessment, and Evaluation Education Vol 1 No 2: Desember (2021)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.85 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi siswa dalam belajar kosakata bahasa Inggris dan menjelaskan bagaimana menerapkan metode teka-teki kata kepada siswa dalam situasi pandemi covid 19. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan tes. Tes digunakan sebagai instrumen utama. Dalam menganalisis data digunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Data observasi dianalisis secara kualitatif dan data hasil tes dianalisis dengan metode kuantitatif. Subjek penelitian adalah Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kartika XIV-1 Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Selama situasi pandemi COVID-19, jumlah siswa yang menghadiri pertemuan belajar sedikit berkurang. Dan penerapan Word Search Puzzle telah berhasil meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa dalam pembelajaran Kosakata Bahasa Inggris siswa di SMP Kartika XIV-1 Banda Aceh.
Improving Students’ Speaking Ability by Using Role Play at SMAN 2 Banda Aceh Sri Wahyuni; Maulizan ZA; Rudi
Almufi Jurnal Pendidikan Vol 2 No 2: Agustus (2022)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dalam rangka mengembangkan kemampuan berbicara siswa pada siswa kelas satu SMAN 2 Banda Aceh melalui kegiatan role play. Metodologi yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dan subjek penelitian adalah 34 siswa kelas II SMAN 2 Banda Aceh. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes. Hasil observasi menunjukkan bahwa penggunaan role play memberikan kemungkinan untuk mengungkapkan kemampuan siswa dalam berbicara dan meningkatkan komunikasi yang lebih baik. Selanjutnya, hasil pre-test tindakan menunjukkan bahwa nilai rata-rata pre-test adalah 47,47. Hanya ada tiga siswa atau 13,04 % siswa yang mendapat nilai lulus kriteria tingkat ketuntasan minimal (KKM). Sementara itu, peneliti menemukan bahwa rata-rata hasil post-test kedua siswa adalah 69,15, juga menunjukkan bahwa dua puluh dua siswa (95,65%) yang lulus kriteria tingkat ketuntasan minimal (KKM). Dalam hal ini, skor tersebut menunjukkan keberhasilan penelitian tindakan kelas pada siswa kelas I SMAN 2 Banda Aceh.
Integrating AREL into EFL Speaking in Fostering Critical Thinking Wahyuni, Sri; Syahputra, Mulyadi; Irmayanti, Defi; Rosdiana, Rosdiana; Mulyani, Mulyani; Chaira, Salwa
Jurnal Ilmiah Teunuleh Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Teunuleh
Publisher : Teunuleh Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51612/teunuleh.v5i1.132

Abstract

The purpose of this study is to integrate AREL into EFL Speaking in fostering critical thinking. The sample of this study was the grade XI 1A students of SMAN 4 Banda Aceh which is consisted of 26 students. This study was pre-experimental design with one group pre-test post-test. The instruments of this research is a test (pre-test and post-test). The finding of this study revealed 59,79 for the mean score of pre-test and 62,84 for the post-test, and the standard deviation for pre-test was 7,57 and post-test was 7,77, then the standard error of measurement for pre-test was 1,48 and 1,52 for post-test. Meanwhile, the result of this study indicate that t-test was 6,84 and t-table was 1,71. It represented that t-score is higher than t-table (6,84>1,71) which means that alternative hypothesis (Ha) was accepted and null hypothesis (Ho) was rejected. Thus, integrating AREL into EFL Speaking in fostering critical thinking can enhances students’ speaking ability and students got a positive impact after learning AREL in speaking grade.
Exploring the EFL Students’ Perceptions Towards the Use of Youtube Video Media in Learning English Pronunciation: Positive or Negative? Mulyani, Mulyani; Chaira, Salwa; Wahyuni, Sri; Rosdiana, Rosdiana; Maulizan, Maulizan; Syahputra, Mulyadi; Aini, Riska Marlisa
Jurnal Ilmiah Teunuleh Vol. 4 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Teunuleh
Publisher : Teunuleh Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51612/teunuleh.v4i3.141

Abstract

In this digital era, the use of YouTube video media in education sector becomes a need. Learning by using this media supplies a beneficial effect towards either the teacher or students. Researches related to using media in learning English language from year to year show the steady increase in an attempt to boost the students’ outcomes in English language skills. Yet, there has been found rarely the study exploring the EFL students’ perspectives on using the media in English learning. Therefore, it is critical to establish a study focusing on the EFL students’ perceptions towards the use of media particularly YouTube video media in learning English pronunciation. This study aims at exploring the EFL students’ perceptions towards the use of YouTube video media in learning English pronunciation whether positive or negative. This study employs a qualitative approach using questionnaire and observation sheet to 28 students of SMP 2 Mesjid Raya, Aceh. Therefore, based on the results of the questionnaire, it can be stated that the majority of students responded very positively to the use of YouTube-based video media. This is indicated by the high percentage of all statements on the aspects of students' interest in the use of the media in learning pronunciation. There is a positive significant result shown by the EFL students towards the use of YouTube video media in learning English pronunciation.
Critical Analysis: Logical Fallacies in Students’ Debate Regarding Gender Issues Syahputra, Mulyadi; Wahyuni, Sri; Rosdiana, Rosdiana; Mulyani, Mulyani; Aini, Riska Marlisa; Qamariah, Hijjatul; Sariakin, Sariakin
Jurnal Ilmiah Teunuleh Vol. 4 No. 4 (2023): Jurnal Ilmiah Teunuleh
Publisher : Teunuleh Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51612/teunuleh.v4i4.142

Abstract

Communication without logical fallacies is highly needed in the 21st century’s student’s skills. Many experts agreed that debate is an effective method to build students’ communication skills. The debate has now expanded from an ELT teaching method into a competitive platform to proliferate students’ critical thinking and communication. However, NUDC is one of the national scales of debate tournament that could represent the Indonesian students’ critical and communication skills. Considering that background in mind, this study was expected to identify the logical fallacies uttered by university students’ debate regarding gender issues. This study deployed a descriptive qualitative design. With a natural setting, the data were collected using the structured observation sheet in three phases, the debate observation without setting manipulation, the recorded debate was scripted and condensate, and analyzing the logical fallacies through the transcription. While the data analysis was conducted through data reduction, data condensation, and data conclusions. The data shows that there are seven logical fallacies uttered by the speakers in the debate about the gender issue. They are misleading euphemism, prejudicial language, an appeal to fear, an appeal to pity, straw man, hasty generalization, and a slippery slope. Besides, the speakers who uttered the logical fallacies were also presented.