Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : eProceedings of Management

Rumusan Strategi Bagi Developer Video Game Pc (Study Pada Digital Happiness) Jamaludin, Muhammad Ikbal; Triono, Sunu Puguh Hayu
eProceedings of Management Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digital Happiness Studio merupakan studio pengembang game yang berada di Kota Bandung, dengan game andalanbernama DreadOut. Digital Happiness pertama kali didirikan pada tahun 2013 oleh Rachmad Imron beserta denganbeberapa temannya. Untuk meningkatkan daya saing, developer dapat melakukan evaluasi terhadap penggunaanstrateginya serta terhadap model bisnisnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui startegi apa yang cocokuntuk di terapkan oleh developer video game Digital Happiness untuk bisa terus bersaing dengan developer videogame luar maupun lokal yang telah berpengaruh di industri video game ini dan bertahan di industri video game yangkompetitif. Langkah – langkah yang diperlukan pada penelitian ini adalah yang pertama melakukan obresvasi danwawancara untuk memperoleh data, langkah selanjutnya adalah menganalisis lingkungan untuk mengetahui kekuatandan kelemahan internal Digital Happiness serta peluang dan ancaman dari lingkungan eksternal yang dihadapi, danlangkah terakhir adalah merancang strategi dan model bisnis baru yang akan diusulkan kepada Digital Happiness. Kata Kunci-video game, manajemen strategi, permasalahan, strategic planning.
Analisis SWOT Dalam Usaha Pengembangan Strategi Bisnis UMKM Payme Foods Shidik, Adrian Safris; Triono, Sunu Puguh Hayu
eProceedings of Management Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jenis UMKM yang memiliki perkembangan pesat yaitu UMKM pada bidang makanan dan minuman. UMKMdibidang makanan dan minuman merupakan salah satu usaha dengan tingkat ketahanan yang tinggi sehingga memilikipeluang yang menjanjikan, pada tahun 2020 jenis usaha food service mendominasi tiga kali lebih banyak dari foodmanufacture. Payme Foods merupakan UMKM asal Bandung yang bergerak di bidang kuliner dengan menjual produkcepat saji berupa dimsum. Payme Foods telah berdiri sejak mei tahun 2020, walaupun sudah berdiri selama 3 tahunPayme Foods tentunya masih memiliki banyak tantangan yang cukup besar bagi pemiliknya seperti keterbatasanSDM, pemasaran yang masih pasif, banyaknya UMKM yang menjual dimsum serta pembukuan dana yang masihmanual sehingga tidak mudah bersaing dengan kompetitor. Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui strategibisnis yang dibutuhkan Payme Foods berdasarkan analisis SWOT. Adapaun variabel pada penelitian ini adalahSWOT, matrik SWOT. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan Teknik analisis dataseperti wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan. Setelah mengetahui hasil dari analisis SWOT untukmengidentifikasi faktor kekuatan, peluang, kelemahan, dan ancaman. Kemudian lanjut analisis matriks SWOT dansetelah itu dirancang sebuah strategi baru yang nantinya akan menjadi acuan strategi pengembangan bisnis PaymeFoods. Payme Foods dapat menerapkan strategi bersaing generik yang disarankan dengan fokus pada keunggulanbiaya dengan cara memperbesar volume produksi secara efisien untuk mengurangi biaya produksi per unit, danmenjaga kualitas produk tetap tinggi dengan biaya yang kompetitif. Serta, fokus pada diferensiasi usaha dengan terusmengembangkan variasi rasa dan kualitas produk dimsum untuk membedakan diri dari pesaing dan menarik minatkonsumen Kata kunci-UMKM, SWOT, Payme Foods
Analisis Faktor Pilihan Dan Kebiasaan Konsumen Dalam Konsumsi Kopi Kenangan Di Indonesia Safii, Ahmad; Ariyanti, Maya; Triono, Sunu Puguh Hayu
eProceedings of Management Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan tingkat konsumsi kopi nasional yang semakin tinggi setiap tahunnya membuat industriminuman kopi semakin bersaing, seperti halnya yang terjadi pada Kopi Kenangan. Pada saat ini Kopi Kenanganbelum maksimal dalam kinerja memberikan pelayanan kepada calon pelangan atas faktor jumlah gerai, kualitasberdasarkan Lembaga top brand dan popularitas. Sehingga perlu untuk dilakukan penelitian ini yang akanmembantu untuk memperbaiki kinerja tersebut. Pengumpulan data pada penelitian ini akan dilakukan melaluipenyebaran kuesioner online melalui media sosial kepada 400 orang responden yang digunakan adalah skala 4likert.setelah terkumpul, akan diolah menggunakan software statistic yaitu SPSS dengan analisis PrincipalComponent Analysis. Disimpulkan bahwa terdapat empat kelompok faktor baru yang terbentuk dengan faktor 1atau Batas Wajar Kesehatan yang terdiri atas kebiasaan dan alasan kesehatan. Kemudian faktor baru yangterbentuk dengan faktor 2 atau Kualitas Kafe yang terdiri dari rasa, kualitas dan persentasi di toko. Kemudian,faktor baru yang terbentuk dengan faktor 3 atau Strategi Kafe yang terdiri dari iklan dan kenyamanan. Lalu,faktor baru yang terbentuk dengan faktor 4 atau Testimoni yang terdiri dari pendapat teman.Kata Kunci-faktor keputusan pembelian, Kopi Kenangan, principal component analysis
Analisis Pengembangan Model Bisnis Umkm Saranghaeyo Grill Dengan Pendekatan Value Proposition Canvas Sianturi, Grace Sintya M; Triono, Sunu Puguh Hayu
eProceedings of Management Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saranghaeyo Grill, restoran Korean barbeque yang berdiri sejak 2019 di Bandung, menawarkan pengalaman memanggang interaktif dengan bahan baku segar. Meskipun populer, usaha ini mengalami penurunan signifikan di tengah pesatnya pertumbuhan industri makanan dan minuman. Untuk mencapai keberlanjutan dan meningkatkan daya saing, Saranghaeyo Grill memerlukan model bisnis yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model bisnis Saranghaeyo Grill saat ini dan merancang ulang Business Model Canvas (BMC) sebagai strategi pengembangan usaha berkelanjutan. Pendekatan Value Proposition Canvas (VPC) dan analisis lingkungan bisnis juga digunakan untuk menyesuaikan nilai yang ditawarkan kepada pelanggan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penulis melakukan wawancara dengan pihak Saranghaeyo Grill untuk memetakan model bisnis eksisting, serta wawancara dengan konsumen untuk mendapatkan gambaran VPC dan melakukan analisis lingkungan bisnis. Berdasarkan data ini, BMC rekomendasi akan dirancang. Hasil penelitian akan berupa usulan BMC dengan peningkatan pada: value proposition (penambahan nilai seperti kolaborasi), key partners (pemilihan supplier daging berkualitas), key activities & key resources (peningkatan aktivitas dan sumber daya), customer relationship (interaksi media sosial yang lebih baik), hingga revenue stream (peningkatan pendapatan). Rekomendasi ini diharapkan menjadi dasar evaluasi dan implementasi BMC terbaru untuk mendukung pertumbuhan bisnis Saranghaeyo Grill. Kata Kunci - Model Bisnis, Business Model Canvas, Value Proposition Canvas.
Inovasi Model Bisnis Dengan Pendekatan Business Model Canvas (Studi Kasus: UMKM Dimsflorist) Murakabi, Yayi Farhan; Triono, Sunu Puguh Hayu
eProceedings of Management Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UMKM memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian nasional, termasuk di sektor industri kreatif seperti Dimsflorist yang bergerak di bidang florikultura. Namun, Dimsflorist menghadapi berbagai tantangan eksternal, seperti persaingan pasar dan perubahan tren, serta tantangan internal berupa keterbatasan kapasitas produksi dan sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model bisnis Dimsflorist saat ini, mengidentifikasi kebutuhan dan preferensi pelanggan, memahami tantangan lingkungan bisnis, serta merancang inovasi model bisnis yang adaptif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melalui analisis Business Model Canvas (BMC), Value Proposition Canvas (VPC), dan Business Model Environment (BME). Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat kelemahan dalam aspek hubungan pelanggan, saluran distribusi, dan kemitraan utama. Berdasarkan temuan tersebut, peneliti merancang inovasi model bisnis baru dengan mengintegrasikan hasil analisis Value Proposition Canvas (VPC) dan Business Model Environment (BME) untuk memperkuat proposisi nilai dan struktur operasional Dimsflorist. Kesimpulannya, inovasi model bisnis berbasis Business Model Canvas (BMC) yang didukung oleh pendekatan Value Proposition Canvas (VPC) dan Business Model Environment (BME) diharapkan dapat meningkatkan daya saing serta mendukung keberlanjutan usaha Dimsflorist di tengah dinamika industri florikultura. Kata kunci: Business Model Canvas, Value Proposition Canvas, Business Model Environment, UMKM, Inovasi model bisnis.
Inovasi Model Bisnis Dengan Pendekatan Business Model Canvas Pada Probioterra Lestari Rahadian, Muhammad Zidny Ilman; Triono, Sunu Puguh Hayu
eProceedings of Management Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Probioterra Lestari adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri obat tradisional berbasis probiotik, yang berlokasi di Kota Surakarta. Produk utamanya, Bioterra, merupakan nutrisi herbal probiotik yang dirancang untuk menjaga kesehatan dan keseimbangan mikroba dalam tubuh manusia. Di tengah meningkatnya tren gaya hidup sehat pasca pandemi COVID-19, perusahaan menghadapi berbagai tantangan eksternal seperti naiknya harga bahan baku dan munculnya produk substitusi, serta tantangan internal seperti keterbatasan distribusi, pemasaran digital yang belum optimal, dan sumber daya manusia yang belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan inovasi model bisnis dengan menggunakan pendekatan Business Model Canvas (BMC) dan memberikan usulan model bisnis baru yang lebih adaptif. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Langkah awal penelitian dimulai dengan observasi dan wawancara mendalam terhadap pihak internal dan pelanggan Probioterra Lestari, kemudian dilakukan pemetaan model bisnis saat ini. Langkah selanjutnya dilakukan penyusunan Value Proposition Canvas, serta analisis lingkungan bisnis eksternal dan internal. Setelah itu langkah terakhir adalah perancangan model bisnis usulan berbasis pendekatan BMC. Hasil dari penelitian ini adalah rancangan Business Model Canvas usulan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi Probioterra Lestari. Inovasi bisnis difokuskan pada peningkatan aktivitas digital marketing, perluasan segmen pasar, penguatan kanal distribusi, serta pengembangan kapasitas SDM. Berdasarkan analisis yang dilakukan, usulan model bisnis baru ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha Probioterra Lestari di masa mendatang. Kata Kunci : Business Model Canvas, Value Proposition Canvas, Analisis Lingkungan Bisnis
Perumusan Model Bisnis Mr. Mangkok Dalam Rangka Transformasi Digital Hutapea, Cynthia Angela; Triono, Sunu Puguh Hayu
eProceedings of Management Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mr. Mangkok merupakan salah satu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak dalam sektor foodbeverage (F&B) yang authentic dengan Bali serta berlokasi di daerah Telkom University. Dalam dunia bisnis, terdapatberbagai strategi yang digunakan perusahaan untuk menciptakan, mendistribusikan, dan mengoptimalkan nilai. Salahsatu langkah penting yang dapat dilakukan untuk meningkatkan daya saing adalah dengan melakukan evaluasiterhadap model bisnis yang diterapkan.Penelitian ini memiliki tujuan untuk memahami dan mengetahui pemetaan model bisnis yang diterapkan saat ini sertamerumuskan rekomendasi model bisnis yang tepat bagi Mr. Mangkok menggunakan pendekatan Business ModelCanvas.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknikwawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Langkah pertama dalam memetakan model bisnis saat ini adalahmelakukan wawancara dan dokumentasi untuk mengumpulkan data yang relevan. Setelah itu, dilakukan penyusunanValue Proposition Canvas untuk menganalisis kebutuhan dan harapan pelanggan yang harus dipenuhi. Langkahberikutnya adalah menganalisis lingkungan bisnis untuk mengevaluasi kekuatan (strengths) dan kelemahan(weaknesses) internal Mr. Mangkok, serta peluang (opportunities) dan ancaman (threats) dari lingkungan eksternal.Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat dijadikan evaluasi terkait rancangan model bisnis baru yangdirekomendasikan untuk mendukung transformasi digital dan pertumbuhan keberlanjutan pada Mr. Mangkok denganmenggunakan Business Model Canvas.Kata Kunci: Business Model Canvas, Value Proposition Canvas, Model Bisnis
Perumusan Strategi Pengembangan PT Trans Armada Indonesia (Autotranz) Dengan Menggunakan Teori Corporate Life Cycle Nugraha, Ghina Zahranya; Triono, Sunu Puguh Hayu
eProceedings of Management Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan PT Trans Armada Indonesia (AutoTranz)menggunakan teori Corporate Life Cycle yang dikemukakan oleh Ichak Adizes. Penelitian dilakukan denganmetode kualitatif deskriptif, melibatkan wawancara terstruktur dengan narasumber dari perusahaan untukmenganalisis posisi AutoTranz dalam siklus hidup perusahaan. Teori Corporate Life Cycle, yang terdiri dari faseseperti infancy, go-go, adolescence, hingga prime, digunakan untuk memahami tantangan yang dihadapiperusahaan. Pendekatan PAEI (Purposeful, Administrator, Entrepreneurial, Integrator) diaplikasikan untukmengidentifikasi peran manajerial dominan dalam perusahaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa AutoTranzberada pada fase adolescence, dengan dominasi gaya kepemimpinan P dan E, namun lemah dalam aspek A dan I.Permasalahan utama meliputi kelebihan SDM, lemahnya kepemimpinan administratif, serta hubungan kerja yangkurang harmonis. Oleh karena itu, diperlukan restrukturisasi organisasi dan penguatan budaya kerja untukmeningkatkan efektivitas kepemimpinan, khususnya pada aspek integrator.Kata kunci: Corporate Life Cycle,PAEI, Strategi Pengembangan, Perumusan Strategi, Siklus Hidup Organisasi