Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENERAPAN WORK FROM HOME DAN WORK FROM OFFICE DENGAN ABSENSI ONLINE SEBAGAI IMPLIKASI E-GOVERNMENT DI MASA NEW NORMAL Nurul Jannah Lailatul Fitria
Jurnal Manajemen Kepegawaian Vol 14 No 1 Juni (2020): Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS
Publisher : Badan Kepegawaian Negara | The National Civil Service Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tahun 2020, Indonesia memiliki kasus pertama penyebaran Covid-19. Kasus pertama menjangkit warga di Bali.Sejak diumumkannya hal tersebut, menyebabkan kepanikan masyarakat. Menyikapi ini pemerintah menerapkan kebijakan PSBB yang tertuang di Permenkes No. 9 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar sebagai pedoman pencegahan penularan meluas. Beberapa kegiatan diarahkan di rumah kecuali pertahanan, keamanan, pelayanan kesehatan dan beberapa sektor vital. PSBB sudah diterapkan kurang lebih 3 bulan, saat ini pemerintah menerapkan tatanan new normal dengan beberapa faktor. New normal adalah tatanan baru yang mengadaptasi segala kegiatan dengan membudayakan disiplin kebersihan dan kesehatan. New normal diterapkan disegala lini termasuk aktifitas pemerintah dalam pelayanan publik. Kebijakan pemerintah ini membawa perubahan signifikan pada perilaku birokrasi. Salah satu subyek birokrasi adalah ASN u tuk itu penelitian ini ditujukan untuk mengetahui bagaimana penerapan program kerja ASN dalam tatanan new normal. Penelitian ini berdasarkan studi pustaka dan penelitian literatur. Sistematikanya dengan mengumpulkan data atau dokumen dan teori terkait yang relevan, menganalisa dan menuliskan sebagai pendukung dalam menggambarkan efektifitas dan efisiensi program e-goverment pada Aparatur Sipil Negara dalam tatanan new normal. Ada program baru yang dilakukan, seperti pengurangan jam kerja, pembagian jadwal bekerja di rumah (WFH) dan bekerja dikantor (WFO), menerapkan pengawasan kerja dan absensi online. Kata Kunci : New Normal, WFH, WHO, ASN, Absensi Online
Sosialisasi Blue Economy: Menanamkan Semangat Wirausaha Yang Berwawasan Lingkungan di Kota Probolinggo Verto Septiandika; Nurul Jannah Lailatul Fitria; Elok Hanifah
Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia Vol. 3 No. 1 (2022): Januari-Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jpni.v3i1.66

Abstract

Pembangunan ekonomi diorientasikan pada kondisi pro lingkungan. Tidak hanya program ekonomi hijau, saat ini Indonesia mulai konsen pada ekonomi biru. Alasannya potensi laut dan perikanan sangat melimpah di Indonesia, akan tetapi pemanfaatan yang tidak bijaksana dapat menjadi pengrusakkan alam. Pemanfaatan potensi laut dan perikanan secara efisiensi tanpa eksploitasi agar pembangunan ekonomi berkelanjutan dengan mempertahankan kearifan lokal. Seperti di Kota Probolinggo, ekonomi biru sesuai diterapkan dalam pembangunan ekonomi. Program ekonomi biru tepat untuk program pemerintah kota Proboinggo, khususnya disektor kewirausahaan. Akan tetapi masih minimnya informasi, pengetahuan, dan wawasan terkait ekonomi biru. Maka dari itu, tim pengabdian kepada masyarakat terkait sosialisasi ekonomi biru pada masyarakat di Kota Probolinggo. Metode yang digunakan dengan dua teknik. Teknik pertama kegiatan sosialisasi berkeliling ke masyarakat dan wirausahawan yang memproduksi bahan baku olahan laut dan perikanan. Teknik kedua adalah sosialisasi melalui media sosial ditambah dengan memposting berbagai produk wirausahawan dan mengajak masyarakat memberikan ide dan masukan untuk olahan laut dan perikanan. Kegiatan ini diterima dan mendapat respon positif dari masyarakat. Bahkan masyarakat menginginkan program dan kegiatan ini dilakukan seacara bertahap dan berkala.
Monitoring and Evaluation of the Implementation of Public Information Disclosure Through @probolinggoimpressive Account by Probolinggo City Government Nurul Jannah Lailatul Fitria
Journal of Governance and Public Affairs Vol. 1 No. 1 (2024): April 2024, JGPA (Journal of Governance and Public Affairs)
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jp7bzc50

Abstract

The government in running the government bureaucracy is required to implement information disclosure. Public information disclosure is implemented by using websites and social media. Including the Probolinggo City Government using Instagram social media in disseminating information. This is interesting to study in order to understand the model of use and evaluation monitoring on the @probolinggoimpressive social media account by the Probolinggo City Government. The research applied a descriptive qualitative method with a case study approach in Probolinggo City in using social media. Primary data collection by interviewing competent sources; observation on the @probolinggoimpressive account; and documentation related to the research subject. The results of the study explain the concept of using Instagram @probolinggoimpressive social media in public information disclosure by the Probolinggo City Government with the concept of posting photos on the Instagram feed, publishing videos on the Instagram feed, and there are posts in the form of detailed and complete narratives, as well as posting data and information on Instagram stories, and using the live streaming feature on Instagram accounts. The concept of information disclosure is not only conveying information, but there is interaction with the public and institutions or officialdom through post comments and direct messenger. As well as tagging and sharing post features. While monitoring the evaluation of the use of Instagram social media @probolinggoimpressive in public information disclosure by the Probolinggo City Government can be seen in the monitoring and evaluation indicators on the @probolinggoimpressive account, including the Probolinggo City Government using facilities and infrastructure, information quality, type of information, organizational commitment, innovation and strategy, and digitalization