Annisa Annisa
Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Alternatif Peningkatan Kalori Batubara Kalori Rendah menggunakan Metode Pirolisis berdasarkan Suhu dan Waktu dengan Skala Laboratorium Elza Fitri Daffana; Annisa Annisa; Yuniar Siska Novianti; Riri Lidya Fathira
Jurnal Himasapta Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v10i2.16375

Abstract

Peningkatan nilai kalori batubara peringkat rendah menjadi tantangan tersendiri bagi industri pertambangan saat ini. Belum banyaknya penelitian terkait peningkatan kualitas batubara ini seehingga dibutuhkan penelitian untuk mengetahui korelasi nilai total moisture terhadap nilai kalori batubara dan memberikan rekomendasi suhu dan waktu yang optimal untuk peningkatan kalori batubara. Batubara yang digunakan pada penelitian ini merupakan batubara peringkat rendah yang berada di formasi TQd. Penelitian ini menggunakan metode pirolisis dalam usaha pengingkatan nilai kalori batubara peringkat rendah.  Sampel yang dilakukan pengujian sebanyak 8 sampel dengan kombinasi berdasarkan suhu yaitu 200˚C, 300˚C, 400˚C dan 500˚C dengan waktu selama 2 dan 3 jam. Sebelum dilakukan proses pengujian pirolisis, sampel dipreparasi dan discreening dengan ukuran 14 mesh. Berdasarkan hasil pengujian didapatkan bahwa waktu optimal yang dipergunakan dalam proses pirolisis adalah dalam waktu 2 jam dengan suhu 500˚C, hal ini karena penurunan kadar air yang terjadi dalam waktu 2 jam tidak jauh berbeda dengan penurunan kadar air dalam waktu 3 jam. Namun, kenaikan nilai kalori pada waktu 2 jam cukup besar (dari dibandingkan peningkatan nilai kalori pada waktu 3 jam, sehingga waktu yang lebih baik dipakai dalam pengujian adalah 2 jam dengan menggunakan suhu 500˚C.  ABSTRACTIncreasing the calorific value of low rank coal is a challenge for the mining industry today. Research related to improving the quality of coal is still limiter. Determination of correlation between the total moisture value and the calorific value of coal provide recommendations for the optimal temperature and time for increasing coal calories. The coal used in this research is low rank coal in the TQd formation. This research uses the pyrolysis method in an effort to increase the calorific value of low rank coal. The samples tested were 8 samples with combinations based on temperature, namely 200˚C, 300˚C, 400˚C and 500˚C with a time of 2 and 3 hours. Before the pyrolysis testing process is carried out, the sample is prepared and screened with a 14 mesh size. The optimum time of the pyrolysis process which is established in this research was 2 hours at a temperature of 500˚C. The decreasing in water content within 2 hours was slightly different from it in water content within 3 hours. However, the increasing in caloric value at 2 hours is quite large compared to the increase in caloric value at 3 hours, so the bettter time to use for pyrolysis testing is 2 hours using a temperature of 500˚C.  
Perencanaan penataan lahan bekas penambangan batubara untuk area reklamasi di PT Tunas Inti Abadi Nopita Sari Br Ginting; Nurhakim Nurhakim; Annisa Annisa
Jurnal Himasapta Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Himasapta Volume 8 Nomor 01 April 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v8i1.8722

Abstract

Lahan bekas tambang yang ditinggalkan tidak tertata dan tidak tertanami sehingga dapat menyebabkan lahan tersebut terjadi terdegradasi, tidak produktif dan menjadi marjinal. Oleh karena itu harus diadakannya reklamasi yang bertujuan memperbaiki dan menata kegunaan lahan yang terganggu akibat adanya proses kegiatan pertambangan agar dapat berfungsi dan berdaya guna sesuai peruntukannya. Pada lokasi inpit dump yang digunakan untuk memampung material overburden dapat terisi dengan volume sekitar 5.629.071,50 BCM dan tanah pucuk sekitar 416.510 BCM yang akan dibuat jenjang untuk area reklamasi. Kegiatan penimbunan top soil untuk penataan lahan menggunakan sistem perataan tanah. Sedangkan untuk mengurangi biaya untuk pengangkutan overburden maka dibentuk jenjang dengan rancangan desain tebal top soil 0,8 m–1,2 m, jenjang bench 6 m, lebar bench 20 m, single slope 300 dengan toe 2%. Pembongkaran top soil menggunakan satu Excavator 390FL, dengan kapasitas produksi excavator 390FL 825,37 BCM/jam. Serta pengangkutan tanah pucuk menggunakan Off-Highway Truck 773E dengan kapasitas produksi 178,15 BCM/jam. Untuk Pembongkaran overburden menggunakan satu Excavator 390FL, dengan kapasitas produksi excavator 390FL 773,86 BCM/jam, pengangkutan overburden menggunakan Off-Highway Truck 773E dengan kapasitas produksi 247,71 BCM/jam. Sehingga, perkiraan waktu pada area reklamasi seluas 34,71 Ha membutuhkan waktu penataan lahan 90 jam untuk top soil dan 1.212 jam untuk overburden.