Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Warta Pengabdian

Diversifikasi Usaha Sanggar Seni untuk Meningkatkan Kesejahteraan Novi Anoegrajekti; Asrumi Asrumi; Sudartomo Macaryus; Hanni Miladia Maharani
Warta Pengabdian Vol 14 No 1 (2020): Warta Pengabdian
Publisher : LP2M Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/wrtp.v14i1.13955

Abstract

Sanggar seni di Banyuwangi merupakan salah satu lembaga yang secara swakarsa mengembangkan dan mendidik para calon pelaku seni melalui pelatihan yang ditawarkan kepada masyarakat umum. Pengembangan sanggar merupakan salah satu diversifikasi usaha pelaku seni dalam mempertahankan hidup dan sekaligus mengembangkan seni. Pemimpin sanggar hampir semua adalah para pelaku seni. Selanjutnya, untuk mempertahankan kehidupan sanggar, sebagian melakukan diversifikasi usaha yang dilakukan secara mandiri, kerja sama kemitraan, bantuan fasilitas, dan pemberian pelatihan keterampilan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas sanggar melalui pelatihan keterampilan pembuatan asesori berbahan logam. Kerjasama kemitraan antara LP2M Universitas Jember dengan Sanggar Tari “Sayu Sarinah” ini diselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan tamu dan wisatawan yang hadir di Banyuwangi. Penggunaan motif gandrung berpotensi menguatkan kedudukan gandrung sebagai maskot pariwisata Banyuwangi dan menguatkan tari gandrung sebagai salah satu identitas masyarakat yang memiliki latar belakang sejarah sebagai seni perjuangan dan bermetamorfose menjadi seni pergaulan dan akhirnya menjadi seni hiburan. Arah pengembangan ke depan, di masing-masing destinasi wisata dikembangkan motif cenderamata yang sesuai dengan keunggulan masing-masing destinasi, seperti ritual, pantai, alam, budaya, dan tradisi.
Penyuluhan Peran Pola Pikir (Mindset) Orang Tua Muda di Desa Panti Jember dalam Pencegahan Gizi Buruk dan Stunting Asrumi Asrumi; Hanny Rasni; Asri Sundari
Warta Pengabdian Vol 16 No 2 (2022): Warta Pengabdian
Publisher : LP2M Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/wrtp.v16i2.31895

Abstract

WHO menargetkan angka stunting tahun 2020 maksimal 20%. Untuk mencapai itu masih belum ditemukan model penyelesaian yang efektif dan berkelanjutan.. Pola pikir (mindset) merupakan salah satu wujud bahasa yang masih dalam otak atau pikiran manusia dapat bersama-sama dengan bahasa yang diujarkan menjalankan aksi. Pola pikir tersebut dapat berpengaruh dan mencegah terjadinya stunting. Permasalahannya adalah Pola piker akan kepemilikan anak sebagai asset, beban, dan titipan. Angsupan makanan para ibu hamil dan menyusui masih pola piker lama, yakni makan seadanya harusnya pola piker yang mementingkan angsupan, yakni makanan yang berprotein tinggi, pola makan yang masih mementingkan makanan suami, dan bagaimana mencari solusi dari permasalahan-permasalahan yang dihadapi para ibu kasus gizi buruk dan stunting, yakni anak tidak napsu makan, gatal-gatal, bisul-bisul, kurus, dan pola asuh yang salah. Solusinya dilakukan penyuluhan, diskusi, dan wawancara terkait pencegahan gizi buruk dan stunting secara mandiri. Hasilnya menunjukkan bahwa bahasa dalam pola piker dan tuturan dipengaruhi oleh perasaan dalam menjalankan aksinya sehingga terjadi ketidaksinkronan antara pikiran, tuturan, dan aksinya. Pola piker para ibu kasus gizi buruk dan stunting menganggap bahsa kepemikan anak itu penting, namun realisasinya tidak maksimal sehingga anak bukan sebagai asset, tetapisebagai titipan dan beban. Para orang tua masih mementingkan makanan bergizi pada suami. Faktor penyebab gizi buruk dan stunting adalah rendahnya pendapatan para suami dan belum berdayanya para ibu. Peserta penyuluhan sangat antusias dalam mencegah gizi buruk dan stunting melalui perubahan pola piker.. Para orang tua dapat memahami pentingnya perubahan pola piker anggapan kepelimikan anak itu sebagai asset orang tua dan negara bukan sebagai beban dan titipan.
Penyuluhan Pentingnya Lauk Amis-amis untuk Ibu Hamil, Menyusui, dan Balita dalam Pencegahan Gizi Buruk dan Stunting di Desa Kalisat Kabupaten Jember Jawa Timur Asrumi Asrumi; Anastasia Erna Rochiyati Sudarmaningtyas; Asri Sundari; I Gede Krisnadi
Warta Pengabdian Vol 17 No 2 (2023): Warta Pengabdian
Publisher : LP2M Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/wrtp.v17i2.37097

Abstract

Kabupaten Jember menjadi 8 besar peringkat kasus bayi gizi buruk dan stunting di Jawa Timur dan termasuk peringkat ke-11 se-Kabupaten se-Indonesia. Kecamatan Panti, Silo, Balung, dan Kalisat termasuk 5 besar kasus bayi stunting di Jember. Akar persoalannya diprediksi bukan hanya karena ekonomi warga, akan tetapi pemahaman diksi “kata gizi” bagi masyarakat masih belum terefleksikan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu, penyuluhan tentang pemahaman kata gizi yang diganti dengan kata “amis-amis atau mis-amis” untuk variasi lauk-pauk yang berprotein tinggi dan refleksinya penting dilakukan. Hal ini sesuai dengan hasil riset terdahulu (2021) ditemukan bahwa pemahaman kata gizi para ibu muda kasus gizi buruk dan stunting di Jember tergolong kurang dan sangat rendah refleksinya, sebagai salah satu permasalahan di Desa Kalisat, Kecamatan Kalisat Jember. Solusinya adalah dilakukan penyuluhan dan praktik tentang pentingnya pemahaman diksi “lauk yang amis-amis” yang berprotein hewani tinggi untuk ibu hamil dan menyusui dalam meningkatkan pertumbuhan otak dan fisik (janin) supaya terhindar dari gizi buruk dan stunting. Metode pelaksanaan pengabdian adalah observasi, wawancara (dalam FGD), penyuluhan, dan praktik di Desa Kalisat Jember Hasilnya menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tentang penyuluhan atau sosialisasi pemahaman kata gizi yang implementatif melalui penggantian diksi lauk amis-amis ini dilakukan lebih efektif dengan cara FGD, penyuluhan, dan praktik memasak serta makan bersama dengan menggunakan lauk amis-amis. Lauk amis-amis mengandung protein hewani yang tinggi untuk pertumbuhan dan perkembangan anak saat dalam kandungan (saat ibu hamil), setelah lahir (saat ibu menyusui), dan saat pembesaran (enam bulan hingga balita) untuk pencegahan gizi buruk dan stunting.