Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Dominant Factors Affecting HIV AIDS Prevention In The Village “X” Bongas District Of Indramayu In 2023 Wardani, Siti Pangarsi Dyah Kusuma; Astuti, Nur Mega; Nuraeni, Tating
Gema Wiralodra Vol. 15 No. 3 (2024): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gw.v15i3.704

Abstract

Data from the health service of Indramayu district in 2021 showed that the number of cases of HIV AIDS was 4,849 per incidence in Indramayu district, with the highest cases in Bongas district being 392. The research was conducted in the village "X" in Bongas district. This study aims to identify the factors that most influence HIV AIDS prevention attitudes. The subject of the research was the entire village community "X", consisting of 5,553 people with a sample of 100 people, and using a cross-sectional research design and continued with multivariate modeling. Data collection method using a questionnaire. Multivariate data analysis with double logistic regression, univariate with chi square and fisher exact tests, and bivariate tests. Based on the results obtained from respondents with an environmental culture of good HIV/AIDS prevention attitude 38 (32.2), p-value (0.018), respondents who have good social communications related to AIDS HIV prevention stance 60 (58.9) with p-valu (0.279), respondents whose friendship related to HIV AIDS prevention posture is good 49 (42.2) with a p- value (0,003), respondents having knowledge related to a good AIDS HIV-prevention stance 56 (48.4) with a P-valure (0,000), respondants who are exposed to media information about HIV/aids preventive stance 50 (49.0) with the p- value (0.606), respondents have experience with a good HIV-AIDS preventative attitude 50 (44.0) with p -value ( 0,007). There is an influence of environmental culture, friendships, knowledge, and experience on the attitude of HIV AIDS prevention, there is no influence on social communications on the approach of AIDS HIV prevention. Environmental cultural factors are the most dominant factors. Other research is expected to further refine the social capital approach to HIV/AIDS.
Pengaruh Promosi Kesehatan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) melalui Media Video Terhadap Praktek Cuci Tangan Keluarga Pasien di Rumah Sakit MM Tahun 2024 Haryono, Yoyon Selamet; Nurbaeti, Tayong Siti; Wardani, Siti Pangarsi Dyah Kusuma
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2025): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v10i1.489

Abstract

Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) merupakan salah satu langkah sanitasi penting yang dilakukan dengan membersihkan tangan dan jari-jari menggunakan air dan sabun. Praktik CTPS yang benar dan teratur menjadi langkah pencegahan efektif dalam menjaga kesehatan individu dan masyarakat, terutama dalam situasi pandemi atau wabah penyakit menular. Edukasi dan promosi terkait CTPS perlu terus ditingkatkan untuk memastikan perilaku higienis ini diadopsi oleh seluruh lapisan masyarakat dalam hal ini adalah keluarga pasien RS MM Indramayu. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Quasi experiment (kuasi eksperimen). Rancangan pendekatan kuasi eksperimen yang digunakan adalah one group pretest–posttest design. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh tingkat pengetahuan responden dengan kategori baik sebelum perlakuan sebanyak 27 responden (67,5%) dan setelah perlakuan mengalami peningkatan jumlah responden menjadi 35 responden (87,5%), dan tingkat pengetahuan responden dengan kategori kurang sebelum diberikan perlakuan sebanyak 13 responden (32,5%) dan setelah dilakukan perlakuan mengalami penurunan menjadi 5 responden (12,5%). Praktek pasien RS MM Indramayu tahun 2024 dengan kategori baik sebelum perlakuan sebanyak 18 responden (45,0%) dan setelah perlakuan mengalami peningkatan jumlah responden menjadi 30 responden (75,0%), dan tingkat praktek responden dengan kategori kurang sebelum diberikan perlakuan sebanyak 22 responden (55,0%) dan setelah dilakukan perlakuan mengalami penurunan menjadi 10 responden (25,0%).Terdapat pengaruh tingkat pengetahuan dan praktek cuci tangan pakai sabun sebelum dan setelah diberikan perlakuan berupa media video edukasi pada keluarga pasien RS MM Indramayu. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari penggunaan video CTPS serta untuk mengkaji efektivitasnya di berbagai kelompok demografis dan dalam situasi yang berbeda.
Identifikasi Potensi Bahaya Bekerja di Ketinggian (Working at Height) pada Pekerja Repainting di PT. X Tahun 2023 Wardani, Siti Pangarsi Dyah Kusuma; Savira, Intan; Nuraeni, Tating
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2024): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v9i2.289

Abstract

Bekerja di ketinggian (working at height) merupakan suatu kegiatan yang dikategorikan sebagai pekerjaan dengan resiko tingi, berdasarkan laporan Labour Force Survey (LFS2) UK, penyebab terjadinya kecelakaan yang berdampak pada cidera serius dan kematian adalah terjatuh dari atas ketinggian dan sebagian besar terjadi pada pekerja bidang konstruksi. Sebagai upaya pengendalian risiko kecelakaan kerja, perlu diidentifikasi potensi bahaya yang ada serta dilakukan pengendalian yang memadai. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus (case study). Informan berjumlah 4 orang. Teknik pengambilan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Teknik analisis pengolahan data yang digunakan yaitu transkripsi, koding, kategorisasi, review tema/ pattern matching, mendefinisikan dan menamai tema serta membuat akhir tema. Identifikasi potensi bahaya pekerjaan di ketinggian pada proyek repainting di PT. X adalah potensi bahaya mekanis berupa drop object dan tali lanyard terlilit pada pipa scaffolding. PT. X agar lebih memperhatikan proteksi terhadap berbagai potensi bahaya yang terdapat dalam proyek repainting dengan menyediakan safety net untuk melindungi pekerja dari potensi bahaya drop object. PT. X menyediakan sebuah media alat berupa skylift truck untuk lebih memastikan keamanan pekerja saat melakukan perpindahan posisi saat mengecat, sehingga potensi untuk terpeleset dan terlilit tali lanyard dapat diminimalisir. Peneliti selanjutnya dapat melengkapi dokumen yang diperlukan untuk penelitian dengan tema identifikasi potensi bahaya.Kata kunci: Identifikasi, Pekerjaan Ketinggian, Potensi Bahaya