Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

ONOMATOPE DALAM LAGU ANAK-ANAK TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA Apriliandini, Anggi; Juidah, Imas; Nasihin, Agus; Winata, Nana Triana
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i1.647

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan unsur onomatope dalam lagu anak-anak berbahasa Indonesia serta peranannya dalam mendukung perkembangan bahasa anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik simak-catat terhadap lirik dan audio lagu anak-anak populer, seperti "Cicak-cicak di Dinding", "Tik Tik Bunyi Hujan", dan lainnya. Analisis data dilakukan dengan mengklasifikasikan onomatope berdasarkan jenis suara: manusia, alam, binatang, benda, dan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa onomatope dalam lagu berfungsi tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media edukatif yang memperkaya kosakata, meningkatkan kesadaran fonologis, serta membantu anak memahami hubungan antara bunyi dan makna. Temuan ini menegaskan pentingnya lagu anak sebagai sarana strategis dalam proses pemerolehan bahasa sejak dini.
ANALISIS RANCANGAN PEMBELAJARAN CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING UNTUK MENDUKUNG LITERASI HUMANISTIK DI TINGKAT SEKOLAH MENENGAH ATAS Saputri, Annisa Mega; Winata, Nana T.; Kohar, Dadun; Susanti, Eka
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i1.688

Abstract

Indonesia memiliki keragaman budaya yang sangat luas. Namun demikian, dunia pendidikan masih belum sepenuhnya memanfaatkan kekayaan ini sebagai elemen penting sebagai komponen yang dapat diintegrasikan secara aktif dalam proses pembelajaran. Pada masa kini yang ditandai dengan kemajuan pesat di berbagai bidang, Kurikulum Merdeka telah diterapkan sebagai sistem pendidikan nasional, yang di dalamnya mengandung unsur budaya sebagai bagian integral. Salah satu strategi pembelajaran yang diterapkan dalam kurikulum ini adalah Culturally Responsive Teaching (CRT), yakni suatu pendekatan instruksional yang secara sengaja menghubungkan konteks budaya peserta didik dengan isi pembelajaran yang disampaikan. Pendekatan ini sangat relevan dengan tuntutan pembelajaran di era abad ke-21 yang turut menyoroti pentingnya penguasaan literasi yang sesuai dengan perkembangan zaman. Salah satu literasi penting yang perlu dikembangkan adalah literasi humanistik, karena literasi ini berperan sebagai landasan dalam membentuk perilaku sosial serta mendorong keterlibatan aktif dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memperkuat literasi humanistik melalui pendekatan CRT, khususnya dalam mengenalkan kekayaan budaya bangsa. Dengan pendekatan ini, peserta didik diharapkan dapat mengenali dan menghormati keragaman budaya yang ada di Indonesia, sekaligus membangun sikap saling menghargai terhadap perbedaan budaya di sekitar mereka. Kajian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif interpretatif, yang meliputi perancangan studi secara sistematis, riset secara khusus, pembentukan kerangka konsep, analisis data, hingga penetapan standar penelitian. Hasil penerapan pendekatan CRT dinilai efektif dalam meningkatkan literasi humanistik, terutama pada jenjang sekolah menengah atas. Desain pembelajaran berfokus pada pemahaman nilai-nilai sosial peserta didik dan penguatan pondasi sosial mereka melalui integrasi nilai-nilai budaya ke dalam proses pembelajaran.
ANALISIS DIKSI DALAM LAGU AMIN PALING SERIUS KARYA SAL PRIADI Nurkhasanah, Nurkhasanah; Juidah, Imas; Nasihin, Agus; Winata, Nana Triana
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i1.753

Abstract

Penelitian ini mengulas bagaimana pemilihan kata dalam lagu “Amin Paling Serius” karya Sal Priadi dan Nadin Amizah mampu menyampaikan perasaan yang dalam dan menyentuh. Fokus utamanya adalah pada jenis diksi, baik yang bermakna langsung (denotatif) maupun yang bermakna kiasan (konotatif), yang digunakan dalam lirik lagu. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan teknik simak-catat, peneliti menelaah lirik-lirik yang mengandung unsur harapan, cinta, dan spiritualitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata-kata seperti “rumah”, “doa paling serius”, dan “tubuh tak bernyawa tetap memelukmu dalam doa” tidak hanya terdengar indah, tetapi juga sarat makna emosional. Diksi konotatif dalam lagu ini memberi ruang tafsir yang luas, memperkaya makna, serta memperkuat pesan yang ingin disampaikan. Di sisi lain, penggunaan diksi denotatif membantu memperjelas isi lagu dan membuatnya mudah dipahami. Kombinasi keduanya menjadikan lirik lagu terasa hidup, personal, dan menyentuh. Lagu ini membuktikan bahwa lirik bukan sekadar pelengkap musik, tetapi bisa menjadi bentuk ekspresi sastra yang kuat dan penuh daya ungkap.
Arketipe Tokoh Lengkara Dalam Novel 00.00 Karya Ameylia Falensia : Teori Carl Jung Lestari, Ayu; Juidah, Imas; Kohar, Dadun; Winata, Nana Triana
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i3.3490

Abstract

Novel 00.00 karya Ameylia Falensia merepresentasikan dinamika psikologis remaja melalui tokoh utama yang mengalami konflik batin akibat tekanan lingkungan dan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji struktur kepribadian tokoh utama dalam novel tersebut melalui pendekatan psikologi sastra khususnya merujuk pada teori arketipe Carl Gustav Jung. Fokus kajian diarahkan pada tiga aspek utama dalam teori Jung yakni persona, shadow, dan anima/animus yang dianggap mencerminkan lapisan terdalam dari perjalanan psikologis tokoh. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik studi pustaka dan baca catat sebagai strategi dalam pengumpulan data serta analisis teks secara mendalam.
Pelatihan Kemampuan Linguistic Entrepreneurship Menggunakan Model Reciprocal Teaching kepada Pelaku Bisnis Kedai Kopi Nana Triana Winata; Vismaia S. Damaianti; Syihabuddin, Syihabuddin; Yeti Mulyati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4397

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi oleh randahnya kemampuan linguistic entrepreneurship para pelaku usaha kedai kopi penggunaan bahasa Indonesia dalam memberikan pelayanan (bahasa lisan) dan iklan promosi (bahasa tulis). Tujuan dalam penelitian ini untuk mengukur kemampuan linguistic entrepreneurship berupa pelayanan kedapa konsumen menggunakan bahasa lisan dan penggunaan bahasa Indonesia dalam membuat konten atau iklan promosi di media sosial. Penelitian ini menggunakan metode ekperimen dengan desain one group pretets-posttest. Hasil dari penelitian ini mendapatkan skor 64.9 pada pretest dan skor 76.03 pada posttest. Analisis statistik diperoleh nilai signifikansi α 0.001<0.05 maka adanya pengaruh yang signifikan penggunaan model reciprocal teaching terhadap kemampuan linguistic entrepreneurship pada pelaku usaha kedai kopi di Kabupaten Indramayu
EUFEMISME DALAM BERITA ELEKTRONIK TRIBUNJABAR.ID EDISI BULAN MEI 2021 Winata, Nana Triana; Agus Nasihin
Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Vol. 13 No. 2 (2023): Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/literasi.v13i2.6152

Abstract

The purpose of this study was to identify the form of euphemism, the function of euphemism, and the meaning of euphemism. The method used is descriptive qualitative research. The data in this study are in the form of words, phrases, sentences, or euphemistic expressions contained in the May 2021 edition of the electronic news Tribunjabar.id. In this study, there are 49 euphemistic data from the May 2021 edition of Tribunjabar.id as data from May 1 to May 31, 2021. In this study there are 3 data collection techniques, namely reading carefully and thoroughly every word, phrase, sentence, or expression of euphemism contained in the May 2021 edition of the Tribunjabar.id electronic news. The results of this study prove that there is the use of euphemisms in the Tribunjabar electronic news. en May 2021 issue, such as the use of words, phrases, meanings, and functions of euphemisms. (1) The euphemism of the use of words has 5 forms of data in the form of words and the euphemism of the use of words with affixes has 4 forms of data. (2) The euphemism of the use of the phrase has 4 forms. (3) The euphemism of the use of abbreviations in this section is clear and abbreviations are divided into two parts, namely initials and acronyms. The euphemism for the use of abbreviations contains 12 data, including 5 data in the form of initials. There are 7 data forms of acromine expression. (4) The euphemism of the use of loanwords contains 10 forms of data. (5) Euphemisms for the use of foreign terms in 6 forms of data. (6) Euphemisms using metaphors in 4 forms of data. (7) The euphemism of the use of 4 forms of data.
ANALISIS KESALAHAN EJAAN BAHASA INDONESIA DALAM MEDIA MASSA DARING (DETIKCOM) Winata, Nana Triana
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v4i2.52

Abstract

Pada penelitian ini menganalisis kesalahan ejaan bahasa Indonesia yang digunakan oleh media massa daring Detikcom edisi terbit tanggal 6 dan 8 September 2019. Data yang diambil dalam penelitian ini ada tujuh berita yang terbit pada tangga 6 dan 8 September 2019 pada pukul (19.19; 19.33; 21.00; 21.16; 13.30; 15.45; 19.19). Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) mengetahui jenis ejaan yang salah dalam penulisan berita daring Detikcom edisi terbit tanggal 6 dan 8 September 2019 pada pukul (19.19; 19.33; 21.00; 21.16; 13.30; 15.45; 19.19); dan (2) menganalisis kesalahan ejaan bahasa Indonesia pada media massa daring Detikcom edisi terbit tanggal 6 dan 8 September 2019 pada pukul (19.19; 19.33; 21.00; 21.16; 13.30; 15.45; 19.19). Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif karena pada penelitian ini mencari kesalahan ejaan bahasa Indonesia baik itu dari penggunaan huruf (huruf miring), kata (kata konjungsi), atau penggunaan tanda baca pada media massa daring. Bogdan dan Taylor dalam Moleong (2010:4) mengemukakan bahwa penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang dapat diamati. Kesalahan ejaan bahasa Indonesia yang digunakan oleh media massa daring Detikcom yang diterbitkan pada tanggal 6 dan 8 September 2019 pukul (19.19; 19.33; 21.00; 21.16; 13.30; 15.45; 19.19) sebagian besar terdapat pada huruf miring penamaan istilah bahasa asing. Jenis kesalahan yang ditemukan pada edisi terbitan di atas adalah (1) kesalahan penggunaan huruf miring; (2) kesalahan penggunaan tanda baca; (3) kesalahan pengguanaan gabungan kata; dan (4) kesalahan penggunaan angka dan bilangan. Kesalahan ejaan bahasa Indonesia di media massa daring Detikcom dalam bentuk pedoman penulisan huruf, kata, dan tanda baca.
MALING (DRAMA TARLING) PADA SISWA-SISWA SMA SE-KABUPATEN INDRAMAYU Saroni, Saroni; Triana Winata, Nana
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v5i2.94

Abstract

ABSTRAK Seni pertunjukan tarling di Indramayu merupakan pertunjukan teater tradisional. Kondisi ideal yang diharapkan adalah seni pertunjukan tarling sebagai identitas daerah Indramayu tetap lestari, tetapi ternyata semakin pudar dan tak bertenaga. Dengan demikian, perlu adanya revitalisasi budaya lokal melalui pemberdayaan generasi muda. Upaya revitalisasi seni pertunjukan tarling merupakan upaya pemertahanan eksistensi kesenian tradisional tarling kepada generasi muda. Revitalisasi perlu segera dilakukan karena seni pertunjukan tarling telah hampir punah karena tidak menjadi sebuah industri yang berasal dari kreativitas senimannya. Berdasarkan permasalahan-permasalahan di atas, peneliti merancang penelitian sebagai berikut: 1) menyebarkan angket pada siswa-siswa SMA di Kabupaten Indramayu terkait dengan minat drama, 2) melakukan pelatihan MALING (Drama Tarling) bagi siswa-siswa SMA di Kabupaten Indramayu, 2) untuk menunjang pelatihan MALING (Drama Tarling) maka, peneliti melakukan kerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk memanfaatkan alat-alat gamelan tarling sebagai penunjang dalam melakukan penelitian, 4) untuk membantu program kerja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Indramayu yaitu mengadakan malam pementasan drama di taman kota Indramayu, maka tim merancang sebuah pementasan per kelompok untuk dapat dipentaskan setiap minggunya, 5) menyebarkan angket pada siswa-siswa SMA di Kabupaten Indramayu yang mengikuti pelatihan MALING (Drama Tarling) untuk mengetahui perkembangan minat drama. Hasil penelitian melalui angket awal yang disebar menunjukan bahwa aspek pengetahuan dengan nilai 331 kategori baik, aspek minat dengan nilai 297 kategori baik, aspek apresiasi dengan nilai 307 kategori baik, aspek sikap dengan nilai 291 kategori baik, dan yang terakhir aspek harapan dengan nilai 286 kategori baik. Jika dibandingkan antara angket awal dan akhir, adanya peningkatan minat dan keterampilan siswa dalam bermain drama. Pada aspek pengetahuan dengan nilai 425 kategori sangat baik, aspek minat dengan nilai 407 kategori sangat baik, aspek apresiasi dengan nilai 419 kategori sangat baik, aspek sikap dengan nilai 412 kategori sangat baik, dan yang terakhir aspek harapan dengan nilai 434 kategori sangat baik. Hal ini menunjukan bahwa dengan adanya pelatihan MALING dapat membantu dalam meningkatkan minat dan keterampilan siswa dalam bermain drama. Oleh karena itu pelatihan MALING (Drama Tarling) perlu direkomendasikan dan diharapkan tetap berlanjut untuk kelestarian seni budaya Indramayu. Kegiatan ini sangat efektif dalam menumbuhkan minat siswa-siswa/generasi baru dan eksistensi kesenian tradisional tarling kepada generasi muda dalam bermain drama tarling. Kata Kunci : Drama, Tarling, Siswa SMA, Indramayu.
PENGARUH KETERLIBATAN GURU-SISWA DALAM MENULIS KARANGAN EKSPOSISI MENGGUNAKAN MODEL EXPERIENTIAL LEARNING DI SMA NEGERI 2 INDRAMAYU Logita, Embang; Triana Winata, Nana
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v5i2.96

Abstract

In learning expositional text, there is material to identify, compile, analyze, and produce. Producing as a final project of learning exposition text because in producing students are able to think critically and student are considered to have mastered the material about identifiying, compiling and analyzing. Producing in exposition text materian in the form of writing. The use of models, methods and techniques in learnin exposition text is very important to help students more easily understand the subject conveyed by the teacher. The use of experiential learning in the learning process is an effort to develop and build student’klowlegde through their experiences. Teacher-student involvement through an experiential learning models based on student intelligence to improve skills in producing exposition text is a models that involves the active role of student by writing down their own ideas based on the experiences of student who vary according to their reseptive intellegences so that each student in producing exposition text will be varied so that this learning models is expected to help student develop or improve wrting skill especially in producing text. Keyword: exposition text, experiential learning, teacher-student involvement
PEMBINAAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR DIKALANGAN MAHASISWA DI ERA MILENIAL MELALUI MEDIA SOSIAL Winata, Nana Triana
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v6i2.141

Abstract

Bahasa Indonesia adalah bahasa nasional negara Indonesia yang memiliki kaidah-kaidah sesuai dengan PUEBI. Dalam berkomunikasi, baik lisan maupun tulisan, kita menggunakan keterampilan berbahasa yang telah dimiliki, meskipun setiap orang memiliki tingkatan atau kualitas yang berbeda-beda. Orang yang memiliki keterampilan berbahasa secara optimal, setiap tujuan komunikasinya akan dapat dengan mudah tercapai. Lain halnya bagi orang yang memiliki tingkat keterampilan bahasa lemah, dalam melakukan komunikasi bukan tujuannya yang akan tercapai, tetapi justru akan sering timbul kesalahpahaman antara penutur dan mitra tuturnya. Tujuan dalam penelitian ini adalah membentuk pemahaman penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di era digital pada kalangan mahasiswa, serta membekali target khalayak dalam berperilaku positif di media sosial, sehingga terbentuk perilaku terbuka (overt behavior) yang tampak dari target khalayak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, berarti peneliti menganalisis data yang dikumpulkan dapat berupa kata-kata, gambar dan bukan angka-angka. Dari hasil pembinaan yang dilakukan melalui media sosial instagram dan tik tok, mendapatkan respons positif dari peserta pembinaan bahasa Indonesia. Banyak pengetahuan baru yang mereka dapatkan dari hasil unggahan. Hasil unggahan baik itu melalui instagram dan tik tok dapat menjadi bekal untuk semua kalangan dalam menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan PUEBI yang berlaku.