Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

CAMPUR KODE DAN ALIH KODE DALAM VIDEO YOUTUBE UENO FAMILY JAPAN “MAKAN MALAM DI RESTAURANT INDIA” Khasanah Khasanah; Imas Juidah; Dadun Kohar; Nana Triana Winata
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i1.620

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena campur kode dan alih kode dalam video YouTube Ueno Family Japan yang berjudul "Makan Malam di Restaurant India." Fokus penelitian adalah interaksi antar anggota keluarga Ueno selama makan malam di Restaurant India. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik simak catat. Hasil penelitian menunjukkan adanya campur kode dalam bentuk penyisipan kata, frasa, dan klausa dari bahasa berbeda dalam satu tuturan, serta alih kode yang terjadi saat penutur beralih dari satu bahasa ke bahasa lain. Faktor yang mempengaruhi terjadinya fenomena ini meliputi latar belakang multikultural keluarga, situasi tutur, topik pembicaraan, dan keberadaan penutur ketiga. Penelitian ini menemukan bahwa campur kode dan alih kode tidak hanya sebagai strategi komunikasi, tetapi juga mempererat hubungan keluarga serta membangun keakraban dan identitas kolektif dalam konteks lintas budaya.
ANALISIS KESALAHAN EJAAN DALAM TEKS NEGOSIASI SISWA KELAS X SMK Any Novitasari; Nana Triana Winata; Dadun Kohar; Satibi Satibi
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i1.636

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kesalahan ejaan dari segi penggunaan huruf kapital, kata depan, dan tanda baca dalam dalam teks negosiasi yang ditulis oleh siswa kelas X SMK N 2 Indramayu. Teks negosiasi dari kelas X SMK N 2 Indramayu yang mengandung kesalahan ejaan menjadi subjek penelitian ini, yang dilakukan dengan metodologi deskriptif kualitatif. Data penelitian ini dikumpulkan melalui teknik simak dan catat. Untuk memastikan bahwa data benar dan konsisten, ini membandingkan data dari berbagai sumber. Selain itu, untuk memastikan keabsahan data, penelitian ini menggunakan metode triangulasi dokumen. Data yang disajikan menggunakan model analisis interaktif. Termasuk dalam 397 kesalahan ejaan, penelitian tersebut menemukan 158 tanda baca, 13 kata depan, dan 224 huruf kapital. Ada 49 kesalahan dalam penggunaan tanda titik (.), 14 kesalahan dalam penggunaan tanda koma (.), dan 95 kesalahan dalam penggunaan tanda petik dua ("..."). Kesalahan dalam penggunaan huruf kapital sering kali terjadi karena siswa belum sepenuhnya memahami kaidah penulisann sesuai dengan ejaan yang berlaku. Kurangnya pemahaman membuat siswa kurang cermat saat menulis, sehingga terjadi kesalahan pada penulisan nama, sapaan, dan kata pertama dalam kalimat langsung.
ONOMATOPE DALAM LAGU ANAK-ANAK TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA Anggi Apriliandini; Imas Juidah; Agus Nasihin; Nana Triana Winata
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i1.647

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan unsur onomatope dalam lagu anak-anak berbahasa Indonesia serta peranannya dalam mendukung perkembangan bahasa anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik simak-catat terhadap lirik dan audio lagu anak-anak populer, seperti "Cicak-cicak di Dinding", "Tik Tik Bunyi Hujan", dan lainnya. Analisis data dilakukan dengan mengklasifikasikan onomatope berdasarkan jenis suara: manusia, alam, binatang, benda, dan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa onomatope dalam lagu berfungsi tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media edukatif yang memperkaya kosakata, meningkatkan kesadaran fonologis, serta membantu anak memahami hubungan antara bunyi dan makna. Temuan ini menegaskan pentingnya lagu anak sebagai sarana strategis dalam proses pemerolehan bahasa sejak dini.
ANALISIS DIKSI DALAM LAGU AMIN PALING SERIUS KARYA SAL PRIADI Nurkhasanah Nurkhasanah; Imas Juidah; Agus Nasihin; Nana Triana Winata
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i1.753

Abstract

Penelitian ini mengulas bagaimana pemilihan kata dalam lagu “Amin Paling Serius” karya Sal Priadi dan Nadin Amizah mampu menyampaikan perasaan yang dalam dan menyentuh. Fokus utamanya adalah pada jenis diksi, baik yang bermakna langsung (denotatif) maupun yang bermakna kiasan (konotatif), yang digunakan dalam lirik lagu. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan teknik simak-catat, peneliti menelaah lirik-lirik yang mengandung unsur harapan, cinta, dan spiritualitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata-kata seperti “rumah”, “doa paling serius”, dan “tubuh tak bernyawa tetap memelukmu dalam doa” tidak hanya terdengar indah, tetapi juga sarat makna emosional. Diksi konotatif dalam lagu ini memberi ruang tafsir yang luas, memperkaya makna, serta memperkuat pesan yang ingin disampaikan. Di sisi lain, penggunaan diksi denotatif membantu memperjelas isi lagu dan membuatnya mudah dipahami. Kombinasi keduanya menjadikan lirik lagu terasa hidup, personal, dan menyentuh. Lagu ini membuktikan bahwa lirik bukan sekadar pelengkap musik, tetapi bisa menjadi bentuk ekspresi sastra yang kuat dan penuh daya ungkap.
PENGARUH MODEL RECIPROCAL TEACHING BERBASIS PEER FEEDBACK TERHADAP KEMAMPUAN LINGUISTIC ENTREPRENEURSHIP BAGI MAHASISWA Nana Triana Winata; Zain Syaifudin Nakrowi; Chen Die
INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Volume 7 Number 2 June 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/indonesia.v7i2.83327

Abstract

This study aims to determine the effect of the reciprocal teaching model, based on peer feedback, on students' linguistic entrepreneurship ability. This research employed a quantitative approach with a quasi-experimental, nonequivalent control-group design. The sample consisted of 64 students from the Indonesian Language and Literature Education Study Program at Universitas Wiralodra, divided into 32 students in the experimental class and 32 in the control class. Data were analysed using SPSS version 27, including descriptive statistics, a normality test, and a paired-samples t-test. Based on the t-test with a significance value (Sig. 2-tailed) of 0.000 < 0.05 at the 95% significance level, the mean posttest score in the experimental class was 86.06, while that in the control class was 77. The results indicate a significant increase in students' linguistic entrepreneurship ability in the experimental class compared to the control class. This model can be utilised as an alternative instructional strategy for language entrepreneurship courses. Thus, the reciprocal teaching model based on peer feedback has been shown to enhance students' linguistic entrepreneurship abilities.
Efektivitas Media Animasi Kartun dalam Pembelajaran Menulis Teks Negosiasi pada Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Indramayu Ine Saadah; Nana Triana Winata; Agus Nasihin
Semantik : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya Vol. 4 No. 3 (2026): August: Semantik : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/semantik.v4i3.2837

Abstract

Writing skill, particularly in producing negotiation texts, remains a persistent challenge for tenth-grade students, who often struggle with structuring texts, limited vocabulary, and low writing motivation caused by monotonous instructional media. This study aimed to describe students' negotiation-text writing ability before and after the use of cartoon animation media and to examine its effectiveness. A quasi-experimental method with a nonequivalent control group design was employed. The sample was selected through purposive sampling, consisting of Class X-7 as the experimental group (38 students) and Class X-4 as the control group (39 students) at SMA Negeri 2 Indramayu in the 2025/2026 academic year. Data were collected through negotiation-text writing tests assessing text structure, content, and language use, complemented by observation sheets, and analyzed using the Shapiro-Wilk test, Levene's test, and the nonparametric Mann-Whitney U test with SPSS 25. Results showed that the control group's posttest mean score reached 63 (adequate category), while the experimental group achieved a mean score of 80 (good category) with a highest score of 100. The Mann-Whitney U test yielded an Asymp. Sig. (2-tailed) value of 0.000 (< 0.05), indicating a statistically significant difference between the two groups. These findings confirm that cartoon animation media effectively improves students' negotiation-text writing ability. Teachers are recommended to adopt this medium as an innovative learning strategy, and schools are encouraged to support the availability of supporting audio-visual technological facilities.
Artikel Analisis Penggunaan Bahasa Slang di Media Sosial pada Kalangan Remaja: Analisis Penggunaan Bahasa Slang di Media Sosial pada Kalangan Remaja Shelia Ashari; Mega Apriliani; Nana Triana Winata
Blantika: Multidisciplinary Journal Vol. 4 No. 4 (2026): Blantika: Multidisciplinary Jornal
Publisher : PT. Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/blantika.v4i4.509

Abstract

Penelitian ini mengkaji penggunaan bahasa slang di media sosial pada kalangan remaja, khususnya Generasi Z, sebagai salah satu fenomena kebahasaan yang terus mengalami perkembangan di era digital. Kehadiran berbagai platform media sosial seperti TikTok, Instagram, Twitter, WhatsApp, dan YouTube memberikan pengaruh yang besar terhadap pola komunikasi serta cara remaja mengekspresikan diri.. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menganalisis fenomena penggunaan bahasa slang dalam komunikasi daring. Data penelitian dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dengan mengamati caption, komentar, dan percakapan pada berbagai platform media sosial. Selanjutnya, data yang diperoleh diklasifikasikan dan dianalisis berdasarkan bentuk bahasa serta fungsi komunikatifnya. Fokus penelitian ini meliputi beberapa jenis bahasa slang, seperti kata serapan dari bahasa asing, akronim, variasi leksikal, dan pergeseran makna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa slang di kalangan remaja memiliki sifat yang dinamis dan dipengaruhi oleh perkembangan globalisasi, budaya populer, serta tren di internet. Beberapa istilah slang yang sering digunakan dalam komunikasi media sosial di antaranya slay, effort, gwenchana, mager, baper, dan murce. Istilah-istilah tersebut digunakan untuk berbagai tujuan, seperti mengekspresikan emosi, memperkuat identitas kelompok, mempermudah komunikasi, menunjukkan keterlibatan dalam budaya digital, serta mencerminkan kreativitas dalam berbahasa. Selain sebagai alat komunikasi, bahasa slang juga mencerminkan perubahan sosial, budaya, dan teknologi dalam kehidupan remaja. Oleh sebab itu, penggunaan bahasa slang di media sosial dapat dikatakan telah menjadi bagian penting dalam komunikasi modern remaja dan akan terus berkembang mengikuti perubahan tren digital.
Analisis Ejaan dan Fenomena Penggunaan Bahasa dalam Takarir Promosi Kedai Kopi di Instagram Berdasarkan Ejaan yang Disempurnakan Edisi V Viomelia Ihana Putri; Anita Anita; Nana Triana Winata
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/rhizome.v6i1.4632

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan ejaan dan fenomena penggunaan bahasa pada takarir promosi akun Instagram kedai kopi di Kabupaten Indramayu berdasarkan Ejaan yang Disempurnakan (EYD) Edisi V. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi terhadap beberapa akun Instagram kedai kopi. Data penelitian berupa kata, frasa, dan kalimat dalam takarir promosi yang menunjukkan penggunaan ejaan yang tidak sesuai dengan kaidah EYD Edisi V serta bentuk penggunaan bahasa dalam komunikasi digital. Hasil penelitian menunjukkan adanya beberapa bentuk penggunaan bahasa yang berkaitan dengan aspek ejaan, meliputi penggunaan kata tidak baku, penulisan kata depan, kata serapan, huruf kapital, singkatan, kata ulang, dan tanda baca. Bentuk yang paling dominan ditemukan adalah penggunaan kata tidak baku. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa dalam takarir promosi media sosial tidak hanya berkaitan dengan penerapan kaidah kebahasaan, tetapi juga menunjukkan adanya kecenderungan penggunaan bahasa yang lebih informal dalam membangun komunikasi dengan pengguna media sosial. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam kajian kebahasaan, khususnya mengenai penggunaan bahasa Indonesia dalam konteks komunikasi promosi digital.