Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PENGGUNAAN SERBUK TULANG AYAM SEBAGAI ADSORBEN DENGAN AKTIVATOR HCl DAN NaOH UNTUK MENGURANGI ION LOGAM KROMIUM Rizaldi Meydika Ferriansyah; Sigit Hadiantoro
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 7, No 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.292

Abstract

Tulang ayam pada dasarnya bisa dimanfaatkan menjadi adsorben karena memiliki kandungan hidroksiapatit. Hidroksiapatit ini dapat dijadikan sebagai adsorben untuk pengolahan air limbah, karena banyak dan mudah diperbarui. Tujuan peneltitan ini untuk megetahui jenis aktivator HCl dan NaOH terhadap kemampuan adsorpsi ion logam kromium dari larutan K2Cr2O7, mengetahui pengaruh lama waktu aktivasi atau perendaman terhadap kemampuan adsorpsi ion logam kromium dari larutan K2Cr2O7, serta mengetahui perbedaan massa adsorben terhadap kemampuan adsorpsi ion logam kromium dari larutan K2Cr2O7. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Variabel bebas yang digunakan adalah larutan aktivator HCl 1M dan NaOH 1M, lama waktu aktivasi atau perendaman 12 dan 24 jam massa adsorben 0,5; 1; 1,5; dan 2 gram.  variabel kontrol yaitu waktu proses adsorpsi 1 jam, volume larutan K2Cr2O7 100 ml, dan konsentrasi logam kromium 100 ppm. Hasil penelitian yang didapat yaitu larutan aktivasi yang optimum menggunakan HCl dengan lama waktu aktivasi 24 jam dan massa adsorben 2 gram menunujukkan efektivitas adsorpsi 87% dan terjadi penurunan konsentrasi kromium dari 99,620 ppm menjadi 13,219 ppm.
Pembuatan dan Karakterisasi Plastik Biodegradable dari Umbi Talas (Xanthosoma sagittifolium) dengan Penambahan Filler Kitosan dan Kalsium Silikat S.Sigit Udjiana; Sigit Hadiantoro; Muchamad Syarwani; Profiyanti Hermien Suharti
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Vol. 3 No. 1 (2019): April 2019
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (877.157 KB) | DOI: 10.33795/jtkl.v3i1.80

Abstract

Permasalahan tentang sampah plastik di Indonesia berdampak pada ketidakstabilan ekosistem lingkungan dan peningkatan pencemaran lingkungan. Hal ini dikarenakan sampah plastik tidak dapat terurai oleh mikroorganisme di dalam tanah. Inovasi untuk mengatasi masalah ini terus dilakukan, salah satunya adalah pengembangan plastik biodegradable. Plastik biodegradable dalam penelitian ini dikembangkan dengan pati umbi talas sebagai bahan utama, sorbitol sebagai plasticizer serta kitosan dan kalsium silikat sebagai filler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan filler kitosan dan kalsium silikat terhadap sifat mekanik, kemampuan biodegradasi, maupun water absorption. Selain itu, juga dilakukan analisa Scanning Electron Microscope (SEM) untuk mengetahui morfologi dari plastik biodegradable. Variabel berubah yang digunakan dalam penelitian ini adalah 2%,4%,6% dan 8% dari berat pati yang digunakan. Plastik biodegradable dibuat menggunakan metode casting, di mana pati didispersikan ke dalam campuran air dan plasticizer. Hasil percobaan menunjukkan bahwa kemampuan degradasi paling tinggi sebesar 42,86% untuk plastik biodegradable dengan filler kalsium silikat 6%. Sedang hasil uji water absorption menunjukkan nilai terendah 11,76% dengan filler kitosan 8%. Uji kuat tarik diperoleh nilai paling besar 9,56 MPa pada filler kalsium silikat 6%. Plastic waste in Indonesia became a national problematic that has an impact on the instability of environmental ecosystems and increased environmental pollution. This happens because plastic waste cannot be decomposed by microorganisms in the soil. Innovation has been carried out continuously to overcome this problem. the development of biodegradable plastic became one solution to this problem. Biodegradable plastic in this study was developed with taro tuber starch as the main ingredient, sorbitol as plasticizer and chitosan and calcium silicate as filler. The objective of this study was to determine the effect of the addition of chitosan and calcium acetate as fillers on mechanical properties, biodegradability, and water absorption. Scanning Electron Microscope (SEM) was also analyzed in this study to determine the morphology of biodegradable plastic. The variables used in this study were the amount of fillers as much as 2%, 4%, 6%, and 8% of the weight of the starch used. Biodegradable plastic has been made using the casting method, in which starch is dispersed into a mixture of water and plasticizer. The results showed that the highest biodegradation ability was 42.86% for biodegradable plastic with 6% calcium silicate filler. While the water absorption results showed the lowest value of 11.76% for biodegradable plastic with 8% chitosan filler. Tensile strength test obtained the highest value of 9.56 MPa for biodegradable plastic with 6% calcium silicate filler.
Efektifitas Penggunaan Co immobilized - Lipase pada Reaksi Esterifikasi Asam Lemak Hasil Hidrolisis Minyak Kelapa Sigit Hadiantoro; Dwina Moentamaria; Muchamad Syarwani
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Vol. 2 No. 1 (2018): April 2018
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.365 KB) | DOI: 10.33795/jtkl.v2i1.60

Abstract

Kinerja enzim immobilisasi dapat ditingkatkan dengan penambahan co immobilizer, hal ini dilakukan agar ikatan kovalen antara enzim dan matriks lebih kuat dan mempermudah reaksi dari gugus fungsional yang ada pada matriks sehingga tidak diperlukan penambahan bahan kimia sebagai pembawa. Pada penelitian ini digunakan matriks polyurethane foam (PUF) dengan penambahan co immobilizer yang terdiri dari gelatin, lesitin, MgCl2, dan polyethyleh glycol (PEG) 6000. Penelitian ini difokuskan untuk melihat efektivitas co immobilized-lipase pada reaksi hidrolisis-esterifikasi. PUF direndam dalam larutan co immobilizer dengan perbandingan 1:15; 1:20 dan 1:25 (b/b) selama satu jam setelah itu dipanaskan dalam oven selama satu jam pada suhu 30°C. Selanjutnya, matriks PUF direndam dalam lipase selama 24 jam dan dikeringkan dalam oven pada suhu 30°C selama 24 jam sehingga terbentuk matriks lipase terko-immobilisasi pada PUF dengan yang digunakan untuk reaksi hidrolisis-esterifikasi sebagai biokatalis. Pada reaksi hidrolisis digunakan 10 gram minyak yang diemulsikan dalam air dengan variabel rasio minyak-air 1:0,6; 1:1; 1:3 dan 1:5 (b/b) dan waktu reaksi 5, 10, 15 dan 20 jam. Kadar FFA minyak kelapa awal sebesar 0,21%. Produk terbaik reaksi hidrolisis adalah asam lemak bebas dengan kenaikan kadar FFA menjadi 1,18% pada kondisi perbandingan minyak/air 1:5 (b/b). Reaksi esterfikasi dilakukan dengan cara mereaksikan asam lemak hasil terbaik hidrolisis dengan sitronelol dan co immobilized-lipase sebagai biokatalis. Reaksi ini dilakukan dengan variabel asam lemak: sitronelol 1:0,8 ; 1:1 dan 1:3 (b/b) serta waktu reaksi: 5, 10, 15 dan 20 jam. Produk yang dihasilkan adalah perisa alami sebagai ester. Analisis kadar sitronelol awal dan akhir reaksi esterifikasi dilakukan dengan menggunakan GC-FID. Hasil terbaik dari penelitian ini yaitu konversi sebesar 92,88% diperoleh pada ratio massa asam lemak/sitronelol 1:3. Immobilized enzyme performance can be enhanced by the addition of co-immobilizer, this is done so that the covalent bond between the enzyme and the matrix can become stronger and also to ease the reaction of the functional groups present in the matrix so that no addition of chemical as carrier is required. This study used Polyurethane Foam (PUF) as matrix with the addition of co-immobilizer which contain gelatin, lecithin, MgCl2, and PEG 6000. This study focused on looking at the effect of co-immobilized lipase on hydrolysis-esterification reactions. PUF is immersed in an co-immobilizer solution of 1:15; 1:20 and 1:25 ratio (w/w) for one hour and heated for another hour at 30°C. After that, PUF is immersed in the lipase for 24 hours, after which is heated at 30°C also for 24 hours. This research was conducted in 2 stages of reaction, which is hydrolysis then continued by esterification. In the hydrolysis reaction, we used variables such as oil-water ratio for 1:0.6; 1:1; 1:3 and 1:5 (w/w); the reaction time 5, 10, 15 and 20 hours; and also PUF:co-immobilized ratio in 1:15; 1:20 and 1:25 (w/w). The best fatty acid obtained from hydrolysis results in oil-water ratio of 1:5 (w/w), with FFA 1.18%. Next is esterification reaction which is done by reacting fatty acid from hydrolyzed coconut oil with citronellol, with the addition of immobilized lipase (as a biocatalyst). This reaction was carried out with variables like mass ratio of fatty acids-citronellol 1:0.8; 1:1 and 1:3 and reaction time: 5, 10, 15 and 20 hours. The resulting product is the flavor enhancer as ester. The analysis of the percentage of initial and final citronellol on the end of esterification reaction were performed using GC-FID. The best results of this study, conversion percentage respectively 92.88% obtained at mass ratio of fatty acid-citronellol 1:3.
Peningkatan Karakteristik Biodegradable Plastics dari Kulit Pisang Candi dengan Penambahan Filler Kalsium Silikat dan Clay S. Sigit Udjiana; Sigit Hadiantoro; Anang Takwanto; Anugrah Windy Mustikarini
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Vol. 4 No. 2 (2020): October 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1123.455 KB) | DOI: 10.33795/jtkl.v4i2.135

Abstract

Biodegradable plastics adalah plastik yang memiliki sifat ramah lingkungan. Kulit pisang candi berpotensi digunakan sebagai bahan dasar pembuatan bioplastik karena mengandung pati sebesar 28,488 %. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh plasticizer (sorbitol) dan filler (kalsium silikat dan clay) terhadap kuat tarik, % elongasi, % biodegradasi dan % absorpsi bioplastik. Berdasarkan hasil yang diperoleh, semakin banyak filler clay atau kalsium silikat maka bioplastik memiliki kuat tarik yang besar dan % elongasi yang semakin kecil. Semakin banyak clay yang ditambahkan maka semakin besar daya absorpsi terhadap air, namun semakin banyak kalsium silikat yang ditambahkan maka semakin kecil daya absorpsi terhadap air. Semakin banyak filler kalsium silikat dan clay maka semakin kecil % biodegradasi bioplastik. Semakin banyak jumlah sorbitol yang ditambahkan maka semakin besar % elongasi, % biodegradasi dan % water absorption namun semakin kecil % kuat tarik. Bioplastik dengan penambahan filler kalsium silikat memiliki kuat tarik antara 4,11-22,08 Mpa, % elongasi antara 2,17%-57,95%, % water absorption antara 67,26%-120% dan %biodegradasi antara 0,61%-19,22%. Bioplastik dengan penambahan filler clay memiliki kuat tarik antara 2,38-14,05 Mpa, %elongasi antara 2,11%-46,24%, % water absorption antara 79,07%-150,67% dan %biodegradasi antara 1,17%-34,54%. Biodegradable plastics is plastic which has environmentally properties. Candi banana peels potential to be used as a basic material for making bioplastics because it contains 28,488% starch. The aims of our research is to determine the effect of plasticizer (sorbitol) and filler (calcium silicate and clay) on tensile strength, elongation (%), biodegradation (%) and bioplastic absorption (%). Based on the result, the more amount of calcium silicate or clay filler added, the larger tensile strength and the smaller % elongation. The more amount of clay added, the greater absorption capacity of water, but the more calcium silicate added, the smaller absorption capacity of water. The more amount calcium silicate filler added, the smaller the biodegradation of bioplastic, but in the data based on clay filler, % biodegradation decreased. The more amount of sorbitol added, the greater % elongation, % biodegradation and % water absorption, but the smaller % tensile strength. Bioplastics with calcium silicate as filler has tensile strength between 4.11-22.08 Mpa, % elongation between 2.17% -57.95%, % water absorption between 67.26% -120% and % biodegradation between 0.61-19.22%. Bioplastics with clay as filler has tensile strength between 2.38-14.05 MPa, % elongation between 2.11%-46.24%, % water absorption between 79.07%-150.67% and % biodegradation between 1,17% -34.54%.
Penyuluhan Analisis Ekonomi Dan Teknik Pengemasan VCO Untuk Tim PKK Kelurahan Bunulrejo, Kota Malang Arif Rahman Hakim; Ari Susanti; Mochammad Agung Indra Iswara; Sigit Hadiantoro; Hardjono Hardjono
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v5i2.4305

Abstract

VCO (Virgin Coconut Oil) merupakan produk olahan buah kelapa yang dapat dimanfaatkan baik sebagai bahan baku maupun dikonsumsi secara langsung. Dengan bahan baku yang mudah didapat, VCO memiliki banyak khasiat dan harganya murah serta pengolahan yang sederhana. Warga RT 05 RW 07 belum memiliki informasi tentang teknik pengemasan dan potensi ekonomi dari VCO, sehingga Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Malang melaksanakan kegiatan pengabdian pada masyarakat kepada warga RT 05 RW 07 Kelurahan Bunulrejo yakni penyuluhan analisis ekonomi dan teknik pengemasan VCO. Dalam kegiatan tersebut melibatkan staf pengajar dan mahasiswa dalam rangka meningkatkan informasi dan pengetahuan pada masyarakat. Metode yang dilakukan oleh tim PkM adalah melakukan penyuluhan tentang teknik pengemasan serta perhitungan analisis ekonomi berupa Break Event Point (BEP), percent Return of Investment (%ROI), dan Payback Period (PP) dengan menggunakan Microsoft Excel. Sehingga hasil analisis ekonomi yang didapat adalah dalam sehari minimal memproduksi 2 botol 100 mL agar mencapai titik impas (BEP), sementara nilai %ROI sebesar 79% dan payback period selama 1,3 bulan. Hasil kuisioner tingkat kepuasan mitra “Sangat Setuju/ Sangat Puas” dengan adanya penyuluhan, persen indeks skala Likert sebesar 91,54%. Dengan adanya penyuluhan tersebut, warga RT 05 RW 07 telah memperoleh informasi dan menambah pengetahuan tentang bagaimana cara mengemas produk VCO yang baik dan benar, serta berapa keuntungan yang didapat dari penjualan VCO
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PUPUK CAIR DI DESA BINAAN POLINEMA, WRINGINSONGO – TUMPANG Sigit Hadiantoro; Hardjono Hardjono; Ade Sonya Suryandari; Noor Isnaini Azkiya
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 2023
Publisher : P3M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/abdimas.v10i1.4238

Abstract

Wringinsongo Village, Tumpang is an area that has enormous natural resource potential. The main livelihoods of the residents of Wringinsongo Village are farmers, working on plantations and also raising livestock. These three livelihoods produce various wastes that can be used as materials for making liquid fertilizer. Liquid fertilizer is a solution from the decay of organic materials derived from plant residues, animal waste, which contains more than one nutrient element. The best raw materials for liquid fertilizer are wet organic matter or organic materials that have a high water content, such as fruit and vegetable residues. This PPM program aims to help the assisted villagers in solving their problems by providing training on the manufacture of liquid fertilizer to utilize and reduce household waste in the assisted villages. The methods used in PPM activities are counseling, training and monitoring. The results of the PPM activity showed an increase in participants' knowledge and skills in making liquid fertilizer. Furthermore, several PPM achievements that have been achieved include: Articles published in national journals with ISSN, and publication of activities on social media.
ANALISIS BIAYA UTILITAS PADA PRARANCANGAN PABRIK DISPROPORTIONATED ROSIN DARI GONDORUKEM GRADE WG DENGAN KAPASITAS 3000 TON/TAHUN Sandifa, Muhammad Naufal; Hadiantoro, Sigit
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 4 (2024): December 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i4.5083

Abstract

Upaya untuk meningkatkan nilai ekonomis gondorukem salah satunya adalah mengubah bentuknya menjadi disproportionated rosin. Untuk produksi skala industri diperlukan berbagai peralatan yang dapat mendukung prosesnya. Agar proses dapat berjalan dengan lancar diperlukan sarana pendukung yaitu utilitas. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis biaya pengadaan utilitas yang selanjutnya digunakan untuk analisis ekonomi pabrik disproportionated rosin. Metode analisis biaya yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kuantitatif. Dari analisis yang dilakukan, diperoleh besaran analisis yaitu unit penyedia steam berupa boiler dengan tipe water tube dengan biaya bahan bakar per hari sebesar Rp 20.736,00/hari atau Rp. 6.842.880,00/tahun (US$ 459,649.00/tahun). Sumber unit penyedia air berasal dari sungai terdekat lokasi prarancangan pabrik dengan biaya untuk treatment air per hari sebesar Rp. 14.919.434,07/hari atau Rp. 4.923.413.242,656/tahun (US$ 330.715.514/tahun). Unit penyedia listrik berasal dari PLN dengan total biaya listrik sebesar Rp. 4.521.493.683,78/tahun atau Rp. 3.617.194.947,00/tahun (US$ 242.974,219/tahun) dengan efisiensi listrik sebesar 80%.
Pengaruh Jumlah Filler Kalsium Silikat dalam Pembuatan Biodegradable Plastic dari Biji Nangka Udjiana, S. Sigit; Hadiantoro, Sigit; Noor Isnaini Azkiya
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Vol. 6 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.905 KB) | DOI: 10.33795/jtkl.v6i1.242

Abstract

Biodegradable plastic adalah plastik yang memiliki sifat ramah lingkungan karena mampu terurai oleh mikroorganisme yang ada pada tanah. Pati berpotensi digunakan sebagai bahan dasar pembuatan biodegadable plastic karena dapat mudah terdegradasi dan menghasilkan senyawa yang ramah lingkungan. Pada penelitian ini sumber pati didapat dari biji nangka dengan kandungan pati sebesar 29,73%. Penambahan kalsium silikat sebagai filler bertujuan untuk memperbaiki sifat mekanik biodegadable plastic. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh filler kalsium silikat terhadap kuat tarik, presentase biodegradasi (%) dan persentase serapan air (%) dari biodegadable plastic yang dihasilkan. Berdasarkan hasil yang diperoleh, semakin banyak filler kalsium silikat maka biodegadable plastic memiliki kuat tarik yang semakin tinggi. Sedangkan kemampuan absorpsi biodegadable plastic terhadap air menurun seiring dengan semakin banyaknya jumlah kalsium silikat yang ditambahkan. Kemampuan biodegradasi plastik juga menurun seiring dengan bertambahnya jumlah filler kalsium. Biodegadable plastic dengan penambahan filler kalsium silikat 6% memiliki kuat tarik antara 7,85 MPa persentase serapan air sekitar 5% dan persentase biodegradasi sekitar 7%. Biodegradable plastic is a plastic that has environmentally friendly properties because it is able to decompose by microorganisms in the soil. Starch has the potential to be used as a basic material for making biodegradable plastics because it can be easily degraded and produces environmentally friendly compounds. In this study, the source of starch was obtained from jackfruit seeds with a starch content of 29.73%. The addition of calcium silicate as a filler aims to improve the mechanical properties of biodegradable plastic. This study aims to determine the effect of calcium silicate filler on tensile strength, % biodegradation and % water absorption of the resulting biodegradable plastic. Based on the results obtained, the more calcium silicate filler the biodegradable plastic has a higher tensile strength. Meanwhile, the absorption ability of biodegradable plastic to water decreases with the increasing amount of calcium silicate added. The biodegradability of plastics also decreases with the increase in the amount of calcium filler. Biodegradable plastic with the addition of 6% calcium silicate has tensile strength between 7,85 Mpa, percent water absorption between 5% and percent biodegradation between 7%.
Aplikasi Chitosan Modified Carboxymethyl sebagai Coating Agent dalam Perbaikan Mutu Kertas Hadiantoro, Sigit; Udjiana, S. Sigit; Azkiya, Noor Isnaini
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Vol. 4 No. 1 (2020): April 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1025.118 KB) | DOI: 10.33795/jtkl.v4i1.126

Abstract

This study aimed to determine the effect of coating paper with Modified Carboxymethyl Chitosan (Cs-Mcm) to improve the quality of the paper, including paper grammage, tensile strength of paper, torn paper and a strong degree of fineness of the paper. The study was conducted by superimposing the Cs-Mcm as a coating agent on a paper-based pulp rice straw pulp waste paper and pulp mixture (rice straw and waste paper) with various concentration of acetic acid solvent 2%, 3%, 5% and 7%. The analysis showed the concentration of acetic acid solvent effect on the quality of recycled paper. Coating with Cs-Mcm in this study can improve the quality of recycled paper.
Penyuluhan Analisis Ekonomi Dan Teknik Pengemasan VCO Untuk Tim PKK Kelurahan Bunulrejo, Kota Malang Hakim, Arif Rahman; Susanti, Ari; Iswara, Mochammad Agung Indra; Hadiantoro, Sigit; Hardjono, Hardjono
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v5i2.4305

Abstract

VCO (Virgin Coconut Oil) merupakan produk olahan buah kelapa yang dapat dimanfaatkan baik sebagai bahan baku maupun dikonsumsi secara langsung. Dengan bahan baku yang mudah didapat, VCO memiliki banyak khasiat dan harganya murah serta pengolahan yang sederhana. Warga RT 05 RW 07 belum memiliki informasi tentang teknik pengemasan dan potensi ekonomi dari VCO, sehingga Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Malang melaksanakan kegiatan pengabdian pada masyarakat kepada warga RT 05 RW 07 Kelurahan Bunulrejo yakni penyuluhan analisis ekonomi dan teknik pengemasan VCO. Dalam kegiatan tersebut melibatkan staf pengajar dan mahasiswa dalam rangka meningkatkan informasi dan pengetahuan pada masyarakat. Metode yang dilakukan oleh tim PkM adalah melakukan penyuluhan tentang teknik pengemasan serta perhitungan analisis ekonomi berupa Break Event Point (BEP), percent Return of Investment (%ROI), dan Payback Period (PP) dengan menggunakan Microsoft Excel. Sehingga hasil analisis ekonomi yang didapat adalah dalam sehari minimal memproduksi 2 botol 100 mL agar mencapai titik impas (BEP), sementara nilai %ROI sebesar 79% dan payback period selama 1,3 bulan. Hasil kuisioner tingkat kepuasan mitra “Sangat Setuju/ Sangat Puas” dengan adanya penyuluhan, persen indeks skala Likert sebesar 91,54%. Dengan adanya penyuluhan tersebut, warga RT 05 RW 07 telah memperoleh informasi dan menambah pengetahuan tentang bagaimana cara mengemas produk VCO yang baik dan benar, serta berapa keuntungan yang didapat dari penjualan VCO