Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Aplikasi Chitosan Modified Carboxymethyl sebagai Coating Agent dalam Perbaikan Mutu Kertas Hadiantoro, Sigit; Udjiana, S. Sigit; Azkiya, Noor Isnaini
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Vol. 4 No. 1 (2020): April 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1025.118 KB) | DOI: 10.33795/jtkl.v4i1.126

Abstract

This study aimed to determine the effect of coating paper with Modified Carboxymethyl Chitosan (Cs-Mcm) to improve the quality of the paper, including paper grammage, tensile strength of paper, torn paper and a strong degree of fineness of the paper. The study was conducted by superimposing the Cs-Mcm as a coating agent on a paper-based pulp rice straw pulp waste paper and pulp mixture (rice straw and waste paper) with various concentration of acetic acid solvent 2%, 3%, 5% and 7%. The analysis showed the concentration of acetic acid solvent effect on the quality of recycled paper. Coating with Cs-Mcm in this study can improve the quality of recycled paper.
PENGGUNAAN LIMBAH CAIR DI EQUALIZER ZA-II (LIMBAH PRODUKSI AMONIUM SULFAT) SEBAGAI PENETRAL LIMBAH ASAM DI PRODUKSI SULFURIC ACID (SA-I) Ilafi, Athika Ayu Kautsar; Azkiya, Noor Isnaini; Taufiqi, Rohmad
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i1.4900

Abstract

PT Petrokimia Gresik Departemen Produksi IIIA terdapat beberapa proses produksi yang menghasilkan limbah cair. Pada penelitian ini dilakukan penetralan limbah dengan pemanfaatan limbah cair equalizer ZA-II sebagai penetral Limbah Asam di Open Ditch SA-I untuk mengurangi pengeluaran kebutuhan NaOH dan CaO. Untuk mengetahui pengurangan kebutuhan NaOH dan CaO, diperlukan data perbandingan volume yang dihasilkan untuk pencampuran limbah ZA-II dengan limbah SA-I agar mendapatkan pH netral, maka metode yang pertama kali dilakukan yaitu mengukur pH pada limbah masing – masing equalizer, melakukan trial and error untuk perbandingan campuran asam dan basa pada larutan di equalizer SA-I dan equalizer ZA-II, dan menghitung kebutuhan NaOH dan CaO pertahun sebelum dan sesudah penggunaan equalizer ZA-II sebagai penetral equalizer SA-I. Dalam percobaan ini didapatkan perbandingan volume limbah SA-I dengan limbah ZA-II yaitu 1:75 dengan penghematan yang didapatkan setelah adanya penambahan dari limbah equalizer ZA-II yaitu sekitar kurang lebih 2.13%, sehingga saran yang membangun ini bisa jadi sebagai rekomendasi untuk PT Petrokimia Gresik untuk meminimalisir penggunaan NaOH dan CaO dalam pengolahan  limbah.
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI EKSTRAK DAUN SIRIH TERHADAP KADAR FENOLIK DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI PROPIONIBACTERIUM ACNE DALAM HIDROGEL Wardani, Arum Kusuma; Azkiya, Noor Isnaini; Mufidah, Salsabila Farahiyah; Wiradarma, Tabriza Yasmine
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 4 (2025): December 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i4.7301

Abstract

Hidrogel merupakan jenis makromolekul polimer hidrofilik yang memiliki kemampuan untuk menyerap dan mengembang dalam air, serta memiliki fleksibilitas tinggi dan daya difusi air yang baik. Karakteristik ini menjadikan hidrogel banyak diaplikasikan di bidang kesehatan dan kosmetik, salah satunya sebagai bahan dasar gel anti acne. Salah satu sumber bahan alam yang diketahui memiliki aktivitas antibakteri adalah daun sirih (Piper betle), yang mengandung senyawa aktif dari golongan fenolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi daun sirih dan pelarut terhadap kadar total fenolik, serta mengkaji pengaruh jumlah ekstrak daun sirih terhadap aktivitas antibakteri. Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini meliputi konsentrasi daun sirih sebesar 15%, 20%, dan 25% (b/v), serta jumlah ekstrak yang digunakan sebanyak 0,5 gram; 1 gram; 1,5 gram; dan 2 gram. Analisis yang dilakukan mencakup penentuan kadar total fenolik dan uji aktivitas antibakteri. Hasil menunjukkan bahwa kadar total fenolik tertinggi diperoleh pada ekstrak dengan konsentrasi daun sirih 25%, yaitu sebesar 0,93 mg GAE/g. Zona hambat antibakteri paling besar ditunjukkan oleh formulasi hidrogel dengan konsentrasi daun sirih 25% dan jumlah ekstrak 1 gram, dengan diameter zona hambat sebesar 19 mm.
PENGARUH PENAMBAHAN ENZIM Α-AMILASE DAN GLUKOAMILASE PADA PEMBUATAN SIRUP GLUKOSA DARI TEPUNG SAGU Dewanti, Shinta Laurensia; Moentamaria, Dwina; Dewi, Ernia Novika; Azkiya, Noor Isnaini
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 12 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v12i1.7728

Abstract

Sirup glukosa merupakan gula cair yang penting dalam industri makanan karena sifatnya yang tidak mudah mengkristal dan tanpa membutuhkan pelarutan. Meskipun memiliki kandungan pati tinggi, tepung sagu masih kurang dimanfaatkan padahal berpotensi besar sebagai bahan baku alternatif dalam pembuatan sirup glukosa. Pembuatan sirup glukosa dari tepung sagu dapat dilakukan melalui proses hidrolisis enzimatis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan enzim α-amilase dan glukoamilase terhadap karakteristik sirup glukosa yang dihasilkan. Proses hidrolisis dilakukan dalam tiga tahap yaitu gelatinisasi dengan pemanasan pada suhu 70°C, likuifikasi menggunakan enzim α-amilase pada suhu 90°C selama 1,5 jam, dan sakarifikasi menggunakan enzim glukoamilase pada suhu 60°C yang diinkubasi selama 72 jam. Variasi massa enzim yang digunakan adalah 0,08; 1; 2; dan 4 gram dengan rasio enzim enzim α-amilase dan glukoamilase 1:1. Parameter yang dianalisis meliputi kadar glukosa hasil likuifikasi dan sakarifikasi, kadar air, serta uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan enzim hingga titik optimum meningkatkan kadar glukosa dan menurunkan kadar air, namun penambahan berlebih justru menurunkan kadar glukosa. Variabel terbaik dalam penelitian ini diperoleh pada penambahan enzim sebanyak 2 gram, yang menghasilkan kadar glukosa tertinggi sebesar 1,2776%, kadar air terendah sebesar 8,2%, serta karakteristik organoleptik sirup glukosa yang manis, berwarna bening kekuningan, dan tidak berbau.