Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Aplikasi Chitosan Modified Carboxymethyl sebagai Coating Agent dalam Perbaikan Mutu Kertas Hadiantoro, Sigit; Udjiana, S. Sigit; Azkiya, Noor Isnaini
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Vol. 4 No. 1 (2020): April 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1025.118 KB) | DOI: 10.33795/jtkl.v4i1.126

Abstract

This study aimed to determine the effect of coating paper with Modified Carboxymethyl Chitosan (Cs-Mcm) to improve the quality of the paper, including paper grammage, tensile strength of paper, torn paper and a strong degree of fineness of the paper. The study was conducted by superimposing the Cs-Mcm as a coating agent on a paper-based pulp rice straw pulp waste paper and pulp mixture (rice straw and waste paper) with various concentration of acetic acid solvent 2%, 3%, 5% and 7%. The analysis showed the concentration of acetic acid solvent effect on the quality of recycled paper. Coating with Cs-Mcm in this study can improve the quality of recycled paper.
PENGGUNAAN LIMBAH CAIR DI EQUALIZER ZA-II (LIMBAH PRODUKSI AMONIUM SULFAT) SEBAGAI PENETRAL LIMBAH ASAM DI PRODUKSI SULFURIC ACID (SA-I) Ilafi, Athika Ayu Kautsar; Azkiya, Noor Isnaini; Taufiqi, Rohmad
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i1.4900

Abstract

PT Petrokimia Gresik Departemen Produksi IIIA terdapat beberapa proses produksi yang menghasilkan limbah cair. Pada penelitian ini dilakukan penetralan limbah dengan pemanfaatan limbah cair equalizer ZA-II sebagai penetral Limbah Asam di Open Ditch SA-I untuk mengurangi pengeluaran kebutuhan NaOH dan CaO. Untuk mengetahui pengurangan kebutuhan NaOH dan CaO, diperlukan data perbandingan volume yang dihasilkan untuk pencampuran limbah ZA-II dengan limbah SA-I agar mendapatkan pH netral, maka metode yang pertama kali dilakukan yaitu mengukur pH pada limbah masing – masing equalizer, melakukan trial and error untuk perbandingan campuran asam dan basa pada larutan di equalizer SA-I dan equalizer ZA-II, dan menghitung kebutuhan NaOH dan CaO pertahun sebelum dan sesudah penggunaan equalizer ZA-II sebagai penetral equalizer SA-I. Dalam percobaan ini didapatkan perbandingan volume limbah SA-I dengan limbah ZA-II yaitu 1:75 dengan penghematan yang didapatkan setelah adanya penambahan dari limbah equalizer ZA-II yaitu sekitar kurang lebih 2.13%, sehingga saran yang membangun ini bisa jadi sebagai rekomendasi untuk PT Petrokimia Gresik untuk meminimalisir penggunaan NaOH dan CaO dalam pengolahan  limbah.
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI EKSTRAK DAUN SIRIH TERHADAP KADAR FENOLIK DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI PROPIONIBACTERIUM ACNE DALAM HIDROGEL Wardani, Arum Kusuma; Azkiya, Noor Isnaini; Mufidah, Salsabila Farahiyah; Wiradarma, Tabriza Yasmine
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 4 (2025): December 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i4.7301

Abstract

Hidrogel merupakan jenis makromolekul polimer hidrofilik yang memiliki kemampuan untuk menyerap dan mengembang dalam air, serta memiliki fleksibilitas tinggi dan daya difusi air yang baik. Karakteristik ini menjadikan hidrogel banyak diaplikasikan di bidang kesehatan dan kosmetik, salah satunya sebagai bahan dasar gel anti acne. Salah satu sumber bahan alam yang diketahui memiliki aktivitas antibakteri adalah daun sirih (Piper betle), yang mengandung senyawa aktif dari golongan fenolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi daun sirih dan pelarut terhadap kadar total fenolik, serta mengkaji pengaruh jumlah ekstrak daun sirih terhadap aktivitas antibakteri. Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini meliputi konsentrasi daun sirih sebesar 15%, 20%, dan 25% (b/v), serta jumlah ekstrak yang digunakan sebanyak 0,5 gram; 1 gram; 1,5 gram; dan 2 gram. Analisis yang dilakukan mencakup penentuan kadar total fenolik dan uji aktivitas antibakteri. Hasil menunjukkan bahwa kadar total fenolik tertinggi diperoleh pada ekstrak dengan konsentrasi daun sirih 25%, yaitu sebesar 0,93 mg GAE/g. Zona hambat antibakteri paling besar ditunjukkan oleh formulasi hidrogel dengan konsentrasi daun sirih 25% dan jumlah ekstrak 1 gram, dengan diameter zona hambat sebesar 19 mm.
PENGARUH PENAMBAHAN ENZIM Α-AMILASE DAN GLUKOAMILASE PADA PEMBUATAN SIRUP GLUKOSA DARI TEPUNG SAGU Dewanti, Shinta Laurensia; Moentamaria, Dwina; Dewi, Ernia Novika; Azkiya, Noor Isnaini
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 12 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v12i1.7728

Abstract

Sirup glukosa merupakan gula cair yang penting dalam industri makanan karena sifatnya yang tidak mudah mengkristal dan tanpa membutuhkan pelarutan. Meskipun memiliki kandungan pati tinggi, tepung sagu masih kurang dimanfaatkan padahal berpotensi besar sebagai bahan baku alternatif dalam pembuatan sirup glukosa. Pembuatan sirup glukosa dari tepung sagu dapat dilakukan melalui proses hidrolisis enzimatis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan enzim α-amilase dan glukoamilase terhadap karakteristik sirup glukosa yang dihasilkan. Proses hidrolisis dilakukan dalam tiga tahap yaitu gelatinisasi dengan pemanasan pada suhu 70°C, likuifikasi menggunakan enzim α-amilase pada suhu 90°C selama 1,5 jam, dan sakarifikasi menggunakan enzim glukoamilase pada suhu 60°C yang diinkubasi selama 72 jam. Variasi massa enzim yang digunakan adalah 0,08; 1; 2; dan 4 gram dengan rasio enzim enzim α-amilase dan glukoamilase 1:1. Parameter yang dianalisis meliputi kadar glukosa hasil likuifikasi dan sakarifikasi, kadar air, serta uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan enzim hingga titik optimum meningkatkan kadar glukosa dan menurunkan kadar air, namun penambahan berlebih justru menurunkan kadar glukosa. Variabel terbaik dalam penelitian ini diperoleh pada penambahan enzim sebanyak 2 gram, yang menghasilkan kadar glukosa tertinggi sebesar 1,2776%, kadar air terendah sebesar 8,2%, serta karakteristik organoleptik sirup glukosa yang manis, berwarna bening kekuningan, dan tidak berbau.
Xylanase Production by Aspergillus niger Using Agro-Industrial Residues and Tween Surfactants: A Non-Parametric Analysis Hakim, Arif Rahman; Azkiya, Noor Isnaini; Ningsih, Wahyuni; Mufid, Mufid; Wardani, Arum Kusuma; Al Mukharromah, Nisa’ Ulana
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Vol. 10 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jtkl.v10i1.8854

Abstract

Xylanase plays a key role in hydrolyzing xylan, yet large-scale enzyme production remains limited by the high cost of purified xylan substrates. Although lignocellulosic agricultural residues offer a promising low-cost alternative, their effectiveness as substrates for Aspergillus niger and the influence of process additives on enzyme performance are not fully understood. This study addresses this gap by evaluating sugarcane bagasse and palm kernel cake as economical substrates and examining how substrate type, substrate concentration, and surfactant selection affect xylanase specific activity. Fermentation experiments were conducted using substrate concentrations of 1.5–3.0% (w/v) supplemented with Tween 20, Tween 60, or Tween 80, followed by statistical analysis using the Kruskal–Wallis test and Bonferroni-corrected Mann–Whitney U tests. Substrate concentration (p = 0.016) and surfactant type (p < 0.001) significantly influenced specific activity, whereas substrate type did not (p = 0.224). The highest activity (4.380 ± 0.052 IU/mg; median = 1.9113) was achieved using 3.0% palm kernel cake with Tween 20. These findings demonstrate that optimizing substrate load and surfactant choice is crucial for enhancing xylanase production from low-cost agro-industrial residues, providing practical insights for cost-efficient enzyme bioprocess development.
Producing Precipitated Calcium Carbonate (PCC) from CO2 Emissions during OFMSW Bio-Drying through Carbonation: A Preliminary Study Naryono, Eko; Lusiani, Cucuk Evi; Iswara, Mochammad Agung Indra; Chalim, Abdul; Azkiya, Noor Isnaini; Putri, Amalia Dwi Ardini; Tyas, Allivia Retnaning; Kaliawan, Kaliawan
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Vol. 10 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jtkl.v10i1.9573

Abstract

Capturing CO₂ emissions during the bio-drying process of organic fraction municipal solid waste (OFMSW) presents an alternative approach to reducing CO₂ emissions in municipal solid waste (MSW) management. Absorption using an aqueous solution of Ca(OH)₂ is a viable CO₂ capture technology that produces precipitated calcium carbonate (PCC), a value-added product. The objectives of this study are to assess the impact of bio-drying aeration flow rate and absorption time in the Ca(OH)₂ solution on CO₂ absorption efficiency, the conversion of Ca(OH)₂, and the mass of the PCC product. The absorption process was performed in a semi-continuous bubble reactor with 15 L of 0.019 M Ca(OH)₂ aqueous solution. At bio-drying aeration flow rates of 5.1, 4.6, and 3.9 L/min/kg of waste, with CO₂ concentrations ranging from 1286 to 4395 ppm and temperatures between 23 to 30°C over a bio-drying period of 96 hours, it was observed that higher flow rates resulted in lower conversion rates of Ca(OH)₂ and reduced CO₂ absorption efficiency. The highest recorded conversion rates for Ca(OH)₂ and CO₂ absorption were 97.3% and 16.4%, respectively, yielding a PCC product of 4.8 g/kg of waste at an aeration flow rate of 3.9 L/min/kg waste and an absorption duration of 48 hours. FTIR and SEM analysis confirmed the presence of both calcite and aragonite crystal forms in the PCC product, as well as hydrated CaCO₃.
Inovasi Insektisida Organik Berbahan Eco Enzyme Untuk Penguatan UMKM Pertanian – LPPNU Tani Sejahtera Wahyuni Ningsih; Noor Isnaini Azkiya; Anugrah Windy Mustikarini; Lintang Alivia Anggerta; Ariani; Zakijah Irfin
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Mei
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v5i2.353

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in the agricultural sector face challenges in implementing environmentally friendly and cost-effective pest control. The use of synthetic pesticides has negative impacts on health and the environment. This community service activity aims to enhance farmers’ knowledge and skills in producing organic insecticides made from eco-enzyme as an alternative to synthetic pesticides. The activity was carried out in three stages: preparation (equipment and materials setup, communication material design, and evaluation instrument development), implementation (socialization, demonstration, and hands-on practice), and post-implementation (evaluation and dissemination). The effectiveness was evaluated using pretest-posttest and participant satisfaction questionnaires. The results showed a significant increase of 150% in participants’ knowledge, from an average score of 26.67 to 66.67. The satisfaction questionnaire indicated that 84% of respondents gave positive feedback on the activity. The training program successfully improved MSMEs’ capacity in producing organic insecticides and provided an environmentally friendly alternative solution for pest control.