Articles
Analisa Rancangan Keseimbangan Menggunakan Sensor Imu Type – Mpu6050 Pada Quadcopter
Fadhli Palaha;
Jamar Teles;
Yolnasdi Yolnasdi
Sainstek (e-Journal) Vol. 8 No. 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kontroler Proporsional Integral Deferensial (PID) merupakan kontroler yang memiliki stabilitas yang baik dengan tingkat error dan overshoot yang kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mencapai nilai keseimbangan dan kehandalan quadqopter pada saat terbang. Quadcopter yang dirancang diputar oleh motor brushless direct current (BLDC) yang dikontrol oleh Arduino. Keluaran dari Arduino berupa PWM menjadi masukan untuk penggerak motor, dimana kecepatan keluaran dari motor akan dideteksi oleh sensor MPU-6050. Setelah itu akan terjadi pengulangan proses, sampai kecepatan memenuhi nilai set point. Penentuan hasil parameter kontroler PID ini didapatkan dengan menggunakan rumus-rumus sederhana dan proses trial and error. Dimana hasil parameter kontroler PID diperoleh nilai Kp = 1.3, Ki = 0.05 dan Kd = 15. Dengan nilai Kp, Ki dan Kd tersebut sistem dapat berjalan dengan baik dengan mempertahankan kecepatan putaran motor mendekati setpoint. Hasil pengujian menunjukkan bahwa quadcopter dengan pengendali PID dapat hovering dengan stabil. Meski respon sikap pada kondisi transien masih memiliki overshoot. Hal ini dapat diatasi salah satunya dengan menggunakan skema pengendali yang kokoh.
Pengujian Prototype Proteksi Instalasi Rumah Menggunakan ACS 758 Berbasis Arduino
Alfizeri;
Fadhli Palaha
Sainstek (e-Journal) Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sistem proteksi instalasi listrik pada rumah bertujuan untuk mengamankan dan mencegah terjadinya hal tidak diinginkan yang bersifat fatal seperti kebakaran rumah dan lain sebagainya. Proteksi listrik yangumum digunakan pada instalasi perumahan, perkantoran, workshop, industri adalah Miniature CircuitBreaker (MCB). Kelemahan MCB yaitu masih memerlukan tenaga manual dalam menyambung kembaliinstalasi yang terputus. Alat proteksi pendukung diperlukan untuk optimalkan kerja MCB dalam memutusdan menyambung instalasi listrik dengan aplikasi algoritma pemogramman menggunakan arduino untukmeminimalisasi penggunaan tenaga dan waktu. Alat proteksi pendukung bekerja menggunakan sistemprogram yang didukung komponen-komponen indikator, yaitu; LED, buzzer dan relay. Pada penelitian ini diharapkan sensor dapat membaca dan menghitung nilai arus yang melaluiinstalasi listrik secara terus menerus, sehingga hasil pembacaan akan dikirim melalui sinyal ke arduino. Perintah program yang dibuat untuk mengamankan jaringan instalasi arus lebih dalam menyambungkankembali jika jaringan instalasi mengalami gangguan maka secara otomatis dalam waktu 2.3 detik akanmenyambungkan kembali. Penelitian ini sebagai alat pendukung mengoptimalisasikan kerja MCB seketikadalam memutuskan instalasi jika mengalami gangguan arus lebih, sedangkan MCB memerlukan waktudalam memutuskan instalasi listrik ketika mengalami gangguan arus lebih,dikarenakan MCB bekerja pada190% × Arus nominal.Waktu menyala alat setelah rangakaian terputus tiap percobaan yaitu 2.3 detik. Halini dikarenakan diberikannya delay pada pergantian program antara arus lebih dan arus normal yaitu 300milli second (0,3 detik). Jadi, waktu delay bekerja sesuai program yang dibuat. Beradasarkan percobaan yangdilakukan, alat proteksi pendukung optimalisasi kerja MCB ini bekerja sesuai dengan perintah program yangdibuat dengan setingan waktu yang dibuat berbeda-beda.
PENGUJIAN SENSOR JARAK SEBAGAI PENDETEKSI HALANGAN PADA ARENA ROBOT PEMADAM API DEVISI BERODA BERBASIS ATMEGA 8535
Fadhli Palaha
Sainstek (e-Journal) Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini menjelaskan tentang penggunaan dan pengujian algoritma pada sensor jarak yang dikombinasikan dengan pemograman Basic Compiler (Bascom AVR). Sensor jarak ini di produksi oleh parallax yangdinamai ultrasounic ping parallax berfungsi untuk mendeteksi halangan dengan cara mengukur jarak yang akanterdeteksi dan hasil keluaran dari sensor ini nantinya di proses dengan mikrokontroller ATmega 8535 . sedangkanmikrokontroller ini yang berfungsi sebagai penggerak utama dari seluruh komponen yang digunakan. Dari hasilpengujian yang telah dilakukan bahwa sensor jarak telah digunakan ini sebagai navigasi robot berjalan seperti maju,munduk, berhenti, belok kanan dan belok kiri. Dengan menggunakan beberapa penghalang atau dinding yang adadiarena robot, sensor ini bisa mendeteksi halangan dengan baik.
PERANCANGAN MONITORING TEMPERATUR DAN DENYUT JANTUNG DI INKUBATOR BAYI BERBASIS APLIKASI MOBILE DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK BUDHI MULIA PEKANBARU
Fadhli Palaha;
Zaini
Sainstek (e-Journal) Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Inkubator bayi merupakan suatu wadah tertutup yang kehangatannya dapat diatur dengan cara memanaskan udara dengan temperatur tertentu. Untuk mempermudah memonitor keadaan temperature inkubator, diperlukan sebuah sistem yang dapat memonitor inkubator tersebut dari jarak jauh. Tulisan ini merancang sistem monitoring temperatur inkubator berbasis aplikasi mobile menggunakan beberapa sensor dan dilengkapi dengan aplikasi web dan database. Sistem alat ini mempunyai fungsi sebagai Tx (pengirim ) dan sebagai Rx (penerima ) yang masing-masing Tx dan Rx ini mempunyai bagian komponen sendiri. Untuk Tx mempunyai bagian komponen yaitu Pulse Sensor sebagai mengukur detak jantung bayi, DHT11 sebagai mengukur temperatur di inkubator, modul X-Bee series 2 sebagai pengirim data melalui jaringan nirkabel dan arduino uno sebagai pengolahan data analog atau data digital sedangkan alat untuk Rx yaitu modul X-Bee series 2 dan arduino uno. Dari pengujian didapatkan hasil yang sangat memuaskan karena alat yang dirancang bekerja dengan baik dan mempunyai kesalahan dari masing-masing pembacaan sensor yaitu, untuk pulse sensor mempunyai kesalahan sebesar ± 7,3 BPM sedangkan untuk DHT 11 temperatur ± 0,4 °C. Sedangkan pembacaan data Xbee bisa dilihat melalui perangkat lunak yaitu ZiggBee Operator dan untuk hasil aplikasi tampilan web yang sudah diinput melalui database berupa grafik secara realtime
Analisa Daya Listrik Generator Pada Turbin Uap Berdasarkan Pemanfaatan Uap Kering di PT. Gandaerah Hendana
Yolnasdi Yolnasdi;
Fadhli Palaha;
Chrismondari Chrismondari;
Dandi Basrizal Maidianto
SAINSTEK Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35583/js.v11i1.195
Turbin uap (Steam turbin) merupakan suatu penggerak mula yang mengubah energi potensial pada uap menjadi energi kinetik dan selanjutnya diubah mejadi energi mekanis dalam bentuk putaran pada poros turbin. Poros turbin, langsung atau dengan dihubungkan dengan roda gigi reduksi, dihubungkan dengan mekanisme yang akan digerakan. Dalam hal ini generator yang digerakan. Dalam menggerakan turbin, uap yang di gunakan ialah uap kering bertekanan (superheated steam) yang diarahkan oleh nozel ke sudu-sudu yang terdapat pada turbin sehingga turbin berputar. Tekanan dan temperatur sangat berpengaruh terhadap kemampuan uap untuk memutar turbin, jika kerja turbin tidak optimal maka akan berpengaruh terhadap daya output generator dan efisiensi. Efisiensi generator tertinggi diperolah dari hasil peritungan berdasarkan data pengamatan sebesar 94% dan yang terendah sebesar 55% Dari hasil penelitian yang dilakukan, pabrik kelapa sawit (PKS) memiliki beban yang berubah-ubah. Beban tersebut tergantung dari banyaknya jumlah tandan buah segar (TBS) yang akan diolah setiap harinya. Daya yang maksimal yang mampu dihasilkan generator di pabrik kelapa sawit (PKS) Gandaerah Hendana adalah sebesar 1600 kW dan beban di PKS tersebut rata-rata berkisar 1000 kW sampai dengan 1400 kW
Analisa Konsumsi Daya Baterai Pada Mobil Listrik
Ermawati, Ermawati;
Palaha, Fadhli;
Pataran, Pataran;
Arya, Engla Harda
SAINSTEK Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35583/js.v12i1.256
Kendaraan listrik sudah diperjualbelikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat banyak sebagai kendaraan pribadi dengan menggunakan baterai sebagai bahan bakar pengganti. Berdasarkan hal tersebut diadakan penelitian mengenai konsumsi energi pada mobil listrik yang memakai baterai sebagai sumber energi yang dapat dipergunakan untuk pengembangan sarana transportasi. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Prodi Teknik Elektro STT Pekanbaru dengan tujuan mengetahui rangkaian baterai, arus dan tegangan, serta total konsumsi energi baterai yang digunakan pada mobil listrik yang digerakkan oleh motor Brushless Direct Current (BLDC). Dengan melakukan pengujian pada mobil listrik sehingga didapat data, dengan perhitungan, analisa dan pembahasan yang dilakukan, energi tersimpan pada baterai sebesar 5664 Wh. Konsumsi daya motor BLDC pada mobil listrik kondisi lintasan jalan mendatar sebesar 148,8 W pada keadaan tanpa beban dan 206,4 W pada keadaan berbeban. Kondisi lintasan jalan mendaki konsumsi daya sebesar 600 W pada keadaan tanpa beban dan 667,2 W pada keadaan berbeban. Sehingga dapat disimpulkan kondisi lintasan jalan mendaki yang semakin tinggi dari lintasan membutuhkan konsumsi daya yang lebih besar dari lintasan jalan yang mendatar baik dalam keadaan motor tanpa beban maupun motor berbeban
Analisa Lightning Arrester Pada Trafo Daya Dengan Simulasi Matlab di Gardu Induk Balai Pungut Duri
Palaha, Fadhli;
Ermawati, Ermawati;
Machdalena, Machdalena;
Chairuddin, Ilham;
Fiter, Jhon
SAINSTEK Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35583/js.v12i2.285
Lightning Arrester merupakan peralatan yang paling penting untuk melindungi gardu induk dari tegangan tinggi, yang berperan untuk membatasi switching dan lonjakan arus petir kemudian dialirkan ke tanah. Tujuannya untuk mendapatkan jarak optimum penempatan Arrester dengan metoda simulasi menggunakan software Matlab. Hasil analisa simulasi yang dilakukan di wilayah gardu induk balai pungut dengan kecuraman 2000 du/dt jarak proteksi Lightning Arrrester dengan transformator 5,48 meter, jarak Lightning Arrester dengan transformator di gardu induk balai pungut 3 meter, sehingga dapat dikatakan penempatan jarak Lightning Arrester dengan trasformator serta peralatan proteksi lainnya dibawah nilai optimum dan masih dapat bekerja dalam kondisi maksimal. pada scope Arus Surja Petir pada rangkaian simulasi tidak menggunakan arrester terbaca dari durasi waktu 0.2 detik - 0.4 detik arus terlihat kondisi tidak normal karena tidak adanya pengaman Arrester Dari hasil analisa rangkaian simulasi surja petir menggunakan arrester dengan jarak pengujian 3 meter dan jarak pengujian 5 meter pada saat terjadi Surja petir terjadi penurunan tegangan sampai 1.2 x 105 kV atau 120.000 Volt (120 kV) Surja Petir terbaca pada simulasi dari durasi waktu 0.2 detik - 0.4 detik dan kemudian tegangan kembali normal 1.5 x 105 kV atau 150.000 Volt (150 kV). Pada scope Arus diawali kondisi normal dan terjadi penurunan dikarenakan data pada Arrrester sudah dimasukkkan pada rangkaian simulasi Surja Petir Menggunakan Arrester dan kemudian arus kembali normal pada Arus 7.049 x 104 kA Surja Petir terbaca pada simulasi dari durasi waktu 0.2 detik - 0.4 detik Arus hilang pada saat terjadi surja petir dan kemudian arus kembali normal.
Pemanfaatan Sistem Skema Loop Pada Jaringan Tegangan Tinggi 150 kV Rangkaian KID Dumai Dengan Rangkaian Siak
Palaha, Fadhli;
Arya, Engla Harda;
Machdalena;
Putri, Viki Destika
SAINSTEK Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35583/js.v13i1.344
Pertumbuhan beban puncak Riau rata-rata 10 tahun mendatang sebesar 6,5% (RUPTL 2021-2030) dikarenakan pelanggan yang besar terutama rencana untuk pertamina hulu Rokan (400 MW), pelanggan pertamina RU II berpotensi memperluas pelanggan eksisting di Kawasan Industri (KID) Dumai. Pasokan listrik ke Dumai masih bersifat radial dengan mengandalkan transmisi Balai Pungut - Duri - Dumai. Apabila terjadi gangguan transmisi di GI Balai Pungut - Duri maka akan terjadi risiko tinggi terjadinya pemadaman listrik bagi GI yang memasok listrik ke pelanggan industri di Dumai. Untuk meningkatkan kehandalan jaringan di Riau untuk pasokan listrik ke Dumai maka perlu diterapkan sistem skema loop antara GI Siak - GI KID. Dengan hasil skenario II (looping KID-SIAK) yang menurun sebesar 39%, Skenario VIII (Ekspansi Beban di Vienna Pasca Looping KID-SIAK), dan Skenario X (Generator MPP Duri Mati Pasca Looping KID-SIAK) merupakan skenario yang paling aman untuk dilaksanakan dari nilai tegangan yang memenuhi persyaratan yang diizinkan oleh standar Aturan Jaringan Sistem Tenaga Listrik (GRID CODE), yaitu tidak kurang dari 10% dan tidak lebih dari 5% dari tegangan nominalnya pada ekspansi beban 12 MW.
Pengaruh Manuver Jaringan Distribusi 20 kV Terhadap Drop Tegangan dan Rugi-Rugi Daya
Ermawati;
Yolnasdi, Yolnasdi;
Palaha, Fadhli;
Machdalena;
Hamzah, Irfan Kurniadi
SAINSTEK Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35583/js.v13i1.346
Nilai drop tegangan yang melebihi batas toleransi akan menyebabkan terjadinya pemadaman secara otomatis oleh sistem proteksi, untuk mengurangi daerah pemadaman listrik agar tetap tercapainya kondisi penyaluran tenaga listrik yang efisien dan maksimal salah satu cara dengan memanuver jaringan tersebut . Pada kasus ini Penyulang yang dimanuver adalah penyulang Suka Karya dengan Penyulang Taman Karya yang bertujuan untuk mengurangi pemadaman terutama pada daerah yang memiliki pelanggan prioritas. Untuk mengetahui seberapa besar drop tegangan dan rugi daya yang terjadi saat kondisi sebelum dan sesudah manuver beban pada penyulang ini perhitungan dilakukan dengan menggunakan software ETAP, simulasi terhadap penyulang dilakukan sebanyak 10 skenario berdasarkan data dari PT. PLN (Persero). Hasil penelitian ini untuk skenario manuver beban terbaik terdapat pada skenario ke 3 dengan jumlah beban 15610 kVA tidak terdapat drop tegangan yang melebihi batas toleransi dan tidak terjadi overload, sedangkan skenario terburuk terdapat pada skenario ke 1 dengan jumlah beban 23465 kVA terdapat drop tegangan di bus 8 yaitu 10,4% tegangan menurun menjadi 17,921 kV hingga ke bus 4 yaitu 18,17 % tegangan menurun menjadi 16,165 kV akibat dari kondisi jaringan yang mengalami over load. Untuk total rugi daya aktif dan reaktif sebelum manuver beban yaitu 1051,4 kW dan 3037,8 kVAR sedangkan sesudah manuver beban rugi daya aktif dan reaktif tertinggi terdapat pada skenario ke 1 dengan total 3957,4 kW dan 3981,7 kVAR.
Hubungan Matriks Stirling Jenis Kedua dengan Matriks Tetranacci
Mirfaturiqa, Mirfaturiqa;
Weriono, Weriono;
Palaha, Fadhli
SAINSTEK Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35583/js.v11i2.218
Matriks Stirling jenis kedua dinyatakan dengan setiap entrinya bilangan Stirling jenis kedua. Selanjutnya, matriks Tetranacci dinyatakan dengan dengan setiap entrinya bilangan Tetranacci. Dalam Artikel ini, membahas hubungan antara matriks Stirling jenis kedua dan matriks tetranacci. Kemudian, dari hubungan kedua matriks tersebut diperoleh sebuah matriks baru yaitu matriks , sehingga matriks dapat dinyatakan sebagai