Claim Missing Document
Check
Articles

Tinjauan Atas Prosedur Pelayanan Nasabah Prioritas Pada Pt Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Kantor Cabang Cibinong Riska Riska; Sujana Sujana; Bayu Prasetyo Soedargo
Jurnal Aplikasi Bisnis Kesatuan Vol. 3 No. 2 (2023): JABKES Edisi Agustus 2023
Publisher : Program Vokasi dan LPPM IBI Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jabkes.v3i2.1966

Abstract

Bank merupakan lembaga yang bergerak di bidang jasa, sehingga pelayanan yang diberikan oleh bank menjadi salah satu faktor penilaian bagi nasabah. Pelayanan yang baik akan membuat nasabah merasa puas sehingga meningkatkan kepercayaan nasabah terhadap bank. Pentingnya untuk meningkatkan dan mempertahankan kepercayaan nasabah membuat bank berlomba-lomba menunjukan sikap lebih menghargai nasabah dan mengembangkan pelayanan yang unggul. Bank Tabungan Negara merupakan salah satu bank yang mengklasifikasikan pelayanan menjadi 2 yaitu pelayanan reguler dan pelayanan prioritas. Pelayanan reguler diberikan kepada nasabah reguler pada umumnya sedangkan pelayanan prioritas diberikan kepada nasabah prioritas. Nasabah prioritas sendiri merupakan nasabah yang memiliki jumlah simpanan lebih besar dibandingkan dengan nasabah reguler pada umumnya. Oleh karena itu, Bank Tabungan Negara memberikan pelayanan yang berbeda dan istimewa kepada nasabah prioritas. Berdasarkan hasil yang sudah didapat maka dapat kita ketahui bahwa Bank Tabungan Negara menerapkan prosedur pelayanan yang memuaskan terutama bagi nasabah prioritas. Bank Tabungan Negara juga memberikan berbagai keuntungan dan program yang hanya dapat dinikmati oleh nasabah prioritas. Hal ini perlu dipertahankan agar nasabah merasa puas dan tetap menjadi nasabah pada Bank Tabungan Negara.
Tinjauan Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Kepada Nasabah Pada PT Bank Syariah Indonesia KCP Bogor Pomad Susan Susanti; Sujana Sujana; Saefudin Zuhdi; Bayu Prasetyo Soedargo
Jurnal Abdimas Dedikasi Kesatuan Vol. 6 No. 1 (2025): JADKES Edisi Januari 2025
Publisher : LPPM Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jadkes.v6i1.3145

Abstract

Financing is the provision of money or bills that are equated based on an agreement or agreement between the bank and another party that requires the party to be financed to return the money or bill according to a certain period of time with compensation or profit sharing. Based on the Regulation of the Minister of Finance (PMK) No.135 / PMK.05 / 2008 dated December 5, 2008, article 5 concerning the People's Business Credit (KUR) guarantee facility, it is stated that the People's Business Credit (KUR) is a program issued by the government, but the source of funds comes entirely from bank funds. People's Business Credit is financing for Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in the form of Working Capital Credit (KMK) and or Investment Credit (KI). The purpose of this financing research is to determine the provisions for distributing people's business credit financing, to determine the stages of distributing KUR financing and to determine the obstacles experienced by PT Bank Syariah Indonesia KCP Bogor Pomad in the process of distributing people's business credit financing and solutions to each obstacle that occurs in the process of distributing people's business credit financing at PT Bank Syariah Indonesia KCP Bogor Pomad. The results of the study indicate that the process of distributing people's business credit at PT Bank Syariah is good and in accordance with the company's Standard Operating Procedure (SOP). In the process of distributing financing, there are terms and conditions in advance when you want to apply for super micro KUR financing, micro KUR and small KUR at PT Bank Syariah Indonesia. By collecting requirements in the form of documents or other requirements that have been determined by the bank before applying for the financing. After the terms and conditions have been met, prospective customers must follow the stages in the KUR financing distribution process until the final decision on the disbursement of financing that will be given by the bank. Keywords: Financing, Distribution of People's Business Credit
Pengaruh Persepsi Dan Citra Destinasi Terhadap Pola Aktivitas Di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Muhamad Fahmi; Cecilia Valentina Srihadi Suryanti; Sujana Sujana; Marwan Effendy
Jurnal Ilmiah Pariwisata Kesatuan Vol. 6 No. 2 (2025): JIPKES Edisi Juli 2025
Publisher : Prodi Pariwisata dan LPPM Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jipkes.v6i2.5572

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi wisatawan dan citra destinasi terhadap pola aktivitas pengunjung di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 384 responden terpilih menggunakan teknik purposive sampling, dengan syarat minimal satu kali kunjungan dalam satu tahun terakhir. Hasil analisis menunjukkan mayoritas responden berasal dari wilayah Jabodetabek, mencerminkan kemudahan akses dan tingginya minat masyarakat urban terhadap destinasi ini. Secara deskriptif, ketiga variable persepsi wisatawan, citra destinasi, dan pola aktivitas mendapatkan penilaian positif, dengan rata-rata skor tinggi yang mencerminkan pandangan baik terhadap destinasi dan keterlibatan aktif dalam aktivitas wisata. Analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa persepsi wisatawan dan citra destinasi berpengaruh signifikan terhadap pola aktivitas, dengan nilai R² sebesar 0,526 yang mengindikasikan bahwa 52,6% variasi pola aktivitas dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Nilai F hitung sebesar 34,100 dan signifikansi 0,000 menandakan bahwa model regresi signifikan secara keseluruhan, sementara uji t memperlihatkan bahwa masing-masing variabel juga berpengaruh signifikan secara parsial. Kesimpulannya, persepsi dan citra destinasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pola aktivitas wisatawan, sehingga pengelolaan kedua aspek tersebut penting untuk mendorong keterlibatan wisatawan di taman nasional.