Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Evaluasi Maturity Level Tata Kelola Teknologi Informasi di Perpustakaan Perguruan Tinggi Menggunakan Cobit 5 Mambang Mambang; Finki Dona Marleny; Septyan Eka Prastya; Muhammad Zulfadhilah; Subhan Panji Cipta; Jaya Hari Santoso; Miranda Miranda; M Samsul Hasmi; M Samsul Hasbi
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 5, No 4 (2022): Agustus 2022
Publisher : Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v5i4.4546

Abstract

Abstrak- Solusi teknologi informasi harus diidentifikasi atau layanan yang diimplementasikan dan diamanatkan termasuk penyediaan layanan, manajemen keamanan dan kontinuitas, layanan dukungan  pengguna, manajemen data, dan fasilitas operasi. Untuk mengukur tingkat kematangan perpustakaan di lakukan audit tata kelola teknologi informasi untuk mengevaluasi, menganalisis, mengawasi, kepatuhan regulasi teknologi informasi apakah dalam manajemen risiko dalam perpustakaan layak digunakan atau tidak layak digunakan di perpustakaan. Metode dalam mendapatkan data dan informasi dari proses tata kelola TI pada Perpustakaan XYZ dengan kuesioner dan wawancara langsung. Berdasarkan rata - rata nilai maturity level di semua domain proses yang dilakukan audit dengan kerangka kerja COBIT 5 berada pada nilai 3,3 atau pada level 3 (Established). Pada level ini secara keseluruhan proses standar didefinisikan dan digunakan di seluruh organisasi. Rata-rata gap analisis berada pada nilai 1,63 yang menunjukan proses Tata Kelola IT di Perpustakaan XYZ sudah berjalan dengan baik. Semakin kecil nilai rata-rata gap analisis dengan nilai ekspektasi maka semakin bagus bagi pengeloaan TI pada sebuah Instansi, perusahaan dan bidang industry lainnya yang menggunakan infrastuktur IT baik pada pengelolaan perangkat keras, perangkat lunak dan pengelolaan sumber daya manusia. Untuk penelitian selanjutnya, bisa menambahkan lebih banyak lagi domain proses baik pada area Tata Kelola (Governance) dan area Manajemen (Management), sehingga proses audit dengan kerangka kerja COBIT 5 dapat dilakukan dengan komprehensif.Kata kunci: Maturity Level, Tata Kelola Teknologi Informasi, Perpustakaan, COBIT 5 Abstract- Information technology solutions should be identified or services implemented and mandated, including service provision, security and continuity management, user support services, data management, and operations facilities. Methods of obtaining data and information from the IT governance process at the XYZ Library with questionnaires and direct interviews. To measure the library's maturity level, an information technology governance audit is carried out to evaluate, analyze, supervise, and comply with information technology regulations whether in risk management in the library is feasible to use or unfit for use in the library. The average maturity level value in all process domains audited with the COBIT 5 framework is 3.3 or at level 3 (Established). The overall standard process is defined and used throughout the organization at this level. The average analysis gap is at a value of 1.63, which shows that the IT Governance process in the XYZ Library is already running well. The smaller the average value of the analysis gap with the expectation value, the better it is for IT management in an agency, company and other industrial fields that use IT infrastructure in hardware management, software and human resource management. For further research, we can add more process domains both in the Governance and Management areas so that the audit process with the COBIT 5 framework can be carried out comprehensively.Keywords: Maturity Level, Information Technology Governance, Library, COBIT 5
E-Padi Berbasis Android Untuk Meningkatkan Minat Generasi Muda Pada Sektor Pertanian Mambang Mambang; Subhan Panji Cipta; Finki Dona Marleny; Nur Hafiz Ansari; Akhmad Baddrudin; Antonia Yenitia; Dixky Dixky; Melda Melda; Nor Azizah; Mutmainah Mutmainah; Rizkian Muhammad Fikri; Tasya Salsabila
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 5, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v5i1.3968

Abstract

Abstrak - Sektor pertanian mempunyai peranan yang sangat penting dalam membangun perekonomian nasional termasuk perekonomian daerah, karena sektor pertanian berfungsi sebagai penyedia bahan pangan masyarakat, sebagai instrumen pengentasan kemiskinan, penyedia lapangan kerja, serta sumber pendapatan masyarakat. Dengan adanya pembuatan aplikasi E-padi ini dapat membantu orang yang ini memulai bertani dan generasi muda untuk mengetahui bagaimana proses bertani. Problematika yang dialami saat ini semakin menurunnya jumlah petani yang ada diIndonesia dan kurangnya minat anak muda untuk bertani seiring arus modernisasi sehingga menjadi petani tidak lagi menjadi pilihan mereka. Metode yang dilakukan dalam penelitian kali ini adalah metode waterfall. Metode waterfall merupakan model pengembangan sistem informasi yang sistematik dan sekuensial. Metode Waterfall memiliki 5 tahapan yaitu Requirement, Design, Implementation, Integration Testing, Operation Maintenance. Pembahasan menjelaskan tentang bagaimana awal mula bertani bagi para pemula serta menampilkan hasil apa saja yang dibutuhkan ketika inggin menjadi petani. Aplikasi E-padi akan membantu para generasi muda atau para pemula yang ingin bertani secara terstruktur dan jelas.Kata kunci: Aplikasi, Android, Pertanian Abstract - The agricultural sector has a very important role in developing the national economy, including the regional economy, because the agricultural sector functions as a provider of food for the community, as an instrument of poverty alleviation, as a provider of employment opportunities, and as a source of community income.  With the creation of the E-padi application, it can help people who have started farming and the younger generation to know how the farming process is.  The problems experienced today are the decreasing number of farmers in Indonesia and the lack of interest of young people in farming along with the flow of modernization so that becoming a farmer is no longer their choice.  The method used in this research is the waterfall method.  The waterfall method is a systematic and sequential information system development model.  The Waterfall method has 5 stages, namely Requirements, Design, Implementation, Integration Testing, Operation Maintenance.  The discussion explains how to start farming for beginners and shows what results are needed when you want to become a farmer.  The E-padi application will help the younger generation or beginners who want to farm in a structured and clear way.Keywords: Application, Android, Agriculture,
Pembuatan E-Habsyi Berbasis Android Untuk Melestarikan Alat Musik Tradisional Mambang Mambang; Subhan Panji Cipta; Septian Eka Prastya; Muhammad Zulfadhilah; Finki Dona Marleny; Muhammad Khairul Akbar; Rahmini Rahmini; Haniffah Sri Rinjani; Hudatul Aulia; Maria Ulfah; Indah Wulandari; Ahmad Riki Renaldy; Bima Wicaksono
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 5, No 3 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v5i3.4259

Abstract

Abstrak - Digitalisasi pada banyak hal, telah membawa perubahan yang sangat siginfikan pada banyak sektor. Di era seperti saat ini, banyak generasi milenial minim akan pengetahuan mengenai kesenian, dan tak terkecuali juga pada kesenian musik yaitu habsyi. Pemanfaatan software untuk membuat berbagai jenis aplikasi dan keinginan untuk melestarikan alat musik tradisional berbasis digital menjadi tujuan dalam pembuatan e-habsyi berbasis android ini. Proses yang dilakukan dalam membuat aplikasi berbasis android ini yaitu e-habsyi, dilakukan dengan tahapan dan metode waterfall. Metode waterfall atau sering disebut dengan siklus hidup klasik merupakan proses pengembangan berbagai jenis aplikasi baik yang bersifat online dan juga desktop. Penggunaan aplikasi E-Habsyi berbasis Mobile sebagai media informasi dan media pembelajaran untuk mempermudah masyarakat khususnya orang-orang yang baru belajar dan ingin mengetahui tentang bagaimana cara memaikan alat musik Habsyi selain itu didalam aplikasi ini juga terdapat sejarah dan perkembangan Habsyi. Berdasarkan hasil uji coba terhadap device aplikasi E- Habsyi berbasis Android ini dapat diinstal dengan baik dan pada hasil uji coba terhadap pengguna, Aplikasi ini menyajikan aplikasi yang adaptif. Dari 30 Responden yang diberikan pertanyaan, 18 orang atau 60% memberikan respon yang baik dengan fitur yang terdapat pada aplikasi dan 12 orang atau 40% memberikan respon yang cukup pada aplikasi.Kata kunci: Android, Alat Musik Tradisional, Waterfall, E-Habsyi
Evaluasi Maturity Level Tata Kelola Teknologi Informasi di Perpustakaan Perguruan Tinggi Menggunakan Cobit 5 Mambang Mambang; Finki Dona Marleny; Septyan Eka Prastya; Muhammad Zulfadhilah; Subhan Panji Cipta; Jaya Hari Santoso; Miranda Miranda; M Samsul Hasmi; M Samsul Hasbi
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 5, No 4 (2022): Agustus 2022
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v5i4.4546

Abstract

Abstrak- Solusi teknologi informasi harus diidentifikasi atau layanan yang diimplementasikan dan diamanatkan termasuk penyediaan layanan, manajemen keamanan dan kontinuitas, layanan dukungan  pengguna, manajemen data, dan fasilitas operasi. Untuk mengukur tingkat kematangan perpustakaan di lakukan audit tata kelola teknologi informasi untuk mengevaluasi, menganalisis, mengawasi, kepatuhan regulasi teknologi informasi apakah dalam manajemen risiko dalam perpustakaan layak digunakan atau tidak layak digunakan di perpustakaan. Metode dalam mendapatkan data dan informasi dari proses tata kelola TI pada Perpustakaan XYZ dengan kuesioner dan wawancara langsung. Berdasarkan rata - rata nilai maturity level di semua domain proses yang dilakukan audit dengan kerangka kerja COBIT 5 berada pada nilai 3,3 atau pada level 3 (Established). Pada level ini secara keseluruhan proses standar didefinisikan dan digunakan di seluruh organisasi. Rata-rata gap analisis berada pada nilai 1,63 yang menunjukan proses Tata Kelola IT di Perpustakaan XYZ sudah berjalan dengan baik. Semakin kecil nilai rata-rata gap analisis dengan nilai ekspektasi maka semakin bagus bagi pengeloaan TI pada sebuah Instansi, perusahaan dan bidang industry lainnya yang menggunakan infrastuktur IT baik pada pengelolaan perangkat keras, perangkat lunak dan pengelolaan sumber daya manusia. Untuk penelitian selanjutnya, bisa menambahkan lebih banyak lagi domain proses baik pada area Tata Kelola (Governance) dan area Manajemen (Management), sehingga proses audit dengan kerangka kerja COBIT 5 dapat dilakukan dengan komprehensif.Kata kunci: Maturity Level, Tata Kelola Teknologi Informasi, Perpustakaan, COBIT 5 Abstract- Information technology solutions should be identified or services implemented and mandated, including service provision, security and continuity management, user support services, data management, and operations facilities. Methods of obtaining data and information from the IT governance process at the XYZ Library with questionnaires and direct interviews. To measure the library's maturity level, an information technology governance audit is carried out to evaluate, analyze, supervise, and comply with information technology regulations whether in risk management in the library is feasible to use or unfit for use in the library. The average maturity level value in all process domains audited with the COBIT 5 framework is 3.3 or at level 3 (Established). The overall standard process is defined and used throughout the organization at this level. The average analysis gap is at a value of 1.63, which shows that the IT Governance process in the XYZ Library is already running well. The smaller the average value of the analysis gap with the expectation value, the better it is for IT management in an agency, company and other industrial fields that use IT infrastructure in hardware management, software and human resource management. For further research, we can add more process domains both in the Governance and Management areas so that the audit process with the COBIT 5 framework can be carried out comprehensively.Keywords: Maturity Level, Information Technology Governance, Library, COBIT 5
Rancang Bangun Alat Musik Tradisional Berbasis Android Mambang Mambang; Subhan Panji Cipta; Septian Eka Prastya; Muhammad Zulfadhilah; Finki Dona Marleny; Ropikah Ropikah; Muhammad Riduan Syafi’i; Nur Meilianti Maulida; Sandro Nesta Pembriano; Risma Risma; Muhammad Zaini Bakri; Kartika Kartika; Putri Putri
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 5, No 2 (2022): April 2022
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v5i2.4036

Abstract

Peradaban yang semakin maju dengan adanya teknologi digital telah membawa kita semua pada era baru, dimana perubahan terjadi dimana dan terasa sangat cepat. Perkembangan dan kemajuan teknologi digital sangat mempengaruhi perkembangan ilmu pengetahuan dari berbagai aspek. Teknologi telah mempengaruhi kehidupan ini dan tidak bisa dihindari, karena IPTEK memberikan banyak manfaat dan memudahkan pekerjaan. Rancang bangun alat musik daerah berbasis android yang dilakukan dalam penelitian ini adalah mengembangkan salah satu lat musik tradisional dari kalimantan selatan yaitu panting yang penggunaannya secara digital atau berbasis android. Pada penelitian ini motede yang kami gunakan adalah metode waterfall. Metode waterfall merupakan model pengembangan sistem informasi yang sistematik dan sekuensial. Pada penelitian ini menghasilkan sebuah aplikasi berbasis android yang berfungsi untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat agar dapat mengetahui informasi mengenai alat musik panting, sehingga dengan adanya aplikasi berbasis android ini, dapat meningkatkan minat masyarakat khususnya generasi muda dalam melestarikan budaya lokal atau budaya daerah.
Exploratory Data Analysis Pernikahan di Kabupaten Banjar dengan Pendekatan Machine Learning Nor Azizah; Mambang Mambang; Subhan Panji Cipta; Muhammad Zulfadhilah; Usman Syapotro; Haldi Budiman
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 8, No 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v8i3.9063

Abstract

Abstrak - Pernikahan adalah ikatan suci antara seorang pria dan wanita yang dilakukan dengan tujuan beribadah kepada Allah SWT. Tujuan dari pernikahan adalah untuk membentuk keluarga yang sakinah (tentram), mawaddah (cinta), dan rahmah (kasih sayang). Laporan Statistik Indonesia mencatat 1,7 juta pernikahan di Indonesia pada tahun 2022, turun 2,1% dari 1,74 juta pernikahan tahun 2021. Ini adalah angka terendah dalam sepuluh tahun terakhir, didorong oleh tren pernikahan yang menurun di Indonesia sejak 2012, yang merupakan angka tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dataset pernikahan di Kabupaten Banjar dengan fokus pada hubungan antara jumlah pernikahan, pendidikan, dan usia pengantin menggunakan Exploratory Data Analysis (EDA) dan machine learning. Hasil penelitian menunjukkan korelasi kuat nilai 0,99 hingga 1 antara jumlah pernikahan, usia dan pendidikan pasangan. Kelompok usia 21–30 tahun dan dengan tingkat pendidikan SLTA memiliki tingkat pernikahan tertinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa Exploratory Data Analysis (EDA) sangat penting untuk memahami pola sosial berdasarkan analisis data statistik.Kata kunci: exploratory data analysis; machine learning; pernikahan; supervised learning; python. Abstract - Marriage is a sacred bond between a man and a woman, undertaken with the intention of worshiping Allah SWT. The purpose of marriage is to build a family that is sakinah (peaceful), mawaddah (full of love), and rahmah (compassionate). According to the Indonesian Statistics Report, there were 1.7 million marriages in Indonesia in 2022, marking a 2.1% decrease from 1.74 million marriages in 2021. This represents the lowest number of marriages in the past decade, driven by a declining marriage trend in Indonesia since 2012, which was the peak year in that period. This study aims to examine the marriage dataset in Banjar Regency, focusing on the relationship between the number of marriages, educational background, and the age of the bride and groom using Exploratory Data Analysis (EDA) and machine learning. The results show a strong correlation, with values ranging from 0.99 to 1, between the number of marriages, age, and education levels of the couples. The highest marriage rates were observed among individuals aged 21–30 with a senior high school (SLTA) education level. These findings highlight the importance of Exploratory Data Analysis (EDA) in understanding social patterns through statistical data analysis.Keywords: exploratory data analysis; machine learning; marriage; supervised learning; python.