Claim Missing Document
Check
Articles

PERBANDINGAN UJI TARIK LANGSUNG DAN UJI TARIK BELAH BETON Pandaleke, Ronny E.; Windah, Reky S.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 10 (2017): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meskipun kekuatan tarik beton tidak memainkan peran utama dalam analisis dan desain struktur beton, namun pengetahuan mengenai perilaku beton di bawah tekanan sangatlah berharga guna memperkirakan lendutan di mana retakan akan terjadi. Hubungan antara kuat tekan dan tarik dikembangkan berdasarkan hasil eksperimen dan diwakili dengan rumus yang sangat tergantung pada metode pengujian tarik di laboratorium, dimana kuat tarik beton bervariasi antara 9% sampai 15% dari kuat tekannya.Pengujian kuat tarik beton dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu Modulus of Rupture Test, Split Cylinder (Tarik tidak langsung) dan Direct Tensile (Tarik langsung).Berat volume rata-rata beton adalah 2425,58 kg. Kuat tekan didapat 49,66 MPa. Kuat tarik langsung didapat 2,34 MPa. Kuat tarik belah didapat 3,14 MPa. Perbandingan kuat tarik langsung dan kuat tarik belah sebesar 74,69%. Perbandingan kuat tekan dan kuat tarik langsung sebesar 4,72%. Kata kunci: tarik langsung, tarik tidak langsung, kuat tekan.
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG HOTEL JALAN MARTADINATA MANADO Palit, Claudia Maria; Pangouw, Jorry D.; Pandaleke, Ronny E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 4 (2016): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan struktur gedung beton bertulang di era modern adalah bebasis pada aplikasi program computer rekayasa, dalam hal ini salah satunya adalah program ETABS. Dalam tugas akhir ini direncanakan struktur gedung beton bertulang menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus sesuai dengan SNI 03-2847-2002 dan SNI 1726-2002. Struktur yang akan direncanakan adalah gedung hotel berlantai 5 dan terletak di wilayah zona gempa 5, dimana ditinjau dengan menggunakan analisa pengaruh beban statik ekuivalen. Sistem Rangka Pemikul Momen adalah Sistem rangka ruang dalam mana komponen-komponen struktur dan join-joinnya menahan gaya-gaya yang bekerja melalui aksi lentur, geser dan aksial. Hasil yang dicapai dari perencanaan ini berupa perhitungan dan gambar struktur yaitu penulangan lentur dan geser pada masing-masing portal memanjang dan portal melintang. Kata Kunci : Beton bertulang, Program ETABS, SRPMK.
PERBANDINGAN KUAT TEKAN MENGGUNAKAN HAMMER TEST PADA BENDA UJI PORTAL BETON BERTULANG DAN MENGGUNAKAN MESIN UJI KUAT TEKAN PADA BENDA UJI KUBUS Sumajouw, Angga Josua; Pandaleke, Ronny E.; Wallah, Steenie E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 11 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan salah satu bahan konstruksi yang banyak digunakan di Indonesia. Maka perlu adanya pengendalian mutu beton sebagai indikator yang memperlihatkan apakah mutunya terpenuhi atau tidak. Pada struktur bangunan bangunan yang sudah jadi data-data spesifik mengenai mutu beton sulit didapatkan. Diperlukan alat yang cukup representatif untuk mengetahui tingkat kekuatan bangunan tersebut. Salah satu metode pengujian tanpa merusak struktur (non-destruktif), adalah metode hammer test.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kekuatan tekan beton menggunakan hammer test pada benda uji portal beton bertulang dan mesin uji kuat tekan pada benda uji kubus berukuran 15x15x15 cm. Pengujian  dilakukan pada beton berumur 7, 14, dan 28 hari.Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai kuat tekan beton hasil hammer test pada benda uji portal beton bertulang berumur 7, 14, dan 28 hari berturut-turut adalah 17.31, 23.04, 31.01 MPa untuk portal sisi A dan 17.21, 22.89, 29.81 MPa untuk portal sisi B. Untuk nilai kuat tekan hasil hammer test pada benda uji kubus berturut- turut adalah 13.97, 16.95, 23.27 MPa. Sedangkan nilai kuat tekan dengan menggunakan mesin uji kuat tekan  berturut-turut adalah 19.55, 25.23, 29.52 MPa.Secara keseluruhan nilai kuat tekan yang diperoleh dalam penelitian ini terutama pengujian menggunakan hammer test pada benda uji kubus mendapatkan rata-rata hasil yang jauh lebih rendah dari pengujian lainnya, karena kestabilan dari benda uji tidak terjaga pada saat pengujian dilakukan. Perbandingan rata-rata hasil pengujian menggunakan hammer test pada benda uji portal beton bertulang dan mesin uji kuat tekan pada benda uji kubus menunjukan hasil yang relatif sama.Kata Kunci: Kuat tekan, hammer test, mesin uji kuat tekan.
UJI EKSPERIMENTAL KUAT TEKAN BETON DAUR ULANG DENGAN BAHAN TAMBAH ABU TERBANG (FLY ASH) DAN SERBUK KACA SEBAGAI SUBSTITUSI PARSIAL SEMEN Punusingon, Meri Apsari; Handono, Banu Dwi; Pandaleke, Ronny E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 1 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan material daur ulang merupakan salah satu usaha memanfaatkan limbah yang ada sekaligus meminimalkan jumlah limbah konstruksi dan limbah batubara. Tujuan penelitian untuk mendapatkan berapa proporsi yang tepat serta mengetahui nilai kuat tekan beton yang optimum dengan penambahan fly ash dan serbuk kaca sebagai substitusi parsial semen pada campuran beton. Jumlah benda uji 36 buah silinder berukuran diameter 10 cm dan tinggi 20 cm dengan 3 benda uji untuk setiap variasi. 5 variasi untuk Fly ash terdiri dari 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%. 7 variasi untuk serbuk kaca yaitu 0%, 2.5%, 5%, 7.5%, 10.5%, 12.5%, dan 15%. Perencanaan campuran beton menggunakan Metode ACI 211.1-91 yang dimodifikasi. Pengujian kuat tekan diuji pada umur beton 28 hari. Hasil pemeriksaan agregat dari pecahan limbah beton didapat keausan agregat kasar 34.4% dengan absobsi sebesar 8.52% dan 12.74% untuk agregat halus. Beton dengan menggunakan agregat buatan dari pecahan limbah beton tergolong beton normal dengan berat volume beton berkisar 2021.23 kg/  - 2061.57 kg/ . Kuat tekan optimum pada fly ash 20% sebesar 18.61 MPa. Variasi C dengan proporsi 20% fly ash dan 5% serbuk kaca menghasilkan nilai kuat tekan optimum sebesar 16.93 MPa. Dengan adanya penambahan serbuk kaca 2.5%, 5%, 7.5%, 10%, 12.5% dan 15% kuat tekan beton meningkat sampai penambahan 5% serbuk kaca. Namun kuat tekan menurun seiring dengan penambahan serbuk kaca 7.5%, 10%, dan 12.5% kemudian naik pada 15% serbuk kaca.Kata kunci: beton daur ulang, fly ash, serbuk kaca, kuat tekan.
PENGARUH PENAMBAHAN TULANGAN DENGAN MENGGUNAKAN CHEMICHAL ANCHOR TERHADAP KAPASITAS LENTUR DAN GESER PADA PONDASI BETON BERTULANG Kandati, Thalia Simena; Pandaleke, Ronny E.; Handono, Banu Dwi
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 9 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengalihan fungsi bangunan memiliki nilai positif yaitu dapat menekan biaya pembangunan suatu gedung daripada membuat kembali dari awal suatu bangunan. Akan tetapi umur bangunan yang akan dialihkan fungsinya haruslah diperhatikan karna hal tersebut sangat berdampak pada kekuatan struktur bangunan. Kegagalan struktur pondasi dalam memikul beban yang bekerja akan memicu terjadinya keruntuhan total struktur. Oleh karena itu struktur suatu pondasi serta kemampuannya memikul beban menjadi salah satu faktor yang sangat perlu diperhatikan dalam pengalihan fungsi bangunan. Chemical Anchor adalah salah penemuan yang saat ini mulai banyak digunakan dalam perkuatan struktur beton. Dari segi waktu dan biaya, penggunaan cara ini tentunya lebih efisien, terutama dalam masalah pengalihan fungsi bangunan. Pada penelitian ini, benda uji adalah plat beton bertulang dengan ukuran masing-masing 500x300x120mm (Variasi 1), ukuran 800x300x120mm yang dimensi penampangnya akan dipertebal dengan menggunakan metode chemical anchor menjadi 800x300x150mm (Variasi 3), dan ukuran 800x300x150mm (Variasi 2) utuh tanpa chemical anchor. Pengujian dilakukan untuk mengetahui kapasitas lentur dan geser struktur pondasi beton bertulang yang diperkuat dengan chemical anchor maupun yang tidak diperkuat dengan menggunakan chemical anchor.Pada variasi 2 benda uji pondasi beton bertulang cor utuh memiliki nilai kapasitas beban aksial hasil analitis lebih kecil 16.27 MPa (3,66%) dari hasil uji lab terhadap sampel 3. Kemudian untuk variasi 3 benda uji pondasi beton bertulang yang telah dipertebal menggunakan Chemical Anchor, nilai kapasitas beban aksial hasil analitis lebih besar 10.79 MPa dari hasil uji lab. Selanjutnya untuk variasi 1 memiliki nilai kapasitas beban aksial hasil analitis yaitu 13.11MPa namun variasi 1 tak dapat dibandingkan dengan variasi lainnya. Kata kunci : ‘Pengalihan, fungsi bangunan, Chemical Anchor, Pondasi beton bertulang
PERHITUNGAN LENDUTAN BALOK TAPER KANTILEVER DENGAN MENGGUNAKAN SAP2000 Pala'biran, Oman Anri; Windah, Reky S.; Pandaleke, Ronny E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 8 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu struktur dituntut untuk tidak mengalami lendutan yang berlebihan agar mempunyai kemampuan layanan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lendutan yang terjadi pada balok taper kantilever menggunakan metode Metode Elemen Hingga dengan variasi jumlah dan bentuk elemen. Analisis Metode Elemen Hingga dilakukan dengan menggunakan program SAP2000 yang mampu melakukan perhitungan struktur statik dan dinamis. Program ini sudah banyak digunakan oleh Engineer Struktur untuk memodelkan dan menganalisis suatu sistem struktur secara keseluruhan maupun suatu elemen struktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah pembagian elemen pada Metode Elemen Hingga berpengaruh terhadap hasil yang diperoleh dimana semakin baik pendekatan yang diberikan akan memberikan hasil yang lebih baik  serta bentuk elemen pada Metode Elemen Hingga juga berpengaruh pada hasil yang didapatkan, dimana elemen segiempat lebih mendekati nilai eksak (2.73 mm) dibanding dengan elemen segitiga. Dapat dilihat pada jumlah elemen yang sama yaitu 40,80,160 dan 320 elemen, lendutan dengan bentuk elemen segiempat untuk model balok a yaitu 2.7734 mm, 2.789 mm, 2.7922 mm, 2.8004 mm, untuk model balok b yaitu 2.7601 mm, 2.7756mm, 2.7787 mm, 2.7866 mm sedangkan elemen segitiga untuk model balok a yaitu 1.2974 mm, 1.6799 mm, 2.1562mm, 2.3889mm dan untuk model balok b yaitu 1.3581 mm, 1.7301 mm, 2.1931 mm, 2.4073 mmKata Kunci : Balok Non Prismatis, Lendutan, Metode Elemen Hingga, SAP2000
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG BETON BERTULANG DENGAN SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS Karisoh, Patrisko Hirel; Dapas, Servie O.; Pandaleke, Ronny E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 6 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam merencanakan gedung bertingkat selalu sangat dituntut perencanaan yang aman dan efisien, dimana struktur diharapkan mampu menahan beban-beban yang ada, tidak terkecuali beban gempa, karena beban gempa selalu sangat mempengaruhi perilaku gedung tersebut dan selalu menjadi prioritas utama dalam perencanaan, salah satu metode yang digunakan untuk menahan beban gempa adalah metode perencanaan struktur sistem rangka pemikul momen, yang terbagi dalam 3 bagian yaitu: sistem rangka pemikul momen biasa (SRPMB), sistem rangka pemikul momen menengah (SRPMM), sistem rangka pemikul momen khusus (SRPMK). struktur yang menjadi prioritas perencanaan adalah struktur yang mampu menahan kondisi dimana beban gempa ekstrim atau dalam hal ini adalah struktur SRPMK dimana akan dirancang sedemikian rupa sehingga dapat menahan respon inelastic akibat beban gempa tersebut dengan kata lain struktur diharuskan daktail (fleksibel) agar dapat dikategorikan aman jika digunakan.Lokasi perencanaan ini akan dilakukan di Universitas Sam Ratulangi, Fakultas Teknik, Manado, Indonesia, struktur gedung yang direncanakan adalah gedung fasilitas laboratorium Fakultas Teknik, memiliki 3 lantai dengan ketinggian 17 m dan luas gedung 1345 m², beban gempa desain menggunakan metode response spectrum, untuk analisis struktur dan pemodelan menggunakan program ETABS 2016.Berdasarkan hasil analisis dan desain pada gedung laboratorium Fakultas Teknik, Unsrat penampang balok dengan dimensi 400 x 600 mm dan kolom 700 x 600 mm telah memenuhi kriteria penampang untuk sistem rangka pemikul momen khusus, karena secara teori telah memenuhi syarat-syarat yaitu: Strong Column Weak Beam, tahan terhadap geser dan telah memenuhi syara-syarat pendetailan setiap komponen-komponen rangka. Kata kunci : Daktail, SRPMK, Strong Column Weak Beam.
PENGUJIAN KUAT LENTUR KAYU PROFIL TERSUSUN BENTUK I Matana, Mega Nospita; Kumaat, Ellen J.; Pandaleke, Ronny E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 2 (2017): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kayu merupakan salah satu komoditi hasil hutan yang banyak dimanfaatkan oleh manusia untuk berbagai kebutuhan. Kayu digunakan sebagai bahan Konstruksi bangunan untuk rumah tinggal, gedung, jembatan, bantalan kereta api dan lain-lain. Kayu solid di pasaran semakin berkurang  maka dibuatlah desain balok tersusun yang menggabungkan beberapa kayu untuk menghasilkan ukuran yang diinginkan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  pengaruh variasi jarak paku terhadap kekuatan lentur kayu ,Untuk mendapatkan nilai-nilai dari : Beban, tegangan, modulus elastisitas, kadar air, berat jenis dari balok kayu yang bersangkutan dan memberikan gambaran tentang cara menguji kekuatan lentur.Dari hasil penelitian dengan menggunakan acuan SNI didapat mutu kayu kayu cempaka adalah : E8. Untuk Kuat lentur kayu  didapat kekuatan kampuh tegak lebih kuat dengan nilai jarak 3cm = 220,026 kg/ cm2, 6cm = 245,768kg/cm2, 9cm = 230,894 kg/ cm2 dibandingkan dengan kampuh mendatar dengan nilai 3cm = 199,089 kg/ cm2, 6cm = 170,501kg/ cm2, 9cm = 150,700kg/cm2. Hal ini disebabkan oleh kuat lekat pada paku yang menahan kayu tersebut.  Pengujian ini menghasilkan benda uji kampuh tegak pada jarak 6 cm mempunyai kekuatan lebih kuat.   Kata kunci : (Kayu cempaka, balok tersusun, modulus elastisitas, tegangan lentur)
EVALUASI KEKUATAN BALOK BETON BERTULANG DENGAN BALOK KOMPOSIT BAJA MENGGUNAKAN FLOOR DECK Sidara, Sthefani Christina Xenalevina; Sumajouw, Marthin D. J.; Pandaleke, Ronny E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 9 (2017): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Balok mempunyai karakteristik utama yaitu lentur. Dengan sifat tersebut, balok merupakan elemen bangunan yang dapat diandalkan untuk menangani gaya geser dan momen lentur. Pada konstruksi elemen balok pun dituntut untuk memiliki kekuatan yang besar, dengan desain penampang yang efisien, pelaksanaan konstruksi yang praktis dan biaya konstruksi yang ekonomis. Pemilihan penggunaan material konstruksi yang tepat pun diharuskan agar balok mampu untuk dapat menahan besarnya beban yang diberikan. Penggunaan material beton bertulang dan balok komposit baja banyak kita temui dilapangan. Pada konstruksi balok pun sering kita temukan penggunaan floor deck yang dipasangkan diatas balok baja, maupun dikaitkan pada balok beton bertulang untuk menahan struktur pelat lantai. Pada penelitian ini balok beton bertulang dan balok komposit baja baik yang dipasangkan floor deck ataupun tidak dipasangkan floor deck diberikan beban yang sama besar dan didesain memiliki kapasitas penampang yang sama atau tidak jauh berbeda. Sehingga hasil yang didapat yaitu dimensi penampang balok beton bertulang akan lebih besar dibandingkan balok komposit baja ditinjau dari tinggi dan lebar balok, menyebabkan inersia penampang balok beton bertulang semakin besar sehingga lendutan yang terjadi pada balok beton bertulang semakin kecil, dibandingkan dengan balok komposit baja yang memilik penamang yang lebih kecil. Namun pekerjaan elemen balok menggunakan material baja komposit lebih efisien dibandingkan dengan pekerjaan balok beton bertulang, ditinjau dari besarnya penampang yang dihasilkan, pekerjaan yang lebih praktis dengan biaya yang lebih ekonomis. Dan penggunaan floor deck tidaklah berpengaruh pada perhitungan kekuatan baja sehingga sering diabaikan, dan hanya berpengaruh pada lendutan yang terjadi akibat inersia penampang yang tereduksi akibat penggunaan floordeck. Kata Kunci : Balok, Balok Beton Bertulang, Balok Komposit Baja, Floor Deck.
KUAT TARIK LENTUR BETON GEOPOLYMER DENGAN TEMPERATUR RUANGAN Rumajar, Rendy James; Sumajouw, Marthin D. J.; Pandaleke, Ronny E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 1 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton geopolymer adalah beton ramah lingkungan yang menggunakan abu terbang yang kaya akan silika dan alumina dan di campur dengan cairan alkalin. Bahan yang terbentuk ini mempunyai kekuatan tekan yang tinggi, dan ketahanan terhadap tarik rendah.Kekuatan tekan beton didefinisikan sebagai tegangan yang terjadi dalam benda uji pada pemberian beban hingga benda uji tersebut hancur. Kuat tekan beton adalah besarnya beban per satuan luas yang menyebabkan beton hancur.Kekuatan tekan beton didefinisikan sebagai tegangan yang terjadi dalam benda uji pada pemberian beban hingga benda uji tersebut hancur. Kuat tekan beton adalah besarnya beban per satuan luas yang menyebabkan beton hancur.Dari hasil penelitian dihasilkan berat volume berkisar 2200-2400Kg/m3 dan dapat diklasifikasikan dalam beton normal. Dalam penelitian ini juga di dapat nilai fr/√f’c berkisar antara 0,29-1.095 Kata kunci: Beton Geopolymer, Kuat Tekan dan Kuat Tarik Lentur