Claim Missing Document
Check
Articles

PEMERIKSAAN KUAT TARIK LANGSUNG BETON DENGAN TRAS SEBAGAI SUBSITUSI PARSIAL AGREGAT HALUS Mongisidi, Eucharis D.; Dapas, Servie O.; Pandaleke, Ronny E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 1 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tras digunakan pada penelitian ini sebagai subsitusi parsial pasir. Untuk mengetahui variasi terbaiknya ditunjukan dengan besaran nilai optimal kekuatan tarikan beton melalui uji kuat tarik langsung. Dipakai silinder pada pengujian kuat tekan dengan dimensi diameter 100 mm dan tinggi 200 mm, sedangkan pada pengujian kuat tarik digunakan balok I. Tras yang digunakan pada subsitusi pasir untuk pembuatan beton, memiliki bermacam persentase yakni 0%, 5%, 10%, 15%, 20% dan 25%. kekuatan rencana 25 MPa. Keseluruhan sampel berjumlah 48 buah 24 silinder dan 24 Balok I, masing-masing pada berbagai variasi sampelnya adalah 8 buah. Silinder berjumlah 4 sampel untuk pengujian kuat tekan juga Balok I berjumlah 4 sampel pada pengujian kuat tarik langsung. Percobaan untuk mendapatkan nilai optimum pada sampel kuat tekan dan kuat tarik langsung didapatkan ketika beton berumur 28 hari, adapun Batasan slump antara 7,5 cm sampai 10,0 cm. Perolehan percobaan uji kuat tekan dan kuat tarik langsung memperlihatkan bahwa subsistusi parsial pasir dengan tras bisa terjadi peningkatan. Pada pengujian kuat tekan secara maksimum memiliki hasil 26,93 MPa meningkat sebanyak 5% dari pengujian beton tanpa campuran tras yang bernilai 25.55 MPa. Adapun kuat tarik langsung maksimum terjadi pada persentase 10% dengan hasil 2,87 MPa meningkat sebanyak 17,40% % dari pengujian beton tanpa campuran tras yang bernilai 2,36 MPa. Kata Kunci: Tras, Subsitusi Parsial, Kuat Tarik Langsung
EVALUASI STRESS RATIO DENGAN METODE PANJANG EFEKTIF DAN METODE PERENCANAAN LANGSUNG PADA PORTAL GABLE Sugawa, Arif Aryadhana; Pandaleke, Ronny E.; Handono, Banu Dwi
JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 8 (2017): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kode atau peraturan senantiasa berubah seiring perkembangan penelitian dan teknologi. Standart desain stabilitas struktur baja yang dulunya dipakai Metode panjang efektif pada SNI 2002 sekarang telah dipindahkan dibagian lampiran SNI 2015 yang mana telah digantikan dengan Metode perencanaan langsung sebagai desain stabilitas yang utama. Metode panjang efektif mengharuskan perencana untuk mencari panjang efektif K untuk elemen bangunan serta analisanya masih orde pertama untuk faktor amplikasi efek P-delta. Metode perencanaan langsung mengidentifikasi nilai K=1 untuk semua perilaku struktur serta analisa P-delta menggunakan second-orde pada komputer. Pada tulisan ini maka dievaluasi stress ratio pada Metode panjang efektif dan Metode perencanaan langsung untuk tipe struktur portal gable kemudian dicari nilai perbandingan stress ratio dari kedua metode. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil stress ratio perencanaan Metode panjang efektif dan Metode perencanaan langsung sehingga dapat dipilih metode yang lebih efektif dan efisien khususnya pada portal gable. Perbandingan stress ratio yang diperoleh dari kedua metode terdapat perbedaan 0,107-7,222 %. Perbedaan proses perencanaan kedua metode menunjukan metode perencanaan langsung lebih unggul dibandingkan metode panjang efektif karena proses analisa yang lebih cepat.Kata kunci : Metode panjang efektif, Metode perencanaan langsung, Stress Ratio
EVALUASI STRUKTUR KOLOM KUAT BALOK LEMAH PADA BANGUNAN BETON BERTULANG DENGAN METODE DESAIN KAPASITAS (STUDI KASUS : BANGUNAN SEKOLAH SMA DONBOSCO MANADO) Kahiking, Regen Loudewik; Pangouw, Jorry D.; Pandaleke, Ronny E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 9 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Struktur Gedung Sekolah SMA DONBOSCO Manado yang terdiri dari 3 lantai dievaluasi terhadap Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus dengan mengacu pada SNI beton yang berlaku (SNI 03 – 2847 – 2002), Struktur beton bertulang dievaluasi dengan mengaplikasikan konsep desain kapasitas (capacity design). Penerapan dari konsep desain kapasitas ini adalah demi terciptanya struktur yang berfilosofi kolom kuat balok lemah (strong columm weak beam).Dalam evaluasi, struktur diperhitungkan terhadap kapasitas lentur dua arah (biaxial bending) dengan mengambil tinjauan satu kolom dengan pembebanan terbesar, adanya bahaya pembesaran momen yang terjadi akibat dari kelangsingan penampang juga diperhitungkan sehingga didapat secara pasti apakah struktur masih memenuhi konsep kolom kuat balok lemah dengan menerapkan syarat sistem rangka pemikul momen khusus.Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kapasitas lentur kolom masih lebih besar dari kebutuhan momen lentur kolom sehingga struktur memenuhi kriteria kolom kuat balok lemah, namun lewat konfigurasi tulangan sengkang yang terpasang didapati bahwa kekuatan kolom untuk menerima geser tidak memenuhi syarat yang dibutuhkan berdasarkan ketentuan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus yang mensyaratkan penggunaan gaya geser rencana yang bukan berdasarkan gaya geser struktur portal namun berdasarkan pada momen–momen kapasitas ujung yang dibagi dengan tinggi bersih kolom sehingga menghasilkan gaya geser rencana yang lebih besar. Pada kasus ini, kolom yang ditinjau hanya memenuhi kriteria kolom kuat balok lemah secara lentur. Didapati juga bahwa kolom yang ditinjau mampu menahan keruntuhan akibat tekan. Hasil–hasil kapasitas momen kolom dituangkan dalam bentuk diagram interaksi kolom. Kata kunci: capacity design, strong column weak beam, biaxial bending
ANALISA RANGKA BATANG STRUKTUR MENARA TANGKI AIR AKIBAT GEMPA Agthen, Yonasdi Afdar; Windah, Reky S.; Pandaleke, Ronny E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 8 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gempa memiliki pengaruh yang cukup besar untuk struktur rangka batang yang pusat beban utamanya bekerja pada bagian struktur paling atas, misalnya struktur rangka batang menara tangki air. Ketika gempa tejadi, struktur mengalami pepindahan vertikal dan horisontal. Gaya gempa dalam arah vertikal hanya sedikit mengubah gaya gravitasi yang bekerja pada struktur yang umunya direncanakan terhadap gaya vertikal dengan faktor keamanan yang cukup tinggi. Oleh karena itu, struktur jarang runtuh akibat gaya gempa vertikal. Sebaliknya gaya gempa horisontal bekerja pada titik-titik yang lemah pada struktur yang tidak cukup kuat dan akan menyebabkan keruntuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh gempa pada struktur menara tangki air dengan menggunakan metode kekakuan, analisa dilakukan dengan mengubah beban gempa menjadi beban nominal statik ekuivalen yang bekerja pada titik-titik kumpul bagian paling atas struktur menara tangki air. Hasil dari analisa dengan menggunakan metode kekakuan ini akan dibandingkan dengan hasil analisa dengan menggunakan program SAP2000.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perpindahan (displacement) arah horisontal yang terjadi pada menara tangki air dengan kondisi tangki terisi penuh lebih besar daripada displacement yang terjadi pada kondisi tangki terisi setengah dan kondisi tangki kosong. Kata Kunci: Rangka Batang, Menara Tangki Air, Gempa, Metode Kekakuan
PERENCANAAN BANGUNAN SEKOLAH KONSTRUKSI BAJA 4 LANTAI DI KOTA MANADO Wantania, Riolando; Handono, Banu Dwi; Pandaleke, Ronny E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 9 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Struktur sekolah berlantai 4 akan direncanakan menggunakan struktur baja tahan gempa dan sesuai dengan peraturan SNI yang berlaku. Perencanaan ini menerapkan metode disain gaya-gaya dalam, serta kombinasi balok kolom dengan metode DAM (Direct Analysis Method), sedangkan kapasitas nominal dari penampang menggunakan metode LRFD (Load Resistance Factor Design) atau DFBK untuk SNI 1729-2015, serta sambungan yang akan digunakan mengikuti AISC-2010. Pembebanan yang ditinjau yakni beban gravitasi mengikuti SNI 1727-2013 dan beban gempa sesuai SNI 1726-2012. Konfigurasi rangka sturktur baja yang terdiri dari rangka sistem penahan beban gaya lateral dan rangka sistem penahan beban gravitasi. Penggunaan profil baja yang memenuhi syarat dengan SNI 1729-2015 dan dilanjutkan dengan perhitungan elemen secara manual dengan metode LRFD. Hasil disain struktur baja ini,  menggunakan profil 400x400x21x21 untuk kolom ,400x200x8x13 untuk balok, 350x175x7x11 untuk balok anak. Periode getar maksimum 0,425 detik dan simpangan maksimum pada arah x sebesar 13,328 mm dan arah y sebesar 7,491 mm Sambungan yang dipakai bervariasi sesuai dengan konfigurasi rangka yang terlah ditentukan, yakni sambungan bersifat kaku dan tidak kaku untuk balok kolom pada bagian sayap dan badan, dan sambungan balok anak ke balok induk bersifat tidak kaku.Kata kunci : Baja, DAM, LRFD, Gempa
Perbandingan Kuat Lentur Balok Beton Bertulang Biasa Dengan Balok Beton Bertulang Geopolymer Maleke, Brenda Frisheila; Sumajouw, M. D. J.; Pandaleke, Ronny E.
TEKNO Vol 17, No 73 (2019): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton bertulang adalah kombinasi dari beton dan baja, dimana baja tulangan memberikan kekuatan tarik yang tidak dimiliki beton. Beton geopolymer merupakan beton yang dibuat tanpa menggunakan semen dan digunakan fly ash sebagai bahan penggantinya. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan kuat lentur beton bertulang biasa dan beton bertulang geopolymer melalui pengujian di laboratorium. Metode pengujian yang digunakan adalah System Two Point Loading Test pada benda uji balok ukuran 100 mm x 100 mm x 400 mm. Hasil penelitian menyatakan bahwa nilai kuat lentur beton bertulang geopolymer lebih besar dari pada nilai kuat lentur beton bertulang biasa.
KAJIAN KAPASITAS PERKUATAN KOLOM BETON BERTULANG DENGAN TAMBAHAN ABU TERBANG (FLY ASH) TERHADAP VARIASI BEBAN RUNTUH DENGAN METODE CONCRETE JACKETING Pasila, Recky; Sumajouw, Marthin D. J.; Pandaleke, Ronny E.
TEKNO Vol 14, No 65 (2016): JURNAL TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kolom beton bertulang merupakan elemen penting dalam suatu struktur bangunan. Karena kolom mampu memikul beban aksial. Kerusakan pada kolom dapat menyebabkan fungsi utama dari bangunan tersebut sudah tidak lagi dapat terpenuhi sehingga gedung tersebut telah mengalami kegagalan. Penanganan perbaikan kolom dapat dilakukan yaitu dengan cara pembesaran penampang kolom dengan metode Concrete Jacketing. Metode ini merupakan salah satu alternatif perkuatan struktur yang difokuskan pada kolom. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kapasitas beton yang telah mengalami variasi persentase keruntuhan kemudian di perkuat lagi dengan metode Concrete Jacketing. Pengujian dilakukan dengan skala laboratorium, dengan umur perawatan 28 hari, persentase keruntuhan yang di uji adalah 100%, 50%, 60%, 70%, 80%. Dengan Benda uji menggunakan kolom 100x100x500(mm), yang kemudian akan di jacket menjadi 150x150x500(mm) Setelah mengalami pengujian persentase keruntuhan. Pengujian kuat tekan beton menggunakan silinder 100/200(mm), dengan perencanaan mutu beton (f?c) 30 MPa. Tulangan yang digunakan untuk tulangan logitudinal mengunakan ø8 dan untuk tulangan sengkang ø6. Perencanaan slump ditetapkan ialah 75-150 mm. Hasil pengujian menyatakan bahwa variasi persentase keruntuhan pembebanan berpengaruh terhadap kapasitas kolom beton bertulang dalam menerima beban. Sehingga diperoleh bahwa yang paling efektif dilakukan perbaikan dengan menggunakan Concrete Jacketing adalah kolom dengan batas keruntuhan 70%, karena keruntuhan 70% masi memberikan kenaikan kapasitas yang besar. Kata kunci : beban runtuh, concrete jacketing, perbaikan beton bertulang
Karakteristik Mekanik Beton Geopolimer Dengan Perawatan Suhu Ruangan (Ambient Curing) Pesik, Juanditra; Sumajouw, M. D.J.; Pandaleke, Ronny E.
TEKNO Vol 16, No 69 (2018): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini bangunan merupakan suatu bagian yang sangat penting bagi kelangsungan hidup umat manusia, oleh karena itu para insinyur teknik sipil mendesain konstruksi bangunan yang kuat dan tahan terhadap segala bentuk perubahan lingkungan serta berbiaya murah. Seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, bangunan serta strukturnya berkembang lebih bervariasi dan lebih inovatif, serta sekarang ini kebanyakan bangunan menggunakan struktur beton bertulang. Hal ini tentunya dipengaruhi oleh beton bertulang lebih kuat secara struktur dan bahannya mudah diperoleh dipasaran.Geopolymer merupakan bahan yang ramah lingkungan, karena menggunakan bahan – bahan buangan industry serta proses pembuatan beton geopolymer tidak terlalu memerlukan enegi yang besar, jika di bandingkan dengan proses pembuatan semen Portland yang memerlukan suhu hingga 800 derajat Celsius. Beton geopolymer dapat dibuat dengan pemanasan suhu ruagan kurang lebih 25 derajat Celsius selama satu hari penuh, karena hal terebut beton geopolymer merupakan salah satu solusi beton yang mampu menurunkan emisi gas rumah kaca (karbondioksida). Berdasarkan hal – hal yang dibahas sebelumnya, maka dapat dipahami bahwa penelitian tentang beton geopolymer merupakan suatu keharusan. Dalam melaksanakan penelitian beton geopolymer yang menggunakan fly ash disubtitusi dengan kapur dan semen dengan persentase 2.5%,5%, dan 10% pada perawatan suhu ruangan (ambient curing). Dengan menghitung persentase kenaikan kekuatan beton.dan dapat disimpulkan bahwa semakin bertambahnya persentase subtitusi maka semakin tinggi pula kenaikan kuat tekan beton.
PERENCANAAN BANGUNAN BETON BERTULANG DENGAN SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS DI KOTA MANADO Honarto, Ricky Januar; Handono, Banu Dwi; Pandaleke, Ronny E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 2 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan gedung bertingkat di daerah rawan gempa harus menggunakan salah satu dari beberapa sistem portal, yaitu dinding geser, bracing dan sistem rangka pemikul momen khusus (SRPMK). Perencanaan ini menggunakan SRPMK dimana struktur dirancang sedemikian rupa sehingga kerusakan struktur akibat gempa terjadi di daerah yang sudah disiapkan untuk bisa rusak tanpa merusak keseluruhan gedung.Perencanaan dilakukan di kota Manado, dimana nilai SDS dan SD1 adalah 0,75 dan 0,459 sehingga kategori desain seismik masuk ke kategori D. Data tanah yang didapat dari pengujian di lapangan menunjukan nilai SPT rata-rata adalah 40, sehingga tanah di lokasi konstruksi dikategorikan sebagai tanah sedang. Struktur gedung terdiri dari 5 lantai, dan berfungsi sebagai fasilitas pendidikan. Adapun beban-beban yang bekerja adalah beban mati, beban hidup, dan beban gempa. Beban mati dan beban hidup mengacu pada SNI 1727-2013 tentang beban minimum untuk perancangan bangunan gedung dan struktur lain. Beban gempa menggunakan respons spektrum dengan mengacu pada SNI 1726-2012 tentang tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non-gedung. Analisis struktur dan pemodelan menggunakan bantuan program ETABS 2016.Hasil analisis dan desain menunjukan dimensi-dimensi kolom, balok, plat, dan pilecap telah memenuhi kriteria penampang untuk SRPMK, dimana syarat strong column weak beam telah terpenuhi. Simpangan yang terjadi lebih kecil dari simpamgan maksimum yang diijinkan, dimana simpangan terbesar berada di lantai 5 dengan nilai ∆ (60,2860mm) lebih kecil dari ∆a (90mm). Rasio penulangan kolom, balok dan plat telah memenuhi persyaratan penulangan dimana ρ kolom didapat sebesar 1,68% s/d 2,43%,  ρ balok didapat sebesar 1,4% s/d 6%, ρ slab didapat sebesar 3,8%, dan ρ pilecap sebesar 2% s/d 5%. Kata kunci : Respons Spektrum, SRPMK, Gempa, Beton Bertulang
OPTIMALISASI KUAT TEKAN BETON GEOPOLYMER DENGAN MENAMBAHKAN SEMEN ATAU KAPUR PADA PERAWATAN TEMPERATUR RUANGAN Luntungan, Renata Natanael; Sumajouw, Marthin D. J.; Pandaleke, Ronny E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 7 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan material yang paling sering digunakan dalam bidang konstruksi. Beton sendiri terdiri dari Semen Portland, agregat kasar, agregat halus, dan air. Dalam pembuatan beton, semen yang digunakan dapat menghasilkan gas karbondioksida yang sangat berbahaya, jika dilepaskan ke atmosfir dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Beton geopolymer merupakan salah satu alternatif dimana beton ini adalah beton yang ramah lingkungan karena tidak menggunakan semen tetapi diganti dengan bahan pozzolon yang memiliki sifat yang menyerupai dengan semen yaitu abu terbang (fly ash).Pada saat ini di Indonesia beton geopolymer sendiri belum dapat diterapkan langsung di lapangan karena memerlukan elevated temperatur yang cukup tinggi.Dalam penelitian ini peneliti mensubstitusikan semen atau kapur dengan variasi substitusi 12.5%, 15%, 17.5%, dan 20% dari berat abu terbang, dengan umur pengujian 7, 14, dan 28 hari, pada temperatur ruangan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada substitusi semen nilai kuat tekan beton geopolymer mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya variasi substitusinya. Pada variasi substitusi kapur hanya dilakukan substitusi sampai kadar 15% karena pada kadar yang lebih besar beton dengan cepat mengeras dan tidak dapat dikerjakan. Kata kunci: beton, geopolymer, fly ash, substitusi, kuat tekan, semen Portland, perawatan