Claim Missing Document
Check
Articles

EVALUASI KUAT TEKAN BETON PADA BANGUNAN RUMAH SAKIT PENDIDIKAN UNSRAT DENGAN MENGGUNAKAN HAMMER TEST DAN CORE DRILL Sumanti, Fitzgerald F. A. E.; Windah, Reky S.; Pandaleke, Ronny E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 12 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada masa sekarang, beton merupakan material yang dibuat atas dasar perencanaan yang teliti, sehingga dapat dioptimalkan kekuatannya. Karena berbagai variasi telah diberikan untuk pembangunan suatu bangunan maka harus dilakukan percobaan untuk melihat apakah kekuatan beton pada elemen-elemen gedung sudah layak, atau dapat dilakukan jika ada penelitian lanjutan pada bangunan tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuat tekan beton dengan menggunakan metode Schmidt Hammer Test pada balok, kolom dan plat serta Core Drilled Test hanya pada plat lantai. Benda uji hasil coring kemudian diuji kuat tekan beton di laboratorium Konstruksi dan Material Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi.Hasil Pengujian kuat tekan rata-rata sampel Core Drilled Test pada plat lantai sebesar 25.65 MPa, sedangkan Schmidt Hammer Test pada kolom 45.95 MPa, balok 36.40 MPa dan plat 31.16 MPa dengan koefisien variasi pada kolom 18.52 %, balok 19.84 % dan plat 16.93 %.Perhitungan 85% dari kuat tekan rata-rata benda uji adalah 21.80 MPa dan memenuhi persyaratan beton struktural. Koefisien variasi hasil pengujian Schmidt Hammer Test > 6% yang menunjukkan tingkat keseragaman yang kurang baik. Hasil pengujian ini dapat dievaluasi berdasarkan peraturan yang ada dan bisa dijadikan data awal untuk evaluasi struktur selanjutnya. Kata Kunci : Kuat Tekan, Schmidt Hammer Test, Core Drilled Test.
STUDI PERBANDINGAN ANALISIS FLAT SLAB DAN FLAT PLATE Constantine, Fransisca Nikita; Sumajouw, Marthin D. J.; Pandaleke, Ronny E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 11 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Flat slab dan flat plate merupakan elemen struktur yang  tidak mempuyai balok, dimana seluruh beban yang ada disalurkan oleh pelat  menuju ke kolom. Hal yang penting untuk diperhatikan dalam suatu analisis pelat adalah kekuatan pelat dan ketahanan untuk menahan gaya geser (punching shear) pada daerah sekitar kolom. Perhitungan momen  dapat menjadi acuan untuk merencanakan tulangan sehingga perlu adanya analisis dari kedua sistem pelat ini untuk mengetahui kekuatan dari sistem pelat. Elemen pelat yang akan dianalisis merupakan bangunan dengan 5 lantai dan hanya meninjau elemen pelat pada lantai 3 yang letak bangunannya berada di  Jalan Ring Road 2. Analisis dilakukan dengan menggunakan Metode Rangka Ekivalen dan Metode Desain Langsung dengan mengikuti persyaratan dari SNI 2847-2013 dan SNI 1727-2013 untuk pembebanan. Berdasarkan hasil analisa yang telah dilakukan, flat slab dan flat plate dinyatakan mampu untuk menahan momen lentur dan gaya geser yang terjadi. Momen lapangan yang terjadi pada flat plate lebih besar dari flat slab dikarenakan tidak adanya tambahan drop panel atau kepala kolom pada flat plate. Untuk perbandingan analisis dari flat plate dan flat slab terletak pada penambahan drop panel dan kepala kolom pada sistem flat slab yang mempengaruhi perhitungan tebal pelat, kekakuan pelat-balok, kekakuan kolom dan ketahanan geser. Kata kunci : flat slab, flat plate, punching shear, analisis
PERBANDINGAN NILAI KAPASITAS BEBAN MAKSIMUM KOLOM BETON BERTULANG GEOPOLYMER DENGAN KOLOM BETON BERTULANG KONVENSIONAL Pude, Joannita Veronica; Pandaleke, Ronny E.; Handono, Banu Dwi
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 12 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini Kolom Beton Bertulang Geopolymer dan Kolom Beton Bertulang Konvensional pada perawatan suhu ruangan diuji Nilai Kapasitas Beban Maksimum dengan perbandingan berdasarkan Komposisi Campuran Beton, Ukuran Penampang 100 mm x 100 mm x 350 mm, dan Jumlah Tulangan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh Nilai Kapasitas Beban Maksimum Kolom Beton Bertulang Konvensional lebih besar 140,7 kN dari Nilai Kapasitas Beban Maksimum Kolom Beton Bertulang Geopolymer.Perhitungan analitis Kapasitas Kolom (Pn) pada Benda Uji Kolom Beton Konvensional memiliki nilai kapasitas beban aksial 317.25 kN, sehingga Perhitungan Nilai Kapasitas Beban Maksimum Kolom Beton Bertulang Konvensional  lebih kecil 8.7% dari hasil Pengujian Laboratorium. Dan Perhitungan Analitis Kapasitas Beban Maksimum Kolom Beton Bertulang Geopolymer 196.37 kN lebih kecil 5% dari hasil Pengujian Laboratorium. Kata Kunci : Beton Konvensional, Beton geopolymer, Beban Maksimum Kolom
PENGUJIAN MODULUS ELASTISITAS PADA BETON DENGAN MENGGUNAKAN TRAS SEBAGAI SUBSTITUSI PARSIAL AGREGAT HALUS Lukar, Stevania Elisabeth Claudia; Pandaleke, Ronny E.; Wallah, Steenie E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 1 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi dan pembangunan struktur bangunan teknik sipil merupakan dua hal yang saling berkaitan. Beton juga mempunyai beberapa kelebihan salah satunya adalah mampu memikul beban tekan sehingga penggunaannya semakin meningkat tetapi pemenuhan akan bahan baku beton semakin berkurang. Salah satu alternatifnya penggunaan material Pasir dengan cara mengganti sebagian agregat halus dengan tras yang merupakan batuan gunung berapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kuat tekan dan nilai modulus elastisitas. Benda uji berupa silinder 10 cm x 20 cm. Mutu yang di targetkan adalah 25 MPa dengan persentase campuran beton 0%, 5%, 10%, 15%. Pengujian kuat tekan dan modulus elastisitas pada beton substitusi parsial agregat halus menggunakan tras di lakukan pada umur 7, 14, 28 dengan berat volume beton normal 2117,26 – 2233,31 kg/mᶾ. Nilai kuat tekan mengalami peningkatan sebanding dengan umur. Nilai kuat tekan rata-rata pada umur 7 hari 17.55 MPa, sementara umur 14 hari rata-rata 23.90 MPa serta kuat tekan pada beton umur 28 hari rata-rata diperoleh 29.08 MPa, Pada umur 28 hari nilai modulus rata-rata tras 0% 25614.6 MPa, Pada 5% 25376.2 MPa, Pada 10% 22534.4 MPa, Dan pada 15% 18155.4 MPa. Nilai modulus elastisitas menurun sesuai penambahan bahan pengganti sebagian agregat halus. Kata Kunci: Pasir, Tras, Kuat Tekan, Modulus Elastisitas
Perilaku Mekanis Beton Menggunakan Batuan Vulkanik (Batu Angus dan Batu Apung) Wakkary, Satya Eliazer Donatus; Pandaleke, Ronny E.; Wallah, Steenie E.
TEKNO Vol 17, No 71 (2019): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini pemakaian beton sangat berkembang pesat pada kegiatan konstruksi, meningkatnya jumlah penduduk juga menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan sumber daya alam dalam hal ini adalah agregat pembentuk beton. Pada suatu daerah tertentu sulit untuk menemukan agregat seperti kerikil yang menjadi pengisi agregat dalam beton. Untuk itu perlu dilakukan penelitian untuk memanfaatkan sumber daya lokal sebagai pengganti agregat kasar dan halus pembentukan beton. Salah satunya adalah Desa Silian kecamatan Tombatu Minahasa Tenggara Provinsi Sulawesi Utara. Di desa Silian terdapat gunung aktif yaitu gunung Soputan. Letusan dari gunung soputan mengeluarkan lahar dan mengeras menjadi batu dan dikenal dengan nama Batu Angus. Batu angus memiliki deposit yang cukup besar namun karena karakteristik dan sifat teknisnya belum banyak diinformasikan sehingga pemanfaatanya masih terbatas. Sehubungan dengan hal tersebut maka dilakukan penelitian untuk memperjelas potensinya sebagai bahan bangunan dalam menunjang pembangunan di daerah desa silian dan kabupaten Minahasa Tenggara pada umumnya. Besar butir batu angus yang digunakan sebagai agregat kasar dibatasi pada fraksi butir 19.05-4.75 mm dan untuk batu apung digunakan sebagai agregat halus pada fraksi butir lolos 4.75 mm, komposisi campuran beton non pasir dibuat dengan variasi perbandingan antara semen dan agregat kasar dan agregat halus adalah 1 : 2 : 3. Dari masing-masing perbandingan volume semen-agregat dibuat benda uji 20 silinder dengan dimensi diameter 100 mm dan tinggi 200 mm. Benda uji digunakan untuk mengetahui pengaruh sifat dasar batu angus dan batu apung dalam menentukan sifat teknis beton. Dari hasil penelitian dihasilkan beton dengan berat volume 1729.5 kg/m³ dan dapat diklasifikasikan dalam jenis beton ringan struktural, dari penelitian didapat kuat tekan beton rata-tara pada umur 7 hari 13.47 MPa, kuat tekan rata-tara beton pada umur 14 hari 15.39 MPa, kuat tekan rata-tara beton pada umur 28 hari 18.84
STUDI KOMPARASI SIMPANGAN BANGUNAN BAJA BERTINGKAT BANYAK YANG MENGGUNAKAN BRACING-X DAN BRACING-K AKIBAT BEBAN GEMPA Jansen, Lucy P. S.; Dapas, Servie O.; Pandaleke, Ronny E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 2 (2016): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan sistem rangka bracing pada bangunan tingkat tinggi dapat meningkatkan kinerja struktur bangunan tingkat tinggi.terutama untuk menahan gaya-gaya lateral beban gempa yang terjadi. Simpangan horisontal yang terjadi serta perbandingannya dengan menggunakan bracing X dan bracing K telah ditunjukkan didalam penelitian ini. Pemodelan dilakukan berdasarkan data analisis pembebanan gempa statik ekivalen serta pembebanan gempa dinamik menggunakan respon spektrum  UBC 1997. Presentase perbandingan rata-rata simpangan horisontal antara struktur dengan pemakaian bracing X dan struktur dengan pemakaian bracing K memperlihatkan simpangan sebesar 4,3853 % akibat beban gempa statik dan 3,0410 % akibat beban gempa dinamik. Simpangan yang dihasilkan oleh struktur dengan pemakaian bracing K lebih kecil dibandingkan dengan simpangan yang dihasilkan oleh struktur dengan pemakaian bracing X. Kata kunci:: simpangan, struktur baja, bracing, beban gempa
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG BETON BERTULANG DENGAN DENAH BANGUNAN BERBENTUK “L” Lamia, Ni Wayan Mira Theresilia; Pandaleke, Ronny E.; Handono, Banu Dwi
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 4 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan struktur bangunan tahan gempa sangat penting di Indonesia yang mempunyai tingkat resiko kegempaan yang tinggi. Struktur gedung bertingkat dengan bentuk tidak beraturan, atau asimetris memiliki titik berat yang tidak berada tepat di tengah bangunan, yang dapat menimbulkan efek yang cukup besar jika bangunan menerima beban horizontal seperti gempa.Struktur gedung yang direncanakan adalah struktur beton bertulang dengan denah bangunan berbentuk “L” yang merupakan bangunan bertingkat 4 lantai. Panjang bangunan 36,00 m, lebar 26,00 m, dan tinggi 19,00 m. Lokasinya berada di Kota Manado, Sulawesi Utara, dengan nilai SDS dan SD1 adalah sebesar 0.751 dan 0.459. Jenis tanah adalah jenis tanah sedang, dimana termasuk didalam kategori desain seisimik D. Perenncanaan komponen struktur menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Komponen struktur yang akan direncanakan terdiri dari komponen struktur atas yaitu balok, kolom dan pelat serta komponen struktur bawah yaitu pondasi.  Perhitungan beban mati dan beban hidup mengikuti persyaratan dari SNI 1727-2013. Beban gempa dianalisis secara dinamis menggunakan analisis ragam spektrum respon. Beban angin mengikuti persyaratan dari SNI 1726-2012. Persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung mengikuti persyaratan dari SNI 2847:2013. Pemodelan dan analisis struktur menggunakan bantuan Software ETABS.Berdasarkan hasil analisis, desain, dan kontrol terhadap struktur gedung beton bertulang yang mengalami ketidakberaturan struktur telah memenuhi persyaratan. Komponen struktur dengan penulangannya dapat menahan gaya lentur dan gaya geser yang bekerja pada penampang, dan telah mengikuti persyaratan pendetailan dalam SRPMK untuk mendapatkan struktur yang bersifat daktail. Sehingga untuk persyaratan perencanaan bangunan menggunakan sistem rangka pemikul momen khusus telah terpenuhi.Kata kunci: Perencanaan, Struktur, Beton Bertulang, Ketidakberaturan, SRPMK, ETABS
TINJAUAN KOLOM AKIBAT PERUBAHAN FUNGSI RUANGAN DENGAN PERKUATAN STRUKTUR BAJA (Menggunakan Program ANSYS) Makal, Kurniawati Florensia; Handono, Banu Dwi; Pandaleke, Ronny E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 4 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alihfungsi bangunan bisa dilakukan untuk memenuhi kebutuhan fungsional infrastruktur, dengan memperhitungkan efisiensi yang dihasilkan dari penggantian fungsi bangunan yang ada dengan fungsi baru. Alihfungsi yang dilakukan akan menghasilkan perubahan beban pada struktur kolom bangunan sehingga perlu menganalisis kekuatan struktur kolom pada kondisi baru.Penelitian ini terdiri dari 3 tahap yakni input, analisis, dan output. Proses input meliputi pemodelan denah struktur, penampang balok, kolom, dan plat, serta pembebanan yang bekerja pada bangunan. Sedangkan tahap analisis adalah tahap analisa dinamis struktur bangunan dengan bantuan program Ansys Mechanical APDL V16.2 berbasis metode elemen hingga (FEM). Tahap output yakni hasil visualisasi analisa untuk perkuatan elemen struktur yang diperoleh.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis elemen hingga pada kolom–kolom kritis akibat alihfungsi ruangan yang dimana sebelum dipasang perkuatan menunjukkan tegangan ekivalen (σe) maksimum yang dilihat dari hasil FEM von-Mises-stress umumnya terjadi pada sayap di ujung atas kolom yang terjadi akibat alihfungsi ruangan dari ruang rawat inap menjadi ruang arsip maka, Kolom–kolom tersebut dikatakan masih aman dalam memikul beban. Namun akan tetap dilakukan perkuatan yang dipasang pada bagian kolom dengan tegangan terbesar. Sehingga, kolom yang telah dipasang perkuatan menunjukkan hasil analisis elemen hingga yakni nilai tegangan σe mengalami penurunan terbesar pada variasi 3. Kata kunci: ANSYS, Metode Elemen Hingga, Alihfungsi, Kolom, Struktur Baja, Perkuatan.
TINJAUAN KOLOM AKIBAT PERUBAHAN FUNGSI RUANGAN DENGAN PERKUATAN STRUKTUR BAJA (Menggunakan Bahasa Pemrograman MATLAB) Rogi, Claudio Alesandro Rafael; Pandaleke, Ronny E.; Handono, Banu Dwi
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 4 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengalihfungsikan bangunan merupakan hal yang bisa dilakukan untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur konstruksi bangunan yang baik karena efisiensi yang dihasilkan. Penggantian fungsi suatu bangunan dengan fungsi yang baru dapat menjadi alternatif yang lebih tepat. Substitusi fungsional yang ada akan menghasilkan perubahan beban pada struktur kolom bangunan sehingga sangat dibutuhkan suatu analisis kekuatan struktur kolom sesuai dengan kondisi substitusi fungsional yang ada.Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis elemen hingga pada kolom-kolom kritis akibat alihfungsi ruangan dalam kasus perubahan fungsi ruang rawat inap menjadi ruang arsip pada suatu gedung rumah sakit berlantai enam. Prosedur penelitian ini terdiri dari tiga tahap yakni input, analisis, dan output. Proses input meliputi pemodelan denah struktur dan geometri penampang struktur bangunan, serta pengisian beban yang bekerja pada bangunan sebelum dan setelah alihfungsi ruangan. Proses analisis diawali dangan analisis dinamis struktur bangunan untuk mengidentifikasi kolom-kolom yang kritis, kemudian dilanjutkan dengan analisis elemen hingga pada kolom-kolom kritis yang teridentifikasi dengan membuat program menggunakan bahasa pemrograman MATLAB. Hasil keluaran dari penelitian ini adalah gambar visualisasi hasil analisis elemen hingga untuk melihat daerah pada kolom dimana perlu dipasangi perkuatan.Hasil analisis elemen hingga pada kolom-kolom kritis sebelum dipasang perkuatan menunjukkan bahwa alihfungsi ruangan mengakibatkan nilai tegangan ekivalen (Von Mises stress, σe) maksimum dan tegangan σe rata-rata di kolom-kolom kritis naik. Untuk tegangan σe maksimum umumnya terjadi pada sayap di ujung atas kolom. Kolom-kolom tersebut masih mampu dalam memikul beban, namun demikian perkuatan tetap dipasang pada daerah kolom dengan tegangan terbesar. Hasil analisis elemen hingga pada kolom-kolom kritis yang telah dipasangi perkuatan menunjukkan bahwa pemasangan perkuatan pada kolom mengakibatkan nilai tegangan σe pada daerah kolom yang dipasangi perkuatan menurun, sementara yang tidak dipasangi perkuatan naik. Kata kunci:    Alihfungsi Ruangan, Kolom, Struktur Baja, Perkuatan, Analisis Elemen Hingga, Von Mises Stress, MATLAB
PENGARUH PEMANFAATAN CANGKANG KEONG SAWAH SEBAGAI SUBSTITUSI PARSIAL SEMEN DITINJAU TERHADAP KUAT TEKAN BETON Talibo, Randi Izki; Pandaleke, Ronny E.; Handono, Banu Dwi
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 6 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan salah satu unsur yang sangat penting dalam pembuatan elemen struktur. Banyaknya jumlah penggunaan beton dalam kosntruksi mengakibatkan peningkatan kebutuhan material beton, sehingga mengakibatkan harga semen yang semakin meningkat. Alternatif yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut dengan memanfaatkan limbah-limbah yang tidak bermanfaat, seperti cangkang keong sawah yang menjadi hama untuk para petani. Dengan optimalisasi pemanfaatan limbah cangkang ini diharapkan akan mengurangi limbah yang mencemari lingkungan dan memberikan nilai tambah tersendiri, dikarenakan sebagian besar wilayah Indonesia adalah daerah pertanian.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari pemanfaatan cangkang keong sawah sebagai substitusi parsial semen ditinjau terhadap kuat tekan beton. perhitungan perencanaan campuran beton trial dengan metode modifikasi ACI 211.1– 91. Penilitian ini menggunakan benda uji silinder dengan diameter 10 cm dan tinggi 20 cm. Pengujian dilakukan pada umur beton 28 hari dengan variasi persentase cangkang keong sawah yang ditambahkan yaitu 0.0%, 2.5%, 5.0%, dan 7.5% dari berat total benda uji silinder.Hasil penelitian menunjukan bahwa beton cenderung memiliki penurunan kuat tekan pada setiap kenaikan persentase cangkang keong sawah yang disubstitusikan. setiap kenaikan substitusi 2.5% cangkang keong sawah mengalami penurunan rata-rata 19.66% pada kuat tekan beton. Namun cangkang keong sawah dapat menurunkan berat volume yakni pada setiap kenaikan substitusi 2.5% cangkang keong sawah mengalami penurunan rata-rata 1.96% pada berat volume. Kata kunci: Cangkang Keong Sawah, Kuat Tekan Beton.