Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisa Variabel Biodiesel Hasil Transesterifikasi Dengan Variasi Rasio Metanol-Etanol Neny Rochyani; Alfredo Barutu; Agus Wahyudi
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol. 10 No. 3 (2025): July | INTEKA - Jurnal Inovasi Teknik Kimia
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v10i3.14282

Abstract

Biodiesel adalah produk bahan bakar yang berasal dari tumbuhan. Penelitian ini menggunakan reaktan campuran metanol-etanol dan katalis NaOH. Metodologi penelitian meliputi; Analisa CPO, transesterifikasi, Pemisahan Biodiesel, Pemurnian biodiesel dan Analisa Biodiesel. Proses transesterifikasi dilakukan dengan mereaksikan CPO dengan metanol:etanol 9:1, 8:2, 7:3, dan katalis NaOH dengan variasi 1%, 1.38%, dan 1.5% berat CPO. Proses transesterifikasi dilakukan pada temperatur 60 oC. Kecepatan pengadukan 600 rpm. Metil ester hasil reaksi transesterifikasi dikarakterisasi menggunakan GC dan uji sifat fisik nya berupa densitas, kadar air, angka asam dan yield. Berdasarkan analisis two way anova menunjukkan bahwa biodiesel hasil reaksi transesterifikasi dengan variasi campuran metanol-etanol tidak berpengaruh signifikan (P>0.05) terhadap densitas, kadar air, angka asam dan yield biodiesel. Variasi katalis NaOH berpengaruh signifikan (P<0,05) terhadap densitas, angka asam dan yield biodiesel. Tapi tidak berpengaruh terhadap kafar air. Randemen optimum diperoleh pada campuran metanol-etanol 7:3 NaOH 1% sebesar 76,2%. Berdasarkan hasil data Gas Chromatograpy kandungan senyawa asam lemak yang paling dominan adalah asam palmitat (C16) sebesar 45,99% dan asam oleat ikatan rangkap satu (C18.1) sebesar 37,30% serta ester content dari biodiesel sebesar 85.79%. Adapun hasil uji sifat fisis dari biodiesel meliputi densitas, kadar air, dan angka asam secara berturut 888 Kg/cm3, 0.18%, dan 0.28 mgKOH/g.
Pengaruh Konsentrasi Bleaching Earth dan Waktu Pemanasan terhadap Kualitas Warna pada Refined Bleached Deodorized Palm Oil (RBDPO) Bagas Pratama; Muhrinsyah Fatimura; Agus Wahyudi
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1529

Abstract

Minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) memerlukan proses pemurnian untuk menghasilkan Refined Bleached Deodorized Palm Oil (RBDPO) dengan kualitas warna yang memenuhi standar industri. Salah satu tahapan penting dalam proses tersebut adalah bleaching, yang dipengaruhi oleh konsentrasi bleaching earth dan waktu pemanasan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kedua faktor tersebut terhadap kualitas warna RBDPO serta menentukan kondisi operasi yang optimal. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan rancangan faktorial 4 × 3, yaitu variasi konsentrasi bleaching earth sebesar 0,5%; 1,0%; 1,5%; dan 2,0% serta waktu pemanasan selama 20, 25, dan 30 menit. Parameter yang diamati adalah nilai warna Red (R) dan Yellow (Y) menggunakan Lovibond Tintometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi bleaching earth dan waktu pemanasan mampu menurunkan nilai warna R dan Y, sehingga proses pemucatan berlangsung lebih efektif. Kondisi terbaik diperoleh pada konsentrasi bleaching earth 2,0% dengan waktu pemanasan 30 menit yang menghasilkan nilai warna 1,5 Red dan 15 Yellow. Sebanyak 11 dari 12 kombinasi perlakuan memenuhi standar PORAM, sedangkan seluruh perlakuan memenuhi persyaratan SNI 18:2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi konsentrasi bleaching earth dan waktu pemanasan yang tepat mampu meningkatkan kualitas warna RBDPO serta dapat dijadikan acuan dalam optimasi proses pemucatan pada industri pemurnian minyak sawit.