Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Surya Abdimas

Manajemen Kesehatan Ternak Melalui Pemberian Jamu Herbal Fermentasi Zulfanita Zulfanita; Roisu Eny Mudawaroch; Jeki Mediantari Wahyu Wibawanti
Surya Abdimas Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v1i1.309

Abstract

Manajemen kesehatan ternak adalah proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian faktor-faktor produksi melalui optimalisasi sumberdaya yang dimiliki agar produktivitas ternak dapat optimal sehingga kesehatan ternak dapat dioptimalkan dan kesehatan produk hasil ternak memiliki kualitas kesehatan sesuai dengan standar yang diinginkan. Tanaman obat adalah tanaman yang terbuat dari bahan alami terutama tumbuhan dan merupakan warisan budaya bangsa dan digunakan turun temurun secara empirik. Ramuan tanaman obat atau jamu ternak fermentasi dapat digunakan untuk kesehatan ternak. Salah satu desa yang potensial dalam menyediakan bibit tanaman herbal adalah desa Bedono Pageron yang terletak di Kecamatan Kemiri kabupaten Purworejo. Tujuan program penyuluhan ini adalah Mengenalkan, mempraktekkan dan memotivasi masyarakat untuk dapat melakukan pembuatan jamu ternak fermentasi dengan menggunakan alat dan bahan bahan yang ada dilingkungan sekitar serta potensi secara ekonomi dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraanpeternak. Rekomendasi sebagai berikut: 1) Potensi desa Bedono Pageron sangat prosfektif perkembangannya dibidang pembibitan tanaman herbal dan peternakan khususnya kambing karena daya dukung alamnya yang subur untuk tanaman pakan hijauan ternak. 2) Manajemen kesehatan ternak membutuhkan kerjasama antar peternak, kelompok tani/ternak dan peternak itu sendiri agar ternak sehat sehingga produksi dan produktivitas ternaknya tinggi. 3) perlu upaya memanfaatkan tanaman pekarangan untuk menanam tanaman herbal dan dimanfaatkan untuk membuat jamu herbal fermentasi secara konsisten dan berkelanjutan.
Inovasi Pengolahan Produk Turunan Madu Lebah Klanceng Menjadi Bee Polen Kapsul Sebagai Sumber Antioksidan di Desa Jelok Kecamatan Kaligesing, Purworejo Jeki Mediantari Wahyu Wibawanti; Roisu Eny Mudawaroch; Sapto Pamungkas
Surya Abdimas Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v4i1.471

Abstract

Desa Jelok memiliki potensi pengembangan peternakan lebah madu klanceng. Akan tetapi, hasil turunan dari madu klanceng yang berupa bee polen selama ini belum dilakukan pengolahan. Oleh karena itu, tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk melakukan penyuluhan dan pelatihan inovasi pengolahan hasil turunan dari madu lebah klanceng yang berupa bee polen menjadi bee polen kapsul yang berpotensi sebagai sumber antioksidan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan kegiatan sosialisasi, praktek pemanenan bee polen, pelatihan pengolahan bee polen dan pengemasan dalam bentuk kapsul serta strategi promosi dan pemasaran produk. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menjadikan anggota Bumdes Jambe Mule dan kelompok peternak lebah klanceng di Desa Jelok dapat melakukan pengolahan bee polen menjadi produk bee polen kapsul yang berpotensi sebagai sumber antioksidan dan lebih memiliki nilai jual.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Bedono Pageron Melalui Budidaya Warung Hidup Berbasis Organik dan Penyuluhan Pendidikan Marica Dewi; Titi Rokhayati; Jeki Mediantari Wahyu Wibawanti
Surya Abdimas Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v2i2.552

Abstract

Tujuan program penyuluhan ini adalah mengenalkan, mempraktekkan dan memotivasi masyarakat untuk dapat melakukan pembuatan warung hidup berbasis organik dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah. Melalui Program ini diharapkan diperoleh manfaat untuk masyarakat agar tidak perlu membeli bahan pangan yang harganya semakin meningkat. Seluruh warga desa Bedono Pageron pada umumnya merupakan khalayak sasaran yang menjadi fokus pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Luaran yang diharapkan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah 1) pengembangan pengetahuan, 2) peningkatan pembangunan. Metode kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah metode penyuluhan dan pelatihan yang dengan langkah kegiatan berupa observasi lingkungan, sosialisasi, pemberian bibit, praktik pembuatan pupuk organik dengan warga dan pengecekan. Secara keseluruhan kegiatan ini berjalan dengan lancar dan mendapat respon positif dari para peserta walaupun baru beberapa rumah yang membuat warung hidup ini. Dengan adanya kegitan ini warga mendapatkan informasi tentang warung hidup berbasis organik. Selain itu, juga mengetahui bagaimana memanfaatkan lahan pekarangan rumah mereka dengan optimal.
Pelatihan Budidaya Pohon Kelapa Secara Modern dan Pembuatan Pupuk Organik Fermentasi di Desa Jatirejo Kaligesing Purworejo Jeki Mediantari Wahyu Wibawanti; Lailatus Sa'adah; Wahyu Kuncoro; Novita Iriyanti Ningrum; Sapto Pamungkas
Surya Abdimas Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.vi.887

Abstract

Desa Jatirejo memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah khususnya pohon kelapa. Pohon kelapa sebagai sumber penghasil nira dalam pembuatan gula jawa. Akan tetapi, keberadaan pohon kelapa secara alami belum dilakukan budidaya secara intensif dalam menghasilkan nira kelapa yang berkualitas. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada petani gula jawa di Desa Jatirejo terkait dengan budidaya kelapa secara modern, pembuatan pupuk organik fermentasi sebagai upaya peningkatan budidaya pohon kelapa. Hasil dari kegiatan pemberdayaan ini yaitu adanya penanaman bibit Kelapa Genjah sebagai sumber nira dimasa depan, petani gula jawa kini sudah dapat melakukan pembuatan pupuk organik yang berasal dari kotoran kambing dengan cara fermentasi, sehingga dapat diaplikasikan pada tanaman kelapa.