Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Analisis Pola Spasial Lokasi Redistribusi Tanah di Kabupaten Pasaman Barat Monsaputra Monsaputra; Khursatul Munibah; Dyah Retno Panuju
Media Komunikasi Geografi Vol. 23 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v23i1.34049

Abstract

Kabupaten Pasaman Barat telah mengimplementasikan program redistribusi tanah dan mendorong agar sertipikat dapat digunakan sebagai agunan. Sertipikat redistribusi tanah tahun 2009 - 2018 yang diagunkan sebanyak 871 bidang (7,79 %) dan Kabupaten Pasaman Barat saat ini berada pada posisi keempat jumlah penduduk miskin terbanyak di Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola spasial lokasi sertipikat redistribusi tanah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah indeks Moran, LISA, G Statistik dan ANN. Lokasi yang diagunkan dan belum diagunkan memiliki autokorelasi spasial dengan nilai indeks Moran masing-masing 0,39 dan 0,43, ini menunjukkan ada autokorelasi spasial positif. Lokasi redistribusi tanah yang telah diagunkan maupun yang belum diagunkan memiliki sebaran yang mengelompok dengan nilai ANN masing-masing 0,32 dan 0,37. 
Detecting Rice Growth Using ALOS Multispectral and Synthetic Aperture Radar Bambang Hendro Trisasongko; Dyah Retno Panuju; La Ode Syamsul Iman
Indonesian Journal of Electrical Engineering and Computer Science Vol 12, No 7: July 2014
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijeecs.v12.i7.pp5613-5620

Abstract

Rice monitoring is a substantial to Asian countries, including Indonesia, since most inhabitants consume rice on a daily basis. As field survey requires substantial time and budget, one relies on remotely sensed data, especially taken through spaceborne platform. This research discusses multispectral and linearly polarized Synthetic Aperture Radar (SAR) from Advanced Land Observing Satellite and their applications to observe various rice growth information. It appears that both sensors provided useful rice growth data leading to the possibility on improving rice field information extraction. Classification scheme by means of Random Forest suggested that both data were fairly acceptable for timely monitoring.
Vegetation dynamics of Sangkub watershed in North Sulawesi Province indicated by NDVI of Landsat data Veybi Djoharam; Widiatmaka Widiatmaka; Marimin Marimin; Dyah Retno Panuju; Suria Darma Tarigan
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2022.101.3991

Abstract

Vegetation can be an important indicator of ecosystem change, the influence of anthropogenic and non-anthropogenic factors. Therefore, it is important to study the dynamics of vegetation changes. One technique that can be used for vegetation analysis is the Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). NDVI is an indicator of the active biomass that helps distinguish vegetation from other land cover and can provide information about changes in Spatio-temporal vegetation dynamics, thus allowing for assessment of the ecological conditions. This study aimed to investigate the dynamic of vegetation in the Sangkub watershed area located in North Sulawesi Province. This analysis used geospatial technology with the NDVI method, utilizing Landsat 5 and Landsat 8 satellite imagery data in three periods the year 2000, 2015, and 2020. The results showed that vegetation cover of the Sangkub watershed decreased substantially, whereas the non-vegetated area increased gradually over time.
Strategi Pengendalian Konversi Lahan Sawah untuk Mempertahankan Swasembada Pangan di Kabupaten Toba: Strategies to Control Paddy Field Conversion for Mantaining Food Sufficiency in Toba Regency Tugma Jaya Manalu; Dyah Retno Panuju; Untung Sudadi
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 24 No 2 (2022): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.24.2.96-102

Abstract

Krisis pangan menjadi isu penting yang dihadapi banyak negara, salah satunya Indonesia. Konversi lahan sawah menyebabkan penurunan produksi beras di berbagai wilayah seperti di Kabupaten Toba. Konversi lahan sawah perlu dikendalikan secara strategis untuk mempertahankan eksistensinya sebagai area produksi pangan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengidentifikasi isu konversi, ketersediaan, dan kebutuhan beras, 2) mengindentifikasi faktor kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (faktor SWOT) pengendalian konversi lahan sawah, 3) menyusun strategi pengendalian konversi lahan sawah di Kabupaten Toba. Faktor SWOT diidentifikasi melalui metode desktriptif, studi pustaka, dan wawancara. Strategi pengendalian dianalisis menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Strenghts, Weaknesses, Opportunities, Threats (SWOT). Hasil penelitian diperoleh bahwa ketersediaan beras turun sebesar 7,030 ton dan kebutuhan naik sebesar 4,001 ton pada periode 2010-2020 disebabkan konversi lahan sawah sebesar 3,529 ha dan peningkatan jumlah penduduk. Faktor kekuatan utama dalam pengendalian konversi lahan sawah yaitu kesesuaian lahan padi, kelemahan utama yaitu tingkat pendidikan rendah sampai sedang, peluang utama yaitu aksesibilitas mendukung, dan acaman utama yaitu PERDA LP2B belum ditetapkan. Prioritas utama strategi pengendalian konversi lahan sawah di Kabupaten Toba yaitu penyusunan PERDA LP2B, memberikan bantuan input produksi kepada petani, dan mengalokasikan dana APBD pada sektor pertanian untuk pembangunan infrastruktur pertanian.
Alokasi Pemanfaatan Lahan Komoditas Unggulan Tanaman Pangan di Kabupaten Purwakarta Desy Fatmawati; Dwi Putro Tejo Baskoro; Dyah Retno Panuju
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 28 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18343/jipi.28.1.1

Abstract

Purwakarta Regency is one of the regencies in West Java Province that plays an essential role in agricultural development. One of the efforts to encourage sustainable agricultural development is by developing potential commodities so that scenarios can be drawn up that are in accordance with the region's potential. Optimum land use scenarios with several constraint targets need to be prepared by considering food needs, ecological sustainability, and farm income. This study aims to identify land available for food commodities and simulate the land use allocation of food commodities in Purwakarta Regency to meet food needs, farm income, and tolerance for erosion. Location quotient index, shift-share analysis, land suitability & capability analysis, and Multiple Goals Programming were used to achieve research objectives. The identified leading commodities are peanuts, cassava, and sweet potato. We suggest 15 classes of land available for optimum land use allocation. Space optimization is organized into four scenarios considering erosion control targets, meeting farmers' minimum incomes, and rice production. The smallest erosion is 13,159 tons/ha/year, while the highest possible income is IDR300,500,000,000. The highest rice production is 202.070 tonsGKP, cassava production is 16,919 tons, sweet potato is 2.014 tons, and peanut production is 531 tons. Achieving production targets can support agricultural development and food security improvement programs through sustainable production improvement. Keywords: erosion, farming, income, land suitability, MGP
Dimensi Spasial Determinan Kemiskinan Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh Almismary, Muhammad Fathahillah Dewantara; Panuju, Dyah Retno; Indraprahasta, Galuh Syahbana
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 20, No 4 (2024): JPWK Volume 20 No. 4 December 2024
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v20i4.59542

Abstract

Kemiskinan merupakan masalah sosial serius di Indonesia, termasuk di Provinsi Aceh, dengan persentase penduduk miskin sebesar 14,75% pada tahun 2022, menjadikannya salah satu provinsi termiskin di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola sebaran kemiskinan dan faktor-faktor yang memengaruhinya di Provinsi Aceh menggunakan model Exploratory Spatial Data Analysis (ESDA) dengan alat analisis Indeks Moran, LISA (Local Indicator of Spatial Autocorrelation), dan GWR (Geographically Weighted Regression). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola sebaran kemiskinan pada 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh merupakan acak (random), dengan tiga kabupaten/kota:  Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Bireuen, dan Kabupaten Aceh Selatan memiliki autokorelasi spasial signifikan pada tingkat 0,01–0,05. Pada tahun 2012 dan 2017, variabel bebas mampu menjelaskan pengaruh terhadap variabel terikat sebesar 48%–56%, sedangkan pada tahun 2022 hanya sebesar 42%–49%. Variabel bebas seperti tingkat pengangguran terbuka, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan (PDRB ADHK) dan kepadatan penduduk memberikan pengaruh negatif terhadap tingkat kemiskinan. Namun, pada tahun 2017, laju pertumbuhan PDRB ADHK memberikan pengaruh positif terhadap kemiskinan. Pengaruh variabel bebas sangat kompleks, tidak selalu mengikuti pola yang sama serta bervariasi antarwilayah dan periode waktu, sehingga strategi pengentasan kemiskinan memerlukan pendekatan berbasis lokal.
Kondisi Struktur Agraria dan Modal Penghidupan: Studi Kasus Pasca Reforma Agraria di Desa Sumberklampok Dani Lukmito Utomo; Budi Mulyanto; Dyah Retno Panuju
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 14 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v14i1.90050

Abstract

Penelitian ini menganalisis kondisi struktur agraria dan sistem penghidupan masyarakat di Desa Sumberklampok pasca-reforma agraria serta implikasinya terhadap kebijakan pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran (mixed-method) dengan teknik analisis deskriptif dan indeks skoring berdasarkan lima modal penghidupan: modal manusia, sosial, finansial, alam, dan fisik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reforma agraria telah meningkatkan kepastian hukum atas tanah dengan sertifikasi redistribusi tanah sebanyak 62,71% dari total luas tanah di Kawasan Kampung Reforma Agraria Desa Sumberklampok. Stabilitas sosial juga meningkat melalui penyelesaian konflik agraria, yang berdampak pada restrukturisasi penguasaan lahan antara masyarakat dan Pemerintah Provinsi Bali. Namun, tantangan signifikan masih dihadapi, terutama dalam aspek rendahnya tingkat pendidikan dan keterampilan masyarakat, keterbatasan akses terhadap sumber daya air, serta kesulitan memperoleh permodalan dan akses pasar. Untuk mengatasi kendala tersebut, diperlukan integrasi kebijakan reforma agraria dengan program pembangunan kapasitas masyarakat, investasi infrastruktur berkelanjutan, serta penguatan kelembagaan berbasis komunitas guna menjamin keberlanjutan sosial dan ekonomi. Selain itu, peningkatan akses terhadap kredit inklusif serta diversifikasi ekonomi berbasis potensi lokal yang dilakukan secara partisipatif menjadi faktor kunci dalam mengoptimalkan manfaat jangka panjang reforma agraria. Pendekatan kebijakan yang integratif dan berbasis kebutuhan lokal ini diharapkan dapat memperkuat hasil reforma agraria serta mendorong pembangunan inklusif yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Sumberklampok.
Kemandirian Pangan Berbasis Padi Lokal di Area Rawan Banjir Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah Widiatmaka; Retno Panuju, Dyah; Kristini, Wanda
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 15 No 5 (2025): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.15.5.773

Abstract

Sumber daya lahan sebagai penyedia sumber pangan yang tak tergantikan. Kebutuhan pangan yang meningkat menuntut kebutuhan akan lahan untuk memproduksi pangan semakin meningkat. Kabupaten Katingan memiliki potensi sumberdaya alam tinggi terutama pangan lokal namun menghadapi tantangan banjir dan penurunan produksi pangan. Penilaian kesesuaian lahan sangat penting dalam merencanakan penggunaan lahan kedepannya untuk mencapai Sistem Pangan Berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengevaluasi kesesuaian dan ketersediaan lahan untuk kawasan padi lokal di Kabupaten Katingan. Pendekatan yang digunakan yaitu Evaluasi Kesesuaian Lahan dengan mengintegrasikan Multi Criteria Decesion Making (MCDM) dan Sistem Informasi Geografis (SIG). Perhitungan bobot kriteria menggunakan Analytic Network Process (ANP) menghasilkan peta tingkat kerawanan banjir dan kelas kesesuaian lahan untuk pangan lokal. Kemudian, pertimbangan Rencana Tata Ruang Wilayah untuk memperoleh ketersediaan lahan sesuai dengan peruntukannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Katingan, sekitar 76% dari total luas wilayah, cocok untuk pertanian padi lokal. Lahan yang termasuk kategori sangat sesuai (kelas S1) untuk padi lokal mencapai 7% atau 1.361,3 (102) ha, dengan area yang aman dari banjir mencapai 389,3 (102) ha. Penelitian ini diharapkan dapat membantu dalam penyusunan peraturan penggunaan lahan yang efisien untuk meningkatkan produksi pangan lokal dengan tetap menjaga keanekaragaman hayati. Selain itu, memberikan landasan langkah-langkah strategis yang dapat diambil untuk meningkatkan produksi pangan lokal secara berkelanjutan, mendukung ekonomi lokal, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Katingan
Land Cover Change and Carbon Potential in Mangrove Ecosystems at The Social Forestry Area (Study Case: Indramayu Regency, Indonesia) Pelawi, Rospita Br; Panuju, Dyah Retno; Rusdiana, Omo
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 14 No 4 (2024): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.14.4.779

Abstract

This study investigates land cover change and carbon potential in mangrove ecosystems within the social forestry area of Indramayu Regency. The research aims to assess land cover changes from 2014 to 2020 and estimate the carbon potential stored in mangrove ecosystems. Field surveys and satellite images analyze land cover change patterns and quantify mangrove carbon storage potential. The research findings reveal that aquaculture land cover dominates the study area (reaching 90%). The study did not find significant changes in land cover within the social forestry area. Only minor changes were noted, with mangroves converting to aquaculture and vice versa. The carbon potential is obtained from biomass calculated based on tree diameter within the research area. According to the calculations, it was found that the three research areas have different potentials due to varying tree diameters and densities. The carbon potential from thepermitted areas of Karya Wana Tiris, Babadan Lestari, and Hijau Mandiri are 24.54 tons, 18.33 tons, and 24.87 tons. The highest carbon potential occurred in 2020 (2,419.69 tons), while the lowest was in 2017 (1,414.06 tons).
An Integrative Quantitative Approach to Assess the Impact of Mega Infrastructure on Agricultural Land Conversion and Fragmentation in Sumedang Regency M Shiddiq Noor; Andrea Emma Pravitasari; Dyah Retno Panuju
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 9 (2025): September
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i9.12230

Abstract

Mega-infrastructure development is a major driver of agricultural landscape transformation in Indonesia. This study quantitatively assesses the impacts of strategic projects—the Cisumdawu Toll Road and three major reservoirs—on agricultural land dynamics in Sumedang Regency. The methodology integrates multi-temporal Landsat imagery (2013-2024) with MLPNN-Markov-based predictive modeling to project land use/land cover to 2038. The predictive model was validated with a high degree of accuracy (kappa = 0.82). Spatial fragmentation was evaluated using landscape metrics synthesized via Principal Component Analysis (PCA). Results show a significant decline in agricultural land, primarily converted to built-up areas and water bodies, alongside intensified landscape fragmentation around infrastructure corridors. Projections indicate these trends will continue, revealing two distinct impact mechanisms: a rapid "pulse" impact from reservoirs and a sustained "press" impact from the toll road. These findings underscore the urgent need for integrated spatial planning and agricultural land protection policies in future infrastructure strategies.