Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Analisis hubungan klorofil dan pembagian asimilat dari aplikasi biosaka dalam pertumbuhan vegetatif tanaman melon Huda, Muhammad; Nasrudin, Nasrudin; Rosmala, Arrin
Agrokompleks Vol 25 No 2 (2025): Vol 25 No 2 (2025): Agrokompleks Edisi Juli
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/japp.v25i2.788

Abstract

Biosaka contains elicitor compounds that stimulate the physiological activity of plants, including increased chlorophyll content and enhanced efficiency of assimilate distribution. This study aims to examine the effect of elixitors in biosaka on leaf chlorophyll content and its relationship with the distribution of assimilates in the vegetative growth phase of melon plants. The research was conducted using an experimental method with a non-factorial Complete Random Design (CRD). The single factor in the form of biosaka concentration consists of six levels: B0 = 0 mL L⁻¹, B1 = 10 mL L⁻¹, B2 = 20 mL L⁻¹, B3 = 30 mL L⁻¹, B4 = 40 mL L⁻¹, and B5 = 50 mL L⁻¹. Each treatment was repeated four times, with each repetition consisting of three plants. The results showed that the application of biosaka at various concentrations had no significant effect on all observed parameters. Nevertheless, there is a substantial increase in plant length by up to 93% towards the end of the vegetative phase. A positive correlation was found between plant length and assimilate distribution to the crown (r = 35–47), as well as between leaf area and plant length and assimilate distribution to the crown (r = 36–77). This indicates that the application of biosaka contributes to the increase in physiological activity of plants, through an increase in leaf area that supports the process of photosynthesis and assimilation in the upper part of the plant.
PENGARUH DOSIS PUPUK ORGANIK HAYATI DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI PAKCOY (Brassica rapa L. Ssp. Chinensis (L.)) Nisa, Khoerun; Rosmala, Arrin; Ramadhanty, Suci
Media Pertanian Vol 9, No 1 (2024): Media Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/mp.v9i1.10831

Abstract

Pakcoy (Brassica rapa L. Ssp. Chinensis (L.)) merupakan sayuran yang banyak digemari oleh masyarakat, karena memiliki kandungan gizi seperti betakaroten yang tinggi, protein, lemak nabati, karbohidrat, serat, Ca, Mg, Fe, sodium, vitamin A dan vitamin C. Oleh karena itu, dalam upaya peningkatan produktivitas tanaman pakcoy dalam proses budidaya yaitu melakukan pemberian pupuk pupuk organik hayati dan pupuk NPK 16:16:16. Penelitian diberikan empat perlakuan, yaitu A = Tanpa pupuk (kontrol); B = 100% pupuk organik hayati; C = 25% NPK Mutiara 16:16:16 + 75% pupuk organik hayati; D = 100% NPK Mutiara 16:16:16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis pupuk organik hayati dan NPK memberikan pengaruh terhadap tinggi tanaman, namun tidak berpengaruh terhadap jumlah daun dan bobot basah. Perlakuan 25% NPK + 75% pupuk organik hayati merupakan perlakuan optimal karena memberikan tinggi tanaman paling tinggi yaitu sebesar 22.97 cm. Pakcoy (Brassica rapa L. Ssp. Chinensis (L.)), is a popular vegetable due to its rich nutritional profile including beta-carotene, protein, vegetable oil, carbs, fiber, calcium, magnesium, iron, salt, vitamin A, and vitamin C. To enhance Pakcoy plant productivity during cultivation, biological organic fertilizer and NPK 16:16:16 fertilizer will be applied. The study involved four treatments: A (control group without fertilizer), B (100% biological organic fertilizer), C (25% NPK Pearl 16:16:16 + 75% biological organic fertilizer), and D (100% NPK Pearl 16:16:16). The data indicates that dosage biological organic fertilizer dan NPK fertilizer impacts plant height but does not affect leaf count and wet weight. The 25% NPK + 75% biological organic fertilizer treatment is considered ideal as it resulted in the tallest plant height of 22.97 cm.
Pengaruh Pupuk Kandang Ayam dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria terhadap Pertumbuhan, Hasil, dan Kualitas Hasil Sawi Pagoda Nurjanah, Cuneng; Rosmala, Arrin; Isnaeni, Selvy
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.13.2.57-63

Abstract

Pupuk organik mampu menyediakan unsur hari bagi tanaman dan juga mampu memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk kandang ayam dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) terhadap pertumbuhan, hasil, dan kualitas hasil sawi pagoda. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan September-Oktober 2021 di Kebun Percobaan, Universitas Perjuangan Tasikmalaya. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 12 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang ayam berpengaruh nyata pada parameter jumlah daun, berat basah akar dan tajuk, berat kering tajuk, dan daya simpan. Perlakuan 90 g polybag-1 pupuk kandang ayam sudah memberikan hasil yang bagus untuk pertumbuhan dan hasil sawi pagoda, yaitu dengan peningkatan berat basah 62.4 % dari tanpa pemupukan. Pemberian PGPR berpengaruh nyata pada parameter jumlah daun dan berat basah tajuk. Interaksi perlakuan 90 g polybag-1 pupuk kandang ayam + 10 mL L-1 PGPR memberikan hasil optimal pada parameter tinggi tanaman, warna daun, dan lingkar tanaman, sedangkan perlakuan 180 g polybag-1 pupuk kandang ayam + 15 mL L-1 PGPR memberikan hasil optimal pada parameter susut bobot. Kata kunci: agen hayati, hortikultura, pupuk organik, rizobakteri
Effect of Gamma Irradiation on Callus of Handeuleum (Graptophillum pictum L. Griff) Kalimantan and Papua Accession Rosmala, Arrin; Sukma, Dewi; Khumaida, Nurul
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.13.1.23-28

Abstract

Handeuleum (Graptophyllum pictum L.Griff) adalah tanaman obat yang telah digunakan secara luas sebagai obat tradisional karena memiliki kandungan yang berkhasiat obat, dan dapat dikembangkan sebagai salah satu tanaman obat asli Indonesia. Kombinasi antara kultur jaringan dan iradiasi sinar gamma adalah metode yang efektif untuk memperbaiki kultuvar yang diperbanyak secara vegetatif. Penelitian ini bertujuan melihat efek dosis radiasi sinar gamma pada kalus aksesi Kalimantan dan Papua. Kalus diiradiasi dengan sinar gamma (0 Gy, 15 Gy, 25 Gy, dan 35 Gy) lalu diregenerasikan pada media regenerasi yang mengandung BAP (4.44 μM dan 8.88 μM) dan TDZ (4.44 μM dan 8.88 μM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa RD50 ada di 19.25 Gy. Interaksi antara aksesi Papua, iradiasi sinar gamma dosis 15 Gy, dan media regenerasi 4.44 μM BAP menghasilkan bobot kalus subkultur 1 dan 2 paling berat. Dosis iradiasi 25 Gy pada aksesi Kalimantan menghasilkan laju pertumbuhan relatif kalus hasil iradiasi paling tinggi. Dosis iradiasi 25 Gy menghasilkan kalus warna putih kecoklatan sedangkan perlakuan lain tidak. Iradiasi sinar gamma dosis 25 Gy menghasilkan nilai ragam paling besar pada laju pertumbuhan relatif kalus hasil iradiasi. Keywords: aksesi, daun ungu, dosis iradiasi, keragaman
Respons Pertumbuhan dan Produksi Cabai Merah (Capsicum annuum L.) terhadap Aplikasi Pupuk NPK 16:16:16 dan Pupuk Organik Urin Kelinci: Response of Growth and Production of Red Chili (Capsicum annuum L.) to the Application of NPK 16:16:16 and Rabbit Urine Organic Fertilizer Rismayanti, Andra; Lestari, Peni; Rosmala, Arrin
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI)
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.15.1.8-15

Abstract

Pupuk organik cair yang disebut POC merupakan pupuk hayati yang berfungsi sebagai pelengkap pupuk anorganik karena mampu memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan dan respons produksi cabai merah (Capsicum annuum L.) terhadap pemberian pupuk NPK 16:16:16 yang dipadukan dengan POC berbahan urin kelinci. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan lima perlakuan dan enam ulangan. Budidaya cabai dilakukan di lahan terbuka dengan menggunakan polibag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk NPK 16:16:16, POC berbahan urin kelinci, dan kombinasi keduanya tidak menunjukkan perbedaan nyata pada fase vegetatif tanaman namun berpengaruh terhadap komponen hasil. POC berbahan dasar urin kelinci 50% (dengan air) berpotensi mensubstitusi 20% dosis pupuk NPK 16:16:16. Kombinasi NPK 4 g polibag-1 + POC 50% (P2) memberikan hasil komponen rendemen tertinggi dan setara dengan NPK 5 g polibag-1 + POC 50% (P3). Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui konsentrasi dan dosis POC berbasis urin kelinci yang optimal untuk budidaya cabai di polibag. Kata kunci: cabai merah besar, komponen hasil, pupuk organik hayati
Perubahan Morfologi dan Pertumbuhan Handeuleum (Graptophyllum pictum L. Griff) akibat Iradiasi Sinar Gamma Rosmala, Arrin; Khumaida, Nurul; Sukma, Dewi
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 43 No. 3 (2015): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.199 KB) | DOI: 10.24831/jai.v43i3.11250

Abstract

ABSTRACTHandeuleum (Graptophyllum pictum L.Griff) is a medicinal plant widely used as a traditional medicine due to its benefecial content. Therefore, it should be developed as one of the leading Indonesian medicinal plants. The purpose of this research was to study the effect of gamma ray irradiation on morphological alteration and growth of Handeuleum accession from Bogor. The doses of gamma rays were 0, 15, 30, 45, 60, 75, 90, and 105 Gy. The results of the research showed that gamma-ray irradiation induced morphological changes and influences the growth of Handeuleum. Irradiation dose at rate of 105 Gy produced new leaf morphology in Handeuleum, namely cordate. Doses of 60, 75, 90, and 105 Gy produce stunted plants with stiff and yellowish-green leaves. The dose of 45 Gy produced relative green color index which was higher than the control plants.Keywords: handeuleum, gamma irradiations
Pengaruh Beberapa Pupuk AB Mix terhadap Tanaman Honje (Etlingera elatior Jack) Permadi, Didit; Rosmala, Arrin; Isnaeni, Selvy
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 1 No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v1i2.332

Abstract

Honje merupakan salah satu tanaman rempah di Indonesia bermanfaat untuk obat-obatan, karena mengandung antioksidan dan anti kanker. Pemupukan menggunakan pupuk AB Mix diharapkan dapat dapat menghasilkan pertumbuhan yang optimal, produksi yang lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman honje yang ditanam menggunakan pupuk konvensional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni 2019 di Screen House Rusunawa Universitas Perjuangan, Kota Tasikmalaya. Rancangan percobaan menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Dosis pupuk yang digunakan yaitu 5 macam jenis pupuk AB Mix dengan dosis1680 ppm. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk AB Mix tidak memberikan pengaruh terhadap semua variabel pengamatan yang meliputi: tinggi tanaman, jumlah daun, panjang dan lebar daun serta jumlah rumpun tanaman honje.
Pengaruh Jenis Pupuk Anorganik Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi Pagoda (Brassicae narinosa L) Syifa, Tia; Isnaeni, Selvy; Rosmala, Arrin
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 2 No 1 (2020): June
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v2i1.452

Abstract

Pemupukan merupakan unsur yang tidak boleh-hara di tanah yang bisa meningkatkan produksi tanah dan kualitas hasil tanaman. Produksi sawi pagoda pada saat ini masih terbatas, sedangkan kebutuhan pasar semakin meningkat. Salah satu Peningkatan Meningkatkan hasil dan produktivitas tanaman sawi pagoda yaitu pemupukan untuk meningkatkan kesuburan tanah dan meningkatkan menambah tidak hara dalam tanah meningkatkan pertumbuhan tanaman lebih produktif. Penelitian ini membahas tentang pentingnya pemberian pupuk yang optimal untuk pertumbuhan dan pertumbuhan tanaman pagoda (Brassicae narinosa L). Hasil penelitian menunjukkan respons jenis pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pagoda (Brassicaee narinosa L.) pada parameter luas daun dan pada parameter lainnya.Rancangan yang digunakan adalah Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan 10 persiapan dan 3 ulangan.Dosis pupuk urea 333 Kg / Ha memberikan luas tanaman terluas, yaitu sebesar 33,91 cm2. Kata kunci: sawi pagoda, pemupukan, pupuk anorganik
Pengaruh Pemberian Hormon Auksin dan Giberelin terhadap Pertumbuhan Tomat (Solanum lycopersicum L.) Var. Aichi First Andianingsih, Nindi; Rosmala, Arrin; Mubarok, Syariful
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 3 No 1 (2021): June
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v3i1.531

Abstract

Tanaman tomat umumnya dibudidayakan di Indonesia secara komersial, terutama di dataran tinggi. Kualitas buah tomat yang baik hanya dicapai pada ketinggian 800 mdpl. Auksin dan giberelin bekerja sinergis dalam pembentukan bunga dan buah pada tanaman tomat. Pemberian hormon auksin dan giberelin pada tomat kultivar Aichi First diharapkan dapat memacu pertumbuhan, pembungaan dan pembuahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian hormon Auksin dan Giberelin dan untuk mendapatkan perlakuan hormon yang paling optimal terhadap pertumbuhan Aichi First. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Mei 2020 di kebun percobaan yang terletak di Desa Dadiharja, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dan diulang sebanyak 3 kali.  Pemberian hormon auksin dan hormon giberelin berpengaruh terhadap tinggi tanaman, akan tetapi tidak berpengaruh pada parameter diameter batang, jumlah tandan, jumlah bunga, umur berbunga, dan luas daun. Konsentrasi auksin 30 ppm + giberelin 80 ppm menghasilkan tinggi tanaman paling tinggi, yaitu sebesar 50.42 cm.
Pengaruh ZPT dan Media Tanam terhadap Pertumbuhan Setek Daun Violces (Saintpaulia ionantha) Sari, Cinthiya Muizz Abita; Rosmala, Arrin; Mubarok, Syariful
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 2 No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v2i2.564

Abstract

Violces (Saintpaulia ionantha) merupakan tanaman hias indoor yang cukup diminati karena memiliki bentuk bunga cantik dengan daun tebal yang ditumbuhi bulu halus pada permukaannya. Pemberian kombinasi konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) auksin IAA dan sitokinin BAP serta penggunaan media tanam yang tepat penting dalam proses pertumbuhan pada perbanyakan tanaman Violces. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ZPT dan media tanam terbaik serta interaksi dari ZPT dan media tanam terhadap pertumbuhan setek daun Violces (Saintpaulia ionantha). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember-April 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah media tanam yang terdiri atas media tanam arang sekam (M1) dan media tanam tanah berpasir (M2). Faktor kedua adalah empat taraf kombinasi konsentrasi zat pengatur tumbuh auksin IAA dan sitokinin BAP yang terdiri dari 0 ppm IAA + 0 ppm BAP (Z1), 50 ppm IAA + 100 ppm BAP (Z2), 50 ppm IAA + 50 ppm BAP (Z3), dan 100 ppm IAA + 50 ppm BAP (Z4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor media tanam berpengaruh sangat nyata terhadap panjang akar dan jumlah akar, berpengaruh nyata terhadap persentase setek hidup dan persentase setek berakar. Faktor ZPT beserta interaksi antara ZPT dan media tanam tidak berpengaruh nyata terhadap panjang akar, jumlah akar, persentase setek hidup, persentase setek berakar, persentase setek bertunas, dan stadia warna daun.