Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pengaruh Frekuensi Fermentasi Urine Kelinci dan Air Kelapa terhadap Pertumbuhan, Hasil, dan Kualitas Hasil Bayam Merah (Amaranthus gangeticus L.) Sihabudin, Didin; Rosmala, Arrin; Isnaeni, Selvy
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 4 No 2 (2022): December
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v4i2.970

Abstract

Pupuk organik mampu menyediakan unsur hari bagi tanaman serta dapat membantu pembentukan struktur tanah yang baik. Fermentasi urine kelinci dan air kelapa memiiki kandungan unsur hara yang baik untuk pertumbuhan tanaman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh frekuensi fermentasi urine kelinci dan air kelapa terhadap pertumbuhan, hasil, dan kualitas hasil bayam merah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli - Agustus 2021 di Kebun Percobaan Universitas Perjuangan Tasikmalaya. Bahan yang diuji yaitu tanaman bayam merah, dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial 2 faktor dengan 6 perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu fermentasi urine kelinci dan air kelapa dengan 6 taraf yaitu kontrol, 25% fermentasi urine kelinci, 30% fermentasi urine kelinci, 25% air kelapa, 25% fermentasi urine kelinci kelinci + 25% air kelapa, dan 50% fermentasi urine kelinci + 25% air kelapa. Faktor kedua adalah frekuensi pemberian fermentasi kelinci dan air kelapa, yang terdiri dari dua taraf, yaitu 1 minggu satu kali dan 1 minggu dua kali. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan pemberian air kelapa 25% berpengaruh terhadap parameter jumlah daun. Perlakuan frekuensi pemberian fermentasi kelinci dan air kelapa berpengaruh terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, warna daun, diameter batang batang, jumlah akar, bobot basah tajuk, bobot kering tajuk, bobot basah akar, bobot kering akar dan jumlah akar. Adapun interaksi keduanya berpengaruh terhadap panjang daun.
The Effect of Various Types of Ameliorants on the Growth, Yield, and Quality of Mendong (Fimbristylis globulosa) Hidayat, Egi Agus Nur; Amanda, Adinda Putri; Rosmala, Arrin
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 4a (2025): Special Issue
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i4a.10620

Abstract

Mendong (Fimbristylis globulosa) is a fiber-producing plant with high economic value, widely utilized in traditional handicraft industries. However, declining land quality has reduced its productivity, necessitating soil improvement through ameliorant application to enhance its growth and product quality. This study aims to examine the effects of various ameliorant types on the growth, yield, and quality of mendong. The research employed a Randomized Block Design (RBD) with four treatments: no ameliorant (control/P0), goat manure (P1), dolomite (P2), and rice husk charcoal (P3). Each treatment was repeated six times, resulting in 16 experimental units with four plant samples per unit. Observed parameters included plant height, number of tillers, number of flowers, fresh and dry biomass, fresh and dry root weight, root length, and percentage of marketable clumps. Data were analyzed using ANOVA followed by LSD at a 5% significance level. The results showed that ameliorant application did not significantly affect plant height, number of flowers, fresh and dry biomass, root weight, nor root length. However, a significant effect was observed on the number of tillers at 5, 9, and 12 WAP, as well as on the percentage of marketable clumps. Goat manure (P1) generally produced the best performance in most parameters, particularly in product quality, with marketable clumps reaching 75%, higher than other treatments. These findings indicate that goat manure is the most effective ameliorant for improving mendong product quality.
Inventarisasi Serangga Tanah di Inkubator Pertanian Universitas Perjuangan Tasikmalaya dengan Metode Pitfall Trap Hartini Sri Depi; R. Arif Malik Ramadhan; Arrin Rosmala
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 8 No 1 (2026): June
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v8i1.2658

Abstract

Serangga tanah berperan penting dalam menjaga keseimbangan agroekosistem dan menjadi indikator kualitas tanah. Metode pitfall trap merupakan teknik yang efektif, sederhana, dan hemat biaya untuk untuk menangkap serangga tanah epigeal yang aktif bergerak di permukaan tanah. Metode ini representatif untuk menginterpretasikan kelimpahan relatif, keanekaragaman, dan peran ekologis serangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis indeks keanekaragaman, indeks dominansi, dan peranan ekologis serangga tanah di Inkubator Pertanian Universitas Perjuangan Tasikmalaya menggunakan metode pitfall trap. Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan deskriptif observasional dan teknik purposive sampling. Pemasangan perangkap diletakkan pada sembilan titik pengamatan yang mewakili empat jenis lahan. Parameter yang diamati meliputi suhu tanah, pH tanah, indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’), indeks dominansi Simpson (C), serta peranan ekologis serangga tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH tanah berkisar antara 4,9–7,0 dan suhu tanah antara 28–29 °C. Nilai indeks keanekaragaman berada pada kategori rendah hingga sedang dengan rentang 0,78-0,99. Adapun indeks dominansi seluruh lahan bernilai di bawah 0,5, yang menunjukkan tidak adanya spesies yang mendominasi secara konsisten. Sebanyak 535 individu serangga dari tujuh spesies dan empat ordo berhasil diidentifikasi, terdiri atas kelompok predator, predator-dekomposer, dan hama. Hasil ini menunjukkan bahwa komunitas serangga tanah berada dalam kondisi relatif seimbang dan mencerminkan ekosistem tanah yang cukup stabil. Meskipun demikian, tingkat keanekaragaman hayatinya masih perlu ditingkatkan.
Respons Pertumbuhan Cabai Rawit terhadap Kombinasi Konsentrasi Pupuk Organik Cair Urine Kelinci dan NPK dengan Interval Waktu Pemupukan Berbeda Adam Nizar Kusmara; Arrin Rosmala; Nasrudin Nasrudin
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 8 No 1 (2026): June
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v8i1.2723

Abstract

Pembibitan cabai memerlukan pemeliharaan rutin agar tanaman tumbuh secara optimal. Aplikasi kombinasi pupuk NPK dan POC urine kelinci dapat memacu proses pertumbuhan tanaman dengan maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi POC urine kelinci dan NPK dengan interval waktu pemupukan yang berbeda terhadap pertumbuhan bibit cabai rawit. Penelitian dilaksanakan di Screen House Tanah Muda, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat pada bulan Juli sampai November 2024. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Faktor pertama yaitu kombinasi POC urine kelinci dan NPK terdiri atas 60 mL L-1 POC urine kelinci tanpa NPK, 60 mL L-1 POC urine kelinci dan NPK 2 g, 40 mL L-1 POC urine kelinci tanpa NPK, dan 40 mL L-1 POC urine kelinci dan NPK 2 g. Faktor kedua yaitu interval waktu pemupukan terdiri atas 5 hari sekali dan 7 hari sekali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa POC urine kelinci dapat meningkatkan tinggi bibit, jumlah daun, dan diameter batang. Perlakuan 40 mL L-1 POC urine kelinci tanpa NPK dengan interval pemupukan 7 hari sekali menghasilkan bibit cabai rawit paling tinggi pada 18, 22, 26, 30, dan 34 HSS. Perlakuan tersebut juga menghasilkan jumlah daun terbanyak pada 26 HSS, serta diameter batang pada 26, 30, dan 34 HSS. Tidak berbeda nyata dengan perlakuan perlakuan 60 mL L-1 POC urine kelinci tanpa NPK dengan interval pemupukan 7 hari sekali. Hasil tersebut menunjukkan bahwa aplikasi POC urine kelinci saja mampu meningkatkan pertumbuhan bibit cabai secara optimal