Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : PROSIDING SEMINAR KIMIA

ISOLASI DAN IDENTIFIKASI SENYAWA KIMIA TERPENOID DARI ISOLAT ETIL ASETAT DAUN EKALIPTUS (Eucalyptus deglupta Blume.) Rutdianti Rutdianti; Rudi Kartika; Partomuan Simanjuntak
PROSIDING SEMINAR KIMIA SEMINAR NASIONAL KIMIA 2017
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian isolasi, pemurnian, identifikasi dan uji aktivitas antioksidan dengan metode peredaman radikal bebas dari fraksi etil asetat daun ekaliptus (Eucalyptus deglupta Blume.) telah dilakukan. Tahapan penelitian adalah ekstraksi secara maserasi dengan menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat, etanol 96%, dan air secara refluks. Pemurnian dilakukan dengan kromatografi kolom (SiO2, : n-heksan : etil asetat = 10:1 ~ 1:1). Identifikasi dilakukan dengan pengambilan data kromatografi gas-spektrometri massa. Hasil uji aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa isolat F3.3 mempunyai persen inhibisi sebesar 1,93 % (tidak aktif). Hasil analisis kromatografi gas–spektrometri massa di duga senyawa kimia pada ekstrak etil asetat daun ekaliptus (Eucalyptus deglupta Blume.) adalah senyawa terpenoid 6, 10, 14-trimetil. 2-pentadekanon. Kata Kunci : Ekaliptus, (Eucalyptus deglupta Blume.), Uji skrining fitokimia, Antioksidan, 6, 10, 14-trimetil. 2-pentadekanon
UJI SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI EKSTRAK DAUN AKASIA (Acacia auriculiformkis Benth.) Eka Damayanti Setyningrum; Rudi Kartika; Partomuan Simanjuntak
PROSIDING SEMINAR KIMIA SEMINAR NASIONAL KIMIA 2017
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai Uji Skrining Fitokimia dan Uji Aktivitas Antioksidan dari Berbagai Ekstrak Daun Akasia (Acacia auriculiformis Benth.) telah dilakukan. Hasil uji skrining fitokimia menunjukkan bahwa senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak daun akasia adalah senyawa flavonoid, steroid, fenolik dan saponin. Kemudian, difraksinasi dengan menggunakan pelarut organik dari n-heksan, etil asetat dan air. Hasil uji aktivitas antioksidan dengan Peredaman Radikal Bebas (DPPH) menunjukkan bahwa ekstrak yang memiliki daya aktivitas antioksidan paling tinggi adalah ekstrak etanol sebesar 91,75% Kata kunci: Akasia (Acacia auriculiformis Benth.), uji skrining fitokimia, uji antioksidan peredaman radikal bebas (DPPH)
Isolasi Total Flavonoid Daun Pala (Myristica fragrans Houtt) Binawati Ginting; Tonel Barus; Lamek Marpaung; Partomuan Simanjuntak
PROSIDING SEMINAR KIMIA SEMINAR NASIONAL KIMIA 2013
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumbuhan Pala (Myristica fragrans Houtt) termasuk dalam famili Myristicaceae. Tumbuhan ini secara etnobotani terbukti mempunyai aktivitas antibakteri. Penelitian tentang isolasi senyawa flavonoida (total flavonoida) uji aktivitas antibakteri daun Pala terhadap Staphilococcus aureus dan Escherrichia coli telah dilakukan. Ekstraksi 3 Kg (3000 g) daun Pala dengan metanol diperoleh ekstrak metanol 417,60 g (13,92%). Ekstrak metanol di larutkan ke dalam etil asetat diperoleh ekstrak etil asetat 104,1 g (5,96%). Hasil partisi ekstrak etil asetat dengan n-heksana diperoleh total flavonoid 32,76 g (31,47%). Hasil hirolisis total flavonoid dengan HCl 6% diperoleh 1,8 g total flavonoid (bebas glikon). Hasil uji aktivitas antibakteri ekstrak metanol dan ekstrak etil menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat daun pala mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Staphilococcus aureus dan Escherrichia coli, sedangkan ekstrak metanol tidak aktif.
PENGARUH METODE EKSTRAKSI CARA MASERASI DAN INFUSA DAUN MANGROVE, DAUN KEJIBELING DAN BATANG KATUK SERTA KOMBINASINYA TERHADAP UJI BAKTERI Eschericia coli DAN Staphylococcus aureus Partomuan Simanjuntak; Edi Susanto; Lilik Sulastri
PROSIDING SEMINAR KIMIA SEMINAR NASIONAL KIMIA 2019
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh ekstrak hasil maserasi dan infusa terhadap tiga jenis tanaman dan kombinasinya Daun mangrove (Rhizopora stylosa), daun kejibeling (Strobilanthes crispus) dan batang katuk (Sauropus androgynus) yang diuji terhadap bakteri Eschericia coli dan Staphylococcus aureus telah dilakukan. Ketiga simplisia diekstraksi dengan metode maserasi (pelarut etanol) dan infusa (pelarut air). Uji fitokimia dan uji antibakteri dilakukan terhadap ekstrak tunggal dan kombinasinya. Kombinasi yang dibuat yaitu (Daun mangrove : daun kejibeling : batang katuk) dengan variasi kombinasi 1:1:1, 1:1:2, 1:2:1 dan 2:1:1 dengan konsentrasi 10%, 25%, 50% dan menggunakan kontrol positif amoksisilin 10%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun mangrove yang optimum terdapat pada bakteri S.aureus. Hasil menunjukkan bahwa pada konsentrasi 25% ekstrak etanol daun mangrove memberikan nilai zona hambat 11,2 mm dan kontrol positif 10,4 mm. Pada ekstraksi infusa hasil zona hambat dengan konsentrasi 25% pada bakteri E.coli 13,2 mm dengan kontrol positif 12,9 mm dan bakteri S.aureus 13,4 mm dengan kontrol positif 12,8 mm. Kombinasi ekstrak tiga tanaman yang terbaik terdapat pada kombinasi 2:1:1 yang terdapat pada kombinasi multi ekstrak etanol karena pada konsentrasi 10% ekstrak bisa memiliki zona hambat lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol positif dengan nilai 12,4 mm dan kontrol positif amoksisilin 12,3 mm. Konsentrasi terbaik ekstrak tunggal yaitu daun mangrove konsentrasi 25% dan ekstrak kombinasi 2:1:1 konsentrasi 10%. Ekstraksi secara maserasi memberikan nilai zona hambat yang lebih baik dibandingkan dengan ekstraksi cara infusa. Kata Kunci: Antibakteri, Eschericia coli, staphylococcus aureus, Rhizopora stylosa, Strobilanthes crispus, Sauropus androgynus.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI SENYAWA KIMIA PENGHAMBAT ENZIM - GLUKOSIDASE DARI FRAKSI AIR DAUN SALAM (SYZYGIUM POLYANTHUM (WIGHT) WALP.) Danty Nur Alvionitasari; Lilik Sulastri; Yesi Desmiaty; Syamsudin Syamsudin; Partomuan Simanjuntak
PROSIDING SEMINAR KIMIA Prosiding SNKT Himpunan Mahasiswa Kimia FMIPA UNMUL 2021
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes merupakan penyakit kronis dengan gangguan metabolisme akibat pankreas tidak menghasilkan cukup insulin yang ditandai dengan hiperglikemia. Terapi farmakologi yang digunakan untuk menurunkan kadar glukosa dalam darah salah satunya dengan menghambat kerja enzim -glukosidase sehingga menunda penyerapan glukosa di dalam saluranpencernaan. Penggunaan bahan alam yang memiliki potensi sebagai penghambat enzim -glukosidase adalah daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) yang secara empiris telah banyak digunakan sebagai obat tradisional oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui senyawa bioaktif dari fraksi air daun salam yangmemiliki aktivitas penghambatan enzim -glukosidase. Penarikan senyawa kimia dilakukan dengan maserasi serbuk daun salam dalam etanol 96%, kemudian ekstrak etanol dipartisi dengan etil asetat dan air. Ekstrak air difraksinasi dengan kromatografi kolom (SiO2 : i). CH2Cl2-MeOH = 10 : 1 ~ 1:1 ii). CH2Cl2 - aseton = 2 : 1 memberikan fraksi 2-1 mempunyai aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase paling baik, dengan IC50 21,54 ppm. Identifikasi senyawa kimia menggunakan Liquid Chromathography Tandem Mass Spectrum (LC-MS/MS) memberikan puncak dengan kelimpahan terbesar dengan bobot molekul ion m/z 413 (M+1)+ yang diperkiraan senyawa kimianya adalah Stigmasterol.Kata kunci : Syzygium polyanthum, fraksi air, stigmasterol, enzim -glukosidase, LC-MS/MS
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK N-HEKSANA, ETILASETAT DAN ETANOL DARI BUAH RANTI HITAM (Solanum Blumei) Ness Ex Blume DENGAN METODE PEREDAMAN DPPH Murniaty Simorangkir; Ribu Surbakti; Tonel Barus; Partomuan Simanjuntak
PROSIDING SEMINAR KIMIA SEMINAR NASIONAL KIMIA 2013
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak n-heksan, etilasetat dan etanol dari buah Ranti Hitam (Solanum blumei Ness ex Blume). Uji antioksidan dilakukan dengan metode peredaman DPPH (1.1-Diphenyl-2-Picrylhydrazyl). Hasil uji antioksidan menunjukkan aktivitas antioksidan tertinggi adalah ekstrak etanol dengan % inhibisi (38,72 %) dibandingkan ekstrak etilasetat (17,37 %) dan ekstrak n-heksana (3,015 %) dengan nilai IC50 dari ekstrak etanol terkecil (128,79 ppm), diikuti ekstrak etilasetat (343,37 ppm) dan ekstrak n-heksana (3570,66 ppm). Nilai IC50 (Inhibition Concentration 50) adalah konsentrasi antioksidan (µg/mL) yang mampu menghambat 50% radikal bebas. Kandungan metabolit sekunder pada ekstrak etanol buah adalah alkaloid, sedikit flavonoid, fenol dan tanin
SENYAWA DIARILHEPTANOID DARI TUMBUHAN OBAT TRADISIONAL INDONESIA KULIT BATANG “LASANG”, MYRICA ESCULENTA (MYRICACEA) Partomuan Simanjuntak; Nico Satria Salim; Lilik Sulastri
PROSIDING SEMINAR KIMIA Prosiding SNKT Himpunan Mahasiswa Kimia FMIPA UNMUL 2021
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lasang adalah tumbuhan obat tradisional Indonesia dari daerah Ruteng, P. Flores Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang digunakan secara tradisional sebagai obat penurun tekanan darah tinggi, penyegar badan (tonikum) dan diuretik. Isolasi dan identifikasi senyawa kimia dari kulit batang “Lasang”, Myrica esculenta (Myricaceae) telah dilakukan. Ekstraksi, isolasi dan pemurnian ekstrak etilasetat dengan kromatografi kolom (SiO2; n-heksan : etilasetat = 10 : 1 ~ 1 : 1 menghasilkan senyawa kimia -sitosterol, mirikanol dan mirikanon, dan ekstrak n-BuOH dengan kromatografi kolom (SiO2; i). CHCl3-MeOH-air = 7 : 3 : 1; ii). Kr. Kolom (Sephadex, CHCl3-MeOH-air = 1 : 30 : 30); iii). KCKT (Bondapak; MeOH-air = 2 : 1) memberikan senyawa mirikanol 5-O--D-glukopiranosida. Elusidasi struktur kimia dilakukan dengan menginterpretasi data spektrsokopis ultra violet (UV), inframerah (IR), Resonansi magnet Inti 1 dimensi (1H & 13C NMR, DEPT) dan spektra massa (SM).Kata Kunci: diarilheptanoid, mirikanol, mirikanon, mirikanol 5-O--D-glukopiranosida, Myrica esculenta, myricaceae
SENYAWA FENOLIK DARI DAUN HALBAN (Vitex pinnata Linn) SEBAGAI ANTIOKSIDAN Mastura Mastura; Tonel Barus; Lamek Marpaung; Partomuan Simanjuntak
PROSIDING SEMINAR KIMIA SEMINAR NASIONAL KIMIA 2017
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isolation and identification a phenolic compound from Aceh traditional medicinal plants “Halban” leaves (Vitexpinnata Linn) had been done. Isolation was carried out by extracted Halban leaves with methanol solvent, and then portioned with n-hexane, ethylacetate, and evaporated to gave n-hexane, ethylacetate and water extracts. Purification of ethylacetate was conducted with clumn chromatography (SiO2; (i). n-hexane-ethylacetate = 10 : 1 ~ 1 : 1 (ii). n-hexane-ethylacetate = 2 : 1 (iii). N-hexane-acetone = 1 : 1 to gave one pure compound. Identification of isolated compound by interpretation of Ultra violet (UV), Infra Red (IR), and Nuclear magnetic Resonance (1H- & 13C-NMR) spectra showed the compound is 4-hydroxyl methyl benzoate which has activity as antioxidant IC50 41.08 ppm. Keywords: Halban; Vitexpinnata Linn; verbenaceae; antioksidan; 4-hydroxyl methyl benzoate
KARAKTERISTIK SENYAWA KIMIA PENGHAMBAT ENZIM α-GLUKOSIDASE DARI FRAKSI ETIL ASETAT DAUN TEH (Camellia sinensis (L) Kuntze) Lilik Sulasti; Yashinta Larasati; Yesi Desmiaty; Syamsudin Syamsudin; Partomuan Simanjuntak
PROSIDING SEMINAR KIMIA Prosiding SNKT Himpunan Mahasiswa Kimia FMIPA UNMUL 2021
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teh (Camellia sinensis (L.) Kuntze) adalah salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai inhibitor α-glukosidase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa bioaktif dari fraksi etil asetat daun teh yang memiliki aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase. Ekstraksi daun teh dilakukan dalam pelarut etanol 96% secara maserasi sebanyak 3 kali, kemudian dipartisi dengan etilasetat - air = 1 : 1. Ekstrak etil asetat difraksinasi dengan kromatografi kolom (SiO2; n-heksan-etilasetat 10 : 1 ~ 1 : 1) memberikan 10 fraksi. Fraksi 6 dimurnikan kembali dengan kromatografi kolom (SiO2; n-heksan - etilasetat = 8 : 1 memberikan 6 fraksi (Fr. 6-1 ~ Fr. 6-6). Hasil uji penghambatan enzim -gluksodase terhadap keenam fraksi menunjukkan bahwa fraksi 6-2 memberikan IC50 sebesar 4,52 ppm. Identifikasi senyawa kimia dalam fraksi 6-2 berdasarkan interpretasi data LC-MS-MS dan infra merah (IR) memberikan senyawa campuran yaitu m/z 194 (kafein); m/z 442 (epikatehin 3-O-galat); m/z 458 (epigallokatehin 3-O-galat dan m/z 620 (dichrostachine F).Kata kunci : inhibisi enzim a-glukosidase, Camellia sinensis (L.) Kuntze, epikatehin 3-O-galat, epigallokatehin 3-Ogalat, kafein, antidiabetes
AKTIVITAS DAN ISOLASI SENYAWA BIOAKTIF DARI EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN TEH (Camellia sinensis (L.) Kuntze) SEBAGAI PENGHAMBATAN ENZIM α-GLUKOSIDASE Nuraini Saadah; Lilik Sulastri; Syamsoedin Abdilah; Partomuan Simanjuntak
PROSIDING SEMINAR KIMIA Vol 1 No 2 (2023): Prosiding SNKT II 2022
Publisher : Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tea (Camellia sinensis (L.) Kuntze) is one of the plants that has compounds that have the potential as inhibitors of the α-glucosidase enzyme. The purpose of this study was to know the activity of chemical compounds in the ethyl acetate extract of tea leaves as an inhibitor of the α-glucosidase enzyme. Extraction tea leaf was carried out by maceration tea leaf powder in ethanol 96% 3 times, then partitioned with ethyl acetate and water. The ethyl acetate extract obtained was determined by the inhibitory activity of the -glucosidase enzyme, then fractionated by column chromatography (SiO2; n-hexane: ethyl acetate 10:1 ~ 1:1) yielding 10 fractions (CSEA-1 ~ CSEA-10). The CSEA-2 fraction was further fractionated by column chromatography (SiO2; n-hexane: ethyl acetate 20:1 ~ 1:1) yielding 9 fractions (CSEA-2.1~ CSEA-2.9). The results showed that the ethyl acetate extract had activity with an IC50 value of 45.04 ppm, the fractionated CSEA-2.1 subfraction had an IC50 value of 41.51 ppm with acarbose as a comparison of 19.24 ppm. The conclusion is that the CSEA-2.1 subfraction has better activity than the extract in inhibiting the α-glucosidase enzyme and can be used as an alternative candidate for diabetes drugs. Keywords: Camellia sinensis (L.) Kuntze, tea, α-glucosidase enzyme inhibitor, Indonesian medicinal plant, IC50