Claim Missing Document
Check
Articles

Analisa Koordinasi Isolasi Peralatan di Gardu Induk Teling 70 kV Brando Alexsander; Lily S. Patras; Fielman Lisi
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol. 7 No. 2 (2018): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.v7i2.19891

Abstract

Abstract                            Along with the development of the era, the need for electrical energy continues to increase, with the increasing demand for electrical energy, the power system must also be adequate for the reliability of power systems can also grow. In the substation there is a setting of coordination Isolation. The Isolation must be planned and arranged appropriately, so that the isolation coordination within the substation can work optimally.Isolation planning in the Parent Station Teling, aims to create a system whose parts, respectively and each other have an insulation resistance such that in every operational condition the quality of service / supply of electricity can be achieved with a minimum cost possible. This analysis is used to improve high security and economical prices work by limiting the surge of over voltage and discharge to the ground and must be able to drain without making equipment damage. Keywords: arrester, BIL, coordination of isolation, over voltage AbstrakSeiring dengan berkembangnya zaman, kebutuhan akan energy listrik terus meningkat, dengan meningkatnya kebutuhan akan energy listrik maka sistem tenaga listrik juga harus memadai agar kehandalan sistem tenaga listrik juga dapat berkembang. Dalam gardu induk terdapat settingan koordinasi Isolasi. Perhitungan harus direncanakan dan diatur dengan tepat, agar koordinasi isolasi yang berada dalam gardu induk dapat bekerja optimal.                Perhitungan Isolasi di Gardu Induk Teling, bertujuan untuk menciptakan suatu sistem yang bagian-bagiannya,masing-masing dan satu sama lainnya mempunyai ketahanan isolasi yang sedemikian rupa sehingga dalam setiap kondisi operasi kualitas pelayanan/penyedian tenaga listrik dapat dicapai dengan biaya yang seminimum mungkin. Analisa ini digunakan untuk meningkatkan keamanan yang tinggi dan harga yang ekonomis bekerja dengan membatasi surja tegangan lebih dan mengalirkannya (discharge) ketanah dan harus mampu mengalirkan tanpa membuat peralatan mengalami kerusakan.Katakunci : arrester, BIL, koordinasi isolasi, tegangan lebih,
Analisa Daerah Lindung dan Grounding Pada Tower Transmisi Akibat Terjadinya Back Flashover Renaldi P. Luntungan; Lily S. Patras; Glanny M.Ch. Mangindaan
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol. 7 No. 3 (2018): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.v7i3.20766

Abstract

Abstract − Lightning is a natural phenomenon caused by the presence of electric charges in the atmosphere that has a very large current and a very short time, thus causing fatal damage especially on electrical equipment in the open air. Any lightning discharge occurring within the cloud, between clouds and clouds to the ground, will generate electrical radiation with a very wide frequency spectrum (in the order of kHz to MHz order). Therefore, lightning often causes interference in the transmission line. The disturbance caused by direct stroke on SUTT ground wire is a back flashover phenomenon. Back flashover phenomenon occurs when the voltage on the channel isolator is greater than or equal to the critical voltage of flashover (critical flashover) so that a flashover occurs in the isolator.From the analysis of grounding conditions on the tower No. 62 SUTT 70KV transmission Tomohon - Teling direction impacted Back Flashover, because the value of grounding measurement resistance is 7.1 Ω has a difference exceeding the standard value of grounding resistance of ≤ 5 Ω of the default value set.Keywords − Back Flashover, Ground wire, Grounding resistance Abstrak − Petir adalah suatu fenomena alam yang disebabkan karena adanya muatan elektrik di atmosfir yang memiliki arus sangat besar dan waktu yang sangat singkat, sehingga menimbulkan kerusakan yang fatal terutama pada peralatan listrik di udara terbuka. Setiap peluahan petir yang terjadi di dalam awan, antar awan maupun dari awan ke tanah, akan memunculkan radiasi elektrik dengan spektrum frekuensi sangat lebar (dalam orde kHz hingga orde MHz). Oleh sebab itu, petir seringkali menyebabkan gangguan pada saluran transmisi. Gangguan yang disebabkan oleh sambaran langsung (direct stroke) pada kawat tanah SUTT adalah fenomena back flashover. Fenomena back-flashover terjadi bila tegangan pada isolator saluran lebih besar atau sama dengan tegangan kritis lompatan api (critical flashover) sehingga lompatan api terjadi pada isolator tersebut.Dari hasil analisa kondisi grounding pada tower No.62 SUTT 70KV transmisi jurusan Tomohon – Teling berdampak terjadi Back Flashover, karena Nilai resistansi pengukuran pentanahan adalah sebesar 7,1 Ω memiliki perbedaan melebihi nilai standar resistansi pentanahan sebesar ≤ 5 Ω dari nilai standar yang di tetapkan.Kata kunci − Back Flashover, Kawat tanah, Tahanan pentanahan.
Analisa Gelombang Berjalan Pada Saluran Transmisi 70 kV Gardu Induk Teling Christoper A. Santjiatodjaja; Lily S. Patras; Glanny M. Ch. Mangindaan
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol. 8 No. 1 (2019): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.v8i1.23646

Abstract

Abstract—Transmission construction consists of Internal interference such as switching surges and external interference such as lightning surge strikes. Lightning surge that hit the transmission network can result in the emergence of travelling waves in the form of impulses on the conductor. This travelling wave will cause overvoltage, and flashover. If regarding a tower transmission that has the right grounding and the appropriate arrester, the interference will be continued to the ground. If there is no reflection wave or wave will be released because the wave cannot be suppressed by protection and grounding equipment.Keywords : Interference; Lightning; Transmission; Travelling Waves. Abstrak— Sistem transmisi saluran udara memiliki gangguan internal seperti surja switching dan gangguan eksternal seperti sambaran surja petir. Sambaran surja petir yang menghantam jaringan transmisi dapat mengakibatkan timbulnya gelombang berjalan yang berbentuk impuls pada penghantar. Gelombang berjalan ini akan menyebabkan tegangan lebih (overvoltage), juga dapat mengakibatkan terjadinya lompatan api (flashover). Gangguan yang terjadi pada saluran transmisi akan berupa gelombang berjalan. Apabila mengenai suatu tower (menara) transmisi yang mempunyai pentanahan yang tepat dan arrester yang sesuai maka gangguan akan diteruskan ketanah. Jika tidak akan terjadi gelombang pantulan atau gelombang yang dilepaskan karena gelombang sudah tidak dapat diredam oleh peralatan proteksi dan grounding.Kata kunci : Gangguan; Gelombang Berjalan; Petir; Transmisi.
Rancang Bangun Alat Pemantau Arus Dan Tegangan Di Sistem Panel Surya Berbasis Arduino Uno Muhammad Junaldy; Sherwin R.U.A. Sompie; Lily S. Patras
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol. 8 No. 1 (2019): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.v8i1.23647

Abstract

Abstract— Solar panels are one of the electronic devices that can convert the energy of solar radiation directly into electrical energy. In converting the sun's radiation energy into electrical energy it is not converted to all but only some of the converted energy depends on the efficiency of the solar cell itself. Devices made in this research are very useful for solar panel owners in terms of monitoring the performance of panels and battery batteries.Tthis research has succeeded to realization of a Software and Hardware for monitoring the performance of solar panels and battery batteries                 Keywords— Accu; Electronic; Hardware; Software; Solar Panel Abstrak— Panel surya merupakan salah satu piranti elektronik yang dapat mengubah secara langsung energi radiasi matahari menjadi energi listrik. Dalam pengonversian energi radiasi matahari menjadi energi listrik, tidak dikonversi semuanya tetapi hanya sebagian yang di konversikan tergantung dari efisiensi solar sel sendiri. Dibutuhkan suatu perangkat yang dapat memantau kinerja dari panel tersebut. Perangkat yang dibuat pada penelitian ini sangat berguna bagi pemilik panel surya dalam hal memantau kinerja dari panel dan aki batterai . Penelitian ini berhasil di realisasikan sebuah Perangkat Lunak dan Perangkat Keras untuk pemantauan kinerja dari panel surya dan aki batterai     Kata Kunci—Aki batterai ; Elektronik; Panel Surya ; Perangkat Keras; Perangkat Lunak,
Analisa Pengaruh Temperatur Terhadap Peletakan Kabel Tanah 20 kV Olivie T.L. Mogot; Lily S. Patras; Fielman Lisi
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol. 8 No. 1 (2019): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.v8i1.23653

Abstract

Abstract —The purpose of this research is to make it easier to determine the correct laying arrangement with the appropriate cables and soil contours so that the calculation of ground wire laying is done so that it can help the selection of the right cable type. The type N2XSY 1x50cm/ 16 is better placed in a horizontal, with a ground resistance of 1 Km / W according to the standard laying of ground cables. The temperature value generated in the trefoil formation is 79 ° C lower than the trefoil formation which is 87 ° C. Keywords — Field Strength; Increase in Temperature; Laying Models; Underground Cable. Abstrak —Tujuan penelitian ini untuk mempermudah dalam menentukan susunan peletakan yang benar dengan jenis kabel dan kontur tanah yang sesuai maka perhitungan peletakan kabel tanah dilakukan agar dapat membantu pemilihan jenis kabel yang tepat, dengan kontur tanah dan model peletakan kabel yang tepat. Berdasarkan analisa data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa kabel jenis N2XSY 1x50cm/16 lebih baik diletakan dengan formasi mendatar, dengan resistansi tanah 1 K.m/W sesuai standar peletakan kabel tanah. Karena berdasarkan analisa yang dilakukan nilai temperature yang dihasilkan pada formasi trefoil adalah 79°C lebih rendah dibandingkan dengan nilai temperatur yang dihasilkan pada formasi trefoil yaitu 87°C.Kata kunci — Kabel Bawah Tanah; Kenaikan Temperatur; Kuat Medan; Model-Model Peletakan.
Efek Korona pada Saluran Transmisi Gardu Induk Tello Sulawesi Selatan Rudolfus Masarrang; Lily S. Patras; Hans Tumaliang
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol. 8 No. 2 (2019): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.v8i2.23980

Abstract

Abstrack— Transmission construction consists of Air Channels and Cable Channels. In the air channel transmission system can not be separated from interference. Both external interference and internal interference. Corona is a sphere of light around a conductor due to the occurrence of a discharge that begins on a channel surface if the strong electric field value on the channel's surface exceeds the strong value of the surrounding air field. Corona can cause corona power losses which are directly proportional to the length of a transmission line. In bright conditions, the Transmission Line will experience a loss.     Keywords—Corona; Electric Field; Losses Corona; Transmission. Abstrak— Kontruksi transmisi terdiri dari dua yaitu Saluran Udara dan Saluran Kabel. Pada Sistem transmisi saluran udara tak lepas dari gangguan. Baik gangguan eksternal maupun gangguan internal. Korona adalah perpendaran cahaya diseputaran konduktor akibat terjadinya suatu pelepasan muatan yang bermula pada suatu permukaan saluran bila nilai kuat medan listrik pada permukaan saluran itu melampaui nilai kuat medan udara disekitar. Oleh sebab itu Korona dapat menimbulkan rugi – rugi daya korona yang berbanding lurus dengan panjang suatu saluran transmisi.  Kata Kunci— Korona; Medan Listrik; Saluran Transmisi; Rugi – Rugi Daya Korona.
Sistem Pemantau Dan Pengendali Penerangan Jalan Umum Kota Manado Secara Terpusat Menggunakan Mikrokontroller Putra A.K. Liando; Hans Tumaliang; Lily S. Patras
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol. 8 No. 2 (2019): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.v8i2.24894

Abstract

Abstract—One infrastructure that requires a lot of electricity is public street lighting (PJU), but the current public street lighting system is very energy intensive. Both in terms of the type of lamp used and from the time of operation. Therefore,  supported public road lighting system and centralized public street lighting controls are needed. This final project is designed to discuss public street lighting systems which consist of  microcontroller integrated with Light Dependent Resistors (LDR) and Real Time Clock (RTC) for operating time, current sensors for lamp protection, and webgis to view public street lighting data sent via internet media.      Keywords—Microcontroller, LDR, RTC, Sistem PJU, Webgis.  Abstrak—Salah satu infrastruktur yang banyak mengkonsumsi energi listrik adalah penerangan jalan umum (PJU), namun sistem penerangan jalan umum saat ini sangat boros energi. Baik dari segi jenis lampu yang digunakan maupun dari waktu operasi. Oleh karena itu, dibutuhkan sistem penerangan jalan umum yang mampu memonitor dan mengendalikan penerangan jalan umum secara terpusat. Tugas akhir ini bertujuan untuk merancang sistem penerangan jalan umum yang terdiri dari Mikrokontroler yang diintegrasikan dengan Light Dependent Resistor (LDR) dan Real Time Clock (RTC) untuk mengatur waktu operasi, Sensor arus untuk mendeteksi kerusakan lampu, dan webgis untuk menampilkan data penerangan jalan umum yang dikirim melalui media internet.Kata kunci— Mikrokontroller, LDR, RTC, Sistem Penerangan Jalan Umum, Webgis.
Perencanaan Transformator Distribusi 125 kVA Yaved P. Tondok; Lily S. Patras; Fielman Lisi
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol. 8 No. 2 (2019): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.v8i2.24895

Abstract

Abstract -- Transformer is an electrical equipment that can move and convert electrical energy from one or more electrical circuits to another electrical circuit. In load transformers, the power coming out of the transformer (transformer output power) is not always 100% because there are losses when channeling to the load, both losses caused by current flowing on the copper wire which results in the output power (output power) of the transformer to the load is not the same as the incoming power (input power) to the transformer. Therefore the transformer is designed so that the power losses that occur will be reduced and the efficiency released by the transformer is close to 100%.Key words: Transformer, Transformer Planning, Power Loss. Abstrak —  Transformator adalah suatu peralatan listrik yang dapat memindahkan dan mengubah energi listrik dari satu atau lebih rangkaian listrik ke rangkaian listrik yang lain. Pada transformator keadaan berbeban, daya yang keluar dari transformator (daya output transformator) tidak selalu 100% karena terdapat rugi-rugi pada saat penyaluran ke beban, baik rugi yang disebabkan arus mengalir pada kawat tembaga yang mengakibatkan daya yang keluar (daya output) dari transformator ke beban tidak sama dengan daya yang masuk (daya input) ke transformator. Oleh karena itu  tansformator di desain agar rugi-rugi daya yang terjadi akan mengecil dan efisiensi yang di keluarkan transformator tersebut mendekati 100%.Kata Kunci : Transformator, Rugi-rugi Daya Perencanaan Transformator.
Studi Perbaikan Kualitas Tegangan Pada Jaringan Distribusi Primer 20 kV di Kota Gorontalo James P. Ulahayanan; Lily S. Patras; Fielman Lisi
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol. 8 No. 2 (2019): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.v8i2.24931

Abstract

Abstract -- The purpose of this research is to analyse the quality of voltage improvements in 20kV's primary distribution network in Gorontalo City. The method used in this research is through library studies, field studies, discussion as well as analyzing the quality improvement of voltage in 20 kV primary distribution network in Gorontalo City, the best of IS3. Based on the results of the analysis based on the data calculated on IS3 the value of drop voltage far exceeds the standard of only 14650.136 volts. As for the standard voltage received is ± 10% of the nominal voltage where the nominal voltage is 20000 volt, if the voltage is received at the standard end of 18000 volts.    Key words: Improvements in voltage quality , 20 kV Primary Distribution.Abstrak — Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbaikan kualitas tegangan pada jaringan distribusi primer 20kV di kota Gorontalo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui studi pustaka, studi lapangan, diskusi serta menganalisa perbaikan kualitas tegangan pada jaringan distribusi primer 20 kV di kota Gorontalo, kususnya pada penyulang IS3. Berdasarkan hasil analisis berdasarkan data yang dihitung  pada IS3 didapati nilai tegangan drop jauh melebihi standar yaitu hanya 14650,136 volt. Sedangkan untuk standar  tegangan yang diterima adalah 12±"> 10% dari tegangan nominal dimana tegangan nominal sebesar 20000 volt, jika tegangan yang diterima di ujung standarnya sebesar 18000 volt. KataKunci : Perbaikan kualitas tegangan, Jaringan distribusi primer 20 kV.
Perancangan Pendeteksi Partial Discharge Pada Isolasi Padat Mika Mika; Lily S. Patras; Fielman Lisi
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol. 8 No. 3 (2019): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.v8i3.26653

Abstract

 Abstract — Ceramic insulation is widely, has been widely used as a part of the voltage to one part with the other voltage. But in fact the use of isolation in both distribution and transmission networks is often found to cause partial discharge failure. This final project makes a device that can detect the existence of partial discharge in solid insulation made from ceramics. Partial discharge can be detected using an RC Detector and High Pass Filter with auxiliary equipment such as a ball and oscilloscope to observe the waves displayed. Tests in this study use two ceramic insulators that are still new and that have already been used. From the tests that have been carried out on the two ceramic insulators, different wave results are obtained on the same test. Keywords: Ceramic insulation; High Pass Filter; Partial Discharge; RC Detector. Abstrak — Isolasi berbahan keramik secara luas, telah banyak digunakan sebagai  penyekat bagian yang bertegangan satu dengan bagian yang bertegangan lainnya. Namun dalam kenyatannya penggunaan isolasi baik pada jaringan distribusi maupun transmisi sering ditemukan partial discharge penyabab terjadinya kegagalan. Penelitian ini membuat suatu alat yang dapat mendeteksi adanya partial discharge pada isolasi padat berbahan keramik. Partial discharge dapat dideteksi menggunakan RC Detector dan High Pass Filter dengan peralatan bantuh seperti selah bola dan osiloskop untuk mengamati gelombang yang ditampilkan. Pengujian dalam penelitian ini menggunakan dua isolator keramik yang masih baru dan yang sudah pernah digunakan. Dari pengujian yang telah dilakukan pada kedua isolator keramik maka diperoleh hasil gelombang yang berbeda pada pengujian yang sama. Kata kunci: Isolasi keramik; High Pass Filter; Partial Discharge;  RC Detector.
Co-Authors A. F. Nelwan Alan R. Demmassabu Alexsander, Brando Andreas A. Mengko Aprilian P. Kawihing Ardy W. Tanod Ardy W. Tanod, Ardy W. Arungpadang, Tritiya A.R. Bambang Soeroso Bambang Soeroso, Bambang Barasa, Maruli Ch.M. Brando Alexsander Brave A. Sugiarso Brigita Sitorus Brigita Sitorus, Brigita Chandra P. Putra Christoper A. Santjiatodjaja Cindy L. Kawulur Denny S.T. Salu Dwi R. Irawan Dwi R. Irawan, Dwi R. Ferdy Lumeno Ferdy Lumeno, Ferdy Fielman Lisi Filia M. Posundu Fitriani A.Y. Walangare Frietz A. Rotinsulu Garcia E.J. Toreh Glanny M. Ch. Mangindaan Glanny M.Ch. Mangindaan Glanny M.Ch. Mangindaan, Glanny M.Ch. Halvy Kolondam Hans Tumaliang Hendra B. Palit Indra Pondaag James P. Ulahayanan Janeer E.T. Pioh Janeer E.T. Pioh, Janeer E.T. Jefferson Longdong Jendry B. Sepang Junaldy, Muhammad Leoborus N. Hurlatu Luntungan, Renaldi P. M. S. Paraisu Maickel Tuegeh Maickel Tuegeh Mangindaan, Glanny M. Ch. Marthinus Pakiding Maruli Ch.M. Barasa Masarrang, Rudolfus Mika Mika Muhammad Junaldy Nolki J. Hontong Novendry Tenda Novendry Tenda, Novendry Olivie T.L. Mogot Palit, Hendra B. Pondaag, Indra Putra A.K. Liando Renaldi P. Luntungan Rudolfus Masarrang Ryan M. Mangewa Santjiatodjaja, Christoper A. Sartje Silimang Sepang, Jendry B. Sherwin R.U.A. Sompie Tirza Kawengian Tondok, Yaved P. Topuh, Elvionita C. Tritiya A.R. Arungpadang Ulahayanan, James P. Vecky Poekoel Vecky Poekoel, Vecky Yaulie D.Y. Rindengan Yaulie Deo Y. Rindengan Yaved P. Tondok Yehezkiel Rondonuwu Yulianto Mariang