Claim Missing Document
Check
Articles

Analisa Perancangan Sistem SCADA Di Sistem Kelistrikan Minahasa Leoborus N. Hurlatu; lily S. Patras; Glanny M.Ch. Mangindaan
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol. 5 No. 2 (2016): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.v5i2.11658

Abstract

Abstract-, In the distribution and operation of the power system one of the things that have an important role is thenSupervisory Control & Data Acquitition (SCADA). SCADA is a system that control device remotely. In the SCADA application includes monitoring, control and data acquisition. With the development of automation technologies rapidly increasing, new techniques have sprung up to facilitate SCADA system. In the distribution system there is main problem, how to solve the problems quickly because most interference in electric power systems occur in distribution system. The electrical system in minahasa also required a reliable system that can handle the interference and can be done precisely, that is using the system protection settings remotely capable of being operated at real time. Based on the results of the simulation, using the SCADA program designed using Wonderware InTouch 11.0. Application of SCADA program on the electrical system minahasa. Reviewing the absence of SCADA system for the working of the system maintenance. So to reduce the accident rate and improve the quality of service to consumers. Keywords: Electrical System, Maintenance, SCADA, Wonderware InTouch Abstrak-. Dalam sistem tenaga listrik distrbusi dan operasi salah satu hal yang memliki peran penting adalah sistem Supervisory Control & Data Acquitition (SCADA). SCADA merupakan sistem pengendalian perangkat secara jarak jauh. Dalam penerapannya, SCADA dapat melakukan pengawasan, pengendalian dan akuisisi data. Dengan perkembangan teknologi otomasi yang semakin pesat, berbagai teknik baru bermunculan untuk mempermudah dalam menjalankan sistem SCADA. Pada sistem distribusi terdapat masalah utama yaitu bagaimana mengatasi gangguan dengan cepat, karena gangguan dalam sistem tenaga listrik banyak terjadi dalam sistem distribusi. Pada sistem kelistrikan  yang  ada di minahasa diperlukan pula sistem yang handal agar penanganan gangguan dapat dilakukan secara tepat yaitu menggunakan sistem pengaturan proteksi jarak jauh yang mampu dioperasikan pada waktu yang nyata (real time). Berdasarkan hasil simulasi yang dilakukan, menggunakan program SCADA yang dirancang menggunakan Wonderware InTouch 11.0. Penerapan program SCADA pada sistem kelistrikan minahasa dapat dilakukan. Meninjau belum adanya sistem SCADA untuk pengerjaan perawatan sistem. Sehingga dapat mengurangi tingkat kecelakaan kerja dan meningkatkan kualitas pelayanan terhadap konsumen.   Kata Kunci : Maintenance, SCADA, Sistem Kelistrikan, Wonderware InTouch.
Pengukuran Indeks Polusi Pada Sistem Minahasa Berdasarkan Nilai Esdd Dan Nsdd Ferdy Lumeno; lily S. Patras; Fielman Lisi
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol. 5 No. 2 (2016): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.v5i2.11660

Abstract

Abstrac-, In fulfilling public needs electrical energy safe and reliable, we need an electricity system that is supported by the component or equipment that are reliable against disturbances that occur such as leakage current, environmental, corrosion, pollution, etc. Pollution that occurs on the surface of the insulator can cause the insulation resistance of the insulator is reduced, which in turn lead to leakage currents or spark causing flash over To find out how much the level of pollution in the surface of an insulator installed in the distribution network we conducted testing in the field by collecting samples from several places like in the case of samples taken from these areas: Bitung, Sawangan, tomohon, ear, and Lahendong, after get the data from the field to do calculations and data processing of the samples obtained in the field., on the classification of the contamination level according to the value ESDD (equivalent salt deposit density) and NSDD (Nonsolube deposit density) for the area Bitung, ear, tomohon, Lahendong, Sawangan, the level of contamination that occurred was still categorized as mild, namely under 0,0001mg / cm2 away from the normal threshold is given at 0.1 mg / cm2 Keywords: ESDD and NSDD, flashover, insulators, pollutants Abstrak-.Dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan energi listrik yang aman dan handal, maka dibutuhkan suatu sistem kelistrikan yang didukung oleh komponen maupun peralatan yang handal terhadap gangguan-gangguan yang terjadi seperti : arus bocor, lingkungan, korosi, polusi, dan lain-lain Polusi yang terjadi pada permukaan isolator dapat menyebabkan tahanan isolasi dari isolator tersebut berkurang yang pada akhirnya mengakibatkan arus bocor atau percikan bunga api sehingga menyebabkan flash over Untuk mengetahui seberapa besar tingkat pencemaran yang terjadi pada permukaan isolator yang terpasang pada jaringan distribusi maka dilakukanlah pengujian dilapangan dengan mengumpulkan sampel dari beberapa tempat seperti pada kasus ini sampel di ambil dari daerah-daerah : bitung, sawangan, tomohon, teling, dan lahendong, setelah mendapatkan data dari lapangan dilakukan perhitungan serta pengolahan data terhadap sampel-sampel yang didapatkan dilapangan., mengenai klasifikasi tingkat pencemaran sesuai nilai ESDD (equivalent salt deposit density) dan NSDD (Nonsolube deposit density) untuk wilayah bitung, teling, tomohon, lahendong, sawangan, tingkat pencemaran yang terjadi masih dikategorikan ringan yaitu di bawah 0,0001mg/cm2 jauh dari ambang batas normal yang diberikan yaitu 0,1 mg/cm2 Kata kunci : ESDD dan NSDD, flashover, isolator, polutan
Rancang Bangun Sistem Fleksible ATS ( Automatic Transfer Switch) Berdasarkan Perubahan Arus Pada Instalasi Listrik Kapal Berbasis Microcontroller Andreas A. Mengko; lily S. Patras; Fielman Lisi
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol. 5 No. 2 (2016): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.v5i2.11877

Abstract

Abstrack -- Automatic Transfer Switch (ATS) is a device of electrical system that serves to regulate the process of transfer of power source from a power source of the (main) power source to another (backup) alternately in accordance with the command program. By using this tool, it is no longer necessary to use a switch Change Over Switch (COS) is done manually in the process between the main power source to the backup power source. In this final project created an ATS system design that can make the process of transfer of the two power sources are safe and effective sequentially according to the work processes will be controlled by the controller automatically based on the amount of electric power consumption. Controller will make the process of controlling the condition that the ATS process will be conducted, which controls the main power source backup power source to apply or use switch  mode by controlling the power switch to gain speed in the switching process. By using a microcontroller-based ATS is able to resolve the problem diversion displacement of two power sources are safe and effective. Key Words : Automatic Transfer Switch (ATS), Change Over Switch (COS), Diversion movement of the two power sources, Microcontroller. Abstrak-- Automatic Transfer Switch (ATS) adalah suatu piranti sistem listrik yang berfungsi untuk mengatur proses pemindahan sumber listrik dari sumber listrik yang satu (utama) ke sumber listrik yang lain (cadangan) secara bergantian yang sesuai dengan perintah program. Dengan menggunakan piranti ini, maka tidak diperlukan lagi menggunakan saklar Change Over Switch (COS) yang dilakukan secara manual dalam proses pengalihan antara sumber listrik utama ke sumber listrik cadangan . Dalam proyek akhir ini dibuat suatu desain sistem ATS yang dapat melakukan proses pengalihan perpindahan dua sumber listrik yang aman dan efektif secara sekuensial sesuai dengan proses kerja yang akan dikendalikan oleh pengontrol secara otomatis berdasarkan besarnya pemakaian daya listrik . Pengontrol yang akan melakukan proses pengendalian kondisi yang akan dilakukan proses ATS tersebut, dimana pengontrolan sumber listrik utama ke sumber listrik cadangan menerapkan atau menggunakan mode penyaklaran dengan pengendali saklar daya untuk mendapatkan kecepatan dalam proses switching. Dengan menggunakan ATS berbasis microcontroller tersebut dapat menyelesaikan permasalah pengalihan perpindahan dua sumber listrik yang aman dan efektif. Kata Kunci : Automatic Transfer Switch (ATS), Change Over Switch (COS), Microcontroller, Pengalihan perpindahan dua sumber listrik.
Pengendalian Motor Listrik Dari Jarak Jauh Dengan Menggunakan Software Zelio Soft 2 Dan Wifi Janeer E.T. Pioh; Lily S. Patras; Fielman Lisi
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol. 5 No. 2 (2016): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.v5i2.11934

Abstract

Abstract -- The development of increasingly rapid automation system cannot be separated from the development of technology in the field of electricity and control. Development of electrical equipment that can be controlled remotely so that the processing time can be shortened. Smart relay is a control device that have additional control functions that are not owned by the conventional control devices in general. Electric Motor Control Remotely Using Zelio Soft 2 Software and Wifi, programmed using ladder diagram programming language. Application in the process of controlling the distance, such as: 3-phase induction motor control and control of the pump motor in the process of filling the tank of water from the source to the tank. Keywords -- Electric Motors, Remote Controls, Smart relay, Zelio Soft 2. Abstrak -- Perkembangan sistem otomasi yang semakin pesat tidak lepas dari berkembangnya teknologi dalam bidang kelistrikan dan pengontrolan. Pengembangan peralatan listrik yang dapat dikontrol dari jarak jauh sehingga waktu pengerjaan dapat dipersingkat. Smart relay adalah sebuah alat kontrol yang memiliki fungsi kontrol tambahan yang tidak dimiliki alat pengendali konvensional pada umumnya. Pengendalian Motor Listrik dari Jarak Jauh dengan Menggunakan Software Zelio Soft 2 dan Wifi, diprogram menggunakan bahasa pemrograman ladder diagram. Aplikasinya pada proses pengontrolan jarak jauh, yaitu: pengontrolan motor induksi 3 fasa dan pengontrolan motor pompa pada proses pengisian air dari tangki sumber ke bak penampungan. Kata kunci -- Kontrol Jarak Jauh, Motor Listrik, Smart relay, Zelio Soft 2.
Perancangan Panel Surya Pelacak Arah Matahari Berbasis Arduino Uno Brigita Sitorus; Hans Tumaliang; Lily S. Patras
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol. 5 No. 3 (2016): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.v5i3.11983

Abstract

Abstrack-- In this thesis, testing and measuring instruments in the field to prove the output of solar panels using solar trackers direction is superior in terms of power output compared to not using tracker toward the sun. In the test, the authors made a prototype solar panels and solar trackers simple way by using arduino uno as the brain's control system. From field testing the bright sun with a radiation intensity of ± 1000 watts / m², using a load of 50 watts can be generated power at a certain point up to 49.94 watts compared without the tracker toward the sun only reaches the maximum 49.21 watts (at the position almost perpendicular to the direction of the sun) , That is, by using a tracker toward the sun to charge the battery 12 Volt batteries of 100 ampere just in need of time compared to ± 24 hours without using a tracker toward the sun is ± 31.5 hours. Keywords -- Alternative Energy, Electrical Energy, Maximum Power Point, Tracking sunlight Abstrak-- Dalam tugas akhir ini, dilakukan pengujian dan pengukuran alat di lapangan untuk membuktikan keluaran panel surya dengan menggunakan Pelacak arah matahari lebih unggul dalam segi keluaran daya dibandingkan dengan tidak menggunakan Pelacak arah matahari. Di dalam pengujian, penulis membuat prototype panel surya dan Pelacak arah matahari sederhana dengan menggunakan arduino uno sebagai otak pengontrol system ini. Dari pengujian lapangan matahari cerah dengan radiasi intensitas ±1000 watt/m², dengan menggunakan beban  50 Watt dapat dihasilkan daya pada titik tertentu hingga mencapai 49.94 Watt dibandingkan tanpa Pelacak arah matahari hanya mencapai paling maksimal 49.21 Watt (pada posisi hampir tegak lurus dengan arah matahari). Artinya, dengan menggunakan Pelacak arah matahari untuk men-charge batterai aki 12 Volt 100 Ampere hanya di perlukan waktu ± 24 jam dibandingkan tanpa menggunakan Pelacak arah matahari yaitu ± 31.5 jam Kata Kunci -- Energi Alternatif, Energi Listrik, Pelacak arah matahari, Titik Daya Maksimum
Analisa Kestabilan Kecepatan Motor Induksi 3 Phasa Berbasis Field Oriented Control (FOC) Dwi R. Irawan; Glanny M.Ch. Mangindaan; Lily S. Patras
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol. 5 No. 3 (2016): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.v5i3.13181

Abstract

In this research the  settings of 3 phase induction motor speed using the simulation of 3-phase induction motor analysis is being developed, it required to determine the performance characteristics of an induction motor in a variety of conditions as such as in the time of  starting, the load changes or when an interruption occurs. The settings operated by Field Oriented Control (FOC) method to compare the high dynamic performance and the characteristics of a DC motor. This can make the exciting current and the burden of the motor controlled separately; hence torque and flux, as well as DC motor, can also be set separately. The feedback result from the motor speed is compared the reference speed by a comparator. If there is an error, it becomes the input for the controller. Furthermore, the controller gives a signal to FOC system, which will be forwarded to the ignition circuit of an inverter to change the motor voltage and current, in order to obtain a desired torque. This torque changes will change the speed of the motor so that it can approach the reference speed. The platform used to simulate the electrical system settings are PSIM simulation. Key Word :Field Oriented Control (FOC), 3-phase induction motors, Flux and Torque Control, PSIM simulation. Dalam penelitian ini dikembangkan pengaturan kecepatan motor induksi 3 fasa dengan Simulasi mengenai analisis motor induksi 3 fasa diperlukan untuk mengetahui karakteristik unjuk kerja motor induksi dalam berbagai kondisi seperti saat starting, saat terjadi perubahan beban maupun saat terjadi gangguan. Dalam pengaturan ini dioperasikan dengan metoda Field Oriented Control (FOC) bekerja dengan performasi dinamik yang tinggi yang sebanding dengan karakteristik dari motor DC. Dimana arus penguatan dan arus beban motor dapat dikontrol secara terpisah, dengan demikian torsi dan fluksi juga dapat diatur secara terpisah, seperti halnya motor DC. Kecepatan motor diumpan balikkan kemudian dibandingkan dengan kecepatan referensi oleh suatu komparator. Bila ada error, kemudian error tersebut menjadi input dari kontroller. Selanjutnya kontroller memberikan sinyal kepada sistem FOC, yang akan diteruskan ke rangkaian penyalaan dari inverter untuk mengubah tegangan dan arus motor, sehingga diperoleh suatu torsi yang diinginkan. Perubahan torsi ini akan mengubah kecepatan motor sehingga bisa mendekati kecepatan referensi. Platform yang digunakan untuk mensimulasikan pengaturan sistem ini adalah simulasi PSIM. Kata kunci           : Field Oriented Control (FOC), Motor induksi 3 fasa, Pengontrolan torsi dan fluksi, Simulasi PSIM.
Analisis Kinerja Lightning Arester Pada Jaringan Transmisi 150 kV Sistem Minahasa Khususnya Pada Penyulang Kawangkoan - Lopana Maruli Ch.M. Barasa; Lily S. Patras; Hans Tumaliang
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol. 6 No. 1 (2017): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.v6i1.15567

Abstract

Abstract— In the distribution of electrical energy in transmission and distribution networks can not be separated from any interference that can Disrupt the process of distribution of electrical energy, whether it was interference from inside or outside interference. It required protection tools to protect it. It required protection tools to protect it. One of the outside distractions that lead to failure of equipment in the transmission line is a lightning strike. Based on the analysis in 2014, the number of lightning strikes in the transmission network is more or less as much as 95 times.Top protection against lightning strikes on Transmission Network is a lightning rod. Where, for a review analyzing the boarding costs AT 150 kV Transmission Line.Keywords: Boarding cost Analysus, Lightning Arrester, Network Transmission, ProtectionsAbstrak— Didalam penyaluran energi listrik pada jaringan transmisi dan distribusi tidak lepas dari adanya gangguan yang dapat mengganggu proses penyaluran energi listrik, baik itu gangguan dari dalam atau gangguan dari luar. Untuk itu diperlukan alat-alat proteksi untuk memproteksinya. Salah satu gangguan dari luar yang menyebabkan kegagalan pada peralatan di jaringan transimisi yaitu sambaran petir. Berdasarkan hasil analisa pada tahun 2014, jumlah sambaran petir pada jaringan transmisi ini kurang lebih sebanyak 95 kali sambaran. Proteksi utama terhadap sambaran petir pada jaringan transmisi adalah lightning arrester. Dimana, untuk menganalisa kinerja pada jaringan transmisi 150 kV.Kata kunci: Analisis kinerja, Jaringan transmisi, Lightning Arrester, Protektsi.
Simulasi Dan Pengontrolan Sistem Pembuangan Abu di PLTU 2 Sulawei Utara Hendra B. Palit; Vecky Poekoel; Lily S. Patras
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol. 6 No. 3 (2017): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.v6i3.18810

Abstract

Abstract—  A steam power plant (PLTU) is a plant that uses coal as the main fuel. Coal is uses to warm water in a boiler which will produce pressurized steam to drive the turbine through the combustion process. The combustion process in the boiler will produce dust as the residual coal combustion which can cause air pollution. Steam Power plant especially PLTU 2 SULUT uses electrostatic precipitator technology to handle the problem. Electrostatic Precipitator is equipped with several supporting components and there to many valves that require long operating time. This thesis will discuss the design and control of ash disposal system in PLTU 2 SULUT automatically through a PC or computer to speed up the operation and facilitate monitoring so as not to cause air pollution and more environmentally friendly.Keywords: Air Pollution, Boiler, Coal, Electrostatic Precipitator, Valve. Abstrak­— Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) adalah pembangkit yang menggunakan batubara sebagai bahan bakar utama. Batubara digunakan untuk memanaskan air pada boiler yang nantinya akan menghasilkan uap air bertekanan untuk menggerakkan turbin melalui proses pembakaran. Proses pembakaran pada boiler akan menghasilkan debu sebagai sisa pembakaran batubara yang dapat mengakibatkan polusi udara. Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) khususnya PLTU 2 Sulut menggunakan teknologi Electrostatic Precipitator untuk menangani masalah tersebut. Electrostatic Precipitator dilengkapi dengan beberapa komponen pendukung dan terdapat banyak valve (katub) yang membutuhkan waktu pengoperasian yang cukup lama. Skripsi ini akan membahas perancangan dan pengendalian sistem pembuangan abu di PLTU 2 Sulut secara otomatis melalui PC atau komputer untuk mempercepat pengoperasian dan mempermudah pemantauan sehingga tidak mengakibatkan polusi udara dan lebih ramah lingkungan.Kata Kunci : Batubara, Boiler, Electrostatic Precipitator, Polusi Udara, Valve.
Analisa Koordinasi Setting Relai Jarak Sistem Transmisi 150 KV Area Gardu Induk Otam – Gardu Induk Isimu Jendry B. Sepang; Lily S. Patras; Fielman Lisi
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol. 6 No. 3 (2017): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.v6i3.18824

Abstract

Abstract - The 150 KV transmission system at the High Voltage Power Line  of Suluttenggo region, especially in the Otam substation area to the Isimu substation is part of the 150 KV transmission subsystem that is often disturbed and makes the distance relay always work. Distance relay works as the main protection on the transmission line and setting on distance relays affect the transmission line safety performance. Incorrect settings will cause slow relays or fail to work. Therefore it is necessary to have a good setting on the distance relay. The distance relay protection zone is divided into 3 protection zones. In order to avoid overlap between protection zones the relay distance setting needs to be coordinated. In this final project, used transmission line connecting the Otam   - Lolak - Boroko - Isimu substation. Results of calculation of distance relay on Substation Otam - Lolak zone 1 = 7.86 Ð 81,4 ° (Ohm) with relay working time (T1) = 0 seconds, Substation Lolak - Boroko zone 1      = 29,91  Р 81 , 4 ° (Ohm) with relay working time (T1)              = 0 (sec), Substation Boroko - GI Isimu zone 1 = 23,63 Ð 81,4 ° (Ohm) with relay working time  (T1) = 0 (sec) . For zone 2 and zone 3 is set as backup security.       In the calculation of zone setting 1, zone 2 and zone 3 are not in accordance with field conditions, because the calculation of line impedance value in the field does not consider the value of line capacitance. Keywords: Distance Relay, Setting, Substation,  Transmission Line,  Zone Protection.   Abstrak - Saluran udara tegangan tinggi adalah bagian dalam sistem tenaga listrik yang sering mengalami gangguan. Sistem transmisi 150 KV pada Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) wilayah Suluttenggo, khususnya pada gardu area induk Otam sampai gardu induk Isimu adalah bagian dari subsistem transmisi 150 KV yang sering mengalami gangguan dan membuat relai jarak selalu bekerja. Relai jarak bekerja sebagai proteksi utama pada saluran transmisi dan setting pada relai jarak berpengaruh terhadap kinerja pengaman saluran transmisi. Setting yang tidak tepat akan menyebabkan relai jarak lambat atau gagal bekerja. Oleh karena itu perlu adanya setting yang baik pada relai jarak. Zona proteksi relai jarak terbagi menjadi 3 zona proteksi. Agar tidak terjadi tumpang tindih antara zona proteksi maka setting relai jarak perlu dikoordinasikan.Dalam tugas akhir ini, diambil saluran transmisi  yang menghubungkan gardu induk otam – Lolak – Boroko – Isimu. Hasil perhitungan setting relai jarak pada GI Otam – GI Lolak zona 1 =  7,86 Ð 81,4° (Ohm) dengan waktu kerja relai   (T1) = 0 detik, GI Lolak – GI Boroko zona 1 = 29,91 Ð  81,4° (Ohm) dan waktu kerja relai (T1) = 0 (detik), GI Boroko – GI Isimu zona 1 = 23,63 Ð  81,4° (Ohm) dan waktu kerja relai (T1) = 0 (detik). Untuk zona 2 dan zona 3 disetting sebagai pengaman cadangan. Pada perhitungan setting zona 1, zona 2 dan zona 3 tidak sesuai dengan kondisi lapangan, karena pada perhitungan nilai impedansi saluran di lapangan tidak mempertimbangkan nilai kapasitansi saluran. Kata Kunci : Gardu Induk, Relai Jarak, Saluran Transmisi , Setting,  Zona Proteksi.
Analisa Setting Relai Arus Lebih Jaringan Transmisi 150kV Pada Sistem Minahasa Yehezkiel Rondonuwu; Lily S. Patras; Hans Tumaliang
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol. 7 No. 2 (2018): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.v7i2.19554

Abstract

Abstract— The faults in electric power system is caused by internal and external faults. It needs a protection system that can guarantee the continuity of electrical energy so that the system reliability is maintained. Relays are an important tool in the protection circuit. There are many kinds of relays that are known in electric power systems. One of them is the over current relay, this relay secures the equipment or the power grid from overcurrent and short circuit current. The short circuit are three phase current fault, two phase current fault and phase to ground current fault.More current relay setting for Lopana - Tanjung Merah feeders in Minahasa system is obtained if there are faults at GI Tanjung Merah then PMT at SJ 3.1 will work first with setting time 0,689 seconds and which become backup 1 is PMT SN 3.1 with setting time 1,089 seconds. PMT SL 3.8 is backup 2 with setting time 1.489 seconds and the backup 3 is PMT S.P 3.6 with setting time 1.889 seconds. Keywords : Current setting, faults, overcurrent relays, time settingAbstrak— Gangguan pada sistem tenaga listrik disebabkan oleh gangguan dari dalam maupun gangguan dari luar. Untuk itu diperlukan suatu sistem proteksi yang dapat menjamin kontinuitas energi listrik sehingga keandalan sistem tetap terjaga.Relai adalah suatu peralatan penting dalam rangkaian proteksi. Ada banyak macam relai yang diketahui dalam sistem tenaga listrik. Salah satunya adalah relai arus lebih (over current relay), relai ini mengamankan peralatan atau jaringan listrik dari gangguan arus lebih dan arus hubung singkat. Arus hubung singkat terdapat hubung singkat tiga fasa, dua fasa dan fasa ke tanah.Setting relai arus lebih untuk jaringan Lopana – Tanjung Merah di sistem Minahasa diperoleh  apabila terjadi gangguan pada GI Tanjung Merah maka PMT pada SJ 3.1 akan bekerja dulu dengan setting waktu 0,689 detik dan yang menjadi backup 1 adalah PMT SN 3.1 dengan setting waktu 1,089 detik. PMT SL 3.8 adalah backup 2 dengan setting waktu 1,489 detik dan yang menjadi backup 3 adalah PMT S.P 3.6 dengan setting waktu 1,889 detik.Kata kunci : Gangguan, relai arus lebih, setting arus, setting waktu
Co-Authors A. F. Nelwan Alan R. Demmassabu Alexsander, Brando Andreas A. Mengko Aprilian P. Kawihing Ardy W. Tanod Ardy W. Tanod, Ardy W. Arungpadang, Tritiya A.R. Bambang Soeroso Bambang Soeroso, Bambang Barasa, Maruli Ch.M. Brando Alexsander Brave A. Sugiarso Brigita Sitorus Brigita Sitorus, Brigita Chandra P. Putra Christoper A. Santjiatodjaja Cindy L. Kawulur Denny S.T. Salu Dwi R. Irawan Dwi R. Irawan, Dwi R. Ferdy Lumeno Ferdy Lumeno, Ferdy Fielman Lisi Filia M. Posundu Fitriani A.Y. Walangare Frietz A. Rotinsulu Garcia E.J. Toreh Glanny M. Ch. Mangindaan Glanny M.Ch. Mangindaan Glanny M.Ch. Mangindaan, Glanny M.Ch. Halvy Kolondam Hans Tumaliang Hendra B. Palit Indra Pondaag James P. Ulahayanan Janeer E.T. Pioh Janeer E.T. Pioh, Janeer E.T. Jefferson Longdong Jendry B. Sepang Junaldy, Muhammad Leoborus N. Hurlatu Luntungan, Renaldi P. M. S. Paraisu Maickel Tuegeh Maickel Tuegeh Mangindaan, Glanny M. Ch. Marthinus Pakiding Maruli Ch.M. Barasa Masarrang, Rudolfus Mika Mika Muhammad Junaldy Nolki J. Hontong Novendry Tenda Novendry Tenda, Novendry Olivie T.L. Mogot Palit, Hendra B. Pondaag, Indra Putra A.K. Liando Renaldi P. Luntungan Rudolfus Masarrang Ryan M. Mangewa Santjiatodjaja, Christoper A. Sartje Silimang Sepang, Jendry B. Sherwin R.U.A. Sompie Tirza Kawengian Tondok, Yaved P. Topuh, Elvionita C. Tritiya A.R. Arungpadang Ulahayanan, James P. Vecky Poekoel Vecky Poekoel, Vecky Yaulie D.Y. Rindengan Yaulie Deo Y. Rindengan Yaved P. Tondok Yehezkiel Rondonuwu Yulianto Mariang