Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Studi Literatur: Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Guided Inquiry (GI) terhadap Hasil Belajar Kognitif, Afektif, dan Psikomotor Siswa Sekolah Menengah pada Materi Biologi: (Literature Study: The Effect Of Application Of Guided Inquiry (GI) Learning Models On Cognitive, Affective, And Psychomotor Learning Outcomes Of Middle School Students On Biology Materials) Mutia Hanifah; Purwanti Pratiwi Purbosari
BIODIK Vol. 8 No. 2 (2022): June 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/bio.v8i2.14791

Abstract

The guided inquiry learning model is a learning model that has the potential to improve student learning outcomes. However, no researchers have conducted a literature study on the effect of applying the guided inquiry learning model on learning outcomes in the cognitive, affective, and psychomotor domains of high school students on biology material. This research was a literature study with a narrative review design. The scientific articles used as research data were 42 articles from the international journal, national journals accredited, national journals unaccredited, proceedings, and repositories. Article validation was carried out by considering freely accessible articles, quality of research methodologies, article topics, article objects, and research references for the last ten years. Data collection techniques through keywords and presented in tabular form. The data analysis technique used descriptive analysis. Based on the literature study, applying the guided inquiry learning model could improve high school students' cognitive, affective, and psychomotor learning outcomes on biology material. Keyword : cognitive, affective, psychomotor learning outcomes, guided inquiry, literature study. Abstrak Model pembelajaran guided inquiry merupakan model pembelajaran yang berpotensi untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Akan tetapi, belum ada peneliti yang melakukan kajian literatur mengenai pengaruh penerapan model pembelajaran guided inquiry terhadap hasil belajar ranah kognitif, afektif, dan psikomotor siswa sekolah menengah pada materi biologi. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur dengan desain narrative review. Artikel ilmiah yang digunakan sebagai data penelitian sebanyak 42 artikel yang berasal dari jurnal internasional, jurnal nasional terakreditasi, jurnal nasional tidak terakreditasi, prosiding, dan repository. Validasi artikel dilakukan dengan mempertimbangkan artikel dapat diakses secara bebas, kualitas metodologi penelitian, topik bahasan artikel, objek penelitian artikel, dan dengan referensi 10 tahun terakhir. Teknik pengumpulan data melalui kata kunci dan disajikan dalam bentuk tabel. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil studi literatur, penerapan model pembelajaran guided inquiry dapat meningkatkan hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotor siswa sekolah menengah pada materi biologi. Kata Kunci: hasil belajar kognitif, afektif, psikomotor, guided inquiry, studi literatur
Pelatihan Pengolahan Produk Hasil Pertanian Organik pada Ibu-Ibu Kelompok Rumah Sayur SKM di Desa Somongari, Purworejo Utami, Nurul Putrie; Sasongko, Hadi; Salamah, Zuhrotus; Purbosari, Purwanti Pratiwi
Indonesia Berdaya Vol 3, No 3: May-July 2022
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022233

Abstract

Organic agricultural products such as fresh vegetables is a product that is easily damaged and can cause losses if not utilized properly. Food processing is a way to increase the storage capacity of organic agricultural products. Instead of increasing storability of food, processing food products is also a choice to develop marketing of agricultural products. Therefore, the organic farming women as the members of the SKM (Suka Karya Makmur) Vegetable House Group was given training in the processing of organic agricultural products in the form of vegetable noodles, spinach chips, and vegetable sticks. The training activities were carried out using demonstration and simulation methods which were attended by 35 people. The team provides a demonstration with examples and then the participants simulate the processing of food products independently. Evaluation of activities is carried out by providing pre-test and post-test, observation, and interviews of participants. The result of this activity is an increase in knowledge, skills, and entrepreneurial interest from the members of the SKM Vegetable House Group. The training activity for the manufacture of organic agricultural products is the first step to improve the economic status of the community in Somongari Village.
PENINGKATAN NILAI EKONOMI TEMULAWAK MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN MINUMAN INSTAN Utami, Nurul Putrie; Sasongko, Hadi; Salamah, Zuchrotus; Purbosari, Purwanti Pratiwi
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i1.2497

Abstract

Temulawak merupakan salah satu tumbuhan rimpang yang mengandung banyak khasiat. Desa Somongari, selain terkenal dengan hasil manggis dan durian, ternyata juga memiliki hasil temulawak yang melimpah dan masih belum termanfaatkan dengan baik serta hanya dijual dalam bentuk kering. Terlebih kondisi perekonomian masyarakat sedang menurun karena hasil durian dan manggis beberapa tahun terakhir terus menurun. Oleh sebab itu, pelatihan pemanfaatan temulawak menjadi minuman instan bisa menjadi salah satu upaya peningkatan perekonomian masyarakat. Pembuatan minuman instan merupakan teknologi pengolahan pengkristalan yang sederhana dan mampu meningkatkan daya simpan dan daya terima dari hasil temulawak di Desa Somongari sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi pula. Kegiatan pelatihan ditujukan bagi kelompok wanita tani di Desa Somongari. Pelatihan dilaksanakan dengan metode simulasi pembuatan produk temulawak instan. Sarana yang digunakan pada pelatihan adalah media leaflet, alat masak dan bahan baku minuman instan. Evaluasi kegiatan ini dilakukan dengan menilai pengetahuan awal dan akhir dengan kuesioner serta observasi langsung. Hasil dari kegiatan pelatihan ini yaitu terdapat peningkatan pengetahuan dalam mengolah minuman temulawak instan (p<0,01). Selain itu, para peserta juga makin terampil dalam mengolah minuman instan ini. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa pelatihan pembuatan minuman temulawak instan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan mengenai temulawak dan memberikan peluang usaha kepada masyarakat sehingga meningkatkan perekonomian
Pengetahuan Covid-19 dan Vaksinasinya pada Siswa Kelas X Sekolah Menengah Atas (SMA) di Distrik Wanggar dan Distrik Yaro Kabupaten Nabire Purbosari, Purwanti Pratiwi; Damayanti, Lailatul Essra
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 7 No 3 (2022): Volume 7 Nomor 3, Agustus 2022
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.821 KB) | DOI: 10.28926/briliant.v7i3.1080

Abstract

Distrik Wanggar dan Distrik Yaro merupakan salah satu distrik yang berada di Kabupaten Nabire. Terkait terjadinya kasus pertama Covid-19 di Kabupaten Nabire, Distrik Wanggar merupakan distrik yang masuk kategori awal. Sementara itu, Distrik Yaro merupakan distrik yang masuk kategori akhir. Perbedaan waktu terdapatnya kasus pertama Covid-19 di kedua distrik ini dimungkinkan dapat mempengaruhi pengetahuan siswa tentang Covid-19 dan vaksinasinya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan pengetahuan terkait Covid-19 dan vaksinasinya pada siswa kelas X Sekolah Menengah Atas pada Distrik Wanggar dan Distrik Yaro. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket. Analisis data secara deskriptif kuantitatif dan uji Oneway-ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa dari Distrik Wanggar (48,39%)  memiliki pengetahuan yang tinggi terkait Covid-19 dan vaksinasinya. Sementara itu, sebagian besar siswa di Distrik Yaro (61,29%) memiliki pengetahuan kategori sedang. Berdasarkan hasil analisis Oneway-ANOVA diketahui bahwa pengetahuan Covid- 19 dan vaksinasinya pada siswa kelas X Sekolah Menengah Atas di Distrik Wanggar dan Distrik Yaro  terdapat perbedaan yang signifikan.
Penyusunan Leaflet Variasi Morfologi Durian sebagai Sumber Belajar Biologi SMA berdasarkan Hasil Studi Variasi Karakter Morfologi Buah Durian (Durio zibethinus Murr.) di Dusun Dirun Kabupaten Banjarnegara Purbosari, Purwanti Pratiwi; Putri, Maulita Nofretari Hardana
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 7 No 3 (2022): Volume 7 Nomor 3, Agustus 2022
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.08 KB) | DOI: 10.28926/briliant.v7i3.1081

Abstract

Salah satu objek atau gejala yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar adalah potensi daerah. Dusun Dirun memiliki potensi berupa keanekaragaman durian yang sudah terkenal secara nasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi hasil studi variasi morfologi durian di Dusun Dirun sebagai sumber belajar biologi kelas X SMA pada materi keanekaragaman hayati, serta untuk mengetahui kualitas leaflet yang disusun berdasarkan hasil kajian tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang meliputi dua langkah pokok, yaitu analisis potensi dan pengukuran kualitas leaflet. Hasil analisis potensi menunjukkan bahwa hasil studi variasi morfologi durian di Dusun Dirun berpotensi sebagai sumber belajar biologi SMA kelas X, materi keanekaragaman hayati. Berdasarkan hasil penilaian, leaflet yang disusun termasuk ke dalam kategori “sangat baik” menurut ahli materi maupun ahli media. Rata-rata nilai yang diperoleh dari ahli materi adalah sebesar 85,31%, sedangkan dari ahli media sebesar 83,85%
Implementasi Project Based Learning untuk Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Dasar Negeri Hidayah, Nur; Purbosari, Purwanti Pratiwi
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 9 No 3 (2024): Volume 9 Nomor 3, Agustus 2024
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/briliant.v9i3.1855

Abstract

This research aimed to analyze the implementation of Project Based Learning to create a Pancasila student profile at SD Negeri Bakulan, Yogyakarta. This type of research was qualitative in the form of a case study through interviews, observation, and document study. The research results showed good planning at SD Negeri Bakulan regarding the implementation of PjBL, which was characterized by team formation, scheduling, creating general themes, creating teaching modules, and outreach to students’s parents. The implementation stage was carried out by following the steps of the PjBL learning model. After the implementation stage, reflection and evaluation were carried out for each PjBL activity. Supporting factors in implementing PjBL at SD Negeri Bakulan include good cooperation from teachers, teacher readiness in planning and implementing it, high student enthusiasm, good parental enthusiasm, the existence of facilities and infrastructure as well as tools and materials that were readily available, and there were examples of implementing project learning on the independent teaching platform. . Meanwhile, factors that hinder the implementation were the students feeling bored in the middle of the process and teacher creativity still needs to be further developed.
Knowledge and Attitude of Biology Teacher Candidate Students towards Genetically Modified Organisms (GMOs) Purwanti Pratiwi Purbosari; Destri Ratna Ma&#039;rifah
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 10 No. 2 (2021): December 2021
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v10i2.9173

Abstract

Genetically Modified Organisms (GMOs) provide many benefits and promote public debate regarding their safety and risks. Currently, there is a lack of research that specifically focuses on biology teacher candidates’ knowledge and attitude towards GMOs. This study aimed to explore the knowledge and attitude of biology teacher candidate students towards GMOs. The data was collected through an online questionnaire distributed. The data scores of knowledge and attitude were analyzed using an independent sample t-test to analyze the effect of the genetic course on the knowledge and attitude of biology teacher candidate students towards GMOs. A Pearson correlation was used to determine the correlation between teacher candidates' knowledge and attitudes towards GMOs. As a result, genetic courses do not significantly affect the knowledge or attitude of biology teacher candidate students towards GMOs. There was a positive correlation between knowledge and attitude of biology teacher candidate students towards GMOs.
PENDIDIKAN PROFESI GURU DALAM PANDANGAN MAHASISWA Destri Ratna Ma’rifah; Purwanti Pratiwi Purbosari
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 1 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v9i1.41375

Abstract

Program kebijakan pemerintah terkait dengan profesionalitas guru saat ini tengah digalakkan melalui program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Dalam kurun waktu pelaksanaan PPG tersebut, belum diketahui secara jelas terkait pandangan mahasiswa yang saat ini berkuliah di program studi kependidikan, terutama pendidikan biologi FKIP UAD, terkait program PPG. Pengetahuan akan persepsi mahasiswa diharapkan dapat menjadi salah satu informasi yang berguna bagi keselarasan antara program studi kependidikan dengan program PPG. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan mahasiswa angkatan 2015 yang merupakan mahasiswa semester VIII) Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UAD terkait dengan program PPG. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data kualitatif. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif menggunakan teknik reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Data dikumpulkan melalui angket terbuka dan wawancara kepada responden. Responden dalam penelitian ini sebanyak 42 mahasiswa angkatan 2015 Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UAD yang dipilih secara acak. Dari penelitian ini diketahui bahwa 100% mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi angkatan 2015 mengetahui adanya program PPG. 93% mahasiswa mengetahui informasi tentang PPG saat mereka duduk di bangku kuliah, sedangkan 7% mengetahui saat masih di bangku SMA. Mahasiswa mengetahui adanya program PPG ini dari beberapa sumber. Pengetahuan mahasiswa angkatan 2015 terkait sasaran, manfaat, dan pelaksanaan program PPG bervariasi. 71,43% mahasiswa mengaku tertarik untuk mengikuti program PPG, sedangkan 28,57% tidak tertarik. Mahasiswa yang tidak berminat untuk mengikuti PPG menyampaikan alasan bahwa mereka lebih memilih untuk langsung melanjutkan ke jenjang S2 atau langsung bekerja. Alasan lain adalah lantaraan merasa belum diwajibkan untuk mengikuti program PPG, serta adapula yang dikarenakan belum ingin menjadi guru. Terkait saran mahasiswa terhadap pelaksanaan program PPG cukup bervariasi.Government policy programs related to teacher professionalism are currently being promoted through the Teacher Professional Education (PPG) program. During the PPG implementation period, it was not clear what the views of students currently studying in educational study programs, especially biology education at FKIP UAD, related to the PPG program were. Knowledge of student perceptions is expected to be one of the useful information for alignment between educational study programs and PPG programs. This study aims to determine the views of 2015 students who are semester VIII students of the Biology Education Study Program, FKIP UAD related to the PPG program. This research is a qualitative descriptive study. The data obtained in this study is qualitative data. The data obtained were analyzed descriptively using data reduction techniques, data presentation and drawing conclusions. Data were collected through open questionnaires and interviews with respondents. Respondents in this study were 42 students of the 2015 Biology Education Study Program, FKIP UAD who were randomly selected. From this research, it is known that 100% of students of the 2015 Biology Education Study Program are aware of the PPG program. 93% of students know information about PPG when they are in college, while 7% know when they are still in high school. Students know about this PPG program from several sources. The knowledge of the 2015 students regarding the objectives, benefits, and implementation of the PPG program varies. 71.43% of students claimed to be interested in joining the PPG program, while 28.57% were not. Students who are not interested in participating in PPG convey the reason that they prefer to directly continue to the Masters level or go straight to work. Another reason is because they feel they are not obliged to join the PPG program, and some are because they don't want to become a teacher. Regarding student suggestions for the implementation of the PPG program, it is quite varied.
Quality of biology laboratory infrastructure and Facilities in High School Sekar Ganda Ning Tyas Arum; Much Fuad Saifuddin; Silfi Pratiwi; Tri Rahayu Isnayanti; Dinda Iftiqa Rahma; Etika Dyah Puspitasari; Retno Wulandari; Purwanti Pratiwi Purbosari
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 10, No 2: Jurnal Pembelajaran Dan Biologi Nukleus July 2024
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpbn.v10i2.4459

Abstract

Practicum is one of the essential learning activities for students psychomotor and fosters scientific attitudes in students. Therefore, adequate laboratory infrastructure is needed. Biology laboratory standards are contained in the regulation of the Minister of national education No. 24 of 2007 concerning Standards for Educational Facilities and Infrastructure. The research as descriptive qualitative was conducted at School A, School B, and School C with data collection techniques using observation and interviews. The study results indicate that laboratory facilities and infrastructure, including infrastructure, facilities and Biosecurity Level 1, follow the standards set in the regulation of the Minister of national education No. 24 of 2007. Based on the research that has been done, the most suitable facilities and infrastructure according to the standards of regulation of the Minister of national education No. 24 of 2007 are School B. Fulfillment of standards can support the smooth running of practicum. Besides, schools must keep raising standards to a higher level.