Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengaruh Continuity of Care Terhadap Persalinan: The Effect of Continuity of Care on Childbirth Barokah, Liberty; Agustina, Silvia Ari; Zolekhah, Dewi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 3 (2022): March 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.442 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i3.2102

Abstract

Latar Belakang: Kehamilan, persalinan nifas, dan neonatus pada umumnya merupakan suatu kejadian fisiologis yang normal, tetapi kadang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Kehamilan, persalinan, nifas, dan neonatus yang semula fisiologis berkembang menjadi keadaan patologis dan dapat mengancam jiwa ibu serta bayi. Salah satu upaya dalam mengoptimalkan deteksi risiko tinggi maternal neonatal, ibu hamil sampai dengan nifas membutuhkan pendampingan secara terus menerus. Pelayanan kebidananan secara COC (Continuity of Care) merupakan pelayanan yang tercapai ketika terjalinnya hubungan secara berkelanjutan antara seorang klien dan bidan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Continuity of Care terhadap kesehatan ibu bersalin di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu (quasi experiment) dengan metode Posstest-Only Control Design. Dalam rancangan ini sampel dibagi menjadi dua kelompok yaitu, kelompok I dilakukan pendampingan secara berkesinambungan dan kelompok II sebagai kontrol. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan data primer berupa lembar observasi dan data sekunder dari rekam medis, buku KIA, dan register. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 208 responden, yang terbagi menjadi 2 kelompok dengan masing-masing kelompok 104 responden. Uji statistik yang digunakan uji Mann Whitney. Hasil: Dari total responden 240 ibu bersalin, diketahui bahwa sebagian besar umur ibu adalah 20-35 tahun (74,6%), terdapat 46 (19,2%) ibu melahirkan dengan SC, dan 77 (32,1%) ibu mengalami komplikasi dan tanda bahaya persalinan. Komplikasi dan tanda bahaya yang terbanyak adalah KPD (Ketuban Pecah dini yaitu 37 ibu bersalin (15,4%). Hasil uji beda didapatkan nilai p=0,029. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa Ho ditolak, ada perbedaan yang signifikan antara komplikasi persalinan antara kelompok yang diberi asuhan berkesinambungan dengan yang tidak diberikan asuhan berkesinambunganPenelitian ini menyimpulkan bahwa Continuity of care terbukti berpengaruh terhadap kesehatan ibu bersalin, dengan resiko saat bersalin bisa di minimalkan karena jika ada kelainan sudah bisa terdeteksi dari awal sebelum persalinan.
ANALISIS DETERMINAN MASALAH GIZI BALITA Agustina, Silvia Ari; Rahmadhena, Melisa Putri
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 11 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v11i1.685

Abstract

Balita di Indonesia mengalami permasalahan gizi ganda (double burden), di satu sisi mengalami obesitas, namun di sisi lainnya mengalami stunting, anemia, kurus, hingga gizi buruk. Masalah gizi tidak bisa dismakan dengan penyakit, karena masalah gizi prosesnya berlangsung lama Penelitian ini untuk menganalisis determinan masalah gizi balita yang meliputi status sosial ekonomi, pendidikan, kelengkapan imunisasi, riwayat ASI, BBLR, dan penyakit yang diderita balita dengan masalah gizi di Puskesmas Tempel 1 Sleman Yogyakarta. Desain penelitian menggunakan teknik lapangan (field research) dengan jenis penelitian analitik korelasi dan menggunakan pendekatan cross sectional study. Waktu penelitian pada bulan Agustus- Desember 2018. Penelitian ini dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Tempel 1 dengan jumlah sampel minimal 97. Cara pengumpulan data secara langsung untuk pengumpulan data kuantitatif dengan menggunakan angket. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah jenis non probability sampling yaitu menggunakan consecutive sampling (sampling kuota). Analisis data menggunakan analisis multivariat regresi logistik ganda. Terdapat hubungan yang positif dan secara statistik signifikan antara determinan masalah gizi balita dengan beberapa variabel independen yang diteliti. Secara statistik diperoleh hasil status ekonomi (OR:2,79; CI 95%:0,004-0,93; p<0,05), riwayat ASI Eklusif (OR:0,3,69; CI 95%:0,000-0,295; p<0,05), riwayat BBLR (OR:6,45; CI 95%:0,00-0,06; p<0,05) dan riwayat penyakit (OR:3,97; CI 95%:0,01-0,66;p<0,05), dan ada 2 variabel independen yang lain lain tidak mempunyai hubungan yang signifikan yaitu variabel tingkat pendidikan dan kelengkapan imunisasi. Secara bersama-sama seluruh variabel independen di dalam model regresi logistik ini mampu menjelaskan atau memprediksi masalah gizi sebesar 88,4%. Faktor riwayat penyakit yang mempunyai risiko paling besar untuk mengalami masalah gizi balita. 
PARITAS SEBAGAI PREDIKTOR ADOPSI MHEALTH PADA IBU HAMIL DALAM DETEKSI DINI RISIKO KEHAMILAN Sunarti, Nining Tunggal Sri; Agustina, Silvia Ari; Lestari, Reni Tri; Ambarwati, Eny Retna
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 8, No 2 (2026): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v8i2.38319

Abstract

Pemanfaatan teknologi kesehatan seluler (mobile health/mHealth) melalui aplikasi kehamilan memiliki potensi besar dalam meningkatkan efektivitas deteksi dini risiko kehamilan, namun tingkat adopsinya dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk karakteristik obstetri seperti paritas. Penelitian ini memiliki kebaruan dalam menyoroti peran paritas sebagai determinan utama dalam adopsi mHealth, khususnya perbedaan perilaku antara ibu dengan pengalaman reproduksi rendah dan tinggi yang masih terbatas dibahas pada studi sebelumnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh paritas terhadap adopsi mHealth sebagai sarana deteksi dini risiko kehamilan. Metode yang digunakan adalah studi kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional pada 254 ibu hamil, dengan pengumpulan data melalui kuesioner terkait karakteristik obstetri dan perilaku penggunaan aplikasi, serta analisis menggunakan uji Chi-Square dan Odds Ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang sangat signifikan antara paritas dan penggunaan aplikasi kehamilan (P-value 0,001), di mana ibu dengan paritas rendah (nulipara dan primipara) memiliki peluang 7,071 kali lebih besar untuk menggunakan aplikasi dibandingkan ibu multipara (OR = 7,071; 95% CI = 3,157–15,841). Kesimpulannya, paritas merupakan prediktor signifikan dalam adopsi mHealth selama kehamilan, di mana ibu dengan paritas rendah cenderung lebih bergantung pada informasi digital, sementara rendahnya adopsi pada ibu multipara menunjukkan perlunya pendekatan edukasi digital yang lebih inovatif untuk meningkatkan keterlibatan mereka dalam pemantauan risiko kehamilan secara mandiri.