Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

HUBUNGAN KOMPONEN HEALTH BELIEF MODEL DENGAN UPAYA PENCEGAHAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL PADA IBU RUMAH TANGGA MELALUI PENGGUNAAN KONDOM Agustina, Silvia Ari
HEARTY Vol 7 No 2 (2019): AGUSTUS
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.625 KB) | DOI: 10.32832/hearty.v7i2.2874

Abstract

IMS merupakan penyakit yang banyak ditularkan meelalui hubungan seksual. Penggunaan pengaman atau kondom saat berhubungan seksual efektif untuk mencegah penyakit ini. IMS banyak menjangkiti kelompok berisiko seperti WPS, akan tetapi belakangan terakhir ini Ibu Rumah Tangga yang notabenenya hanya punya satu pasangan bisa terjangkit penyakit IMS ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan komponen Health Belief Model (HBM) dengan perilaku penggunaan kondom pada ibu rumau tangga. Metodepenelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah mixed methodology dengan strategi eksplanatoris sekuensial. Penelitian ini dimulai dari pengumpulan data kuantitatif terlebih dahulu, setelah selesai untukmemperkuat hasil ditambah dengan data kualitatif. Jumlah sampel untuk data kuantiatif sebanyak 101 responden. Sedangkan untuk data kualitatif melibatkan 2 Ibu Rumah Tangga, 2 Suami, petugas Puskesmas yang melayani penapisan Infeksi Menular Seksual dan 1 Lembaga Swadaya Masyarakat. Analisis yang digunakan adalah regresi linier ganda. Validitas dan reliabilitas data kualitatif menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil Penelitian terdapat hubungan yang positif dan secara statistik signifikan antara penggunaankondom dengan beberapa variabel independen yang diteliti. Secara statistik diperoleh hasil yang signifikan adalah variabel persepsi kerentanan (b:-0,12; CI 95%: -0,23 hingga -0,00; p<0,05), persepsi hambatan kondom(b:-0,11; CI 95%: -0,22 hingga -0,00; p<0,05), dan efikasi diri (b: 0,19; CI 95%: 0,10 hingga 0,28; p<0,01). Secara bersama-sama seluruh variabel independen di dalam model regresi linier ganda ini mampu menjelaskanperilaku penggunaan kondom sebesar 32%. Ibu Rumah Tangga sering mengajak suami untuk menggunakan kondom, tetapi suami sering menolak dengan berbagai alasan, misalnya kurang nyaman menggunakan kondom
Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja, Menstruasi, Dismenorea, dan Periksa Payudara Sendiri (Sadari) Zolekhah, Dewi; Kusumawardani, Arum Margi; Agustina, Silvia Ari; Barokah, Liberty
JMM - Jurnal Masyarakat Merdeka Vol 8, No 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jmm.v8i2.188

Abstract

Masa remaja merupakan merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa yang meliputi perubahan biologis, psikologis dan sosial. Masa remaja diawali dengan pertumbuhan yang sangat cepat. Kasus seputar reproduksi remaja sekarang semakin meningkat, disebabkan ketidak pahaman remaja terhadap berbagai aspek reproduksi yang berhubungan dengan dirinya sendiri. Permasalahan remaja mengenai seksualitas dan kesehatan reproduksi kian lama dirasakan kian kompleks dan memprihatinkan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertema “Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja”. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan remaja dapat mengetahui tentang Kesehatan reproduksi pada remaja. Tempat Pengabdian yaitu di SMAN 1 Kasihan Bantul, Yogyakarta. Metode yang digunakan yaitu dengan tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan tahap akhir. Hasil dari pengabdian Masyarakat ini yaitu terjadi peningkatan pengetahuan siswa di SMAN 1 Kasihan Bantul. Sebelum penyuluhan, terdapat 13 siswa (31,7%) dengan pengetahuan kurang, 20 siswa (48,8%) dengan pengetahuan cukup, dan 8 siswa (19,5%) dengan pengetahuan kurang. Setelah penyuluhan, tidak ada siswa dengan pengetahuan kurang, 8 siswa (22%) dengan pengetahuan cukup, dan 32 siswa (78%) dengan pengetahuan baik.
Pengaruh Continuity of Care Terhadap Persalinan: The Effect of Continuity of Care on Childbirth Barokah, Liberty; Agustina, Silvia Ari; Zolekhah, Dewi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 3 (2022): March 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.442 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i3.2102

Abstract

Latar Belakang: Kehamilan, persalinan nifas, dan neonatus pada umumnya merupakan suatu kejadian fisiologis yang normal, tetapi kadang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Kehamilan, persalinan, nifas, dan neonatus yang semula fisiologis berkembang menjadi keadaan patologis dan dapat mengancam jiwa ibu serta bayi. Salah satu upaya dalam mengoptimalkan deteksi risiko tinggi maternal neonatal, ibu hamil sampai dengan nifas membutuhkan pendampingan secara terus menerus. Pelayanan kebidananan secara COC (Continuity of Care) merupakan pelayanan yang tercapai ketika terjalinnya hubungan secara berkelanjutan antara seorang klien dan bidan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Continuity of Care terhadap kesehatan ibu bersalin di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu (quasi experiment) dengan metode Posstest-Only Control Design. Dalam rancangan ini sampel dibagi menjadi dua kelompok yaitu, kelompok I dilakukan pendampingan secara berkesinambungan dan kelompok II sebagai kontrol. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan data primer berupa lembar observasi dan data sekunder dari rekam medis, buku KIA, dan register. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 208 responden, yang terbagi menjadi 2 kelompok dengan masing-masing kelompok 104 responden. Uji statistik yang digunakan uji Mann Whitney. Hasil: Dari total responden 240 ibu bersalin, diketahui bahwa sebagian besar umur ibu adalah 20-35 tahun (74,6%), terdapat 46 (19,2%) ibu melahirkan dengan SC, dan 77 (32,1%) ibu mengalami komplikasi dan tanda bahaya persalinan. Komplikasi dan tanda bahaya yang terbanyak adalah KPD (Ketuban Pecah dini yaitu 37 ibu bersalin (15,4%). Hasil uji beda didapatkan nilai p=0,029. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa Ho ditolak, ada perbedaan yang signifikan antara komplikasi persalinan antara kelompok yang diberi asuhan berkesinambungan dengan yang tidak diberikan asuhan berkesinambunganPenelitian ini menyimpulkan bahwa Continuity of care terbukti berpengaruh terhadap kesehatan ibu bersalin, dengan resiko saat bersalin bisa di minimalkan karena jika ada kelainan sudah bisa terdeteksi dari awal sebelum persalinan.