Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

POLA ASUH ORANG TUA BALITA DENGAN MASALAH GIZI Reni Merta Kusuma; Silvia Ari Agustina
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol. 5 No. 2 (2019): Edisi Juni
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN UMMI KHASANAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan balita sangat penting diperhatikan oleh semua pihak.Data Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih terdapat balita yang mengalami gizi kurang dan gizi buruk.Permasalahan pertumbuhan balita dipengaruhi oleh pola asuh orang tua.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola asuh orang tua yang memiliki balita dengan masalah gizi di Kelurahan Bener Kota Yogyakarta. Penelitian dirancang secara deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel berjumlah 22 balita.Alat ukur menggunakan kuesioner dan check list.Uji validitas menggunakan Pearson Product Moment. Uji analisis variabel menggunakan analisis univariat dengan persentase dan skor T. Jika pola asuh baik: skor T responden > Mean T dan jika pola asuh buruk: skor T responden ?Mean T. Hasil penelitian menunjukkan pola asuh dalam pemberian makan hanya 4,5% yang masuk dalam kategori kurang, pola asuh rangsangan psikososial kategorinya berimbang yaitu sama-sama 50% untuk yang kurang dan juga baik, pola asuh praktik kebersihan/higiene dan sanitasi lingkungan mayoritas baik yatu 86,4%, pola Asuh Praktek Kesehatan mayoritas masuk dalam kategori baik sedangkan yang kurang hampir ¼ dari total responden yaitu 22,7%, dan pola asuh secara keseluruhan mayoritas dalam kategori baik, meskipun masih ada 40,9% responden yang masuk dalam kategori kurang. Saran kepada pihak puskesmas, kader, dan ibu yang memiliki balita hendaknya saling bersinergi untuk meningkatkan status gizi balita yang dimulai dari upaya penambahan berat badan dengan cara memberikan asupan yang bergizi dan melatih balita dalam keterampilan makan.
DUKUNGAN SUAMI DENGAN SIKAP IBU HAMIL TRIMESTER III DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF Silvia Ari Agustina; Muftiyatur Rohmah
Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 5 No. 2 (2018): Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan
Publisher : Prodi D III Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.539 KB) | DOI: 10.35316/oksitosin.v5i2.347

Abstract

Breast milk is very beneficial for babies, mothers, families, countries and the earth, so every mother is encouraged to do breastfeeding to their babies. The lowest coverage of exclusive breastfeeding in Gunungkidul District is Girisubo Health Center as much as 32.8%. Many factors influence the low coverage of exclusive breastfeeding, one of them is the support of the family especially the husband. Support from the nearest person (husband) is important in the success of exclusive breastfeeding. Objective this study to Know Relationship between Husband’s Support and woman’s attitude in their third trimester towards Exclusive Breastfeeding at Public Health Center of Girisubo Gunung Kidul. This study types was correlational analytic research with cross sectional study design. Sampling technique used purposive sampling with a large sample of 86 trimester pregnant women 3 who had a husband and live together. Data collection used closed questionnaires with Likert scale. Data analysis used chi square test. This research showed that Husband’s support in exclusive breastfeeding majority in less than 46 respondents (53,5%). Likewise with the attitude of pregnant women in giving the majority of the milk is also negative by 57%. The result of cross tabulation of husband support is negative, mother's attitude in giving ASI 32 fall in negative category, whereas the husband/s support is positive, negative pregnant woman attitude only 17. Result bivariate analysis is known that p value = 0,011, there is relationship between husband support with attitude of pregnant mother with OR value as much as 3,092. It can be concluded that there is a statistically significant relationship between the husband’s support and the attitude of the expectant mother. The husband's positive support to the wife, raises 3 positive attitudes of TM III pregnant women in exclusive breastfeeding. Keywords: Attitude, Support, Exclusive Breast Milk ABSTRAK ASI sangat bermanfaat baik bagi bayi, ibu, keluarga, negara serta bumi, sehingga setiap ibu dianjurkan untuk memberikan ASI. Puskesmas Girisubo mempunyai cakupan pemberian ASI eksklusif terendah di wilayah Kabupaten Gunungkidul yaitu sebanyak 32,8%. Rendahnya cakupan dapat dipengaruhi banyak faktor, salah satunya adalah dukungan dari keluarga khususnya suami. Dukungan dari suami atau keluarga sangat berperan dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Tujuan dari peneitian ini adalah mengetahui korelasi dukungan suami dengan sikap Ibu Hamil Trimester III dalam Pemberian ASI Eksklusif di Puskesmas Girisubo Gunung Kidul. Jenis penelitian analitik korelasi dengan desain penelitian cross sectional. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Besar sampel yang digunakan sebanyak 86 ibu hamil trimester 3 yang memiliki suami dan tinggal bersama. Pengumpulan data menggunakan kuesioner tertutup dengan skala Likert. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini adalah Dukungan suami kepada istri dalam memberikan ASI eksklusif mayoritas negatif sebanyak 46 responden (53,5%). Begitu pula dengan sikap ibu hamil dalam memberikan ASI mayoritas juga negatif sebesar 57%. Hasil tabulasi silang dukungan suami yang negatif, sikap ibu hamil TM III dalam memberikan ASI 32 masuk dalam kategori negatif, sedangkan jika dukungan suami yang positif, sikap ibu hamil yang negatif hanya 17. Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p = 0,011, ada korelasi yang signifikan antara dukungan suami dengan sikap ibu hamil dengan nilai OR diketahui 3,092. Dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan secara statistik antara dukungan suami dengan sikap ibu hamil. Dukungan positif suami kepada istri, meningkatkan 3 kali sikap positif ibu hamil TM III dalam pemberian ASI Eksklusif. Kata kunci: Sikap, Dukungan, ASI Eksklusif
BABY MESSAGE UNTUK OPTIMALISASI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN DI POSYANDU PERTIWI GAMPING KIDUL AMBARKETAWANG GAMPING SLEMAN Liberty Barokah; Ratna Prahesti; Silvia Ari Agustina; Ika Fitria Ayuningtyas
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 7: Desember 2021
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v1i7.672

Abstract

Pijat bayi biasa disebut dengan stimulus touch. Pijat bayi dapat diartikan sebagai sentuhan komunikasi yang nyaman antara ibu dan bayi. Kegiatan ini bertujuan agar ibu yang mempunyai bayi mendapatkan pengetahuan tentang Baby Message manfaat serta cara melakukan pijat bayi di rumah untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan lebih optimal. Pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan tahap akhir. Tahapan persiapan meliputi pengkajian masalah dan penyusunan proposal. Tahapan pelaksanaan memberikan pendidikan kesehatan tentang baby message dan melakukan pijat bayi. Tahap yang terakhir adalah melakukan evaluasi terhadap pengetahuan ibu tentang baby message dan melihat apakah ibu bisa melakukan baby message sesuai yang sudah diajarkan. Kegiatan ini dinilai berhasil karena mayoritas ibu mengalami peningkatan pengetahuan setelah penyuluhan yaitu prestest pengetahuan baik 17,4% dan posttest menjadi 73,9%. Kesimpulan terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu tentang baby message untuk optimalisasi pertumbuhan dan perkembangan.
Pengaruh Continuity of Care Terhadap Persalinan: The Effect of Continuity of Care on Childbirth Liberty Barokah; Silvia Ari Agustina; Dewi Zolekhah
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 3: MARCH 2022 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.442 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i3.2102

Abstract

Latar Belakang: Kehamilan, persalinan nifas, dan neonatus pada umumnya merupakan suatu kejadian fisiologis yang normal, tetapi kadang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Kehamilan, persalinan, nifas, dan neonatus yang semula fisiologis berkembang menjadi keadaan patologis dan dapat mengancam jiwa ibu serta bayi. Salah satu upaya dalam mengoptimalkan deteksi risiko tinggi maternal neonatal, ibu hamil sampai dengan nifas membutuhkan pendampingan secara terus menerus. Pelayanan kebidananan secara COC (Continuity of Care) merupakan pelayanan yang tercapai ketika terjalinnya hubungan secara berkelanjutan antara seorang klien dan bidan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Continuity of Care terhadap kesehatan ibu bersalin di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu (quasi experiment) dengan metode Posstest-Only Control Design. Dalam rancangan ini sampel dibagi menjadi dua kelompok yaitu, kelompok I dilakukan pendampingan secara berkesinambungan dan kelompok II sebagai kontrol. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan data primer berupa lembar observasi dan data sekunder dari rekam medis, buku KIA, dan register. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 208 responden, yang terbagi menjadi 2 kelompok dengan masing-masing kelompok 104 responden. Uji statistik yang digunakan uji Mann Whitney. Hasil: Dari total responden 240 ibu bersalin, diketahui bahwa sebagian besar umur ibu adalah 20-35 tahun (74,6%), terdapat 46 (19,2%) ibu melahirkan dengan SC, dan 77 (32,1%) ibu mengalami komplikasi dan tanda bahaya persalinan. Komplikasi dan tanda bahaya yang terbanyak adalah KPD (Ketuban Pecah dini yaitu 37 ibu bersalin (15,4%). Hasil uji beda didapatkan nilai p=0,029. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa Ho ditolak, ada perbedaan yang signifikan antara komplikasi persalinan antara kelompok yang diberi asuhan berkesinambungan dengan yang tidak diberikan asuhan berkesinambunganPenelitian ini menyimpulkan bahwa Continuity of care terbukti berpengaruh terhadap kesehatan ibu bersalin, dengan resiko saat bersalin bisa di minimalkan karena jika ada kelainan sudah bisa terdeteksi dari awal sebelum persalinan.
Analisis determinan infeksi menular seksual ibu rumah tangga Silvia Ari Agustina; Liberty Barokah
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 3 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i3.2328

Abstract

Determinant analysis of sexually transmitted infections in married womenBackground: Sexual health issues are increasingly becoming a worldwide concern, among others related to sexual behavior that affects the transmission of sexually transmitted infections (STIs). The rate of increase in Sexually Transmitted Infections sufferers in Indonesia is quite high compared to the scale of the population.Purpose: To analyze risk factors for sexually transmitted infections in married womenMethod: The subjects of this study were married women, with a total sample of 101, including a deep interview with 2 couples ( wives, and Husbands), Community Health Center staff serving sexually transmitted infections, and 1 Non-Governmental Organization. The sampling technique uses quota sampling. This type of research is a mixed-method with a sequential explanatory strategy and uses a cross-sectional study approach. Quantitative data collection techniques using closed questionnaires and for qualitative data with in-depth interviews. Analysis was used to determine risk factors for sexually transmitted infections using binomial logistic regression. The validity and reliability of qualitative data using triangulation of sources and methods.Results: There is a positive relationship between the incidence of STIs with the husband's work (OR: 10.07; 95% CI: 0.02-0.25; p: 0.000), family income (OR: 0.14; 95% CI: 0.04 -0.47; p: 0.001), condom use (OR: 3.25; 95% CI: 0.90-11.71; p: 0.001), and genital hygiene (OR: 8.25; 95% CI: 1,55-43,91; p: 0,013). Women as victims of unsafe husband's sexual behavior cause STI cases in married women to be high.Conclusion: Almost all IMS risk factors are positively related to IMS incidents, and husband employment has the greatest impact on IMS incidents in married women.Keywords: Sexually Transmitted Infections (STIs); behavior; risk factors; Married womenPendahuluan: Isu kesehatan seksual semakin menjadi perhatian dunia, antara lain terkait dengan perilaku seksual yang berdampak pada penularan penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS). Angka peningkatan penderita Infeksi Menular Seksual di Indonesia cukup tinggi dibandingkan dengan skala penduduk.Tujuan: Menganalisis faktor risiko Infeksi Menular Seksual pada Ibu Rumah TanggaMetode: Subyek penelitian ini adalah Ibu Rumah Tangga, dengan total sampel 101, termasuk 2 Ibu Rumah Tangga, 2 Suami, petugas Puskesmas yang melayani penapisan Infeksi Menular Seksual dan 1 Lembaga Swadaya Masyarakat. Teknik sampling menggunakan quota sampling. Jenis penelitian ini mixed methodology dengan strategieksplanatoris sekuensialdan menggunakan pendekatan cross sectional study.Teknik pengambilan data kuantitatif dengan menggunaan kuesioner tertutup dan untuk data kualitatif dengan wawancara mendalam. Analisis yang digunakan untuk mengetahui faktor risiko IMS dengan menggunakan regresi logistik binomial. Validitas dan reliabilitas data kualitatif menggunakan triangulasi sumber dan metode.Hasil: Terdapat hubungan yang positif antara kejadian IMS dengan pekerjaan suami (OR:10,07; CI 95%:0,02-0,25; p:0,000), pendapatan keluarga (OR:0,14; CI 95%:0,04-0,47; p:0,001), penggunaan kondom (OR:3,25;  CI  95%:0,90-11,71;  p:0,001),  dan  higiene  genital  (OR:8,25;  CI  95%:1,55-43,91;  p:0,013).Perempuan sebagai korban dari perilaku seksual suami yang tidak aman menyebabkan kasus IMS pada ibu Rumah Tangga tinggi.Simpulan: Hampir semua faktor risiko IMS berhubungan positif dengan kejadian IMS, dan pekerjaan suami yang mempunyai pengaruh terbesar terhadap kejadian IMS pada Ibu Rumah Tangga 
PENGARUH CONTINUITY OF CARE TERHADAP KEHAMILAN Silvia Ari Agustina; Liberty Barokah; Dewi Zolekhah
Jurnal Midwifery Update (MU) Vol 4, No 2 (2022): Jurnal Midwifery Update (MU)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jmu.v4i2.135

Abstract

Latar Belakang: Sebagian besar kematian dapat dihindari apabila permasalahan kesehatan ibu diintervensi sejak dari awal. Salah satu upaya dalam mengoptimalkan deteksi risiko tinggi maternal neonatal, ibu hamil sampai dengan nifas membutuhkan pendampingan secara terus menerus. COC (Continuity Of Care) merupakan pelayanan yang tercapai ketika terjalinnya hubungan secara berkelanjutan. Asuhan yang berkesinambungan dilakukan dengan tujuan memberikan pelayanan secara menyeluruh yang dapat di mulai dari masa prakonsepsi, awal kehamilan, selama kehamilan di setiap trimester, proses persalinan, perawatan BBL, hingga pasca persalinan. Penelitian ini untuk menganalisis pengaruh Continuity Of Care terhadap kesehatan ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, dan neonatus di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.Objective dan Metode: Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu (quasi experiment) dengan metode Posstest-Only Control Design. Dalam rancangan ini sampel dibagi menjadi dua kelompok yaitu, kelompok I dilakukan pendampingan secara berkesinambungan dan kelompok II sebagai kontrol. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan data primer berupa lembar observasi dan data sekunder dari rekam medis, buku KIA, dan register. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 208 responden, yang terbagi menjadi 2 kelompok dengan masing-masing kelompok 104 responden. Uji statistik yang digunakan uji Mann Whitney.Hasil: Terdapat perbedaan yang signifikan antara ketidaknyamanan kehamilan. Secara statistik diperoleh nilai p 0,030; p<0,05 dan ada 1 variabel lain tidak terdapat perbedaan yang signifikan yaitu variabel komplikasi kehamilan.Kesimpulan: Ibu hamil yang diberikan asuhan berkesinambungan mempunyai perbedaan ketidaknyamanan yang dialami dibandingkan dengan yang tidak diberikan asuhan berkesinambunganKata Kunci : Continuity of Care, Kehamilan
PERBEDAAN PENGETAHUAN CALON PENGANTIN LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN TENTANG KESEHATAN PRAKONSEPSI Dewi Zolekhah; Silvia Ari Agustina; Liberty Barokah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 3 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v6i3.7870

Abstract

Calon pengantin baik laki-laki dan perempuan berperan penting dalam menjamin kesehatan ibu dan janin yang akan dihasilkan nanti. Untuk itu pengetahuan tentang prakonsepsi untuk calon pengantin laki-laki dan perempuan sangat penting. Di Indonesia sudah ada program terkait peningkatan kesehatan prakonsepsi, akan tetapi peran calon pengantin laki-laki dinilai masih rendah. Tujuan penelitian ini  untuk mengetahui perbedaan pengetahuan calon pengantin laki-laki dan perempuan. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan kuesioner tertutup dan teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik berdasarkan tingkat pendidikan mayoritas SMA hanya saja masih ada 20,8% SMP 5,6% SD. Sumber informasi yang paling banyak diminati adalah sosial media. Tingkat pengetahuan baik calon pengantin laki-laki maupun perempuan tergolong kategori baik, akan tetapi masih ada 45.45% kategori kurang untuk tingkat pengetahuan laki-laki dan 17.95% untuk pengetahuan catin perempuan yang masuk dalam kategori kurang. Simpulan tingkat pengetahuan calon pengantin perempuan lebih baik dibandingkan dengan calon pengantin laki-laki.
Baby Yoga’s Effect of Bounding Attachment Silvia Ari Agustina; Reni Merta Kusuma
Proceeding of International Conference on Science, Health, And Technology Proceeding of the 1st International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH)
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.391 KB) | DOI: 10.47701/icohetech.v1i1.745

Abstract

Yoga can not only be done by adults, but it can also be done for babies. Yoga is one of the activities that can strengthen the relationship between mother and baby (bonding attachment), and it can stimulate the growth of a baby. There is not much research on the benefits of baby yoga on bonding attachment. The purpose of this study was to determine the effect of baby yoga on bonding attachment. The research method used by quasi-experimental design (quasi experiment) using the Pre Post-test Control Group Design method. This study involved 36 samples which were grouped into 2 groups with 18 samples each. Statistical test results of Pre-Post-Test Test of Baby Yoga Treatment on bonding attachment showed a significant effect with a value of p = 0.008, while for those given growth and growth stimulation did not show any significant effect with a significant value of p> 0.05 (p = 0.317). Difference test results of the difference in the results of treatment development between the baby yoga group with the growth and growth stimulation group with the results of p <0.05 (p = 0.018). Baby yoga is proven to be more effective in increasing the bonding attachment of the mother and baby.
The Effect Of Continuity Of care On Postpartum Women’s Health Liberty Barokah; Dewi Zolekhah; Silvia Ari Agustina
Jurnal EduHealth Vol. 14 No. 02 (2023): Periode April-June, 2023
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.623 KB)

Abstract

Continuity of care (CoC) is a midwifery service through a continuous service model for women throughout pregnancy, childbirth, postpartum and family planning. The design used is a quasi experiment with the Posttest-Only Control Design method. The sample size was 208 postpartum women divided into two groups. The group that was assisted was 104 respondents and the control group was 104 respondents. The statistical test used was the Mann Whitney test. Result: the majority of respondents were at reproductive age (74,6%), most respondents were 2-3 times gravida (58,33%), there were 46 (19,16%) postpartum women who experienced problems and complications. The most postpartum problems and complications were nipple blisters, there were 27 postpartum women (11.3%), there is a significant difference between complications and danger signs of puerperium between groups given continuous care and those not given continuous care (p = 0.000). Conclusion : Continuity of care affects the health of postpartum women. Postpartum complications and danger signs can be minimized because if there are postpartum complications and danger signs, they have been detected from the beginning of the postpartum period.
ANALISIS DETERMINAN MASALAH GIZI BALITA Silvia Ari Agustina; Melisa Putri Rahmadhena
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 11 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v11i1.685

Abstract

Balita di Indonesia mengalami permasalahan gizi ganda (double burden), di satu sisi mengalami obesitas, namun di sisi lainnya mengalami stunting, anemia, kurus, hingga gizi buruk. Masalah gizi tidak bisa dismakan dengan penyakit, karena masalah gizi prosesnya berlangsung lama Penelitian ini untuk menganalisis determinan masalah gizi balita yang meliputi status sosial ekonomi, pendidikan, kelengkapan imunisasi, riwayat ASI, BBLR, dan penyakit yang diderita balita dengan masalah gizi di Puskesmas Tempel 1 Sleman Yogyakarta. Desain penelitian menggunakan teknik lapangan (field research) dengan jenis penelitian analitik korelasi dan menggunakan pendekatan cross sectional study. Waktu penelitian pada bulan Agustus- Desember 2018. Penelitian ini dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Tempel 1 dengan jumlah sampel minimal 97. Cara pengumpulan data secara langsung untuk pengumpulan data kuantitatif dengan menggunakan angket. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah jenis non probability sampling yaitu menggunakan consecutive sampling (sampling kuota). Analisis data menggunakan analisis multivariat regresi logistik ganda. Terdapat hubungan yang positif dan secara statistik signifikan antara determinan masalah gizi balita dengan beberapa variabel independen yang diteliti. Secara statistik diperoleh hasil status ekonomi (OR:2,79; CI 95%:0,004-0,93; p<0,05), riwayat ASI Eklusif (OR:0,3,69; CI 95%:0,000-0,295; p<0,05), riwayat BBLR (OR:6,45; CI 95%:0,00-0,06; p<0,05) dan riwayat penyakit (OR:3,97; CI 95%:0,01-0,66;p<0,05), dan ada 2 variabel independen yang lain lain tidak mempunyai hubungan yang signifikan yaitu variabel tingkat pendidikan dan kelengkapan imunisasi. Secara bersama-sama seluruh variabel independen di dalam model regresi logistik ini mampu menjelaskan atau memprediksi masalah gizi sebesar 88,4%. Faktor riwayat penyakit yang mempunyai risiko paling besar untuk mengalami masalah gizi balita.