Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENINGKATAN PENGELOLAAN USAHA KELONTONG PADA MASYARAKAT PESISIR DI DESA TAMBEA KECAMATAN POMALAA KABUPATEN KOLAKA Akhmad Mansyur; Amadhan Takwir; Arwan Arif Rahman; Asmadin Asmadin; Haeruddin Haeruddin; Roslindah Daeng Siang; Nurhuda Annaastasia; Muhammad Rusdan; Anggoro Dwi Saputro; Bambang Tri Ariwibowo; Mirwan Anugrah
JURNAL SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2026): Sipissangngi Volume 6, Nomor 1, Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v6i1.6801

Abstract

Usaha kelontong menjadi alternatif strategis bagi perempuan pesisir untuk meningkatkan kemandirian ekonomi rumah tangga melalui pengelolaan produk kebutuhan sehari-hari yang bernilai pasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat pengetahuan dan keterampilan kelompok ibu rumah tangga di Desa Tambea, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, dalam mengelola dan memasarkan usaha kelontong secara efektif. Program berlangsung dari November 2024 hingga April 2025 dengan pendekatan Participatory Learning and Action (PLA) melalui kegiatan sosialisasi, pelatihan, dan praktik berbasis stimulan usaha. Materi pelatihan mencakup manajemen stok, sistem pemesanan, serta strategi pemasaran sirkuler. Selama kegiatan, peserta menunjukkan partisipasi aktif dan antusiasme tinggi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan dan keterampilan peserta, dari skor awal 50–70 menjadi 75–95 setelah program. Selain itu, terjadi kenaikan rata-rata omzet usaha sebesar 48% selama lima bulan implementasi. Secara keseluruhan, program ini berhasil memperkuat kapasitas kewirausahaan perempuan pesisir dan berkontribusi pada terwujudnya kemandirian ekonomi masyarakat Desa Tambea secara berkelanjutan.
Occupational Exposure Duration and Declining Peak Expiratory Flow Among Traditional Compressor Divers Arfiyan Sukmadi; Arwan Arif Rahman
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : Institut Kesehatan Suaka Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v11i1.1150

Abstract

Despite the widespread practice of traditional compressor-assisted diving in coastal Indonesia, evidence regarding its impact on pulmonary function remains limited. This cross-sectional study examined the association between occupational exposure duration and Peak Expiratory Flow (PEF) among 57 male traditional divers in Southeast Sulawesi. Using a standardized peak flow meter and structured questionnaires, the study found a mean PEF of 472.61 ± 90.55 L/min. Simple linear regression demonstrated a significant negative association (B = -3.99; p = 0.033), indicating that each additional year of diving decreases PEF by an average of 3.99 L/min, with work duration explaining 8.0% of the PEF variation (R² = 0.080). Ultimately, longer occupational exposure significantly reduces pulmonary function, underscoring the urgent need for routine respiratory screening and community-based health monitoring for early detection of pulmonary decline in coastal maritime workers.