Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Occupational Exposure Duration and Declining Peak Expiratory Flow Among Traditional Compressor Divers Arfiyan Sukmadi; Arwan Arif Rahman
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : Institut Kesehatan Suaka Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v11i1.1150

Abstract

Despite the widespread practice of traditional compressor-assisted diving in coastal Indonesia, evidence regarding its impact on pulmonary function remains limited. This cross-sectional study examined the association between occupational exposure duration and Peak Expiratory Flow (PEF) among 57 male traditional divers in Southeast Sulawesi. Using a standardized peak flow meter and structured questionnaires, the study found a mean PEF of 472.61 ± 90.55 L/min. Simple linear regression demonstrated a significant negative association (B = -3.99; p = 0.033), indicating that each additional year of diving decreases PEF by an average of 3.99 L/min, with work duration explaining 8.0% of the PEF variation (R² = 0.080). Ultimately, longer occupational exposure significantly reduces pulmonary function, underscoring the urgent need for routine respiratory screening and community-based health monitoring for early detection of pulmonary decline in coastal maritime workers.
PELATIHAN TEKNIK PEMBIBITAN MANGROVE RHIZOPHORA SPP DALAM UPAYA PEMULIHAN KAWASAN MANGROVE DI PESISIR DESA SAWAPUDO KECAMATAN SOROPIA Baru Sadarun; La Ode Muhammad Yasir Haya; Arwan Arif Rahman; Wa Jali; Waode Intiyani Mangurana
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol. 7 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v7i1.8816

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan ekosistem penting karena daya dukungnya bagi stabilitas eksosistem pesisir, dan ekosistem ini mengalami berbagai tekanan yang sangat berat akibat perluasan dari berbagai keinginan pemanfaatan lainnya karena memiliki fungsi yang sangat luas serta peran yang kompleks yang meliputi fungsi ekologis, sosial, ekonomi. Ekosistem kawasan pesisir akan semakin stabil jika semakin tertutup oleh hutan mangrove. Namun permasalahan sekarang di kawasan pesisir Desa Sawapudo terjadi kerusakan karena kegiatan lain yang secara ekologis dapat menimbulkan kelongsoran pantai. Kerugian yang ditimbulkan juga sangat kompleks yang meliputi aspek ekonomi sosial dan ekologi dan memberikan dampak luas terhadap ekosistem darat dan laut. Mengingat begitu pentingnya ekosistem hutan mangrove untuk melindungi maupun melestarikan komponen ekosistem wilayah pesisir laut khususnya Desa Sawapudo perlu mendapatkan perhatian khusus dengan itu, tim PKM Fakultas perikanan dan Ilmu Kelautan melakukan Pelatihan Teknik Pembibitan Mangrove jenis Rhizophora spp. dalam upaya pemulihan ekosistem mangrove di kawasan pesisir Desa Sawapudo. Hasil yang didapatkan dari kegiatan ini masyarakat setempat dapat mengetahui teknik pembibitan mangrove dan menjaga ekosistem pesisir Desa Sawapudo.