Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat siswa MI Ash-Shobirin Samarinda dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas. Salah satu faktor yang memengaruhi motivasi belajar adalah pemberian reward dan punishment. Strategi ini dianggap efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dengan membangkitkan semangat, meningkatkan prestasi, dan menciptakan suasana belajar yang positif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian reward, punishment, serta kombinasi keduanya terhadap motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan sampel sebanyak 55 siswa kelas IV A dan IV B. Teknik pengumpulan data melalui angket dan dokumentasi, dengan uji validitas dan reliabilitas instrumen. Analisis data dilakukan melalui uji prasyarat (normalitas dan multikolinearitas), regresi linier berganda, uji koefisien determinasi, uji t, dan uji f. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reward (signifikansi 0,032; t-hitung 2,204 > t-tabel 1,674) dan punishment (signifikansi 0,000; t-hitung 20,018 > t-tabel) berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar. Secara simultan, keduanya juga berpengaruh (f-hitung 61,674 > f-tabel 3,18), dengan koefisien determinasi sebesar 0,799 atau 79,9%.