Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Sistem Monitor Dan Kontrol Listrik Secara Real Time Berbasis Mikrokontroler Fikri Muhammad Farhan; Endang Rosdiana; Indra Wahyudin Fathonah
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Energi listrik adalah suatu energi yang tidak akan bisa lepas dari kebutuhan manusia sehari – hari. Dalam penggunaannya, masih jarang orang yang memperhatikan penggunaan energi listrik yang dikonsumsi oleh beban dikarenakan kurangnya pemantauan energi dan biaya yang terpakai oleh perangkat elektronik, serta biaya yang harus dikeluarkan. Di samping itu pemakaian energi listrik akan boros bilamana pemakaian perangkat elektronik tidak terpantau dan terkendali. Untuk itu telah dilakukan pembuatan alat yang dapat memonitor sekaligus mengontrol penggunaan energi dan biaya listrik yang dikeluarkan melalui LCD dan smartphone. Dari proses penelitian diperoleh data error % dengan, arus 2.6%, daya 2.36% energi 0.3% dan biaya 0.3%. Kata kunci: daya, energi, biaya, listik, monitor, smartphone, LCD Abstract Electrical energy is an energy that cannot be separated from human daily needs. In its use, there are still few people who pay attention to the use of electrical energy consumed by the loads, due to lack of energy and costs monitoring used by electronic devices, and costs to be paid. Besides, the use of electrical energy will wasteful when the use of electronic devices is not monitored and controlled. For this reason, a tool for monitoring and controlling energy usage and electricity costs has been developed through LCD and smartphone. Several data were obtained from the results of the research process. Including % error data, 2.6% current, 2.36% power, 0.3% energy, and 0.3% costs. Keyword: power, energy, cost, electrical, monitoring, smartphone, LCD
Analisis Perbandingan Suhu Sistem Terkontrol Dan Sistem Konvensional Pada Pertumbuhan Tanaman Kangkung Hidroponik Sistem Rakit Apung Fathur Rahman; Mamat Rokhmat; Indra Wahyudin Fathonah
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tugas akhir ini membahas tentang pengaruh temperatur permukaan sel surya terhadap kapasitas daya keluaran dengan suatu hipotesis yang mengatakan pada pukul 12.00 – 16.00 output dalam kondisi optimal tetapi ada penurunan kinerja sel surya sebagai akibat dari meningkatnya temperatur pada rentang waktu tersebut. Penelitian ini dilakukan di rooftop Gedung P (Deli) Fakultas Teknik Elektro Universitas Telkom dengan mengambil beberapa data menggunakan alat ukur temperatur permukaan sel surya dan arus yang dihasilkan sehingga mendapatkan data yang lebih akurat dan kontinu. Pengambilan data temperatur dilakukan pada tiga titik untuk memperoleh nilai temperatur permukaan panel surya. Selain itu, penelitian juga mengambil data intensitas cahaya. Pada penelitian ini, diperoleh nilai intensitas yang sama namun memiliki nilai arus dan temperature yang berbeda. Nilai daya keluaran pada panel surya dari pukul 12.00 hingga 16.00 menunjukkan penurunan dengan rata-rata penurunan sebesar 2,8991 W setiap 15 menit atau setara 0,1932 W/menit. Dengan kesimpulan bahwa temperatur memiliki pengaruh terhadap besar kapasitas daya yang dihasilkan oleh panel surya dengan pengaruh rata-rata sebesar 2,42 W/oC. Semakin tinggi temperatur panel surya maka kinerja panel surya akan menurun. Kata Kunci : Sel surya, temperature, energi terbarukan Abstract This final project discusses the change in the temperature of the solar cell with respect to capacity of the output power with the hypothesis that at 12.00 – 16.00 the output is in optimal conditions but there is a decrease in the solar cell as a result of the temperature in the specified time span. This research was conducted on the roof of P Building (Deli), Faculty of Electrical Engineering, Telkom University by taking some data using solar cell temperature measurement device and the resulting current so as to obtain more accurate and continuous data. Temperature data collection was carried out at three points to obtain the surface temperature value of the solar panel. In addition, the study also took light intensity data. In this study, we obtained the same intensity value but had different values for current and temperature. The value of the output power on the solar panel from 12.00 to 16.00 shows a decrease with an average decrease of 2,8991 W every 15 minutes or the equivalent of 0,1932 W/minute. In conclusion that temperature has an influence on the power capacity generated by solar panels with an average effect of 2,42 W/oC. The higher the temperature of the solar panels, the lower the performance of the solar panels. Key word : solar cell, temperature, renewable energy
Analisis Pengaruh Temperatur Permukaan Panel Surya Terhadap Kapasitas Daya Keluaran Fathur Rahman; Mamat Rokhmat; Indra Wahyudin Fathonah
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tugas akhir ini membahas tentang pengaruh temperatur permukaan sel surya terhadap kapasitas daya keluaran dengan suatu hipotesis yang mengatakan pada pukul 12.00 – 16.00 output dalam kondisi optimal tetapi ada penurunan kinerja sel surya sebagai akibat dari meningkatnya temperatur pada rentang waktu tersebut. Penelitian ini dilakukan di rooftop Gedung P (Deli) Fakultas Teknik Elektro Universitas Telkom dengan mengambil beberapa data menggunakan alat ukur temperatur permukaan sel surya dan arus yang dihasilkan sehingga mendapatkan data yang lebih akurat dan kontinu. Pengambilan data temperatur dilakukan pada tiga titik untuk memperoleh nilai temperatur permukaan panel surya. Selain itu, penelitian juga mengambil data intensitas cahaya. Pada penelitian ini, diperoleh nilai intensitas yang sama namun memiliki nilai arus dan temperature yang berbeda. Nilai daya keluaran pada panel surya dari pukul 12.00 hingga 16.00 menunjukkan penurunan dengan rata-rata penurunan sebesar 2,8991 W setiap 15 menit atau setara 0,1932 W/menit. Dengan kesimpulan bahwa temperatur memiliki pengaruh terhadap besar kapasitas daya yang dihasilkan oleh panel surya dengan pengaruh rata-rata sebesar 2,42 W/oC. Semakin tinggi temperatur panel surya maka kinerja panel surya akan menurun. Kata Kunci : Sel surya, temperature, energi terbarukan Abstract This final project discusses the change in the temperature of the solar cell with respect to capacity of the output power with the hypothesis that at 12.00 – 16.00 the output is in optimal conditions but there is a decrease in the solar cell as a result of the temperature in the specified time span. This research was conducted on the roof of P Building (Deli), Faculty of Electrical Engineering, Telkom University by taking some data using solar cell temperature measurement device and the resulting current so as to obtain more accurate and continuous data. Temperature data collection was carried out at three points to obtain the surface temperature value of the solar panel. In addition, the study also took light intensity data. In this study, we obtained the same intensity value but had different values for current and temperature. The value of the output power on the solar panel from 12.00 to 16.00 shows a decrease with an average decrease of 2,8991 W every 15 minutes or the equivalent of 0,1932 W/minute. In conclusion that temperature has an influence on the power capacity generated by solar panels with an average effect of 2,42 W/oC. The higher the temperature of the solar panels, the lower the performance of the solar panels. Key word : solar cell, temperature, renewable energy
Penentuan Parameter Kinerja Bangunan Dengan Metode Inverse Modeling Menggunakan Machine Learning Septian Nur Hiadayat; Amaliyah Rohsari Indah Utami; Indra Wahyudhin Fathona
eProceedings of Engineering Vol 7, No 1 (2020): April 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Energy Signature dalam suatu bangunan dapat dilihat dengan cara membandingkan Energy Usage Intensity (EUI) dengan Outdoor Temp. Metode untuk mengindentifikasi Energy Signature adalah Invers Modeling. Metode inverse modeling sendiri bisa digunakan dengan Machine Learning. Metode invers modeling dimulai saat mensimulasikan enam (6) bangunan dengan berbagai geometri. Hasil dari simulasi bangunan tersebut adalah parameter bangunan yaitu kondisi wwr (windowto wall ratio), dinding, kaca, ventilasi, kondisi infiltrasi, nilai COP (Coefficient of Performance) AC, setpoin temperatur AC, okupansi bangunan, dan iklim. Data hasil penelitian menunjukan bahwa dari masing-masing bangunan menunjukkan nilai EUI yang berbeda. Pada saat inilah machine learning digunakan untuk mencari nilai akurasi dari masing-masing bangunan. Penelitian ini menggunakan Python sebagai bahasa pemrograman machine learning dan Artificial neural networks (ANN) sebagai metode yang digunakan untuk mentraining data hasil simulasi. Setelah di training didapatkan nilai akurasi dari masing-masing bangunan menggunakan satu (1), tiga (3), sampai lima (5) hidden layer dengan masing-masing 25 neuron. Kata kunci: energy signature, artificial neural networks (ANN), parameter bangunan. Abstract Energy Signature in a building can be seen by comparing Energy Usage Intensity (EUI) with Outdoor Temp. The method for identifying Energy Signature is Inverse Modeling. The inverse modeling method itself can be used with Machine Learning. The inverse modeling method starts when simulating six (6) buildings with various geometries. The results of the building simulation are building parameters namely window to wall ratio, walls, glass, ventilation, infiltration conditions, AC COP (Coefficient of Performance) values, AC temperature setpoints, building occupancy, and climate. The research data shows that each building shows a different EUI value. At this time machine learning is used to find the accuracy value of each building. This study uses Python as a machine learning programming language and Artificial neural networks (ANN) as a method used for training simulation data. After training, the accuracy values of each building are obtained using one (1), three (3), up to five (5) hidden layers with 25 neurons each. Keywords: Energy Signature, Artificial Neural Networks (ANN), building paramater
Studi Eksperimental Dan Analisis Tegangan Koil Receiver Pada Bahan Ferromagnetik Dan Non-ferromagnetik Dengan Sistem Induksi Magnet Fadhlurrahman Syauqi; Dudi Darmawan; Indra Wahyudhin Fathona
eProceedings of Engineering Vol 7, No 1 (2020): April 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Telah dilakukan pengujian induksi medan magnet dengan menggunakan 8 koil dan objek ditengah, dimana terdapat 1 koil sebagai transmitter dan ke-7 koil lainnya sebagai koil receiver. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi ada atau tidak adanya objek, mendeteksi jenis bahan objek, dan mendeteksi bentuk objek berdasarkan nilai tegangan pada koil receiver (koil penerima). Nilai tegangan yang dihasilkan karena adanya induksi dari koil transmitter yang menimbulkan medan magnet yang berubah-ubah sehingga terjadi gaya gerak listrik (ggl) induksi pada koil receiver. Pengujian ini menggunakan koil dengan diameter kawat 0.8 mm, jumlah lilitan sebanyak 50 dan panjang lilitan sebesar 48 mm. Dengan tegangan induksi sebesar 15 Vpp dan frekuensi kerja sebesar 2 MHz serta jarak antar koil sebesar 10 cm. Pada pengujian ini, bahwa nilai tegangan receiver dapat mendeteksi ditengah rangkaian terdapat objek atau tidak. Jika konfigurasi 8 koil tidak diletakkan objek, menghasilkan nilai tegangan < 1.1 V. Sedangkan, jika diberikan objek menghasilkan nilai tegangan sebesar ±1.3 V. Selain itu, dapat mendeteksi bahan objek dengan melihat perbedaan nilai tegangan receiver. Pada bahan non-ferromagnetik menghasilkan nilai tegangan sekunder yang lebih besar (±1.5V). Perbedaan nilai tegangan pada material besi dan aluminium pada percobaan tidak terlalu besar yaitu ±0.001-0.01. Namun, pada penelitian ini tidak dapat mendeteksi bentuk dari objek yang diuji, dikarenakan pengujian ini tidak sampai tahap tomografi. Akan tetapi, dari hasil tegangan pada koil receiver yang diuji akan digunakan sebagai dasar untuk ke tahap tomografi. Kata Kunci: Koil, Induksi Magnet, Nilai Tegangan Koil Receiver Abstract Induction of magnetic field testing has been carried out using 8 coils and objects in the middle, where there is 1 coil as a transmitter and the other 7 coil as receiver coil. This research aims to detect the presence or absence of an object, detect the material type of the object, and detect the shape of the object based on the value of the voltage on the receiving coil (receiver coil). The value of the voltage generated due to the induction of the transmitter coil which causes a magnetic field that changes so that the induced electromotive force (emf) on the reciver coil. This test uses a coil with a wire diameter of 0.8 mm, a total of 50 turns and a length of turns of 48 mm. With an induction voltage of 15 Vpp and a working frequency of 2 MHz and a distance between coils of 10 cm. In this test, that the receiver's voltage value can detect whether or not there is an object in the middle of the range, if an 8 coil configuration is no object (air) between the coil, the receiver's voltage value is < 1.1 V whereas if there are objects between the coils the receiver's voltage value ± 1.3V. In addition, it can detect material objects by looking at the difference in receiver voltage values. Non-Ferromagnetic materials produce higher receiver voltage values (± 1.5V). The difference in stress values between iron and aluminum material in the experiment is not too large, that is ± 0.001-0.01. However, in this test can’t detect the shape of the object, because this test does not reach the tomography. The result of receiver voltage will be used as a basic for tomography steps. Keywords: Coil, Magnetic Induction, Coil Receiver Voltage Value.
Studi Sistem Pengukuran Surface Tension Menggunakan Metode Cincin Du Nouy Yasir Yasir; Indra Wahyudhin Fathona; Asep Suhendi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Surface tension merupakan kejadian tarik menarik antar molekul di permukaan cairan. Surface tension menjadi indikator untuk beberapa proses pada industri maupun proses biologi dan juga menjadi materi belajar bagi mahasiswa fisika, kimia ataupun lainnya yang mempelajari mekanika fluida. Ada beberapa metode untuk mengukur surface tension, tetapi tidak memiliki kepraktisan dalam penggunaanya, seperti membutuhkan alat-alat bantu lainnya (misal mikroskop atau alat pengolah citra lainnya). Alat-alat pengukur surface tension yang berada di pasaran juga memiliki harga yang terbilang mahal. Masalah itulah yang melatarbelakangi penelitian tentang alat surface tension yang dapat dibuat dengan harga yang lebih murah dari harga pasaran. Metode yang digunakan adalah metode cincin du Nouy yaitu gaya yang dibutuhkan untuk mengangkat cincin keluar dari permukaan cairan diukur dengan load cell. Gaya terbesar pada saat penarikan cincin keluar dari permukaan cairan adalah surface tension. Sensor load cell yang digunakan memiliki akurasi sebesar 94.44% dan error ±5.56% terhadap alat ukur setandar. Alat ukur surface tension pada penelitian ini memiliki akurasi sebesar 90.79% dengan error sebesar ±9.21%. Surface tension minimal yang terukur adalah 22.50 mN/m. Surface tension maksimal yang terukur adalah 72.64 mN/m. Kata kunci: Mekanika fluida, Surface tension, Load cell Abstract Surface tension is attraction between molecules on the surface of a liquid. Surface tension is an indicator for several processes in industry and biological processes and also a learning material for students of physics, chemistry or others who study fluid mechanics. There are several methods for measuring surface tension, but they do not have practicality in their use, such as requiring other assistive devices (eg microscopes or other image processing devices Surface tension measurement device on the market also have relatively high prices. That problem is the background of research on surface tension tools that can be made at a price lower than the market price. The method used is the du duy ring method, the force required to lift the ring out of the liquid surface measured by a load cell. The biggest force when drawing a ring out of a liquid surface is surface tension. Load cell sensor used has an accuracy of 94.44% and an error of ± 5.56% against standard weight measuring devices. Surface tension measuring devices in this study have an accuracy of 90.79% with an error of ± 9.21%. The minimum surface tension measured is 22.50 mN/m. The maximum measured surface tension is 72.64 mN/m. Keywords: Fluid mechanics, Surface tension, Load cell
Penggunaan Python Sebagai Pengolahan Citra untuk Mencari Ukuran Partikel dari Suatu Gambar Mikroskop Elektron Abdusysyahid, Fakhry; Fathona, Indra Wahyudhin; Saputra, Casmika
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengolahan citra telah menjadi bidang yang semakin penting dalam berbagai aplikasi, seperti aplikasi untuk tunanetra, tracking objek, keamanan lingkungan, pertanian, kedokteran dan pengolahan data partikel berukuran mikrometer sampai nanometer dari gambarSEM. Perkembangan ini memungkinkan penggunaan metode yang lebih canggih dan efisien untuk mengukur ukuran, bentuk, dan distribusi partikel secara akurat. Pada penelitian ini, akan dilakukan pengembangan sebuah sistem menggunakan pemrograman Python untuk mengolah citra digital dengan tujuan menentukan ukuran partikel dalam sampel. Tujuan utamanya adalah untuk memperoleh informasi yang akurat dan dapat diandalkan tentang distribusi ukuran partikel dengan memanfaatkan kekuatan Python dalam pemrosesan citra dan analisis data. Kata kunci – OpenCV, Pengolahan Citra, Pengukuran Partikel, Python, Scanning Electron Microscope (SEM).
Prototipe Sensor Pendeteksi Bakteri Escherichia coli pada Sampel Air Berbasis Nanokompsoit ZnO/PVA Gunawan, Luthfi Aprilo; Abrar, Abrar; Fathona, Indra Wahyudhin
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakteri berbahaya yang bersifat patogen dapatmenyebabkan berbagai penyakit kepada manusia dimana dapatditemui dalam air maupun makanan. Air sebagai sumberutama kebutuhan sehari-hari seringkali terkontaminasibakteri, salah satunya bakteri Escherichia coli yang dapatmenyebabkan permasalahan terhadap tubuh manusia terutamapada sistem pencernaan jika kandungan bakteri tersebutterlalu tinggi. Oleh karena itu, diperlukan suatu teknologi yangdapat mendeteksi bakteri E. coli secara efektif dan terjangkau.Prototipe sensor dibuat berbentuk Screen Printed Electrode(SPE) dimana pada bagian elektroda kerja akan dilapisi dengannanokomposit ZnO/PVA dan dilakukan pengujian deteksibakteri E. coli dengan metode cyclic voltammetry padakonsentrasi CFU yang berbeda-beda untuk mengetahui kinerjadari prototipe sensor. Selain itu nanokomposit ZnO/PVA yangdisintesis akan dikarakterisasi dengan pengukuran arusteganganI-V pada sifat listrik dan elektrokimia, X-raydiffraction, dan Field Emission Scanning Electron Microscopyuntuk sifat kristal dan strukturnya. Hasil pengujianpendeteksian bakteri E. coli pada konsentrasi 1 x 106 CFUhingga 6 x 106 CFU dengan metode elektrokimia cyclicvoltammetry menunjukkan adanya kenaikan arus puncakseiring dengan adanya peningkatan konsentrasi bakteri. Limitof detection (LOD) yang diperoleh yakni sebesar 1,97 x 106 CFUsehingga prototipe sensor dapat mendeteksi keberadaan bakteriE. coli ditandai dengan adanya kenaikan arus yang dihasilkanketika pengujian cyclic voltammetry. Kata kunci— ZnO/PVA, E. coli, Elektrokimia, Elektroda
Integrasi Potensiostat Dalam Pengukuran Impedansi Spektral Menggunakan Mikrokontroler Teensy 4.1 Simbolon, Armando Hasiholan; Fathona, Indra Wahyudhin; Saputra, Casmika
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang integrasiantara Funtion Generator (AD9833), Potensiostat danTeensy 4.1 dalam satu alat untuk mengukur impedansispectral dalam eksperimen elektrokimia untukmenganalisis sifat sifat material seperti resistansi dankondutasi. Teensy 4.1 berperan membuat perintahmengatur frekuensi ke AD9833, membaca analog dari duasaluran ADC secara pararel dengan interrupt danmenyimpan data array dari pengukuran tersebut yangdapat diliat di file Excel. EIS memanfaatkan sinyal ACuntuk mengukur impedansi sistem elektrokimia danmenampilkan data dalam bentuk Nyquist Plot dengananalisis FFT untuk mendapatkan informasi komplekstentang impedansi. Pengujian yang dilakukan terhadapADC Teensy menunjukkan bahwa nilai R-square mencapaisekitar 99%, menunjukkan kemampuan yang baik dalampencuplikan data. Namun, kecepatan sampling ADCmengalami penurunan dari 1 msps menjadi 40 KHz karenajumlah perintah yang banyak dalam program Teensy,sehingga waktu sampling yang dihasilkan adalahsekitar 8 mikrosekon. Kata kunci: ADC, Function Generator, Integrasi, Potensiostat, Teensy, Waktu Sampling
Rancang Bangun Purwarupa Potensiostat Terintegrasi Dan Terkalibrasi Wibowo, Satrio; Fathona, Indra Wahyudhin; Saputra, Casmika
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal ini membahas perancangan dan kalibrasi potensiostat untuk aplikasi analisis elektrokimiamenggunakan Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS). Potensiostat ini terdiri dari komponen sepertisumming amplifier, inverting amplifier, differential amplifier, voltage follower, dan transimpedance amplifier.Pengujian pertama mengukur hubungan antara tegangan masukan dan keluaran potensiostat, dengan hasilregresi linear yang kuat dan proporsi variabilitas sebesar 99.43%. Pengujian kedua mengevaluasi hubunganantara arus masukan dan keluaran potensiostat, dengan regresi linear yang kuat dan proporsi variabilitassebesar 99.54%. Hasil ini menunjukkan bahwa potensiostat yang dirancang dengan IC Op-Amp 275 GPZmampu melakukan peluruhan dan penguatan secara baik dan terkalibrasi. Potensiostat ini memiliki potensiuntuk aplikasi dalam mengukur impedansi elektrokimia dalam berbagai bidang, seperti korosi, sensor, danelektrokimia lainnya. Kata kunci : Spektroskopi Impedansi Elektrokimia, Penguat, Potensiostat.