Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pengaruh IPM, Pertumbuhan Ekonomi Dan Tenaga Kerja Terhadap Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Di Provinsi Papua Fandini Diamona Jamaludin; Yundy Hafizrianda; Marsi Adi Purwadi; Maria Kbarek
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v7i1.2173

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah: Untuk menganalisis pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap Incremental Capital Output Ratio (ICOR) di Provinsi Papua, menganalisis pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) berpengaruh terhadap Incremental Capital Output Ratio (ICOR) di Provinsi Papua dan menganalisis pengaruh tenaga kerja berpengaruh terhadap Incremental Capital Output Ratio (ICOR) di Provinsi Papua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya thitung untuk IPM sebesar -1,136 < dari ttabel 1,812 dengan angka signifikansi sebesar 0,299 > 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa IPM berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap ICOR di Provinsi Papua. Thitung untuk PDRB sebesar 1,850. Besarnya ttabel pada α = 0,05 adalah sebesar 1,812. Besarnya thitung untuk IPM sebesar 1,850 > dari ttabel 1,812 dengan angka signifikansi sebesar 0,114 > 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa PDRB berpengaruh positif tidak signifikan terhadap ICOR di Provinsi Papua. Thitung untuk tenaga kerja sebesar 3,518. Besarnya ttabel pada α = 0,05 adalah sebesar 1,812. Besarnya thitung untuk IPM sebesar 3,518 > dari ttabel 1,812 dengan angka signifikansi sebesar 0,013 < 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tenaga kerja berpengaruh positif signifikan terhadap ICOR di Provinsi Papua.Kata Kunci: IPM, PDRB, Tenaga Kerja, ICOR.
Analisis Implementasi Kebijakan Retribusi Kebersihan (Persampahan) Kota Jayapura Transna Putra Urip; Jasmiati Jasmiati; Marsi Adi Purwadi; Siti Aminah
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v7i2.2175

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bagaimana Implementasi Kebijakan Retribusi Kebersihan dalam Hal tingkat optimalisasi Penerimaan Retribusi Kebersihan di kota Jayapura tahun 2012-2018 dan Bagaiman Strategi Pengoptimalan penerimaan retribusi kebersihan/ persampahan di kota Jayapura. Jenisdata yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan data kuantitatif dan sumber data yaitu data Primer dan Data Sekunder. Metode Pengumpulan Data menggunakan metode wawancara, kepustakaan dan metode dokumentasi. sedangkan dalam metode analisis penulis menggunakan. Deskriptif Kuantitatif yaitu data yang diperoleh dari sampel populasi penelitian dianalisis sesuai dengan metode statistik, metode efektifitas, dan metode AHP yang digunakan kemudian diinterprestasikan. Dari hasil Penelitian, dapat ditemukan Tingkat Optimalisasi Penerimaan Retribusi Kebersihan Kota Jayapura masih sangat jauh berbeda dari Potensi Penerimaan Retribusi Kebersihan Kota Jayapura. hal ini dapat dilihat dari tahun 2012-2018 Rata-rata Potensi Penerimaan Retribusi Kebersihan sebesar Rp 10.728.762.857 sedangkan Rata-rata Realisasi Penerimaan Retribusi Kebersihan Hanya Sebesar Rp 3.212.546.628. ini menunjukkan masih kurang Optimalnya Penerimaan Retribusi Kebersihan di Kota Jayapura dan Strategi Optimalisasi Penerimaan Retribusi Kebersihan/persampahan Kota Jayapura dengan Analisis AHP sesuai dengan urutan bobot dan prioritasnya adalah : 1) meningkatkan kinerja SDM dengan bobot sebesar 0,347; 2) Evaluasi Kebijakan tarif retribusi Kebersihan dengan bobot sebesar 0,221; 3) meningkatkan penyuluhan dan penegakkan hokum dengan bobot sebesar 0,167; 4) Meningkatkan Sarana dan Prasarana dengan bobot sebesar 0,166; 5) insentif dan disinsentif pengurangan sampah dengan bobot 0,101. Kata Kunci: Retribusi Kebersihan (Persampahan), Kebijakan Pengelolaan
Analisis Tingkat Kemiskinan Petani Kelapa Sawit Di Kampung Yamara Kabupaten Keerom Yundi Hafizrianda; Rahmad Hidayat; Marsi Adi Purwadi; Maria Kbarek
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v7i2.2179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemiskinan petani kelapa sawit dikampung yamara kabupaten keerom. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik koesioner, observasi, dan dokumentasi. Adapun informan penelitian dalam penelitian ini adalah 30 orang masyarakat petani kelapa sawit di kampung yamara kabupaten keerom. Teknik analisis data yang digunakan adalah Analisis Deskriptif. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat konsumsi rumah tangga masyarakat petani kelapa sawit dikampung yamara lebih tinggi dibandingkan pendapatan yang di dapat oleh masyarakat petani kelapa sawit karena rendahnya pendidikan, dan murahnya harga kelapa sawit pertonya. Peneliti mendapatkan dari informas-informasi yang beredar, dankesimpulan yang di dapat setelah dilakukannya penelitian ini. Hasil akhir dari proses peneliti ini dapat dijadikan bahan evaluasi bagi pemerintah agar dapat memperhatikan masyarakat petani kelapa sawit dikampung yamara kabupaten keerom agar guna masyarakat hidup dengan layak.Kata Kunci: Petani Kelapa Sawit, Tingkat Kemiskinan
Karakteristik Perikanan Tangkap Ekonomi Rumah Tangga Orang Asli Papua Marsi Adi Purwadi
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 8 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v8i3.2189

Abstract

Tujuan yang hendak dicapai dalam penilaian finansial usaha Perikanan Tangkap Sebagai Pendorong Ekonomi Masyarakat di Kota Jayapura adalah teridentifikasinya karakteristik perikanan tangkap Nelayan Orang Asli Papua. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian statistika deskriptif, yang merupakan metode pengolahan data berupa tampilan gambaran umum dari data. Hasil penelitian menunjukan bahwa nelayan Orang Asli Papua di Kota Jayapura merupakan nelayan yang dapat digolongkan sebagai tradisional. Dimana dalam menjalankan usahanya, para nelayan masih menggunakan alat tangkap yang cukup sederhana yaitu perahu motor dan nelon saja. Walaupun jenis ikan yang menjadi incaran nelayan adalah jenis ikan yang menjadi komoditas unggulan perikanan tangkap di dunia (Ikan Tuna), namun para nelayan belum mampu beradaptasi untuk melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan peralatan modern. Nelayan rata-rata melakukan aktifitas penangkapan antara 200 s/d 240 hari, dengan jumlah tangkapan maksimum mencapai 300Kg pada musim gelombang tenang. Nelayan Orang Asli Papua Sebagian besar juga merupakan nelayan penuh, artinya mereka benar-benar mengupayakan usaha perikanan tangkap sebagai mata pencaharian utama keluarga. Selain itu, selama masa pandemic Covid-19, nelayan mengalami penurunan pendapatan yang rata-rata hampir menyentuh angka 30 persen.Kata Kunci: Karakteristik Perikanan, Ekonomi Rumah Tangga Orang Asli Papua
Studi Evaluasi Ekonomi dan Pandangan Masyarakat Terhadap Wisata Pantai Holtekam di Jayapura Marsi Adi Purwadi; Bernadetha Lumban Gaol
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 11 No 3 (2024)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v11i3.5478

Abstract

This study aims to analyze the economic valuation and perception of the Holtekam Beach tourist attraction in Jayapura City. Questionnaires and interviews were used to collect information on visitor perceptions and satisfaction with Holtekam Beach. This data included assessments of beach facilities (toilets, trash cans, seating, etc.), local community attitudes, and visitors' general assessments of the beach's comfort and attractiveness. The primary approach used was linear regression analysis, which allowed researchers to identify the relationship between the dependent variable (frequency of visits) and the independent variable (cost of a single visit). The analysis showed that Holtekam Beach has significant economic value, calculated using the consumer surplus method based on tourist expenditure. The average consumer surplus value per individual was Rp. 48,820, indicating the value perceived by Holtekam Beach visitors as an additional benefit to the cost of visiting the beach. This reflects the benefits or satisfaction gained by visitors beyond the costs incurred. This value also indicates that, despite the costs incurred, visitors are still satisfied with their visit. Assuming an average of 125,000 tourists visit Holtekam Beach annually, the total economic value generated by Holtekam Beach tourism is IDR 6,102,573,762.69. Visitors generally have a positive perception of Holtekam Beach's natural beauty, particularly its panoramic views and cleanliness. However, some facilities, such as souvenir shops and rental services, are still considered inadequate by visitors, which impacts their level of satisfaction. Factors such as cleanliness, safety, and comfort of facilities influence overall visitor satisfaction. Key Words : Economic Valuation, Perception, Tourist Attraction
Analisis Efektivitas Pengelolaan Dana Kampung dan Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan di Kampung Sereh Distrik Sentani Kabupaten Jayapura Papua Hana Margaretha Uamang; Marsi Adi Purwadi
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 12 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v12i2.5503

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of village fund management and the level of community participation in development in Kampung Sereh, Sentani District, Jayapura Regency, Papua, as well as to identify inhibiting factors and strategies for improvement. The research method used a quantitative and qualitative approach involving 45 informants from village officials and community members from nine neighborhood units (RT). Data collection techniques included observation, interviews, and documentation, with quantitative data analysis using frequency distribution and qualitative analysis using the Miles-Huberman model. The results showed that community participation was fairly good, with an average positive response rate of 74.5%, but the effectiveness of village fund management remained less effective because only 40% of projects aligned with planning documents and only 45% of the community perceived economic benefits. The main inhibiting factors include the community's passive mindset, low synergy between the Village Head and Ondoafi (customary leader), lack of understanding by Regional Device Work Units (SKPD) regarding participatory planning, and the impact of the COVID-19 pandemic which cut the development budget from Rp597 million to Rp403 million. The strategies developed include strengthening community capacity, stakeholder coordination, transparency in fund management, strengthening bottom-up strategies, economic empowerment, and resolving customary land disputes. Keywords: Village Fund Effectiveness; Community Participation; Village Development