Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan Ibu Tentang Inisiasi Menyusui Dini (IMD) Untuk Keberhasilan Memberikan ASI Eksklusif di Kabupaten Jember Erna Selviyanti; Ria Chandra Kartika; Dessya Puti Ayu Umbaran; Dina Fitriyah; Yohan Yuanta
Journal of Community Development Vol. 3 No. 2 (2022): December
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v3i2.89

Abstract

In 2013, there were 18 provinces whose coverage of early breastfeeding was below the national figure, one of which was East Java. Mother's knowledge from pregnancy to childbirth about IMD is very decisive for the success of exclusive breastfeeding and avoiding the baby from being malnourished. The counseling activity for early breastfeeding initiation at Posyandu Catleya 19 was attended by 22 prospective mothers, 7 pregnant women and 6 breastfeeding mothers. Participants were given a pretest to determine the level of knowledge about early breastfeeding initiation. The activity continued with the presentation of material about early breastfeeding initiation to participants. The community service team also provided modules to participants in easy-to-understand language, followed by discussion and question and answer sessions. The topics that were used as questions by the participants were related to family support in breastfeeding, the fear of pregnant women about breast milk that did not come out when giving birth to a baby and equalizing perceptions regarding the importance of breastfeeding for babies starting with early initiation of breastfeeding for newborns. Based on the evaluation results, there were 20 prospective mothers, 7 pregnant women and 4 breastfeeding mothers with a post test score higher than the pretest score or a total of 88.57%. This shows that there is an increase in knowledge about the importance of early breastfeeding initiation for the success of exclusive breastfeeding to infants.
Rancang Bangun Sistem Retensi dan Pemusnahan Rekam Medis di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan Suci Apriani Ayudi; Erna selviyanti; Muhammad Yunus; Angga Rahagiyanto
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i2.684

Abstract

Kurangnya fasilitas penyimpanan yang memadai untuk rekam medis inaktif dan rekam medis nilai guna serta belum adanya evaluasi terhadap nilai guna rekam medis sebelum dilakukan pemusnahan. Keterbatasan rak penyimpanan menyebabkan rekam medis inaktif harus disimpan di lantai, sementara rekam medis nilai guna dijaga dalam karung. Akibatnya, kondisi penyimpanan yang tidak tepat tersebut mengakibatkan kerusakan pada rekam medis dan berdampak negatif pada kualitas pelayanan medis dan pengambilan keputusan klinis. Oleh karena itu, perlu adanya rancang bangun sistem retensi dan pemusnahan dapat meningkatkan kinerja petugas dalam proses retensi dan pemusnahan. Metode perancangan sistem menggunakan metode waterfall yang terdiri dari identifikasi permasalahan dan identifikasi kebutuhan, desain sistem dan perangkat lunak, implementasi dan pengujian unit, integrasi dan pengujian sistem. Tahap analisis kebutuhan dilakukan dengan teknik pengumpulan data wawancara langsung kepada pengguna. Tahap pemodelan sistem menggunakan flowchart, data flow diagram dan entity relationship diagram. Tahap pengujian sistem menggunakan metode uji black-box yang berfokus pada uji fungsionalitas sebuah sistem. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah sistem retensi dan pemusnahan rekam medis yang dapat mempermudah petugas dan dapat meningkatkan mutu pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan.
Perancangan dan Pembuatan Sistem Verifikasi Internal BPJS di Rumah Sakit Citra Husada Jember Nindasari Okta Imelda; Novita Nuraini; Mudafiq Riyan Pratama; Erna Selviyanti
Manajemen Pelayanan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2025): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/mpk.v2i3.6100

Abstract

Verifikasi internal merupakan proses yang krusial bagi rumah sakit untuk memastikan keakuratan dan keabsahan klaim layanan kesehatan yang diajukan ke BPJS Kesehatan. Namun, Rumah Sakit Citra Husada mengalami klaim yang tertunda setiap bulannya karena proses verifikasi yang dilakukan secara manual. Masalah ini terutama disebabkan oleh masalah pengkodean dan administrasi, seperti klaim ganda dan ketidakakuratan kode kombinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah tersebut dengan melakukan studi penelitian dan pengembangan dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah metode pengembangan sistem Prototype yang meliputi analisis kebutuhan pengguna, pembuatan prototipe, validasi prototipe, pembuatan program, pengujian, dan validasi sistem. Tahap analisis melibatkan analisis masalah dan kebutuhan sistem, sedangkan tahap validasi prototipe menggunakan metode validasi langsung. Tahap pembuatan program menggunakan PHP, Tailwind, MySQL, dan CodeIgniter 3, dan tahap pengujian menggunakan pengujian blackbox. Penelitian ini menghasilkan sistem verifikasi klaim internal BPJS berbasis website yang terdiri dari dua fitur utama yaitu deteksi kode kombinasi berfungsi untuk mendeteksi kode sesuai Beita Acara Kesepakatan BPJS. Fitur kedua yaitu deteksi double claim yang berfungsi untuk mendeteksi data double pada file Excel yang akan di klaim BPJS.
Hubungan Ketersediaan Informasi Medis dengan Keakuratan Kode Diagnosis Diabetes Mellitus berdasarkan ICD-10 Tyas Errica Dewi Maharani; Veronika Vestine; Novita Nuraini; Erna Selviyanti
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 4 (2024): Agustus
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i4.709

Abstract

Ketersediaan informasi medis dapat mempengaruhi keakuratan kode. Ditemukan 13 (48,15%) kode DM yang tidak akurat dan ketersediaan informasi medis yang lengkap belum mencapai 100%. Informasi medis tersebut adalah pemeriksaan fisik tersedia 37,03%, pemeriksaan laboratorium tersedia 70,38%, dan diagnosis tersedia 3,7%. Ketidakakuratan kode berdampak pada kualitas data morbiditas yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara ketersediaan informasi medis dan akurasi kode diagnosis DM. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah rekam medis rawat inap tahun 2022 berdiagnosis DM, sampel berjumlah 235 rekam medis yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Persentase ketersediaan informasi medis anamnesis 76,17%, pemeriksaan fisik 96,17%, pemeriksaan laboratorium 17,87%, dan diagnosis 0,43%. Kode diagnosis DM yang tidak akurat berjumlah 97,02% (228 rekam medis). Uji statistik menggunakan uji korelasi koefisien kontingensi. Hasil uji menunjukkan dari ketersediaan 4 variabel (anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, dan diagnosis), hanya variabel diagnosis yang memiliki hubungan dengan keakuratan kode DM dengan p 0,000 < 0,05 dan koefisien kontingensi 0,350. Kesimpulan, ketersediaan informasi medis diagnosis memiliki hubungan yang signifikan dengan keakuaratan kode DM. Peningkatan audit kelengkapan informasi medis terutama ketersediaan dan konsistensi diagnosis secara lengkap serta keterampilan koder perlu ditingkatkan karena berhubungan dengan keakuratan kode.
Analisis Faktor Penyebab Ketidakamanan dan Ketidakrahasiaan Dokumen Rekam Medis di Rumah Sakit TK. III Baladhika Husada Jember Azmia Hanna Zahda; Maya Weka Santi; Novita Nuraini; Erna Selviyanti
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 3 (2025): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i3.744

Abstract

Permasalahan keamanan dan kerahasiaan rekam medis ditemukan di ruang filing Rumah Sakit Baladhika Husada Jember, yaitu ditinjau dari keamanan bahwa masih banyak rekam medis berserakan dilantai ruang filing, kebutuhan rak rekam medis yang masih belum mencukupi yang berdampak pada kerusakan rekam medis dengan persentase 55% yaitu sebanyak 137 rekam medis dan ditinjau dari kerahasiaan masih terdapat petugas non-rekam medis yang sering masuk dan keluar dari ruang filing yang berdampak pada penyebarluasan isi rekam medis. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang menyebabkan masalah keamanan dan kerahasiaan rekam medis di ruang filing RS Tk. III Baladhika Husada Jember. Pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan metode pengumpulan data melibatkan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pada faktor individu (petugas filing bukan lulusan dari rekam medis, tidak pernah diadakannya seminar terutama m engenai keamanan dan kerahasiaan rekam medis), faktor organisasi pada sarana dan prasarana (rak rekam medis yang tidak cukup dan tidak ada ruang khusus rekam medis inaktif), faktor organisasi pada penghargaan (tidak adanya reward bagi petugas filing). Prioritas penyebab masalah dengan menggunakan metode CARL yaitu tidak adanya ruang untuk rekam medis inaktif. Upaya perbaikan dari permasalahan dengan menggunakan brainstorming adalah dengan menambahkan ruangan khusus rekam medis inaktif.
Analisis Faktor Penyebab tidak Efisiensi Penggunaan Tempat Tidur (BOR) di RS Baladhika Husada Jember Bella Imania Putri; Efri Tri Ardianto; Indah Muflihatin; Erna Selviyanti
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 3 (2025): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i3.746

Abstract

Penggunaan tempat tidur di RS Baladhika Husada Jember belum mencapai efisien dilihat dari nilai BOR pada tahun 2019-2021 yang semakin menurun. Kondisi ini berdampak pada kualitas pelayanan rumah sakit seperti tenaga kesehatan yang tidak memenuhi standar dan fasilitas rumah sakit yang masih kurang mengakibatkan ketidakpuasan pasien, serta kegiatan promosi yang tidak maksimal berdampak pada ketidakefisienan pelayanan kesehatan dikarenakan banyak masyarakat yang kurang tahu terkait rumah sakit dan fasilitas apa saja yang diberikan oleh rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor internal dan eksternal penyebab tidak efisiennya pemakaian tempat tidur di RS Baladhika Husada Jember tahun 2019-2021. Jenis penilitan ini adalah kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam. Subjek penelitian adalah perawat dan pasien. Instrumen penelitian berupa pedoman wawancara. Hasil penelitian diketahui bahwa terdapat faktor internal dan eksternal penyebab ketidakefisienan penggunaan tempat tidur (BOR) di RS Baladhika Husada Jember. Faktor internal adalah jumlah tenaga medis khususnya perawat yang tidak sesuai dengan standart yang telah ditetapkan, kurangnya alat pemeriksaan penunjang seperti CT Scan dan Lab PA, serta promosi yang dilakukan belum dapat meningkatkan jumlah kunjungan di rumah sakit. Sedangkan faktor eksternal adanya wabah (pandemi covid-19) yang sangat berpengaruh terhadap jumlah kunjungan pasien. Saran dari peneliti yaitu perlu melakukan penambahan tenaga kesehatan khususnya perawat, melakukan pengadaan terkait alat pemeriksaan penunjang yang kurang, dan memaksimalkan promosi rumah sakit.
GROWTH: An Innovative Approach to Monitoring Child Health and Development Gandu Eko julianto Suyoso; Erna Selviyanti; Mudafiq Riyan Pratama; Muhammad Yunus
International Journal of Healthcare and Information Technology Vol. 4 No. 1 (2026): July
Publisher : P3M Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/ijhitech.v4i1.6725

Abstract

Monitoring child growth and development during the First 1,000 Days of Life is critical for preventing stunting and developmental delays. Despite national policies mandating routine monitoring, current practices in Indonesia remain largely manual and fragmented, limiting real-time data access and early intervention. This gap highlights the need for an integrated, real-time digital monitoring tool that connects parents and health workers.This study aims to develop GROWTH (Global Real-time Observation of Well-being, Tracking, and Health), a web-based system that integrates physical growth and developmental monitoring for children aged 0–72 months. The system was developed using the Scrum framework, involving parents and midwives in the requirements elicitation process. System functionality was evaluated through black-box testing using simulated child growth and development data, as well as its usability was assessed by end-users (parents and midwives). The results indicate that all core features functioned as expected, including growth chart visualization based on WHO Anthro standards and age-appropriate developmental screening. The GROWTH system offers a practical digital solution to support timely decision-making by parents and healthcare workers, with potential for integration into national child health information systems.
Perancangan User Interface Menggunakan Metode User Centered Design Pada Aplikasi PUSPA RSUD. Moh Anwar Sumenep Untuk Pengguna Lansia Sulthan Muhammad Fauzan Laksono; Erna Selviyanti; Maya Weka Santi; Mudafiq Riyan Pratama
Jurnal Rekam Medik & Manajemen Informasi Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/rmik.v3i1.1909

Abstract

Hospitals need to provide services that prioritize safety, health, comfort and convenience. Hospital staff reported that many elderly patients do not bring complete personal data and are often confused by the information in the application, especially regarding SPM, BPJS, and payment rates, even though the information is available. A usability test was conducted on the PUSPA application at Moh. Anwar Hospital involving 7 respondents using the System Usability Scale (SUS) method. The test results showed a usability score of 48.21, which is in the poor category. This study aims to redesign the user interface of the PUSPA application with a user-centered design approach. The method used is a combination of qualitative and quantitative approaches through interviews and questionnaires to collect data. The redesigned interface was evaluated using the SUS and UEQ tests. The SUS score increased to 70.71, indicating a good category. The UEQ test results for the new interface showed a "good" rating for the clarity and efficiency variables, and "above average" for attractiveness, reliability, stimulation, and novelty, so that application design updates need to be implemented immediately.
Pemetaan Literatur Sistem Digital Pemantauan Anak: Menyusun Kerangka Kebutuhan untuk Platform E-Kesehatan Terintegrasi di Indonesia Erna Selviyanti; Gandu Eko Julianto Suyoso; Mudafiq Riyan Pratama; Muhammad Yunus
BIOS : Jurnal Teknologi Informasi dan Rekayasa Komputer Vol 7 No 1 (2026): March
Publisher : Puslitbang Sinergis Asa Professional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/bios.v7i1.197

Abstract

Background: Child growth and development monitoring is a fundamental intervention in preventing stunting and developmental delays. Although various digital systems have been developed, fragmentation between physical growth and child development monitoring remains a major challenge. Objective: This study aims to map the research landscape of digital systems for child growth and development monitoring and identify gaps and the most frequently appearing system requirements in the literature. Method: A systematic mapping study was conducted on six data sources consisting of direct access and Publish or Perish searches, including Scopus, Scopus via PoP, PubMed, PubMed via PoP, IEEE Xplore, and Web of Science via PoP for the 2020-2025 period. A total of 16 research articles were analyzed using VOSviewer for bibliometric mapping and thematic analysis for system requirements identification. Results: The mapping revealed six research clusters with digital health positioned peripherally. Temporal analysis showed a shifting focus toward mental health integration, stunting prevention, and digital tool utilization. Three main gaps were identified: the peripheral position of digital health, separation between growth and development domains, and dominance of observational studies. The most dominant functional requirements were growth monitoring (12 articles) and developmental screening (11 articles), while usability (9 articles) was the main non-functional priority. Conclusion: Integration of growth and development monitoring in a single platform remains understudied. The resulting requirements list can serve as an initial reference for future integrated system development.