Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : Civil Engineering and Technology Journal

TRIPLE CONSTRAINT SEBAGAI KRITERIA PEMILIHAN MATERIAL PENUTUP ATAP PADA JASA PENGEMBANG PERUMAHAN Permatasari, Cahyaning Kilang; Arfianto, Nasrul; Ryan Iskandar, Muhammad; Kritiyanto, Hery
Civil Engineering and Technology Journal Vol. 6 No. 2 (2024): CivETech
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Cokroaminoto Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47200/civetech.v6i2.2495

Abstract

Pembangunan perumahan di Kabupaten Karanganyar semakin meningkat, hal ini dapat dilihat dari jumlah permohonan ijin pembanguanan perumahan yang diajukan oleh Perusahaan Pengembang Perumahan ke DPUPR Kabupaten Karanganyar, baik untuk perumahan komersil maupun perumahan subsidi. Meningkatnya pembangunan perumahan juga mengakibatkan permintaan material bangunan semakin banyak, tak terkecuali pada material penutup atap. Perusahaan yang bergerak di bidang industri bahan material penutup atap, menawarkan berbagai macam inovasi pada produknya untuk memperbaiki kualitas dari berbagai jenis produk material yang sudah ada. Terdapat berbagai macam jenis bahan pembuat material penutup atap pada saat ini. Setiap material penutup atap itupun mempunyai kelebihan dan kekurangan. Maka perlu dinilai, material penutup jenis apa yang diperlukan sesuai keinginan steakholder. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui material penutup atap yang sesuai dengan keinginan steakholder di Kabupaten Karanganyar. Penelitian dilakukan pada beberapa jenis penutup atap yang beredar dipasaran dan berpotensi digunakan sebagai penutup atap perumahan. Perhitungan pemilihan penutup atap menggunakan metode AHP. Kriteria yang digunakan dalam metode AHP ini adalah triple constraint, yaitu biaya, waktu dan mutu. Setelah melalui proses mendapatkan data primer dan sekunder serta perhitungan analisis dengan microsoft excell, selanjutnya didapatkan hasil prosentase bobot kriteria sebagai berikut, biaya 33,02%, waktu 24,45% dan mutu 42,53%. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa dengan metode AHP untuk pemilihan material penutup atap, dihasilkan urutan sebagai berikut yaitu penutup atap dari Genteng metal, Genteng Keramik, Genteng Tanah Liat, Genteng Beton, Asbes dan Genteng Aspal. Cara ini mengkombinasi pedoman triple constraint berdasarkan tingkat kepentingan, sehingga hasil urutan pemmilihan lebih obyektif.
LITERATUR REVIEW: PEMANFAATAN FLY ASH TERHADAP KUAT TEKAN PAVING BLOCK Permatasari, Cahyaning Kilang; Kristiyanto, Hery; Sucipto, Sucipto; Fadillah, Fadillah
Civil Engineering and Technology Journal Vol. 7 No. 1 (2025): CivETech
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Cokroaminoto Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47200/civetech.v7i1.2764

Abstract

Paving block adalah merupakan salah satu elemen bahan bangunan yang dibuat dari campuran semen portland atau sejenisnya, agregat, air dengan atau tambahan lainnya yang tidak mengurangi mutu bata beton tersebut (SNI-03-0691-1996). Beberapa penelitian telah mengeksplorasi penggunaan fly ash. Fly ash merupakan limbah hasil pembakaran batu bara pada tungku pembangkit listrik tenaga uap yang berbentuk halus, bundar dan bersifat pozolanik (SNI 03-6414-2002). Beberapa penelitian terdahulu terkait paving block dan fly ash telah membuat inovasi dengan tujuan mengetahui besarnya pengaruh penambahan fly ash terhadap sifat mekanis paving block (kuat tekan) dan persentase penambahan fly ash yang terbaik untuk campuran paving block. Metode penelitian yang digunakan berupa eksperimen dengan menambahkan fly ash sebagai bahan campuran pembuatan paving block. Dari hasil literature review beberapa artikel dapat disimpulkan bahwa fly ash dapat meningkatkan kuat tekan paving block pada variasi tertentu daripada paving block tanpa fly ash, akan tetapi jika penggunaan fly ash yang berlebihan dapat juga mengurangi mutu dari paving block. Variasi yang mempunyai kuat tekan optimal paling tinggi adalah pada variasi 1Pc:1Ps dengan penambahan fly ash 10%, kuat tekan rata-rata 34,80 MPa sehingga masuk dalam kategori mutu B.