Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Peran Perbekel Dalam Meningkatkan Partisipasi Politik Masyarakat di Desa Lokapaksa Kecamatan Seririt Kabupaten Buleleng Made Suarsana; Ni Ketut Sudianing
Locus Vol 14, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.022 KB) | DOI: 10.37637/locus.v14i1.931

Abstract

Tingkap partisipasi politik masyarakat menjadi salah satu unsur yang sangat penting dalam merumuskan kebijakan umum yag akan berpengaruh terhadap kesejahteraan hidup di masa depan. Perbekel sebagai orang nomor satu di desa adalah pemimpin yang mempunyai peran strategis untuk memotivasi warganya agar datang ke TPS saat Pemilihan Umum. Dalam penelitian ini terdapat beberapa pokok permasalahan yang dirumuskan sebagai berikut : 1) bagaimanakah peran perbekel sebagai motivator dan komunikator dalam meningkatkan partisipasi politik masyarakat ? ; 2) faktor-faktor apa sajakah yang menghambat perbekel dalam meningkatkan partisipasi politik masyarakat ? ; 3) bagaimanakah solusinya agar partisipasi politik masyarakat dapat meningkat ? Dari hasil penelitian ditemukan fakta bahwa peran perbekel dalam meningkatkan partisipasi politik masyarakat di Desa Lokapaksa adalah dengan datang ke TPS lebih awal saat Pemilu, peningkatan kualitas SDM perangkat desa, memberikan stimulus, menciptakan lapangan pekerjaan, menambah intensitas sosialisasi yang melibatkan kaum intelektual dan tokoh masyarakat serta menyediakan pelayanan komunikasi yang dapat dipercaya oleh seluruh stakeholder. Faktor-faktor yang menghambat perbekel dalam meningkatkan partisipasi politik masyarakat di Desa Lokapaksa meliputi faktor internal dan faktor eksternal. Sedangkan solusi dalam meminimalisasi faktor penghambat tersebut adalah peningkatan kualitas SDM parangkat desa dan masyarakatnya, merubah cara komunikasi dan memperkuat regulasi yang menyangkut tentang hak dan kewajiban setiap warga negara dalam memilih pemimpin.
IDENTIFIKASI KOPI WANAGIRI SECARA BOTANI DAN AGROEKOLOGI SEBAGAI PRODUK UNGGULAN BULELENG DALAM MENDUKUNG PARIWISATA DESA WANAGIRI Putu Shantiawan; I Putu Parmila; Made Suarsana; Putu Suwardike; Jhon Hardy Purba; Putu Sri Wahyuni
Jnana Karya Vol 1, No 01 (2020)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1335.796 KB)

Abstract

Desa Wanagiri adalah salah satu desa yang terdapat di kecamatan Sukasada, kabupaten Buleleng. Posisi yang berada di bagian hulu dari kabupaten Buleleng menempatkan desa Wanagiri sebagai kawasan perlidungan alam dan Kawasan suci di Bali. Sekitar 70,95% penduduknya bekerja  di sektor pertanian, sekitar 4,23% bekerja di sektor pariwisata, dan selebihnya berusaha di sektor lainnya. Sesuai dengan kondisi geografisnya umumnya penduduk sebagai petani lebih banyak menjadi petani kopi Arabika yang hanya cocok tumbuh pada ketinggan 900-1400 mdpl. Kelompok tani yang telah mendapatkan sertifikat Rainforest untuk kopi Arabikanya adalah Kelompok Tani Leket Sari. Namun permasalahan yang muncul selanjutnya adalah mulai menurunnya produktivitas kopi Wanagiri sedangkan BUM Desa Eka Giri Karya Utama sebagai badan yang mengelola kelompok tani kopi berencana akan membentuk sebuah Agrowisata Kopi Wanagiri. Sehingga dipandang perlu dilaksanakan kegiatan identifikasi dan karakterisasi varietas kopi Arabika di desa Wanagiri sebagai bahan edukasi petani. Metode yang digunakan: pelatihan partisipatif dengan metode penyuluhan dan pelatihan. Target yang ingin dicapai: anggota kelompok tani mampu memahami perbedaan jenis, keunggulan dan kekurangan dari masing-masing varietas kopi Arabika yang dibudidayakan. Hasilnya adalah seminar dan sosialisasi pada kelompok tani Leket Sari dan peningkatan pemahaman anggota kelompok tani tentang kopi Arabika.
Pemanfaatan Pekarangan Untuk Ketahanan Pangan Keluarga Pada Kelompok Wanita Tani Di Desa Alasangker Made Suarsana; I Putu Parmila; Putu Shantiawan Prabawa; Putu Suwardike; Luh Pastiniasih
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 2.2 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.791 KB)

Abstract

Desa Alasangker mempunyai potensi yang besar dalam pengembangan pertanian, baik di areal lahan maupun pada areal pekarangan. Berdasarkan potensi tersebut, pemerintah desa berkeinginan untuk memanfaatkan lahan tersebut melalui program P2L untuk ketahanan pangan dengan ujung tombak kegiatan adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Sari Rejeki. Pemerintah desa, selanjutnya melalui kerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng dan Fakultas Pertanian Universitas Panji Sakti melaksanakan penyuluhan dan pelatihan kepada KWT Sari Rejeki. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam melakukan budidaya tanaman di lahan pekarangan sebagai sumber ketahanan pangan keluarga. Berdasarkan hasil kegiatan disimpulkan bahwa anggota KWT secara umum telah memahami teknis budidaya tanaman di pekarangan, namun masih perlu peningkatan pengetahuan terkait pengendalian serangan hama dan penyakit serta pemanfaatan irigasi yang efektif. Sehingga melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan yang dilakukan ketarampilan anggotan kelompok telah semakin meningkat dan selanjutnya perlu dilakukan monitoring dan evaluasi.
PERAN GENERASI MILENIAL DALAM MENANGANI KRISIS PANGAN DI ACARA INTERAKTIF RRI SINGARAJA STUDIO PRO 1 I Putu Parmila; Putu Shantiawan Prabawa; Made Suarsana
Jnana Karya Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena iklim yang sangat ekstrim akibat dari pemanasan global dan kerusakan lingkungan , menyusutnya lahan pertanian yang produktif untuk tanaman pangan akbibat dari alih fungsi lahan dan degradasi lahan akibat pemakaian kimia berlebih dengan sistim pertanian monokultur menyebabkan ada ancaman dan krisis pangan global yang mengkawatirkan dunia saat ini. Sementara ledakan jumlah penduduk menjadikan keseimbangan antara produksi pangan dan kebutuhan pangan menjadi tidak seimbang. Ledakan penduduk dunia dimana tahun 2020 berjumlah 7,753 miliar dan diperkirakan 2022 menjadi 8. Miliar. Yang menjadi potensi yang bisa menjawab krisis pangan adalah dalam jangka pendek berupa perbaikan manajemen distribusi dan pengelolaan pangan, dalam jangka menengah peningkatan produksi, keanekarangaman hayati lokal dan hilirisasi pangan sedangkan untuk jangka panjang perbaikan teknologi, perbaikan lingkungan, peningatan partisipasi generasi muda dalam bidang pertanian khususnya pangan dan yang menjadi sangat penting adalah menyusun strategi pelestarian dan pemanfaatan pangan lokal sebagai pangan unggulan dimasing-masing daerah. Tujuan menyebarluaskan informasi kepada masyarakat Bali khusunya masyarakat di wilayah kabupaten Buleleng melalui RRI tentang krisis pangan yang berpotensi mengacam di tahun 2023, Strategi Jangka pendek yaitu melalui gerakan bersama yang dimulai dari rumah tangga, kelompok , desa adat dan desa dinas dengan melaksanakan kegiatan nyata. Gerakan pemanfaatan pekarangan untuk pangan utama seperti biji - bijian dan pangan pendukung, seperti umbi-umbian dan buah-buahan termasuk sayur-sayuran, Strategi jangka menengah dan jangka panjang dengan menyusun Peraturan perlindungan lahan pertanian atau yang lebih spesifik lagi adalah peraturan lahan yang diperuntukan untuk penanaman pangan dan juga pelestarian subak. pengembangan teknologi pemuliaan yang modern dan canggih sehingga dapat menghasilkan varietas yang tahan terhadap perubahan iklim kampanye tentang kandungan gizi dari usia dini sampai perguruan tinggi tentang pangan dan pentingnya diversifikasi pangan peraturan tentang perlindungan pangan lokal dan mengembalikan sebagai budaya kuliner dimasing masing daerah asalnya. Untuk meningkatkan animo generasi muda di buat program agrosociopreneur. Agrosociopreneur adalah berwirausaha dibidang pertanian yang tetap mengedepankan aspek sosial di masyarakat, dalam hal ini diharapkan wirausahawan muda pertanian tidak hanya mengejar pada keuntungan semata, namun juga peduli pada lingkungan masyarakat utamanya petani kecil, harapannya melalui pemuda yang menjadi agrosociopreneur ini dapat memberikan sentuhan teknologi dan ilmu-ilmu baru bagi para petani dalam penyediann pangan.
PEMBERIAN DOSIS BIOURIN SAPI DAN PUPUK MAGNESIUM SULFAT DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN KUALITAS BUAH MELON (Cucumis melo L.) VARIETAS GOLDEN YURIKA I Putu Parmila; Putu Shantiawan Prabawa; Made Suarsana; Putu Suwardike
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3129

Abstract

global warming can cause shifts in seasons, extreme temperatures, this causes many pests and diseases to attack plants, causing disruption to the growth of melon plants and reducing the production and quality of melons. Biourin or Liquid Organic Fertilizer (POC). Is a fertilizer made with organic materials that are no longer used or organic remains that can still be processed and fermented to produce compounds and minerals needed by decomposing microorganisms which are then used by plants in the soil. Melon plants require high levels of nutrients. in the generative and reproductive phases so that it is susceptible to deficiencies of macro and micro elements in the distribution of nutrients and their photosynthetic results. Thus in this study to obtain good growth and yield of quality melons were given magnesium sulfate (MAG-S) dose treatment. The aims of this research were as follows: To determine the effect of doses of Cow Biourine (POC) on the growth and quality of melons and to determine the effect of doses of Magnesium sulfate (MAG-S) fertilizer on the growth and quality of melons. This research method is a field experiment in polybags with a non-factorial Randomized Group Design (RAK), namely: Dosing (Bio cow urine) with MAG-S (magnesium Sulfur): (PS0), 0.pot-1, (PS1) 15 ml. and 1 g., (PS2) 30 ml. Beef Biourine .pot-1 and 2 g., (PS3) 45. ml. 3 g (PS4) 60. ml. 1 and 4 g. magnesium sulfate. pot-1, (PS5) 75. ml. and 5g. and (PS5) 90. ml. and 6g. The results of statistical analysis showed that the treatment of Biourin and Magnesium sulfur (MAG-S) doses had no significant effect on the 5% F test level on growth variables except for plant height at 35 days after planting (dap), number of leaves aged 14 after planting and had a very significant effect real F 1%. plant height 14 hst. The treatment of the doses of Biourin and Magnesium sulfur had a very significant effect on the F1% test on the outcome variables except for the thickness of the fruit and the thickness of the skin which had no significant effect on the 5% F test.INTISARIPemanasan dan perubahan  suhu secara global merupakan tantangan terbesar dalam budidaya melon karena pemanasan global dapat menyebabkan bergesernya musim, suhu yang ekstrim, hal ini menyebabkan banyak hama dan penyakit yang dapat menyerang tanaman sehingga menyebabkan gangguan  pertumbuhan tanaman melon dan menurunkan produksi serta kwalitas buah melon. Biourin atau Pupuk organik Cair (POC ). Merupakan pupuk yang dibuat dengan bahan-bahan organik yang sudah tidak digunakan atau sisa-sisa organik yang masih dapat diolah dan difermentasi sehingga menghasilkan senyawa-senyawa dan mineral yang dibutuhkan oleh mikroorganisme pengurai selanjutnya dimanfaatkan oleh tanaman dalam tanah.. Tanaman melon membutuhkan unsur hara tinggi dalam fase generative dan fase reproduktif sehingga  rentan  terhadap kekurangan unsur makro dan mikro dalam distrubusi unsur hara dan hasil fotosintatnya dengan demikian pada penelitian ini untuk mendapatkan pertumbuhan yang baik dan hasil melon yang berkwalitas diberikan perlakuan dosis magnesium sulfat (MAG-S). Tujuan penelitan ini adalah sebagai berikut: Untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis Biourine Sapi (POC) terhadap pertumbuhan dan kwalitas buah melon dan untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis pupuk Magnesium sulfat (MAG-S ) terhadap pertumbuhan dan kwalitas Buah Melon.Metode Penelitian ini merupakan percobaan lapangan dalam dalam polybag dengan rancangan Acak Kelompok   (RAK) non faktorial , yaitu: pemberian  Dosis (Bio urine Sapi) dengan MAG-S (magnesium Sulfur) : (PS0), 0.pot-1 , (PS1) 15  ml. dan 1 g., (PS2)  30 ml. Biourine Sapi   .pot-1 dan 2 g.  , (PS3)  45. ml. 3 g.  , (PS4) 60. ml. 1 dan 4 g.  magnesium sulfat.pot-1, ( PS5)  75. ml. dan 5 g. dan (PS5)  90. ml. dan 6 g. Hasil analisis statistika menunjukan bahwa perlakuan dosis Biourin dan Magnesium sulfur (MAG-S) berpengaruh tidak nyata pada taraf  uji F 5% terhadap variable pertumbuhan kecuali pada tinggi tanaman pada umur 35  Hari setelah tanam (hst) , jumlah daun umur 14 hst dan berpengaruh sangat nyata F 1%.  tinggi tanaman umur 14 hst . Perlakuan dosis Biourin dan Magnesium sulfur berpengaruh  sangat nyata uji F1 % terhadap  variable hasil kecuali terhadap tebal buah dan tebal kulit berpengaruh tidak nyata uji F 5 %..
TIPE EMBRIONI PLASMA NUTFAH MANGGA (Mangifera sp.) LANDRACES BALI Putu Suwardike; I Putu Parmila; P Shantiawan Prabawa; Made Suarsana; Jhon Hardy Purba
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3134

Abstract

The embryonic type of mango accession needs to be known because it has an important role in its development, especially in the propagation of mango plants. Polyembryonic mango cultivars have the potential to produce zygotic embryos that can show morphological and genetic diversity. Research with the aim of knowing the embryonic type of Bali landraces mango germplasm as the basis for its development, especially in selecting cultivars that have potential as rootstocks, was carried out in Banyuning Village, Singaraja in July-September 2022. A total of 34 landraces accessions and 10 non-landraces Bali came from Buleleng, Karangasem, Klungkung and Badung districts were used as research materials, involving 10 seeds per accession each. The seeds were sown in polybags filled with river sand. Germinated seeds were removed from the seedling, the number of sprouts that grew on each seed was counted. The results showed that there were monoembryonic and polyembryonic types of Bali landraces accessions. A total of 32 accessions or 94.12% of Bali landraces accessions showed the polyembryonic type, and 2 landraces accessions, namely Pakel Sibetan and Pakel Sulangai showed monoembryonic. Introduced accessions, such as Brazil, Parkit, Shaigon, and Apel are classified as monoembryonic.INTISARITipe embrioni aksesi mangga perlu diketahui karena memiliki peran penting dalam pengembangannya, khususnya dalam perbanyakan tanaman mangga. Kultivar mangga poliembrionik berpotensi menghasilkan embrio zigotik yang dapat menunjukkan keanekaragaman morfologi dan genetik. Penelitian dengan tujuan untuk mengetahui tipe embrioni plasma nutfah mangga landraces Bali sebagai dasar pengembangannya, khususnya dalam memilih kultivar yang berpotensi sebagai batang bawah telah dilakukan di Kelurahan Banyuning, Singaraja pada Juli-September 2022. Sebanyak 34 aksesi landraces dan 10 aksesi non landraces Bali yang berasal dari Kabupaten Buleleng, Karangasem, Klungkung dan Badung digunakan sebagai bahan penelitian, melibatkan masing-masing 10 benih per aksesi. Benih disemai dalam polybag berisi media pasir sungai. Benih berkecambah dikeluarkan dari semaian, dihitung banyaknya kecambah yang tumbuh pada setiap benih. Hasil penelitian menunjukkan, tipe embrioni aksesi landraces Bali ada yang monoembrioni maupun poliembrioni. Sebanyak 32 aksesi atau 94,12% aksesi landraces Bali menunjukkan tipe poliembrioni, dan 2 aksesi landrases yaitu Pakel Sibetan dan Pakel Sulangai menunjukkan monoembrioni. Aksesi introduksi, seperti Brazil, Parkit, Shaigon, dan Apel tergolong monoembrioni.
PENINGKATAN KAPASITAS PKK KELURAHAN BERATAN UNTUK MENINGKATKAN KETAHANAN PANGAN KELUARGA MELALUI BUDIDAYA CABAI DALAM POT Wiryanata, I Wayan Gede; Parmila, I Putu; Prabawa, Putu Shantiawan; Suwardike, Putu; Suarsana, Made; Purba, Jhon Hardy
Jnana Karya Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai  (Capsicum frutescens L.) mempunyai peranan penting dalam menunjang ketahanan pangan. Penanaman dalam pot merupakan cara alternatif untuk mendiversifikasi budidaya tanaman, sehingga masyarakat dapat menanam cabai secara efisien dalam wadah yang terkontrol. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan anggota PKK dalam mengembangkan keterampilan budidaya cabai dalam pot guna meningkatkan ketahanan pangan keluarga dan meningkatkan kapasitas pertanian di tingkat kelurahan. Analisis situasi meliputi potensi daerah dan sumber daya lokal, situasi ketahanan pangan, kapasitas PKK Kelurahan Beratan, keadaan sosial ekonomi masyarakat, pola konsumsi masyarakat,  permasalahan yang dihadapi masyarakat. Permasalahan di lapangan antara lain kurangnya keterampilan praktis dalam budidaya tanaman cabai dalam pot, keterbatasan akses terhadap sumber daya, ketidakpastian harga cabai terkait perubahan iklim, dan kurangnya kesadaran akan pentingnya diversifikasi pangan. Solusi yang diusulkan antara lain program pelatihan  komprehensif untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis, pemberdayaan masyarakat, penggunaan varietas cabai yang lebih tahan terhadap perubahan iklim, dan diversifikasi pangan. Metode yang digunakan dalam kegiatan transfer Iptek adalah berupa kombinasi penyuluhan, pembinaan dan pendampingan secara langsung sehingga peserta dapat memahami materi dengan baik. Program menghasilkan publikasi, transfer ilmu, dan produk berupa tanaman cabai dalam pot. Proses transfer ilmu melibatkan penyuluhan, pelatihan, dan diskusi interaktif. Program tersebut berhasil memperkuat kapasitas PKK dan meningkatkan ketahanan pangan keluarga. Keberhasilan tersebut mencakup penguatan anggota PKK sebagai agen perubahan. Rekomendasi keberlanjutan mencakup peningkatan sumber daya manusia, penjangkauan masyarakat, dan pengembangan program diversifikasi berkelanjutan.
MENYUSUN PAKET TEKNOLOGI BUDIDAYA TANAMAN SEHAT JERUK KEPROK TEJAKULA BERSAMA PETANI KELOMPOK TANI KARYA ASIH DESA PENUKTUKAN Suwardike, Putu; Parmila, I Putu; Prabawa, Putu Shantiawan; Suarsana, Made; Wiryanata, I W G
Jnana Karya Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jeruk Keprok Tejakula (Citrus reticulata var. Tejakula) merupakan maskot komoditas hortikulturabuah masyarakat Buleleng pada era tahun 1970-an hingga 1980-an. Komoditas ini banyakdikembangkan di wilayah Kecamatan Tejakula. Kejayaannya terpuruk ketika CVPD menyerangtanaman jeruk pada awal tahun 1990-an. PKM yang bertujuan untuk menyusun paket teknologibudidaya tanaman sehat Jeruk Keprok Tejakula di Kelompok Tani Karya Asih dan menguatkankelembagaan Kelompok Tani telah dilaksanakan pada September-Desember 2023. Transfer Ipteksmenggunakan metode PALS, melibatkan Tim Pelaksana PKM, PPL, Perbekel setempat, dan petanianggota kelompok tani Karya Asih. Paket teknologi budidaya tanaman sehat jeruk Keprok Tejakuladi kelompok tani Karya Asih meliputi: penggunaan bibit sehat dan jelas asal usulnya, persiapanlahan dengan baik, penanaman dengan baik, pemeliharaan tanaman dengan baik (penggunaanpupuk organik yang cukup untuk menjaga C-organik tanah tidak kurang dari 4,5%; penggunaandolomit; pengairan yang cukup dan teratur; penggunaan mulsa seresah daun jati atau tanamanpantoi; penggunaan tanaman penaung; pengendalian OPT secara terpadu), panen dan pasca panendengan baik. Kelembagaan kelompok tani sudah terkelola dengan baik, meskipun belum mandiri.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY (Brassica rappa L.) TERHADAP BERBAGAI DOSIS KOMPOS TPS3R BAKTISERAGA PADA SISTEM URBAN FARMING Imam Busyairi; Putu Shantiawan Prabawa; Made Suarsana
Agrofarm: Jurnal Agroteknologi Vol. 3 No. 2 (2024): AGROFARM (JURNAL AGROTEKNOLOGI)
Publisher : Faculty of Agriculture and Business, Universitas Mahasaraswati Denpasar , Kec. Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali 80233

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/agrofarm.v3i2.10781

Abstract

One type of vegetable plant that has high benefits and economic value is mustard greens or pakcoy. Although production is still quite high, productivity shows a decline. This is due to the narrowing of agricultural land, so that people's need for food is decreasing. The urban farming plant cultivation system by utilizing limited home yard areas makes the use of polybags absolutely necessary. There needs to be testing for the dose of compost needed to influence the growth and yield of pakcoy plants using compost produced by TPS3R Baktiseraga Village with raw materials originating from household waste in the form of kitchen waste and leaf waste. Based on the results of the study, the treatment of various doses of household compost from TPS3R Baktiseraga Village had a significant effect on the parameters of plant height, root length, total fresh weight, and total dry weight of plants. The treatment of a compost dose of 100 g.polybag-1 showed the highest results in the parameters of plant height, root length, total fresh weight, and total dry weight of plants. Keyword: , ,
The effect of solid manure dosage and cow biourine concentration on the growth and yield of shallot (Allium ascalonicum L.) Sembrani variety Jhon Hardy Purba; Made Suarsana; Putu Sri Wahyuni; Ketut Mariasa
Agricultural Science Vol. 7 No. 2 (2024): March
Publisher : Faculty of Agriculture, Merdeka University Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55173/agriscience.v7i2.125

Abstract

The aim of this research was to determine the effect of cow manure and cow biourine on the growth and yield of shallots. This experiment used a factorial experiment with a Randomized Group Design (RAK). The treatment tried consisted of two factors, namely the first factor was the dose of solid manure (O) with 4 levels, namely O0: without manure (control), O1: dose of 5 tons.ha-1 (0.5 kg of solid manure.petak- 1), O2: dose 10 ton.ha-1 (1.0 kg solid manure.plot-1), O3: dose 15 ton.ha-1 (1.5 kg solid manure.plot-1). The second factor is the concentration of cow biourine (U) with 4 levels, namely U0: without cow biourine (control), U1: 10% concentration or 100 ml.l-1 cow biourine, U2: 20% concentration or 200 ml.l-1 cow biourine , and U3: 30% concentration or 300 ml.l-1 bovine biourine. Each combination treatment was repeated 3 times. The treatment dose of solid cow manure had a very significant effect on the wet weight of the crown per hill and the wet weight of the tubers per hill. A dose of solid manure of 10 tons.ha-1 gave the highest wet weight of tubers per hill, namely 146.30 g. The cow biourine concentration treatment had a very significant effect on the oven dry weight of the canopy per hill, the wet weight of the canopy per hill and the number of leaves per hill at the age of 56 days after planting, 42 days after planting. A cow biourine concentration of 20% or 200 ml.l-1 gave the highest wet weight of tubers per hill, namely 127.50. The interaction between solid manure dose and cow biourine concentration had no significant effect on all observed variables.