Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Penyuluhan Triple Eliminasi (Pemeriksaan HIV, Sifilis, Hepatitis) Pada Ibu Hamil Widya Juliarti
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 4 No. 2 (2023): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v4i2.2763

Abstract

Ibu hamil merupakan salah satu dari populasi yang berisiko tertular penyakit Human immunodeficiency virus (HIV), Sifilis, dan Hepatitis B pada anak lebih dari 90% tertular dari ibunya. Risiko penularan dari ibu ke anak untuk penyakit HIV/AIDS adalah 20%- 45%, untuk Sifilis adalah 69-80%, dan untuk Hepatitis B adalah lebih dari 90%. Triple eliminasi adalah program yang bertujuan mencapai dan mempertahankan eliminasi ibu ke bayi dari HIV/AIDS , Hepatitis B, dan Sifilis agar mencapai kesehatan yang lebih baikbagi perempuan, anak-anak, dan keluarga mereka melalui pendekatan terkoordinasi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan. Setelah dilakukan pengabdian ini diharapkan ibu hamil akan melakukan pemeriksaan triple eliminasi kehamilan sekali dalam kehamilan untuk memantau perkembangan kesehatan ibu dan janin serta meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak diwilayah tersebut. Metode kegiatan ini adalah dengan memberikan penyuluhan, pada akhir penyuluhan diadakan sesi diskusi atau tanya jawab seputar materi dan hal hal yang berkaitan dengan materi. Dan diakhiri dengan pemeriksaan tripel eliminiasi bagi ibu-ibu hamil. Hasil kegiatan menunjukan meningkatnya pengetahuan ibu hamil pentingnya penyuluhan triple eliminasi bagi kesehatan ibu dan janin dan 23 ibu hamil melakukan pemeriksaan tripel eliminasi
Edukasi Penanganan Dismorhea Dengan Pilates Exercise di Pondok Pesantren Nuruddin Desa Sungai Sarik Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar Kiki Megasari; Widya Juliarti; Ani Triana
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 5 No. 2 (2024): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v5i2.3726

Abstract

Dismenorrhea merupakan fenomena simptomatik meliputi nyeri abdomen, kram, sakit punggung dan keluhan lainnya ketika mengalami menstruasi. Dampak Dismenorrhea dapat mengakibatkan konflik emosional, kegelisahan, daya ingat menurun dan penurunan motivasi belajar. Cara lebih aman untuk menangani Dismenorhea adalah dengan metode Non Farmakologi diantaranya adalah Pilates Exercuse, yaitu latihan yang dilakukan dengan cara meregangkan dan memperkuat otot-otot daerah antara panggul, perut dan pinggang untuk mengurangi nyeri yang dirasakans. Mayoritas santri Pondok Pesantren Nuruddin Desa Sungai Sarik Kabupaten Kampar belum mengetahui bagaimana menangani Dismenorhea dengan baik. Ini disebabkan karena kurangnya informasi yang mereka terima. Guru belum ada memberikan informasi tentang hal tersebut dan begitu juga dengan pihak tenaga kesehatan, sehingga pengetahuan yang mereka miliki diperoleh dari orang tua dan dari sumber informasi lainnya yang memungkinkan mereka akses. Mayoritas dari mereka meminum obat penghilang rasa nyeri tanpa resep dokter ketika mengalami dismenorhea. Hal ini sangat membahayakan kesehatan karena tentunya ada efek samping. Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang penanganan Dismenorhea dengan Pilates Exercise. Hasil kegiatan ini adalah terjadinya peningkatan pengetahuan remaja putri tentang penanganan Dismenorhea melalui hasil evaluasi Pre Test dan Post Test. Sebagai saran, diharapkan remaja putri tidak sembarangan meminum obat tanpa resep dokter jika mengalami nyeri haid, namun dapat menerapkan metode non farmakologi dalam menagani nyeri haid dengan salah satu metode dilakukan adalah Pilates Exercise.
FAKTOR RENDAHNYA MINAT WANITA USIA SUBUR MELAKUKAN IVA TEST DI PUSKESMAS HARAPAN RAYA Widya Juliarti; Ani Triana; Kiki Megasari; Chaira Maharani
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 13 No. 2A (2025): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (Special Issue)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v13i2A.4185

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi perempuan dengan angka kejadian dan kematian yang masih tinggi, sementara cakupan deteksi dini melalui metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan minat wanita usia subur (WUS) dalam melakukan deteksi dini kanker serviks menggunakan metode IVA di Puskesmas Harapan Raya Kota Pekanbaru tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh WUS di wilayah kerja Puskesmas Harapan Raya dengan jumlah sampel sebanyak 43 responden yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis melalui analisis univariat serta bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki minat melakukan pemeriksaan IVA (53,5%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa paritas (p=0,004; POR=8,821) dan riwayat kanker serviks (p=0,039; POR=7,000) berhubungan secara signifikan dengan minat WUS melakukan pemeriksaan IVA. Sementara itu, variabel umur, pekerjaan, pengetahuan, sikap, dukungan teman, dukungan suami, dan akses informasi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Disimpulkan bahwa paritas dan riwayat kanker serviks merupakan faktor yang memengaruhi minat WUS dalam melakukan deteksi dini kanker serviks. Oleh karena itu, diperlukan penguatan edukasi dan konseling yang berfokus pada perubahan persepsi untuk meningkatkan cakupan pemeriksaan IVA.
PENYULUHAN GIZI SEIMBANG ANAK USIA SEKOLAH DI SDN 106 PEKANBARU Een Husanah; Widya Juliarti
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 4 No. 4 (2026): Agustus
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v4i4.4255

Abstract

Sebagai aset negara dan generasi penerus bangsa, kecukupan gizi anak perlu diperhatikan. Anak usia sekolah dasar dengan rentang usia 6-12 tahun membutuhkan asupan gizi yang baik untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan menuju remaja. Asupan gizi yang cukup diperlukan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan agar tidak mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Anak yang mengalami masalah gizi mudah terserang penyakit serta terjadi penurunan prestasi akademik. Adapun risiko jangka pendek yang dapat ditimbulkan, yaitu kondisi apatis pada anak, gangguan dalam berkomunikasi dan gangguan perkembangan lainnya. Dalam upaya memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari, kita perlu mengkonsumsi makanan yang beragam. Karena setiap jenis sumber makanan memiliki kandungan gizi yang berbeda. Informasi yang diperoleh dari pihak sekolah, bahwa belum pernah ada edukasi  gizi seimbang sebelumnya. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan anak tentang pentingnya gizi seimbang serta mendorong perubahan perilaku makan yang sehat. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di SDN 106 Pekanbaru yang diikuti oleh siswa kelas 4 yang berjumlah 57 orang. Metode kegiatan pengabdian ini adalah ceramah interaktif dengan penyampaian informasi dengan media audio visual. Pada kegiatan ini siswa terlihat antusias dalam mendengarkan materi dan menyimak video edukasi tentang isi piringku. Hasil dari kegiatan siswa mampu menjawab pertanyan yang diberikan oleh pemateri dalam bentuk kuisioner. Rata rata nilai pretest 7,5 dan rata rata nilai postest 9,00 hal ini terbukti bahwa penyuluhan gizi seimbang efektif meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa tentang gizi seimbang anak sekolah Edukasi tentang gizi seimbang perlu diberikan kepada siswa agar siswa memahami pentingnya gizi bagi pertumbuhan dan perkembangannya sehingga siswa dapat menjadikan kebiasaan yang baik bagi siswa dalam memenihi kebutuhan gizinya.