Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Kompres Hangat Air Jahe Untuk Mengurangi Nyeri Punggung pada Ibu Hamil diKlinik Pratama Afiyah Kota Pekanbaru Tahun 2023 Tessalonika Hasda Sinaga; Widya Juliarti; Ani Triana
Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Kebidanan Terkini
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jkt/Vol1.Iss1.1117

Abstract

Nyeri punggung merupakan salah satu ketidaknyamanan yang seing dialami ibu hamil trimester III dampak nyeri punggung pada ibu hamil antara lain sulit buang air kecil, gangguan tidur, gangguan seksual dan depresi. Upaya yang dilakukan dalam menurunkan angka nyeri punggung pada ibu hamil dengan melakukan pengobatan non- farmakologi. Pengobatan non-farmakolgi bisa dilakukan dengan cara kompres hangat air jahe. Tujuan dari asuhan kebidanan pada ibu hamil nyeri punggung yaitu untukmengetahui pengaruh kompres hangat air jahe dalam menurunkan skala nyeri. Metode yang digunakan yaitu studi kasus dengan memberikan asuhan kebidanan pada ibu hamil trimester III untuk mengurangi nyeri punggung dengan pemberian kompres hangat air jahe di Klinik pratama Afiyah Kota Pekanbaru pada tanggal 20-27 Maret 2022. Hasil asuhan yang telah dilakukan terhadap Ny.R G2P1A0H1 umur 28 tahun usia kehamilan 33 minggu 2 hari dengan nyeri punggung sedang (skala nyeri 6), setelah dilakukan asuhan skala nyeri berkurang menjadi 3 dan diakhir kunjungan skala nyeri berkurang menjadi skala nyeri 1. Disimpulkan pemberian kompres hangat air jahe dapat menurunkan skala nyeri pada ibu hamil dengan nyeri punggung. Diharapkan kepada penyedia layanan asuhan kebidanan untuk menerapkan pemberian kompres hangat air jahe sebagai salah satu terapi kepada ibu hamil nyeri punggung.Kata Kunci : Kehamilan, Nyeri Punggung, Jahe Merah Daftar Bacaan : 29 (2013-2023)
PEMBERIAN IKAN GABUS UNTUK PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU NIFAS DI KLINIK PRATAMA ARRABIH KOTA PEKANBARU TAHUN 2023 Handayani, Suri; Een Husanah; Widya Juliarti; Intan Widya Sari
Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Kebidanan Terkini
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jkt/Vol1.Iss1.1135

Abstract

Luka perineum adalah robekan obstetrik yang terjadi disekitar perineum pada saat persalinan berlangsung.Faktor penyebab terjadinya infeksi pada masa nifas terdiri dari daya tahan tubuh yang lemah, perawatan nifas yang kurang baik, hygiene yang tidak benar dan kurangnya asupan kebutuhan gizi pada ibu. Upaya penanganan secara alami yang dilakukan salah satunya yaitu ikan gabus. Ikan gabus mengandung albumin yang penting bagi proses penyembuhan luka Proses penyembuhan luka selama 7-10 hari dan membutuhkan asupan gizi dan protein yang cukup salah satunya yaitu dengan mengkonsumsi ikan gabus kerena memiliki kandungan albumin dan protein yang tinggi untuk mempercepat proses penyembuhan luka agar tidak terjadi infeksi. Tujuan asuhan adalah untuk penyembuhan luka perenium pada ibu nifas deng pemberian ikan gabus. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan memberikan sup ikan gabus sebanyak 500 gram/hari selama 7 hari dengan menggunakan pendokumentasian SOAP dan lembar observasi Skala REEDA. Hasil asuhan pada kunjungan pertama, didapatkan luka perinium dengan skala REEDA 4 dan pada kunjungan kedua, dan kunjungan ketiga didapatkan luka perinium dengan skala REEDA 0. Terjadi penyembuhan luka setelah dilakukan asuhan kebidanan selama 7 hari dengan 3 kali kunjungan. Disarankan kepada pemberi layanan kesehatan untuk dapat memeberikan informasi tentang pemberian ikan gabus dalam bentuk penyuluhan, pemberian leaflet atau poster dan menjadikan ikan gabus sebagai salah satu terapi nonfarmakologis pada asuhan masa nifas untuk penyembuhan luka perinium.
FAKTOR RENDAHNYA MINAT WANITA USIA SUBUR MELAKUKAN IVA TEST DI PUSKESMAS HARAPAN RAYA Widya Juliarti; Ani Triana; Kiki Megasari; Chaira Maharani
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 13 No. 2A (2025): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (Special Issue)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v13i2A.4185

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi perempuan dengan angka kejadian dan kematian yang masih tinggi, sementara cakupan deteksi dini melalui metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan minat wanita usia subur (WUS) dalam melakukan deteksi dini kanker serviks menggunakan metode IVA di Puskesmas Harapan Raya Kota Pekanbaru tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh WUS di wilayah kerja Puskesmas Harapan Raya dengan jumlah sampel sebanyak 43 responden yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis melalui analisis univariat serta bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki minat melakukan pemeriksaan IVA (53,5%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa paritas (p=0,004; POR=8,821) dan riwayat kanker serviks (p=0,039; POR=7,000) berhubungan secara signifikan dengan minat WUS melakukan pemeriksaan IVA. Sementara itu, variabel umur, pekerjaan, pengetahuan, sikap, dukungan teman, dukungan suami, dan akses informasi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Disimpulkan bahwa paritas dan riwayat kanker serviks merupakan faktor yang memengaruhi minat WUS dalam melakukan deteksi dini kanker serviks. Oleh karena itu, diperlukan penguatan edukasi dan konseling yang berfokus pada perubahan persepsi untuk meningkatkan cakupan pemeriksaan IVA.
RENDAHNYA CAKUPAN PEMBERIAN IMUNISASI PENTABIO DAN PCV DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANGKALAN KURAS I Susanti, Hijriani Rizki; Triana, Ani; Kiki Megasari; Widya Juliarti
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 13 No. 2A (2025): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (Special Issue)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v13i2A.4187

Abstract

Imunisasi pentabio dan pneumococcal conjugate vaccine (PCV) merupakan bagian penting dari imunisasi dasar bayi dalam upaya pencegahan penyakit menular. Namun, cakupan imunisasi di Wilayah Kerja Puskesmas Pangkalan Kuras I masih tergolong rendah, dengan cakupan imunisasi DPT-HB-Hib sebesar 46,4% dan PCV hanya 2,2%. Studi pendahuluan menunjukkan bahwa rendahnya cakupan imunisasi dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, peran tenaga kesehatan, dan media informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan cakupan pemberian imunisasi pentabio dan PCV di Wilayah Kerja Puskesmas Pangkalan Kuras I tahun 2024. Penelitian menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 12 bulan berdasarkan laporan imunisasi bayi bulan November 2024, dengan jumlah sampel sebanyak 45 responden yang diambil secara accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 55,6% bayi yang memperoleh imunisasi pentabio dan PCV secara lengkap. Variabel sikap (p=0,002), dukungan keluarga (p=0,001), dan peran tenaga kesehatan (p=0,029) terbukti memiliki hubungan yang signifikan dengan pemberian imunisasi pentabio dan PCV. Disimpulkan bahwa sebagian besar bayi belum mendapatkan imunisasi secara lengkap, sehingga diperlukan upaya skrining dan pemantauan rumah ke rumah, peningkatan sosialisasi berbasis digital, serta penguatan koordinasi dengan tokoh agama dan masyarakat untuk meningkatkan cakupan imunisasi.